xanax onlineAdderallLevitraCialis online

Kita Selalu ”Mengalah” ?

This item was filled under [ Article ]

Satu lagi peristiwa yang sangat memalukan terjadi. Polisi Malaysia menangkap tiga orang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang baru saja menangkap tujuh nelayan Malaysia yang ketahuan masuk perairan Indonesia tanpa izin.

Drama yang sangat melecehkan kedaulatan Republik Indonesia (RI) ini ternyata diselesaikan dengan model “tukar guling”, tiga petugas DKP ditukar dengan pembebasan tujuh nelayan Malaysia pelanggar batas perairan Indonesia.Penyelesaian yang menurut Duta Besar Malaysia di Indonesia adalah satu penyelesaian masalah kecil dari “bangsa serumpun”.

Insiden ini merupakan kejadian yang sangat “melecehkan” harkat dan martabat Indonesia yang terjadi hanya beberapa hari menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-65. Sangat disayangkan, reaksi dari para penguasa republik (pemerintah dan para anggota DPR) terhadap masalah ini tidak merepresentasikan “kemarahan” rakyat Indonesia yang sangat merasa tersinggung dan dilecehkan atas tindakan semena-mena pihak Malaysia.

Ada kesan, Pemerintah Indonesia “sangat menjaga hubungan baik dengan Malaysia”walaupun Malaysia sudah bertindak di luar batas kepantasan. Tidak aneh karena memang selama ini, dalam daftar panjang masalah hubungan RI-Malaysia, kita selalu saja “mengalah”. Hanya saja,dengan peristiwa yang terakhir ini, satu insiden yang amat sangat keterlaluan, menjadi jelas bahwa taktik kita selama ini dalam menghadapi Malaysia memang bukan “mengalah untuk menang”, tetapi “mengalah untuk terus mengalah”.

Indonesia seakan telah menempatkan dirinya sebagai negara kesultanan ke-10 setelah Kesultanan Negeri Sembilan di bawah Yang Dipertuan Agung Kerajaan Malaysia. Lepas dari telah menjadi “betapa rendahnya” martabat kita saat ini diperlakukan Malaysia berkait insiden tersebut, kiranya perlu kita cermati apa yang sebenarnya terjadi. Kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menangkap nelayan Malaysia yang masuk ke perairan wilayah kedaulatan kita.

Satu pertanyaan besar yang harus dijawab adalah apakah memang ada penugasan dari negara kepada DKP setempat untuk melakukan pengawasan daerah perbatasan perairan kedaulatan Indonesia dan menangkap nelayan asing yang melanggar wilayah kedaulatan perairan kita? Apabila memang Kementerian Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas itu, seharusnya unit tersebut berbentuk satuan pengawas perbatasan dengan kapal, peralatan, serta personel yang terlatih sesuai dengan standar penjaga perbatasan wilayah perairan kedaulatan negara.

Kejadian yang memalukan ini telah menunjukkan betapa amburadulnya sistem administrasi kenegaraan kita. Satu kapal sederhana yang tidak bersenjata dengan awak kapal yang juga tidak bersenjata melakukan pengamanan laut perbatasan serta melakukan penangkapan nelayan asing pelanggar batas. Terlihat sekali para awak kapal yang tidak mengetahui apa yang harus dikerjakannya saat mereka berhadapan dengan kapal polisi Malaysia.Dipastikan mereka tidak memiliki “prosedur operasi standar” bila menghadapi masalah dengan negara lain saat melakukan tugasnya.

Dunia telah menyaksikan satu pertunjukan gratis bagaimana “amatirannya”kita dalam melakukan tugas-tugas pengawasan perbatasan daerah perairan kedaulatan negaranya. Peristiwa yang harus dijaga jangan sampai terulang atau dunia akan melihat kita sebagai negara yang tidak tahu-menahu mengenai tata cara bagaimana mengelola satu negara, terutama dalam konteks pengawasan perbatasan daerah perairan kedaulatannya.

