ArticleLifeMemories

Sumbangsih Chappy untuk Dunia Penerbangan

Berkait dengan peluncuran buku pada tanggal 17 Desember 2009 lalu, Koran Sindo terbitan hari Jumat tanggal 18 Desember halaman 2 memuat berita dengan judul seperti diatas.  Berita ini juga muncul di korandigital Sindo tanggal yang sama.   Lengkapnya adalah sebagai berikut :

Friday, 18 December 2009
JAKARTA (SI) – Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara periode 2002-2005 Marsekal TNI Chappy Hakim baru saja meluncurkan dua buku tentang dunia penerbangan.

Kedua buku dengan judul Tanah Air dan Udaraku Indonesia dan Awas Ketabrak Pesawat Terbang! adalah buah kumpulan tulisan-tulisannya yang dimuat pada sejumlah media cetak.Di antaranya,harian Seputar Indonesia, Media Indonesia, Kompas, The Jakarta Post, serta media online. Kedua buku itu menjadi wujud kepedulian Chappy Hakim (Pak Chappy) pada masalah penerbangan dan juga beberapa hal-hal krusial lainnya di negeri ini.

Harapannya buku ini bisa menjadi kritik sekaligus masukan konstruktif dalam membangun bangsa ini. “Sebagian besar adalah tentang keudaraan.Tujuannya lebih kepada mengembangkan minat keudaraan atau air mindedness di kalangan anak muda bangsa,” terang dia dalam peluncuran sekaligus diskusi bedah buku di Airmen Planet Lounge, Hotel Sultan, Jakarta,kemarin.

Dalam kesempatan itu Pak Chappy juga menyatakan keprihatinannya akan dunia penerbangan Indonesia yang masih sering tak taat regulasi.Menurutnya, peningkatan teknologi yang begitu cepat harus diikuti dengan kesadaran bahwa jika teknologi tak dipatuhi aturannya akan menjadi sesuatu yang berbahaya.

“Untuk bergiat dalam kegiatan penerbangan yang sangat teknologis kuncinya adalah kita harus mematuhi peraturanperaturan yang diberlakukan. Misalnya kita harus taat pada operation manual, technical manual, dan standard operating procedure. Jika kita tak mematuhinya maka bayarannya adalah nyawa,” tegas dia. Pak Chappy tak lupa juga menyoroti kasus dimejahijaukannya Kapten Pilot Marwoto, pilot pesawat Garuda Indonesia GA 200 yang mengalami kecelakaan di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta,7 Maret 2007.

“Indonesia sebagai anggota International Civil Aviation Organization (ICAO) harus mengikuti aturan ICAO. Local rules kita harus mengikuti aturan ICAO yang merupakan hasil konvensi.Dengan kita memasukkan Kapten Pilot Marwoto ke pengadilan itu salah besar dan sangat memalukan,” tekannya. Acara peluncuran buku tersebut juga menjadi tempat perayaan hari ulang tahun ke-62 marsekal yang lahir pada 17 Desember 1947 itu. Para kolega Pak Chappy nampak menghadiri acara tersebut.

Nampak Ketua DPD Irman Gusman, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, mantan Menteri Perhubungan Agum Gumelar beserta istrinya Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Marsekal Muda TNI (Purn) Prayitno Ramelan, dan aggota Komisi I DPR Tantowi Yahya. Dalam acara ini Tantowi Yahya didaulat untuk menyumbangkan suara emasnya. (pangeran ahmad nurdin).

Jakarta 19 Desember 2009

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close