All posts in Health

Surat dari Senior !

Buku Pak Makki

Pagi ini saya menerima sebuah bungkusan buku dengan surat di sampulnya.   Setelah saya lihat dengan seksama maka saya menyadari bahwa itu adalah berasal dari seorang senior saya, Pak Makki Perdanakusuma.   Perkiraan saya, wah akhirnya Pak Makki jadi juga menuliskan pengalamannya yang sangat kaya dan beragam itu.   Dan saya segera sudah akan menyiapkan buku baru saya sebagai balasannya untuk tanda terimakasih kepada beliau.

Namun,  sesaat setelah selesai membaca surat singkat yang merupakan lampiran atau pengantar buku yang masih dalam bungkusan rapi itu, saya terdiam sesaat.   Terdiam antara sedikit kecewa akan tetapi sekaligus tumbuh seketika rasa senang dan sangat terharu.   Pak Makki terasa sangat dekat dengan diri saya pribadi, begitu dekat sehingga sangat sulit bagi saya untuk mengutarakannya, bentuk kedekatan yang bagaimana?

Beberapa waktu yang lalu, saya memang meminta seorang sahabat saya, eks anak buah Pak Makki untuk mengantarkan saya ke rumah beliau, sekedar menjenguk seorang senior yang kabarnya karena faktor usia sudah mulai sakit-sakitan.   Diluar dugaan, saat tersebut saya menjumpai beliau dalam keadaan sehat wal afiat.  Saya juga bertemu dengan isteri  beliau Ibu Indriati Iskak, bintang film tenar , cantik di era tahun 1950-an.

Read more…

Pilots and illicit drugs

Illicit Drugs

Illicit Drugs

In early 2012, the Year of the Dragon, the public was shocked by news of pilots taking drugs. By the end of 2011, pilots standing trial for methamphetamine or narcotic consumption had in fact already been reported.
Later, there was the National Narcotic Agency’s arrest of pilots allegedly taking shabu or crystal meth in Makassar, South Sulawesi, and another case several days later in Surabaya, East Java.

All the pilots in this alleged narcotic abuse came from the airline Lion Air. Some pilots were reported to have been sued by Lion Air, demanding billions of rupiah in damages.
With all of these cases, it’s actually very easy to notice that there’s a grave problem in the working relations between the pilots and the company for which they work. The Indonesian aviation industry has in fact been facing various issues, which haven’t yet been properly resolved.

Read more…

Durian is the Healing King of All Fruits…..Good news for durian lovers.

THAT IS WHY WE MUST START TO EAT LOTS OF DURIAN
Durian is the Healing King of All Fruits

Durian is the Healing King of All Fruits

by Sheryl Walters, citizen journalist (NaturalNews) Durian is a little known fruit from Asiathat has an extremely pungent smell and an amazingly sweet taste. The smell of the durian fruit is so bad that many hotels in the areas where durian grows will not allow their guests to have the fruit in their rooms. But those who brave the smell are quickly won over by its beautiful taste and amazing health benefits. Unlike most fruits the durian is left to fall from the tree as this is a sign that it is ripe to eat. People in the local villages of South East Asia, where the durian is most common, call it “The King of Fruits,” and they will clear the floor under the trees near to harvest time and then camp near them for up to two months just to make sure they get the fruit at its peak. This is a truly exceptional and healing fruit.

Health Benefits of Durian

Durian

Durian

Traditionally the durian fruit was seen as a powerful aphrodisiac, while women would eat the ashes from burnt durian skins to help them recover after child birth. But concoctions made from the leaves of the durian tree were also used to help reduce swelling and cure skin disease. More recently nutritionists have claimed that the durian fruit can help lower cholesterol and cleanse the blood as well as cure jaundice and alleviate fevers.

Experts even say that you can rid yourself of yeast infections such as thrush through eating the durian fruit. This is because of the durian’s high iron content that helps the white blood cells in our body make specific chemicals that kill off the infection.

The durian is also packed with amino acids as well as Vitamins B, C and E and many people are even comparing the sweet custard like centre of the durian fruit to the goji berry for its high levels of anti oxidants. These anti oxidants help slow down the destruction of cells from free radicals such as pollution and smoking; in doing so, they decrease the effects of aging on the skin giving you a younger more refreshed look.

Among the amino acids found inside the durian is tryptophan. Tryptophan is essential for making and maintaining serotonin levels in the body. Serotonin is the hormone in the body that regulates our happiness. People with low serotonin levels tend to have short tempers, are often moody and suffer from depression. This means that not only will eating the durian fruit help keep your body running smoothly but it will also increase your general happiness and wellbeing.

www.healthy-communications.com/duri…

www.hubpages.com/hub/Health-Benefit…

www.duriandestiny.com/benefits.asp

Sumber : diambil dari email yang nyasar.

Selamat Jalan Anto !

Telah meninggalkan kita semua, Kolonel CKM Dr. Agus.S.Lubis Sp Og, pada tanggal 6 September 2011, pukul 12.25 wib di RSCM. Mantan Kepala Departemen Obsgyn RSPAD Gatot Soebroto ini memulai karier di TNI Angkatan Darat sebagai Pama Denkes Korma Hankam dengan pangkat Letnan Dua Kesehatan di tahun 1972, dan mengakhiri dinas aktifnya di TNI pada 31 Agustus tahun 2008.