Selama ini yang diketahui bertugas untuk menjaga kedaulatan negara di laut adalah TNI Angkatan Laut.Apabila tidak atau belum ada perubahan, seharusnya patroli dan atau penangkapan nelayan pelintas batas adalah menjadi tugas Angkatan Laut kita. Dari sini saja sudah dengan mudah diketahui bahwa ada sesuatu yang salah dalam konteks tugas-tugas melaksanakan pengawasan wilayah perairan kedaulatan Indonesia.

Kenyataan di lapangan, memang terlalu banyak unit pengamanan yang berada di laut,mulai dari pihak kepolisian dengan satuan polisi air dan udaranya,Bea dan Cukai, Angkatan Laut, dan entah siapa lagi. Dari begitu banyaknya instansi yang terlibat dan merasa bertanggung jawab terhadap keamanan di laut, dengan mudah diketahui pula betapa akan rumitnya rentang komando dan pengendalian yang harus digelar.

Dulu memang pernah terdengar tentang keberadaan Bakorkamla yang mengoordinasikan seluruh instansi yang berkepentingan di laut.Akan tetapi kini keberadaannya sudah “nyaris tidak terdengar”. Betapapun, Bakorkamla hanyalah badan yang bertugas melakukan koordinasi belaka, padahal pada tugas yang seperti ini dibutuhkan kesatuan komando dari seluruh satuan yang berada di laut dalam konteks tugas-tugas pengamanan laut, terutama yang berkait dengan keutuhan wilayah dan kedaulatan negara.

Sudah waktunya kita harus membenahi tentang siapa dan bertugas apa di laut. Di sisi lain, tugas menjaga kedaulatan wilayah laut sudah seharusnya menjadi domain Angkatan Laut. Angkatan Lautlah yang secara universal merupakan instansi yang paling kompeten, mengetahui dengan benar dan saksama tentang tata cara penggunaan kekuatan di laut. Atau satuan lain yang memang dibentuk khusus melakukan tugas tersebut, yang dikenal dengan terminologi coast guard, satuan pengawas pantai.

Lebih-lebih bila kita melihat permasalahan pengamanan laut di wilayah perbatasan negara. Enam puluh lima tahun merdeka adalah lebih dari cukup tenggang waktu yang dibutuhkan untuk memiliki satu Angkatan Laut yang tangguh di perairan RI sebagai satu negara kepulauan. Pilihannya hanya satu, apakah kita memang selalu ingin diinjak-injak kehormatan dan kedaulatan negara di perairan Ibu Pertiwi?(*)

Chappy Hakim

Jakarta 20 Agustus 2010 ( Artikel ini sudah dimuat di koran Sindo Hari ini.)

Share on Facebook

Jadi Bagaimana?

This item was filled under [ Article ]

Pagi tadi, saya terbang dengan Garuda dari Jogyakarta ke Jakarta.   Cuaca yang bagus menambah nikmat terbang pagi tadi dengan pesawat Garuda yang baru Boeing  B-737-800.   Sejak take off, blue sky sampai dengan hendak mendarat di Cengkareng kondisi visibility, jarak pandang lebih dari 10 kilometer.   Engine  pesawat yang bunyinya relatif lebih halus, ditambah dengan handling para penerbangnya yang  “gentle”, telah membawa pesawat  mendarat dengan mulus di Runway 07 Bandara  International Airport Soekarno Hatta Cengkareng.

