web stats
ArticleAviationEducationLife

In Memoriam Prof.Dr.H.E. Saefullah Wiradipradja,S.H.LL.M

          Pagi dini hari tadi Sabtu 28 Januari 2023 saya menerima pesan WA dari Ibu Dr.Prita Amelia pengajar tetap pada Fakultas Hukum Unpad yang berisi berita duka.   Bu Prita mengabarkan dengan nada hati yang sedih bahwa baru saja telah berpulang ke Rahmatullah Prof.Dr.H.E.Saefullah Wiradipradja,S.H.LL.M Inalilahi wa inna ilaihi rojiun.   Almarhum meninggal dunia pada hari Sabtu 28 Januari 2023, pukul 02.22 wib pada usia 84 tahun.

          Pertama kali saya berjumpa dengan pak Saefullah adalah ketika diundang sebagai salah satu  pembicara di “International Conference Air & Space Law”, tanggal 5 – 6 November tahun 2014.   Konferensi Internasional tersebut diselenggarakan dalam rangka  memperingati 50 tahun berkembangnya cabang ilmu hukum udara dan ruang angkasa di Universitas Padjadjaran Bandung yang didirikan oleh Prof Dr. Priyatna Abdurrasjid.

          Sebelum acara resmi konferensi dimulai Pak Saefullah mengajak saya berbicara empat mata disebuah ruangan dekat ruang kenferensi.   Sebuah pembicaraan dengan topik yang sangat menarik dan tidak akan pernah dapat dilupakan.   Ketika itu Pak Saefullah berbicara serius agar saya dapat membantu beliau dalam satu hal yang sangat menjadi perhatian kalangan ahli hukum udara dan ruang angkasa.   Pak Saefullah secara khusus meminta agar saya turut membantu perjuangan beliau dan kawan kawan untuk memasukkan wilayah udara Republik Indonesia sebagai wilayah kedaulatan NKRI dalam UUD 1945.   Ketika itu saya baru menyadari bahwa sudah dilakukan berbagai upaya dari banyak Ahli Hukum Udara dan Ruang Angkasa  Indonesia dibawah koordinasi para Guru Besar UNPAD untuk hal tersebut.   Pada saat itulah saya baru menyadari bahwa wilayah udara territorial Republik Indonesia ternyata belum dinyatakan sebagai wilayah kedaulatan NKRI.   Ditambahkan oleh Pak Saefullah, walaupun UUD 1945 telah mengalami 4 kali amandemen, akan tetapi perjuangan untuk mencantumkan wilayah udara Indonesia sebagai wilayah kedaulatan NKRI belum juga dapat berhasil.

          Secara berkelakar saya sampaikan , bahwa bila para Profesor Doktor telah memperjuangkannya dan tidak berhasil, apalagi saya yang bukan seorang akademisi.  Agak tertegun saya dengan respon beliau ketika itu yang berkata secara serius sekali, bahwa bila saya yang memperjuangkannya , ada harapan untuk didengar oleh pemerintah dan masyarakat luas.   Spontan saya berjanji kepada beliau untuk dengan senang dan sepenuh hati turut berjuang untuk hal tersebut.   Saya tambahkan juga untuk dapat menyuarakan hal itu tentunya saya perlu mempelajari bahan dan referensi akademik agar saya dapat mengerti dan menghayati dengan baik masalah pokoknya.   Dengan penuh semangat beliau berjanji akan mengirim segera bahan referensi berkait dengan upaya memperjuangkan agar wilayah udara Indonesia dapat dinyatakan dalam konstitusi kita sebagai wilayah kedaulatan NKRI.   Mulai saat itulah, pada setiap kesempatan memberikan kuliah umum, berceramah, sebagai nara sumber pada berbagai panggung saya selalu tidak lupa menyuarakan tentang pentingnya mencantumkan wilayah udara RI dalam konstitusi sebagai wilayah kedaulatan NKRI.

          Tanggal 28 November 2014, saya menerima kiriman setumpuk dokumen penting tulisan Prof Saefullah dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berkait dengan janji beliau.   Salah satu dokumenya adalah Laporan Akhir Penulisan Kerangka Ilmiah Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional tentang Tata Ruang Wilayah Udara Republik Indonesia.

          Yang sangat mengharukan dan menggetarkan hati serta mendirikan bulu roma adalah kata penutup dalam nota pengantar Prof Saefullah pada lembar pertama dokumen penting itu yang ditujukan kepada saya.   Beliau menuliskan :   Semoga Ide yang terkandung didalamnya demi kejayaan bangsa ini, didengar oleh mereka yang berwenang karena Bapak yang menyampaikannya.

          Hari ini di saat menerima berita duka kepulangan Prof Saefullah, kata kata itu bergema kembali.  Saya dan banyak dari kita kehilangan seorang pejuang bangsa sekaligus guru besar bangsa Prof Saefullah.

Selamat Jalan Guru, sahabatku, Selamat Jalan Pahlawanku, Selamat Jalan menuju keabadian :

Prof.Dr.H.E. Saefullah Wiradipradja,S.H.LL.M

Jakarta 28 Januari 2023

Chappy Hakim – Pusat Studi Air Power Indonesia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button