All posts in People

PKL dan Jokowi

Satpol PP Ala Jokowi

Birokrasi Ala Jokowi

I Love Ojek !

This is Ojek

Siang itu saya udah dikantor, tiba-tiba berdering telepon. Setelah diangkat terdengar dari kejauhan suara Pak Mukhlis Yusuf, Direktur ANTARA yang menanyakan saya sudah sampai mana? Waduh kaget setengah mati, saya baru ingat bahwa saya ada janji dengan beliau jam 1000 wib, hari Rabu di TVRI untuk siaran Nasional bersama-sama RRI dan Antara. Saat itu sudah jam 0950 wib. Saya cuman bilang, lho …. saya kira nggak jadi karena saya nggak terima konfirmasi ulang, (sebenarnya, saya memang tidak menerima kabar lagi, sejak Pak Mukhlis menghubungi saya minggu lalu seperti yang dijanjikannya) OK saya menuju kesitu, maksudnya TVRI. Supir saya suruh segera siapkan mobil dan segera saja meluncur menuju TVRI.

Pada jam seperti itu , tentu saja sulit sekali untuk bisa menembus kemacetan Jakarta dari daerah di Gandaria menuju TVRI dalam waktu 10 menit saja. Sesampai dekat bekas Puri Ekawarna, perempatan Melawai, saya turun mobil dan langsung panggil Ojek untuk segera “ngebut” ke TVRI ! Saya udah langsung nyengklak di sadel belakang, namun sang Pilot Ojek dengan tenangnya tidak segera bergerak bahkan memberikan sebuah Helm seraya berkata pake “Helm dulu Pak !” Astaga, masih ada juga nilai-nilai kepatuhan kepada aturan pada diri sang Pilot Ojek. Kagum sekali saya dan berkata dalam hati, gile juga nih , gini hari masih ada orang di jalan yang “tau aturan”.

Read more…

Penertiban PKL dan Relokasi Pasar.

Joko Widodo Walkot Solo

Joko Widodo Walkot Solo

Ini adalah pengalaman Joko Widodo ,Walikota Solo dalam menertibkan PKL (Pedagang Kaki Lima) dan merelokasi pasar kumuh ketempat yang lebih baik. Sepertinya sudah menjadi prosedur tetap, bila kita saksikan di Televisi, menertibkan PKL adalah dengan kekuatan pasukan Satpol PP dan terkadang dibantu TNI dan Polri. Para pedagang, biasanya digebuki dan lapaknya diratakan dengan bulldozer.

Demikian pula halnya dengan proses pemindahan pasar, kerap disaksikan sebagai terjadi kebakaran terlebih dahulu baru proses relokasi paksa dapat dilakukan. Jokowi, membuktikan bahwa tidak diperlukan proses kekerasan seperti banyak yang disaksikan bersama belakangan ini. Ada cara yang sangat manusiawi yang dapat dikerjakan dalam melakukan hal tersebut.

Salah satu contoh adalah bagaimana Jokowi memindahkan PKL di Kecamatan Banjarsari yang sudah mapan selama lebih dari 20 lebih tahun. Kecamatan Banjarsari ini sebenarnya satu kawasan yang sangat bagus, namun kemudian terlihat sebagai kawasan kumuh karena dijadikan tempat dagang yang sekaligus menjadi tempat tinggal mereka.  Diawal-awal jabatannya, Jokowi mengundang beberapa perwakilan dari para pedagang untuk makan malam di ruang rapat rumah dinas Walikota. Read more…

Jokowi dengan Dan Satpol PP

Pada suatu pagi yang cerah, seorang komandan Satpol PP dari kantor Walikota Solo menghadap sang Walikota. Pada intinya, pembicaraan si Komandan adalah berupa pengajuan tambahan peralatan yang paling urgen dibutuhkan bagi kesatuannya. Tentu saja hal tersebut berkait erat dengan tugas-tugasnya sehari-hari menjaga keamanan dan ketertiban terutama di kawasan kantor Walikota yang kerap di demo rakyat banyak.

Setelah ditanya Walikota apa saja kebutuhan mendesak dari Satpol PP yang dimaksud ? Sang Komandan memerincinya satu persatu kebutuhannya, yaitu perlengkapan sebanyak 600 pentungan dan 600 perisai besar, perlengkapan khas pasukan anti huru-hara dan sejumlah 4 buah Pistol. Read more…

Alfred Riedl dan Timnas Indonesia

Usai memberikan selamat kepada Riedl !

Usai memberikan selamat kepada Riedl !

Tim Nasional Indonesia, tampil dengan format dan performance yang sangat berbeda setelah ditangani oleh seorang pelatih asal Austria Alfred Riedl.

Tidak hanya para penggemar berat sepakbola ditanah air, akan tetapi juga banyak orang awam kemudian tertarik dengan penampilan kesebelasan Indonesia, utamanya setelah mengalahkan Laos serta Malaysia dengan angka yang sangat mencolok, kemudian menundukkan Thailand dengan skor 2 – 1.

Selintas, bila mengikuti sejarah panjang kesebelasan Indonesia dari sejak  dahulu, maka dengan mudah terdeteksi bahwa kita memang hanya dapat meraih prestasi yang membanggakan bila berada dibawah asuhan pelatih asing, atau pelatih “orang bule”.   Sebut saja Tony Pogaknic asal Yugoslavia , Wiel Coerver yang orang Belanda dan terakhir ini Alfred Riedl berkebangsaan Austria.

Sedikit tentang Alfred Riedl, pelatih sepakbola kelahiran Wina, Austria 2 Nopember 1949 adalah eks pemain bola dengan posisi striker.   Postur tubuh ramping dengan tinggi 1.84 meter sangat ideal bagi tubuh seorang atlit dan juga pesepakbola tentunya.   Disamping sebagai pemain tim nasional, Riedl juga berpengalaman melatih Timnas Austria, Maroko,  Palestina , Mesir,Kuwait, Vietnam dan Laos.
Read more…