Dalam satu upacara yang megah dan disaksikan Presiden Republik Indonesia PTDI menandatangani MOU dengan pihak Casa Spanyol untuk memproduksi CN-295. Agak mengagetkan juga bagi saya, mengapa tiba-tiba PTDI bekerjasama dengan Casa kembali, setelah sekian lama “pecah kongsi” dan kemudian memproduksi CN-295.

Sekilas ide ini sangat “mengagumkan” sebagai satu terobosan yang berpihak kepada industri strategis dalam negeri. Disisi lain yang muncul dalam benak saya adalah satu pertanyaan apakah memang pihak PTDI sudah siap untuk kerjasama memperoduksi CN-295? Saya khawatir PTDI hanya akan meng “assembling” saja pesawat C-295 itu. Pertanyaan lainnya adalah mengapa tidak memproduksi CN-235 saja dulu, yang sudah jelas-jelas merupakan produk unggulan PTDI sampai saat ini sambil melakukan penyempurnaan produk tersebut.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kondisi PTDI kini tidaklah berada dalam kondisi yang prima untuk dapat melangkah lebih jauh, dalam konteks memproduksi pesawat baru. Sangat diyakini PTDI memerlukan proses “re-structuring” perusahaan terlebih dahulu sebelum dapat melangkah lebih jauh dengan memproduksi pesawat terbang, lebih-lebih dalam bekerjasama dengan pihak lain. Mengapa tidak melakukan pembenahan kedalam terlebih dahulu paralel dengan memproduksi pesawat-pesawat yang sudah menjadi kemampuannya sendiri?

Ada kesan PTDI belum benar-benar “jago” dalam memproduksi dan memasarkan CN-235 sudah mulai pindah lagi ke produk lainnya yaitu C-295. Ini mengingatkan “parade” masa lalu pada waktu C-212 belum genah sudah memproduksi CN-235, belum selesai dengan CN-235, sudah membuat N-250, sambil jalan sudah ada konsep lagi N-2130 dan seterusnya kemudian bangkrut ! Apakah serial ini akan diulangi sekali lagi ?

Mudah-mudahan kekhawatiran saya tidak benar. Mudah-mudahan pengalaman pahit PTDI dalam bekerjasama memenuhi kebutuhan Angkatan Udara dimasa lalu tidak berulang kembali. Sekali lagi mudah-mudahan.

Jakarta 27 Oktober 2011

Chappy Hakim