Life

Wisata (2)

Setelah mendarat di HKIA, Hong Kong International Airport, para penumpang pun bergerak keluar Airport. Pelaksanaan “ground formalities”, seperti pemeriksaan Imigrasi dan lain-lain berlangsung dengan lancar tanpa hambatan apapun. Diatas pesawat tadi saya bertemu dengan beberapa orang Indonesia yang ternyata adalah merupakan Tim “advance” dari beberapa Departemen . Mereka merupakan bagian dari kegiatan “World Expo” di Shanghai yang ternyata Indonesia turut berpartisipasi didalamnya.

Ditengah hiruk pikuknya kegiatan melewati pemeriksaan Imigrasi dan mengambil bagasi serta bergerak keluar Airport, kami berpapasan kembali dengan mereka. Airport ini menyediakan banyak sekali kemudahan-kemudahan bagi seluruh penumpang yang tiba maupun yang sekedar transit untuk meneruskan perjalanan. Karena saya akan bermalam terlebih dahulu di Hong Kong sebelum meneruskan perjalanan ke San Fransisco, maka saya mengecek apakah kiranya ada tempat penitipan barang bagasi di Airport. Ternyata fasilitas ini tersedia dengan mudah dan dilayani dengan sangat profesional. Akan tetapi, biaya yang cukup mahal, membuat saya membatalkan niat itu, dan memilih untuk membawa saja bagasi yang saya bawa untuk keberangkatan esok hari.

Dari Airport, cukup berjalan kaki saja kita sudah sampai di peron Kereta Api yang akan membawa para penumpang ke Kowloon ataupun ke Hong Kong. Beli tiket dengan mudah dan nyaman dalam arti tidak harus antri berkat loket yang tersedia tidak jauh dari peron KA. Tidak sampai 5 menit KA dengan gerbong yang “mewah”, kelihatan masih seperti baru dan sangat bersih datang dengan suara yang tidak berisik. Pintu yang relatif lebar segera terbuka dan memudahkan penumpang dengan koper-koper besar untuk memasukinya. Dikiri kanan pintu yang lega itu sudah tersedia “rak koper” bertingkat dua untuk meletakkan bagasi koper besar. Dibelakangnya tersusun dengan rapih bersih dengan warna yang “exotis” tempat duduk penumpang yang “lega” sekali. Tidak menunggu waktu lama, sinyal untuk memberikan tanda pintu akan ditutup berbunyi dan sesaat setelah itu KA pun berjalan dengan “halus” sekali. Yang istimewa lagi, lintasan KA ini tidak pernah berjumpa dengan jalan raya dan kendaraan-kendaraan lainnya.

Tiba di stasiun Kowloon, setelah menempuh waktu lebih kurang 25 menit, saya pun turun di stasiun tersebut. Begitu turun di Peron stasiun Kowloon, lagi-lagi saya dibuat kagum, karena hanya dengan menaiki satu saja escalator, kita sudah akan sampai di tengah-tengah Mall yang mewah. Diantara Mall yang mewah ini kemudian terdapat Lift yang dapat mengantarkan kita menuju lantai sebuah Hotel untuk “check in”. Hotel ini bernama Hotel “W”, sebuah hotel yang terkadang disebut orang juga dengan “boutique hotel”.

Setelah “check in”, kami pun diantar kesebuah restoran tidak jauh dari tempat “check ini counter” tadi untuk makan siang. Katanya, menu unggulan restoran ini adalah “Hainan Chicken Rice”, yang segera saja saya pesan dengan pertimbangan tidak bingung-bingung lagi memilih menu di daftar menu yang sangat “complicated” itu.

Selesai makan, yang ternyata hidangannya memang enak, entah karena saya dalam keadaan lapar ataukah memang sajian menu unggulan tersebut menunjukkan kualitasnya. Saya tidak begitu mempersoalkannya, karena rasanya sudah ingin segera beristirahat, meluruskan pinggang yang sudah “gaek” ini.

Memasuki kamar, tidak salah bila orang mengatakan hotel ini sebagai “boutique” hotel, karena lingkungan dan atmosfer hotel tidak didisain sebagaimana layaknya sebuah Hotel. Termasuk para pelayannya yang tidak mengenakan pakaian yang standar pelayan hotel. Mereka mengenakan pakaian baju kaos putih lengan panjang dengan celana pantaloon berwarna hitam. Demikian pula tatanan interior didalam kamar yang sangat minimalis dirancang sedemikian rupa sehingga kita merasa berada didalam sebuah rumah tinggal. Pemandangan keluar, karena saya kebetulan mendapat kamar yang terletak dilantai 28, maka tentu saja, memperoleh “view” yang menarik. Pemandangan Kowloon dengan kapal-kapal tongkang, ferry dan kapal pesiar berserakan diantara pelataran peti kemas yang memanjang luas sekali. Semua itu berpadu dengan banyak bangunan pencakar langit yang kelihatan beberapa diantaranya sebagai bangunan baru.

Setelah beristirahat dan mandi, kami segera keluar hotel untuk sekedar orientasi keadaan sekitar hotel. Hanya beberapa meter saja, kita sudah akan masuk pelataran mall yang sangat bersih sekali dengan warna putih yang dominan mengantar pengunjung pada toko-toko dari merek-merek terkenal di dunia. Shopping Mall ini, namanya “Elements”, menjadi satu dengan pelataran peron KA yang bisa digunakan untuk pergi ke Hong Kong ataupun ke Hong Kong International Airport. Kowloon memang berada diantara Airport dan kota Hong Kong.

Tidak seberapa jauh juga dari situ, terdapat beberapa restoran yang menawarkan sajian khas Oriental dan juga tidak ketinggalan restoran “Fine Dinning” dengan menu yang “western”. Karena siang tadi sudah makan nasi, maka mala mini saya lebih memilih untuk makan mie panas saja. Suasana bersih, mall ini pun kelihatan seperti masih baru membuat pengunjung disini betah tinggal berlama-lama. Toilet yang untuk ukuran kita terpaksa harus mengatakannya dengan “super-bersih” dan wangi dipastikan membuat banyak orang senang datang kesini. Toilet ini tersedia dibanyak sekali, bertebaran diantara toko-toko dan restoran yang ada.

Selesai menikmati Mie panas, kami kembali ke Kamar untuk beristirahat, menyimpan tenaga untuk perjalanan yang cukup jauh esok hari yaitu Hong Kong – San Fransisco. Konon jarak tersebut akan ditempuh dalam waktu lebih kurang 12 jam terbang.   (bersambung)

Kowloon 28 April 2010

Chappy Hakim.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also
Close
Back to top button
Close