Begitu mendarat, segeralah terlihat betapa semrawut amburadulnya  Bandara ini, dan seperti biasa, pesawat Parkir dipandu oleh Parking Master secara manual menggunakan 2 buah sejenis raket Pingpong dan berdiri diatas sebuah mobil supaya dapat terlihat oleh Pilot dari Cockpit.   Sementara alat pemandu Parkir pesawat elektronik terlihat masih pada posisinya semula, akan tetapi konon tidak pernah hidup atau beroperasi sejak Cengkareng berdiri.  Pesawat Parkir di dekat Garbarata/Aviobridge, akan tetapi penumpang turun ketanah untuk naik kendaraan menuju terminal lainnya.   Gerakan kendaraan diarea terbatas itu, kelihatan begitu banyak dan knalpotnya terlihat tidak menggunakan filter seperti yang disyaratkan oleh peraturan kemanan terbang.   Inilah hasilnya, bila Angkasa Pura dipimpin oleh orang Kereta Api.   Bagian depan terminal pun sudah persis berujud sebagai stasiun Kereta Api.   Pemandangan ini sudah menjadi biasa biasa saja.  Begitu keluar, kita pun sudah dijemput oleh banyak calo-calo Taksi yang menawarkan jasa dengan setengah memaksa.   Biasa juga, memang sudah begitu. Continue reading…

Share on Facebook
Tagged with: [ , , ]

Menuju Sukses!

This item was filled under [ Article ]

Dihari Sabtu yang cerah ini , baru saja saya bertemu teman-teman penerbang sipil yang bertugas antara lain di  Garuda.    Biasa, bersilaturahmi berbagi pengalaman dan sekedar bercanda, bergurau dan omong omong kosong.

Diantara para penerbang itu ada dua orang yang sangat menarik perhatian saya  dalam konteks perjuangan hidupnya.   Mungkin masih banyak lagi yang lebih inspiring perjalanan hidupnya, akan tetapi saya ingin  berbagi tentang pengalaman mereka yang berdua ini terlebih dahulu.

Pertama, Captain Pilot Hermani.   Dengan Bar empat dipundaknya, sang Pilot yang lulusan SMA tiga Jakarta ini memang sudah tidak muda lagi, namun air muka dan sorotan matanya masih menampilkan semangat yang menggebu-gebu.   Hermani memulai kehidupannya melalui berbagai pekerjaan yang dicoba-cobanya sambil tetap menyimpan dendam untuk ingin maju.   Semangat putra seorang Perwira Angkatan Darat yang kemudian ditinggal Ayahnya didunia fana dalam usia yang masih memerlukan kasih sayangnya, kemungkinan besar telah menambah tenaga dan semangatnya untuk berjuang mengarungi  hidup yang penuh tantangan dalam mencapai kesuksesan. Continue reading…

Share on Facebook
Tagged with: [ , ]

Bila kura-kura bertelur!

This item was filled under [ Article, Case, Flight Commercial ]

Dengan semangat tinggi, dan  dengan berjuang mati-matian, banyak sekali penerbang Garuda yang tetap setia menerbangkan pesawat Garuda berbendera merah putih, walaupun dengan bayaran yang  tidak ada separuhnya dari rekan-rekannya seprofesi dinegara tetangga atau negara lainnya.   Bila mau, dan sudah tidak sedikit dari para penerbang indonesia yang bekerja di banyak Maskapai Negara lain termasuk di Singapore Airlines.    Banyak fasilitas, jaminan hari tua serta “take home pay” yang bisa mereka peroleh di perusahaan asing .   Namun mereka ternyata masih bisa merasa nyaman dengan perolehan yang seadanya dirumah sendiri.

Namun sayangnya, dedikasi dari banyak para penerbang Garuda yang tulus ini, sering disalah artikan oleh “majikan” nya.

Kini dengan kesuksesan yang luar biasa dari Manajemen Garuda, kita dengar sebentar lagi akan “Go-Public” .   Rangkaian kedatangan pesawat-pesawat baru dan modern, juga telah menambah semarak , Maskapai kebanggaan kita ini.    Maka tidak salah bila mengatakan bahwa Garuda Indonesia sekarang telah mencapai tingkat yang mengagumkan.