Sebagai dokter jebolan Universitas Indonesia, lulusan fakultas kedokteran spesialis Obstetri & Ginekologi, sampai akhir hayatnya almarhum masih tetap berupaya mengabdikan diri melalui keahlian yang dimiliknya. Sebagai suami yang baik dan ayah dari tiga orang anak serta kakek seorang cucu dari keluarga yang bahagia, juga sebagai sosok humanis bagi sanak famili serta handai tolan, maka tentu saja dapat dipastikan banyak sekali orang yang kehilangan atas kepergian almarhum menghadap sang penciptanya. Semua yang mencintainya, pasti merasa sangat berat dalam menghadapi musibah ini, akan tetapi sebagai umat yang beragama, maka kita semua harus dengan ikhlas menerima ini sebagai jadwal yang tidak bisa ditawar oleh siapapun. Jadwal yang sudah merupakan takdir, ditentukan dan hanya diketahui oleh Sang Maha Pencipta Allah Yang Maha Esa.

Anto, adalah nama panggilan yang biasa saya gunakan dalam berkomunikasi dengan almarhum. Nama ini saya peroleh dari Epi, teman SMA saat pertama kali berkenalan di tahun 1960-an. Agak heran juga saya , ketika mengetahui bahwa sebenarnya Anto adalah paman dari Epi. Ada yang unik disini, yaitu Epi memanggil cukup dengan Anto kepada pamannya, merefleksikan betapa “dekat” hubungan Epi dengan Anto. Disisi lain, Anto terlihat “serem”. Wajah Anto senantiasa serius ditopang pula dengan kumis tebal yang melintang dan dengan melihat sekilas, kira-kira akan sia-sia berharap Anto akan tersenyum dengan kita , apalagi bergurau. Dibalik seremnya wajah Anto, pasti beliau berhati baik, ini persepsi saya, karena mana mungkin Epi bisa begitu akrab memanggilnya cukup dengan nama kecilnya saja. Diawalnya, saya ragu-ragu memanggil dengan Anto juga, terasa sangat janggal bagi saya pribadi. Namun setelah menyaksikan adik-adik Epi seperti Richard, Yan dan lain-lain yang jauh lebih muda dari saya, dengan santai memanggil Anto saja, maka saya memang tidak memiliki pilihan lain kecuali bergabung dengan “memberanikan diri” ikut-ikutan memanggil dengan sebutan Anto saja. Read more…

Jangan banyak minum air putih (3)

minumMasih tentang jangan banyak minum air putih, saya menerima begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang sangat menarik. Ditulisan sebelum ini, saya sudah memberikan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk dapat memperoleh penjelasan lebih lanjut dari Sang Suhu mengenai semua yang terkait dengan metoda yang di perkenalkannya. Salah satu cara, memang lebih mudah bila sudah dapat memperoleh bukunya. Isinya sangat bersahaja, jauh dari norma-norma sastra yang mengutamakan keindahan penggunaan pilihan kata dan kalimat yang indah menawan, namun “straight to the point” pada apa yang hendak dijelaskannya. Berikut dibawah ini salah satu cuplikan yang saya nilai sangat mudah dicerna oleh orang awam. Mudah-mudahan bermanfaat, dengan tidak ada niatan lain selain sekedar berbagi saja ! selamat membaca.

PAK Benny, 68 tahun, masih sangat enerjik, pergi kemanapun menyetir mobil sendiri, dan mengerjakan pekerjaan rutin dengan normal. Empat bulan kemudian, berat badannya berangsur naik 4 kg. Suatu ketika, berhubung terdapat sedikit keluhan kesehatan, dia melakukan medical checkup. Ternyata ia divonis mengidap darah tinggi, diabetes dan hiper kolesterol. Yang membuatnya stres adalah ia harus menunduk pada kenyataan, yang mana penyakitnya tidak bisa sembuh lagi, dan harus mengonsumsi obat seumur hidup, hanya diijinkan mengonsumsi makanan rebusan, gula buatan, lemak tak jenuh dan lain-lain. Bukankah ia seakan hanya “menunggu waktu” hingga akhir kehidupan?

Dalam usia yang semakin lanjut, secara natural organ tubuh anda mengalami penurunan fungsi karena terjadi penurunan kondisi sel-sel. Jika dalam beberapa bulan saja berat badan anda terjadi kenaikan 4 sampai 5 kg, maka ratio check-up darah pasti menunjukan angka-angka yang negatif. Sejak putri pak Benny memperkenalkan pola hidup “metode kualitatif”, termasuk melaksanakan metode makan untuk diabetes, dalam waktu satu minggu, berat badannya turun 2 kg, tekanan darah dan gula darahnya menjadi normal. Sejak waktu itu, ia tidak mengonsumsi obat lagi, karena saat memeriksa kesehatan setiap minggunya, termasuk ratio kolesterol dalam darah, selalu menujukan keadaan normal. Dua sampai tiga bulan kemudian, berat badannya sudah turun 6 kg , dan kesehatannya sudah diyakini sembuh secara permanen. Kini, 4 tahun kemudian, kondisi pak Benny masih sangat prima dan enerjik, serta tetap melaksanakan aktifitas seperti biasa termasuk mengemudi kendaraan. Read more…

