ArticleCaseHealthLife

Surat dari Senior !

Buku Pak Makki

Pagi ini saya menerima sebuah bungkusan buku dengan surat di sampulnya.   Setelah saya lihat dengan seksama maka saya menyadari bahwa itu adalah berasal dari seorang senior saya, Pak Makki Perdanakusuma.   Perkiraan saya, wah akhirnya Pak Makki jadi juga menuliskan pengalamannya yang sangat kaya dan beragam itu.   Dan saya segera sudah akan menyiapkan buku baru saya sebagai balasannya untuk tanda terimakasih kepada beliau.

Namun,  sesaat setelah selesai membaca surat singkat yang merupakan lampiran atau pengantar buku yang masih dalam bungkusan rapi itu, saya terdiam sesaat.   Terdiam antara sedikit kecewa akan tetapi sekaligus tumbuh seketika rasa senang dan sangat terharu.   Pak Makki terasa sangat dekat dengan diri saya pribadi, begitu dekat sehingga sangat sulit bagi saya untuk mengutarakannya, bentuk kedekatan yang bagaimana?

Beberapa waktu yang lalu, saya memang meminta seorang sahabat saya, eks anak buah Pak Makki untuk mengantarkan saya ke rumah beliau, sekedar menjenguk seorang senior yang kabarnya karena faktor usia sudah mulai sakit-sakitan.   Diluar dugaan, saat tersebut saya menjumpai beliau dalam keadaan sehat wal afiat.  Saya juga bertemu dengan isteri  beliau Ibu Indriati Iskak, bintang film tenar , cantik di era tahun 1950-an.

Saya senang bisa ngobrol  dengan Pak Makki mengenai apa saja dan terutama tentang halaman rumahnya yang asri hijau rumputnya dan sangat tertata apik sekali.   Konon Pak Makki sendiri yang setiap hari merawat halaman rumahnya yang asri itu.   Pada waktu itu, beliau memang tidak begitu bersemangat untuk membicarakan masa lalu yang pastinya penuh dengan pengalaman yang sangat spektakuler bagi seorang Makki Perdanakusuma.

Beliau adalah adik kandung dari Halim Perdanakusuma, pahlawan nasional kita.   Saya sangat bersemangat untuk dapat mendengar banyak cerita tentang pengalaman beliau di tahun 1960-an karena dalam beberapa hal beliau banyak memegang peranan penting dalam perkembangan Angkatan Udara di masa itu.   Terlihat Pak Makki tidak begitu bersemangat bercerita tentang hal tersebut, juga tentang masa depan AURI dan bahkan masa depan RI.   Beliau sudah selesai dengan urusan dunia, kesan saya waktu itu, minimal saya kira karena beliau sudah sering sakit dan sembuh berulang kali.   Saya sangat memakluminya, dan saya sungguh senang bisa bertemu dengan beliau yang cukup sehat kondisinya.

buku Pak Makki

Nah, dipagi inilah, kemudian saya memperoleh jawaban sebenarnya dari apa yang pernah saya duga-duga tempohari.  Jawaban yang hanya dengan surat pendek, akan tetapi mengantar kepada dua buah buku yang , terus terang saya sangat surprise menerima dan membaca suratnya.   Saya sangat tersentuh dengan isi suratnya.   Terbayang kembali air muka beliau beberapa waktu lalu saat saya mengunjungi rumahnya dan ngobrol ngalur ngidul sekedar melepas kerinduan setelah sekian lama tidak pernah jumpa.

Inilah antara lain isi surat beliau :

Pak Chappy,

Bahwa stress itu lambat laun merusak kesehatan kita, pada umumnya kita sudah memahami.   Namun bahwa stress itu dapat diukur dengan cermat di Laboratorium serta dapat dikurangi, baru saya baca  dalam kedua buku yang bersama ini saya sampaikan,

Rupa-rupanya melamun tentang masa lampau dan merasa khawatir tentang masa depan itu menyebabkan stress.   Hanya memusatkan perhatian kepada masalah-masalah yang setiap hari kita hadapi yang tidak.

Nah Pak, kalau saya perhatikan tulisan-tulisan Bapak di surat kabar, Bapak banyak memikirkan dan merisaukan masa depan bangsa dan negara kita.   Berhati-hatilah Pak.   Saya persilahkan membaca kedua buku best seller ini agar dapat mengurangi stress.

 

Sungguh, saya terdiam, saya sampai tidak tahu harus bagaimana  menanggapi ini ?  yang tergores di hati saya adalah perhatian yang luar biasa Pak Makki terhadap saya pribadi, kemudian berikutnya saya menjadi tidak sabar untuk segera membaca kedua buku tersebut.   Saya sama sekali tidak khawatir bila ada tuduhan saya meng iklan-kan kedua buku itu, karena , toh buku itu sudah meraih predikat best seller !   Tidak lebih dan tidak kurang, saya hanya ingin berbagi.

Selamat Tahun Baru 2013.

 

Jakarta di akhir tahun 2012,

tepatnya, tanggal 30 Desember 2012

Chappy Hakim

Related Articles

5 thoughts on “Surat dari Senior !”

  1. Bagus sekali surat dari pak Makki. Memang benar, masa depan adalah sesuatu yang masih ghaib. Merisaukan masa depan, dengan menganalisa masa depan berbeda. Hukum alam diluar jangkauan makhluk ciptaannya. Hanya Tuhan yang Maha Tahu.
    Boleh di share gak surat ini ke teman2 lainnya?

  2. Temen yg baik. Salah satu ciri temen yg baik adalah perhatian. Konon, penyakit paling purba dalam diri manusia adalah egois. Setiap orang memiliki ego tapi hanya yg segelintir yg mampu mengontrol ego-nya.

    Kembali ke temen yg baik, sepertinya pak Makki temen yg baik karena perhatian banget dengan om CH.

    Hareee..geneee ..punya temen baik itu langka. Punya temen u/ ngupi2 & ketawa2 itu gampang hahahaha.

    Happy New Year om CH & GBU !

  3. Pak Chappy yth, boleh tahu judul buku pemberian Bpk Makki? kalau bisa, sekalian Pak Chappy tulis resensi singkatnya… terima kasih.

    mario

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.