Bila biasanya Maskapai Penerbangan di era ini mengalami kekurangan penerbang, justru kini Garuda mengalami kondisi kebanyakan Pesawat !   Kesuksesan luar biasa yang tentu saja ditopang oleh pengalamannya yang telah hidup lebih dari 60 tahun !   Divisi Perencanaan Garuda telah bekerja  “beyond call of Duty”, berhasil mengadakan program penambahan armada baru dan modern , namun sayangnya  “kelupaan” merencanakan penambahan penerbang.   Jadilah kini Garuda menjadi Maskapai penerbangan yang kelebihan pesawat.   Tidak tanggung-tangung, kelebihan pesawat baru dan modern. Continue reading…

Share on Facebook

Para Bintang di Farnborough Airshow 2010

This item was filled under [ Article, Flight ]

Melaporkan langsung dari Farnborough !

Melaporkan langsung dari Farnborough !

Bulan ini, tepatnya tanggal 19 hingga 25 Juli 2010 di Inggris, dilaksanakan “Farnborough Airshow”, pameran udara dua tahunan sekali kebanggaan rakyat Inggris Raya. Seperti selalu saja terjadi pada setiap kesempatan pameran kedirgantaraan dimana saja dimuka bumi ini, maka yang menarik adalah munculnya beberapa pesawat terbang yang menjadi bintang lapangan alias primadona pada pameran tersebut.

Disepanjang tahun dalam perjalanan sejarahnya, persaingan selalu terjadi terutama pada produk-produk pesawat angkut dan pesawat tempur. Kedua jenis pesawat terbang ini, menjadi fokus perhatian karena kemajuan teknologi telah menjadikannya pesawat terbang yang selalu berubah tiada henti dari tahun ke tahun, dari satu Airshow ke Airshow lainnya.

Lebih jauh lagi, kemajuan teknologi yang sebenarnya selalu berdasar kepada kepentingan militer, telah membuat persaingan pada kedua jenis pesawat itu menjadi semakin seru. Seiring dengan kemajuan peradaban, tentu saja secara bertahap semua kepentingan militer yang menjadi titik awal persaingan yang terjadi kemudian bergeser kepada kebutuhan industri sipil.
Continue reading…

Share on Facebook
Tagged with: [ ]

UK Trip 2010 Farnbourogh Air show

This item was filled under [ Article, Flight, Flight Commercial, Social ]

Tanggal 18 Juli 2010, saya meninggalkan Jakarta menuju London untuk memenuhi undangan menghadiri “Franborough International Air show”.   Seperti diketahui, Farnborough Air show adalah Air show dua tahunan sekali yang berlangsung di tahun genap sedangkan pada tahun ganjil diselenggarakan Le bourget Airshow di Paris.  Keduanya merupakan perhelatan Air show terbesar di Eropa.

Kali ini , karena tidak begitu direncanakan dengan matang maka keberangkatan pun sedikit mengalami kesulitan.   Namun berkat bantuan beberapa teman saya berhasil mendapatkan juga tiket pesawat ke London yaitu dengan menggunakan Maskapai Penerbangan Etihad.   Belakangan ini saya mendengar tentang dua Maskapai Penerbangan dari Arab yang tengah melaju maju dalam usahanya bersaing untuk bisa menjadi “the best airlines” dimuka bumi ini.   Kedua Maskapai tersebut adalah Emirat dan Etihad.   Keduanya menggunakan pesawat-pesawat baru dari Boeing dan Airbus dan telah melayani banyak rute dibelahan bumi Asia dan Eropa.   Mereka juga telah merekrut awak kabinnya yang berasal dari beberapa negara yang diterbanginya.   Awak kabin muilti nasional sudah terbukti dapat mendongkrak pendapatan Maskapai Penerbangan Singapura yang terkenal itu.