Jangan banyak minum air putih ! (2)

Berikut ini adalah uraian lebih lanjut tentang “jangan banyak minum air putih” ! Minumlah, seperti juga makanan dan minuman lain dengan secukupnya saja ! :

BUAH, JUS BUAH, sayuran memang dibutuhkan manusia, namun tidak dapat dijadikan pengganti kebutuhan tubuh yang lainnya seperti protein. Dalam membuat suatu kesehatan yang substansial, yang dibuktikan dengan sarana medis seperti pemeriksaan kimia darah pada laboratorium klinik, yang dibutuhkan adalah formulasi yang proporsional, bukannya saling membebani satu sama lainnya.

Dalam kenyataan pada survei sehari-hari, kelebihan cairan termasuk jus,buah, sayuran tidak dapat membuat hasil laboratorium klinik yang baik ( seperti: asam urat, kolesterol, gula darah). Sebaliknya hasil pemeriksaan tersebut dapat membaik setelah orang yang bersangkutan membuat koreksi pada perilaku terhadap konsumsi jus, buah, sayuran yang eksesif.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menganggap buah, sayuran, serat, air adalah sesuatu yang sangat ‘positif’, boleh dikonsumsi berapa saja, tidak akan menaikan berat badan atau tidak ada efek samping, tidak menjadi sakit, bahkan dapat menetralisasi efek dari konsumsi daging, seafood, lemak yang terlalu banyak.

Pada suatu pesta, anda merasa telah mengonsumsi makanan terlalu banyak dan berlemak, untuk menenangkan “perasaan bersalah”, dimakanlah buah-buah dan salad sayuran, maka anda pikir makanan yg “buruk”nya sudah ternetralisir, alias sudah “aman”.

Sebenarnya ketika anda telah terlalu banyak memakan, “mesin” pencernaan anda sudah terlalu “lelah”, dan system enzimya praktis sudah tidak berfungsi, karena kapasitas dan kemampuannya telah dilampaui. Dalam kondisi demikian, ditambah pula dengan sejumlah buah dan sayuran, bukankah “sudah jatuh tertimpa tangga”?

Read more…

Jangan banyak minum air putih

Beberapa bulan yang lalu saya pernah membaca tulisan mengenai “minum air putih”. Tulisan tersebut menjadi menarik, karena justru menyebutkan tentang “jangan banyak minum air putih” ditengah-tengah kampanye yang tengah gencar di masyarakat mengenai metoda sehat dengan “minum air putih yang banyak”. Sayang saya lupa siapa penulisnya dalam rubrik apa dan apakah di media cetak atau di media online. Meski menarik tetapi saya tidak begitu memperhatikannya lebih jauh karena belakangan ini sudah begitu banyak sekali tersebar teori-teori baru tentang kesehatan.   Mulai dari  aneka ragam pengobatan alternatif sampai obat-obat herbal yang informasinya sudah bak air bah, terutama di internet.

Dua minggu lalu, saya ditemani sahabat saya ke seorang Suhu ahli tenaga dalam untuk membantu saya membebaskan diri dari sakit nyeri di pinggang belakang. Ditempat praktek yang merupakan salah satu dari 3 tempat prakteknya di Jakarta itu, saya banyak menerima penjelasan tentang bahaya akibat dari terlalu banyak minum air putih. Saya pun kemudian segera teringat kembali pada tulisan yang pernah saya baca tempo hari. Secara ekstrim dia mencontohkan tentang keberadaan kadar air didalam darah yang hanya 8 % saja. Lalu mau diletakkan dimana kelebihan air didalam tubuh itu akan disimpan. Tubuh manusia tidaklah seperti Onta, tidak ada satu pun organ dalam tubuh manusia yang didisain untuk berfungsi sebagai reservoir, alias tanki air. Bila kita minum air terlalu banyak, maka air akan menembus organ-organ tubuh lain untuk mendapatkan tempat bermukim. Air yang diminum tidak bisa serta merta dirubah menjadi air kencing atau menjadi zat-zat lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kondisi yang seperti ini justru akan membuka banyak peluang bagi munculnya berbagai macam penyakit termasuk kanker. Sang suhu memberikan contoh yang rada ekstrim yaitu, Anjing dan Kucing tidak pernah minum, mereka hanya akan menjilat-jilat saja air bila mereka merasa haus. Kita hidup di daerah tropis yang hawa udaranya sangat lembab, jadi tidak perlu untuk khawatir mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Banyak sekali penjelasan-penjelasannya tentang air ini, yang sangat masuk akal. Keseluruhan penjelasan sang Suhu, terangkum dalam satu buku yang cukup tebal, disamping itu ada pula buku tipis yang memuat pedoman atau daftar menu untuk hidup sehat. Mengenai menu makanan/minuman yang harus dikonsumsi sehari-hari tidak ada yang begitu istimewa. Read more…