All posts tagged F-16

Pertahanan Udara Nasional

pertahanan_udara

Pertahanan Udara

Dini hari tanggal 29 Juli 1947, pilot Muljono dengan pesawat Guntei serta Soetardjo Sigit dan Soeharnoko Harbani masing-masing dengan pesawat Cureng—semua pesawat peninggalan Jepang—menyerang kedudukan Belanda di Ambarawa, Salatiga, dan Semarang. Tahun 2003, tepatnya 3 Juli 2003, armada US Navy yang berupa kapal induk, kapal perusak, dan fregat berlayar dari Singapura menuju Australia melalui Selat Karimata, Laut Jawa.

Saat melewati perairan Bawean, pesawat F-18 yang terbang bermanuver di udara terdeteksi oleh radar sipil dan militer Indonesia. Gerakan ini dilihat oleh pilot Bouraq dan dilaporkan ke Air Traffic Control (ATC) Surabaya karena mengganggu penerbangan sipil. Setelah diidentifikasi oleh dua pesawat F-16 TNI AU, disepakati bahwa pesawat-pesawat US Navy tersebut melaporkan posisi mereka ke ATC Surabaya dan Bali.

September 2008, lima orang mendarat di Merauke dengan pesawat kecil dari satu titik pemberangkatan di Australia. Mereka ditahan pihak imigrasi karena tidak memiliki dokumen untuk memasuki negara lain. Pesawat yang digunakan juga tidak memiliki izin sesuai aturan internasional untuk masuk ke wilayah Republik Indonesia. Read more…

Hibah F-16 dan Sistem Pertahanan Negara

F16

F16

Berita paling hangat dibidang pertahanan Indonesia kini adalah tentang kabar hibah pesawat terbang tempur F-16 dari pemerintah Amerika Serikat kepada Indonesia. F-16, sebagai multirole jet fighter aircraft” adalah satu dari sedikit jenis pesawat tempur yang paling laris di dunia, karena telah membuktikan dirinya sebagai “Jet fighter aircraft” yang telah “war-proven”. Pesawat tempur yang telah memperlihatkan unjuk kerjanya yang spektakuler pada laga pertempuran udara dalam banyak panggung perang terbuka dimuka bumi ini.

Pada prinsipnya, proses pengadaan pesawat tempur yang ideal sebagai sub sistem dari alat utama sistem persenjataan haruslah mengalir dari satu perencanaan jangka panjang yang matang dan terpadu serta konsisten. Itu sebabnya antara lain, proses pengadaan ditengah jalan yang muncul dari format hibah atau apapun namanya pasti dan selalu mengundang kontroversi. Tidak selalu buruk dan inefisiensi yang akan terjadi, tetapi peluang untuk berhadapan dengan banyak kesulitan telah berulang kita alami. Satu diantaranya adalah “hibah” atau “beli murah sebanyak 39 buah kapal perang ex Jerman Timur. Yang sangat menonjol, disamping problema lain-lain yang terjadi adalah timbulnya berbagai masalah dalam peng-operasi-an kapal saat digunakan oleh para personil Angkatan Laut kita. Dengan singkat dapat disebutkan bahwa muncul masalah prinsip dan bersifat teknis pada aspek operasional di Angkatan Laut sebagai pengguna kapal perang.

Indonesia sebagai satu Negara yang serba terbatas, terutama dalam sektor finansial pendukung pembangunan Angkatan Perang, maka model “hibah” menjadi layak juga untuk dipertimbangkan. Hanya saja kajian yang dilakukan sebelum diambil keputusan, harus benar-benar memperhatikan berbagai aspek terkait dan terutama sekali aspek penggunaan operasionalisasinya. Faktor efisiensi dan otorisasi penggunaan anggaran pasti menjadi penting dalam hal ini, karena “hibah” juga akan menyangkut soal dukungan dana yang akan berpengaruh kepada aspek kepentingan politik baik dalam maupun luar negeri Indonesia. Namun diluar semua itu yang paling dan akan sangat dominan untuk dipertimbangkan adalah “aspek operasional” nya, karena akan berkait langsung dengan figur dan performa dari satu sistem pertahanan Negara secara keseluruhan. Read more…

Hibah Pesawat F-16 dari USA

F-16

F-16

Komisi I DPR RI mengungkapkan, pihaknya sedang membahas beberapa usulan pemerintah di bidang pengembangan alat utama sistem persenjataan, termasuk hibah pesawat tempur jenis F-16 dari Amerika Serikat, yang membutuhkan biaya cukup besar. (ANTARA, Juni 2011). Masalah yang kerap dihadapi dalam proses pembangunan Angkatan Perang adalah proses pengadaan atau procurement. Masalah ini menjadi sangat kompleks, karena selain keterbatasan anggaran yang dimiliki untuk keperluan tersebut, maka harga dari satuan alutsista berteknologi canggih relatif sangat mahal harganya. Disinilah letaknya bagaimana cara yang terbaik untuk dapat menggunakan dana terbatas yang disediakan agar mencapai tingkat efisiensi yang maksimal.

Pesawat F-16 memang telah dan masih dioperasikan oleh Angkatan Udara kita, akan tetapi yang harus diingat disini adalah bahwa pesawat jenis F-16 sudah terbilang tua dan tertinggal dalam aspek kemajuan teknologi sebuah pesawat tempur. Memang ada pesawat F-16 versi yang baru dan mutakhir, akan tetapi harus diingat bahwa F-16 telah diproduksi dalam demikian banyak variant sebagai sebuah pesawat tempur multi guna. Itu sebabnya, memerlukan waktu dan cukup pengetahuan yang mendasar sebelum diputuskan untuk menerima hibah tersebut. Yang pasti pesawat F-16 yang akan dihibahkan kepada kita, bukanlah F-16 dari jenis yang mutakhir. Demikian pula , konon pesawat tersebut juga sudah sangat banyak jam terbang dan usia pakainya. Read more…

LIMA 09

LIMA, atau The Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition, yang berlangsung antara tanggal 1 Desember sampai dengan tanggal 5 Desember nanti, telah dibuka dengan resmi kemarin di Pulau Langkawi ,Malaysia.   Di tahun 2009 ini, LIMA telah 20 tahun usianya dalam melaksanakan pameran peralatan pertahanan dalam lingkup maritim dan kedirgantaraan/angkasa luar serta peralatan sipil lainnya.

Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak, mengatakan :

“The nation has a proud track record for organising international defence exhibitions. Indeed, LIMA is now well entrenched in the global defence calendar, due largely to its ability to attract the highest regional authorities in defence procurement and gather an ever increasing number of world class companies with enviable regularity. The government, in particular the Ministry of Defence will continue to support the efforts to build upon the foundations of past LIMA exhibitions”.
Read more…