Saya berangkat dari Cengkareng dengan Etihad nomor penerbangan Etihad nomor penerbangan EY 471 menuju Abu Dhabi untuk transit lebih kurang 2 jam dan kemudian melanjutkan perjalanan ke London Hetahrow.   Dari Cengkareng Jakarta take off pukul 1855 Wib dan mendarat di Abu Dhabi jam 0225 wib atau pukul 1125 waktu Abu Dhabi.   Landing di Abu Dhabi, ternyata harus pindah pesawat, walaupun Bagasi sudah di “check through” langsung London.   Temperatur di Abu Dhabi cukup panas yaitu 35 derajat C walaupun ditengah malam hari.  Udara panas menyengat terasa saat keluar pesawat untuk menuju Bus yang akan mengantar ke Terminal lainnya untuk melanjutkan tujuan terbang.   Pesawat Etihad E 471 Jakarta - Abu Dhabi adalah pesawat Airbus A-330-200 dipimpin oleh Capt.Pilot Muhammad.

Setelah menunggu lebih kurang 2 setengah jam, para penumpang tujuan London segera boarding melalui Gate 28, seperti telah diumumkan oleh Captain Pilot sesaat sebelum landing.   Abu Dhabi ternyata terletak lebih kurang ditengah-tengah jarak antara Jakarta London.   Jakarta - London ditempuh lebih kurang 7 jam, demikian pula jarak penerbangan dari Abu Dhabi ke London.   Penerbangan Abu Dhabi London Etihad menggunakan pesawat Airbus juga, namun kali ini A-340-600 dengan Captain Pilot Kadir.

Landing di Heathrow London seharusnya, sesuai jadwal pukul 0720 pagi hari namun ternyata pesawat sudah landing pada pukul 0645 di pagi hari.  Cuaca London, nyaris panas terik dengan langit sedikit berawan namun ternyata temperatur masih cukup dingin atau nyaman yaitu 15 derajat C.   Agak istimewa juga pesawat Airbus ini dilengkapi dengan fasilitas kamera kearah luar yang dapat dinikmati penumpeng melalui layar TV didepan tempat duduk, sehingga dapat atau terlihat Pesawat mendarat di London Heathrow pada landasan 27 L.

Gound Formalities di Heathrow International Airport, tidak banyak masalah, bagi para penumpang kelas satu dan bisnis, diberi fasilitas “fast track” untuk antrian diloket imigrasi.   Keluar airport terminal, langsung menuju hotel Cavendish di Picadilly, sarapan pagi, jalan-jalan ke Selfridges, menikmati Sandwich lidah sapi yang terkenal itu, kemudian istirahat di Hotel.   Malam harinya menikmati Opera terkenal :Phantom of the Opera”, kembali ke Hotel, istirahat, persiapan menuju Farnbourogh untuk memenuhi undangan menghadiri International Air show 2010.

London 19 Juli 2010

Chappy Hakim

Share on Facebook
Tagged with: [ ]

Hak Pilih TNI

This item was filled under [ Article ]

TNI

TNI

Setelah beberapa lama menghilang kini muncul kembali wacana tentang hak pilih anggota TNI.  Berbagai reaksi terhadap wacana ini serta merta bermunculan dari berbagai pihak, namun sebagian besar yang mengutarakan pandangannya tentang Hak Pilih TNI ini adalah para politisi. Komentar para politisi, sebagaimana biasa selalu saja mengutarakan hal-hal yang sangat meyakinkan, namun kesemuanya dapat dipastikan akan bersandar kepada kepentingan poitiknya masing-masing. Dan seperti biasa pula, akan terlihat sangat menonjol dipermukaan adalah kepentingan politik yang hanya seumur jagung dan tidak akan lebih jauh dari siklus penggal waktu pemilu yang lima tahunan itu.  Charles de Gaulle pernah berkata bahwa :”Since a politician never believes what he says, he is surprised when others believe him”.  Politisi tidak pernah percaya dengan apa yang dikatakannya, bahkan mereka akan terkejut sendiri bila ada yang percaya pada omongannya.

Apabila kita tidak mencermatinya dengan baik, maka berbagai pendapat yang beredar belakangan ini akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup bernegara, khususnya yang berkait dengan issue hak pilih TNI. Mari kita simak beberapa pernyataan dari para politisi yang dapat dijumpai dalam beberapa media terkait masalah hak pilih TNI.

Partai Demokrat (PD) termasuk yang mendukung agar TNI dan Polri kembali diberikan hak pilih. PD meminta semua pihak mempercayai TNI/Polri untuk menggunakan hak pilihnya dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang.
“Menurut kami anggota TNI/Polri sudah saatnya dipercaya untuk bisa menggunakan hak pilihnya secara dewasa dan demokratis”, kata Ketua Umum PD Anas Urbaningrum kepada wartawan pada acara “Konsolidasi Kader Demokrat Bali” di Hotel Nirmala, Jl Mahendradata, Denpasar, Rabu 30 Juni 2010.
Continue reading…

Share on Facebook

Menuju Sepak Bola Indonesia yang Maju !

This item was filled under [ Article, Opinion, Reflection ]

Presiden meminta agar para pengurus PSSI, KONI, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, menggunakan momen Piala Dunia 2010 untuk lebih memajukan sepak bola Indonesia.

“Mari kita menggunakan momentum ini untuk membangun sepak bola tanah air. Ke depan, mari kita benar-benar saling memperkuat diri dan melakukan sesuatu yg konkret,” kata Presiden.

Dikatakannya, Indonesia memiliki banyak potensi dan modal. “Kita pernah unggul di masa lalu. There is a great opportunity kalau kita benar-benar bersatu dan tidak saling menyalahkan. Insya Allah tahun-tahun mendatang kita bisa melakukan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Mari kita bersinergi mengembangkan sepak bola kita. Kalau di daerah perlu sarana dan prasarana, kita tambah. Kalau kita ingin menghadirkan coach berstandar internasional, Insya Allah kita hadirkan,” kata Presiden.

Itu adalah beberapa pesan Presiden RI, beberapa saat sebelum adegan nonton bareng “final” sepakbola piala dunia Afrika Selatan 2010 yang lalu.
Continue reading…

Share on Facebook
Tagged with: [ , , ]

Tantangan Dunia Penerbangan kita

This item was filled under [ Article, Flight Commercial ]

Kemarin saya mendengar tentang pembatalan 7 penerbangan Garuda yang konon dari kabar yang beredar disebabkan oleh kekurangan penerbang. Apabila hal ini benar adanya, maka sungguh satu hal yang ironis sekali, maskapai penerbangan sekelas Garuda mengalami hal tersebut. Kondisi kekurangan penerbang, biasanya salah satu penyebab utama adalah terjadinya keteledoran dalam sistem perencanaan. Perencanaan itu sendiri adalah merupakan kelemahan utama di jajaran birokrasi terutama sekali dalam jajaran BUMN, dengan seribu satu macam penyebabnya.

Belakangan ini kita justru mendengar tentang banyak hal yang dicapai oleh Maskapai Penerbangan kebanggaan kita dalam konteks pencapaian keuntungan yang segera akan diikuti juga dengan rencana “Go Public”. Setelah menerbangkan ulang rute Amsterdam bulan lalu, respon banyak orang pada umumnya sangat positif. Hal ini tentunya didukung antara lain dengan telah beroperasinya beberapa pesawat terbang baru atau “brand new” dalam mendukung rute penerbangan domestik dan internasional Garuda. Sudah sepantasnya Garuda dapat mencapai kualitas maskapai kelas dunia di era global ini.

Kembali kepada pokok masalah tentang kekurangan penerbang, memang ada beberapa hal yang harus menjadi catatan penting dalam mengelola satu maskapai penerbangan. Pengadaan Penerbang memerlukan kalkulasi yang cermat, mengingat begitu spesifiknya persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan yang tidak hanya menyangkut kualitas penerbang itu sendiri akan tetapi juga yang menyangkut kepada ratio jumlah penerbang terhadap jumlah pesawat yang dioperasikan. Bagi pesawat kelas menengah yang melayani “medium range”, mungkin ratio jumlah penerbang versus jumlah pesawat berkisar antara 1 pesawat berbanding dengan 5 set crew sudah cukup. Sedangkan untuk jenis pesawat Jumbo yang “long haul” atau jarak jauh diperlukan ratio yang lebih besar lagi yaitu untuk 1 pesawat diperlukan 8 hingga 10 atau bahkan 12 set penerbang, tergantung dengan padat atau tidaknya rute penerbangan yang ditergetkan. Disisi lain, kebutuhan penerbang tidaklah bisa dipenuhi dalam waktu yang singkat. Pengadaan penerbang memerlukan waktu yang cukup panjang. Continue reading…

Share on Facebook

Dari Putaran Piala Dunia !

This item was filled under [ Article ]

Selesai pertandingan Argentina melawan Jerman, Humas Argentina menyatakan bahwa 40 Juta Rakyat Argentina merasa tersinggung dikalahkan oleh Jerman dengan skor 4-0.   Seharusnya kan cukup mengalahkan dengan 1-0 atau 2-0 saja, tetapi mengapa harus 4-0 ?  Ini sudah merupakan penghinaan.   Dikhawatirkan ofisial Tim Argentina akan mengadukan hal ini ke Kepolisian serta ke Komnas HAM.

Segera setelah berakhirnya pertandingan antara Jerman dan Argentina dengan skor 4-0, maka wasit memutuskan untuk memberlakukan perpanjangan waktu yaitu 2 X 2 tahun !

Pelatih Tim Argentina , menyatakan tidak akan mengundurkan diri, pasca kekalahan timnya atas Jerman.   Kemungkinan besar, memang budaya mengundurkan diri itu bukanlah budaya Argentina.

Argentina masih belum mengakui kekalahannya dari Tim Jerman, mereka mengatakan bahwa tim yang kalah itu sebenarnya kan baru tim yang mirip-mirip dengan tim Argentina.   Konon mereka menunggu penyelidikan hasil pembuktian tersebut dari Bareskrim Metro Jaya.

Tim Jerman, telah mendapatkan teguran keras dari FIFA, karena setelah mengalahkan Argentina 4-0, mereka tidak melaksanakan lari-lari dan loncat-loncat dilapangan.   Mungkin hal ini merupakan kesalahan oknum dan juga kurangnya sosialisasi tentang loncat-loncat setelah menang.   Ini dapat dipastikan hanya menyangkut hal-hal  mengenai kesalahan prosedur saja.

Pelaksanaan pertandingan antara Jerman dan Argentina , sepertinya akan digugat oleh seseorang sebagai pertandingan yang  tidak Legal, karena wasit yang memimpinnya ternyata belum dilantik dalam kabinet pembangunan jilid 2.

Karena banyak protes selama pertandingan piala dunia  terhadap wasit,  FIFA segera berkonsultasi dengan PSSI dan mendapatkan rekomendasi yang cukup baik dan win-win sifatnya yaitu untuk segera  melaksanakan pertandingan ulang, tanpa penonton dan tanpa wasit dan mungkin juga tanpa pemain.

Lionel Messi, pasca kekalahan Tim Argentina dari Jerman 4-0,  menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan Maradona, serta berpikiran akan segera membentuk Timnas Argentina Perjuangan.

Terakhir, DPR akan memanggil Maradona dalam kesempatan Rapat Dengar Pendapat untuk meminta pertanggunganjawaban atas kekalahan Timnya dari Jerman.

Have a nice Sunday !

Jakarta 4 Juli 2010

Chappy Hakim

Share on Facebook
Tagged with: [ , , ]