Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • Biography
    • Photo
    • Books CH
    • Video
    • Around The World
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Chappy HakimChappy Hakim
    Subscribe
    Chappy HakimChappy Hakim
    Home»Article»Pesawat AS memang bebas melintas di wilayah udara RI
    Article

    Pesawat AS memang bebas melintas di wilayah udara RI

    Chappy HakimBy Chappy Hakim04/15/2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Berdasarkan bocoran dokumen pertahanan rahasia Amerika Serikat yang diungkap media The Sunday Guardian, Washington meminta akses penerbangan militer tanpa batas di wilayah udara Indonesia dengan mengubah sistem izin per kasus menjadi berbasis notifikasi.

    Berita ini agak aneh dan perlu di check dulu benar atau tidak.

    Apabila benar maka tetap saja berita ini aneh, karena selama ini penerbangan militer AS memang bebas melintas wilayah udara RI tanpa ijin. Salah satu contoh adalah pada peristiwa bawean tanggal 3 juli 2003, ketika pesawat F-16 Angkatan Udara RI mengintersept pesawat F-18 US Navy.  Insiden semacam itu sudah dan selalu sering terjadi namun tidak pernah muncul di media. Tanggal 3 juli 2003 saya yang merilis berita itu ke Koran Kompas melalui wartawan senior Kompas Almarhum Dudi Sudibyo.

    Mengapa pesawat militer AS bebas melintas wilud RI.

    Karena RI tidak berwenang mengatur wilayah udaranya sendiri pada kawasan strategis tempat pesawat terbang melintas  yaitu di daerah selat malaka.  Wilayah udara diatas teritori RI di Selat Malaka telah secara resmi di delegasikan wewenang pegendaliannya  kepada otoritas penerbangan Singapura untuk 25 tahun dan akan diperpanjang, sesuai perjanjian RI Singapura tahun 2022.  Dengan demikian maka Indonesia tidak memiliki wewenang mengendalikan wilayah udara paling strategis itu ( kawasan selat malaka) . Itu sebabnya pesawat militer AS bebas melintas tanpa harus minta ijin RI

    Berikutnya ada Airways di atas ALKI. Ini adalah konsekuensi UNCLOS 1982 yang mengakui RI sebagai negara kepulauan dengan syarat memberikan alur lintas bebas untuk kapal kapal asing melewatinya.  Dengan berdasar itu maka banyak pihak menganggap wilayah udara di atas ALKI juga berlaku untuk lintas bebas tanpa ijin, kemudian dikenal sebagai Airways di atas ALKI.  Hal ini sampai sekarang masih menjadi sengketa antara rezim hukum laut dan hukum udara internasional.  Hukun Udara Internasional dalam hal ini konvensi chicago 1944 tidak mengenal lintas bebas. Konvensi Chicago 1944 jelas menyatakan bahwa kedaulata negara di udara adalah komplit dan eksklusif, tidak ada lintas bebas tanpa ijin.

    Selanjutnya lagi patut dipahami bahwa AS tidak pernah meratifikasi UNCLOS 1982, jadi mereka memang merasa berhak melintas bebas tanpa ijin di jalur tersebut.

    Kesimpulannya, AS sama sekali tidak memerlukan persetujuan RI dalam hal pesawat terbang militernya melintas di atas wilayah udara RI sebagaimana memang sudah menjadi kelaziman yang dilakukan selama ini.  Kawasan strategis wilud kedaulatan RI yang sangat di butuhkan untuk melintas adalah di kawasan selat malaka (dimana RI tidak memiliki wewenang mengaturnya).  Wilayah lainnya adalah Airways di atas ALKI produk unclos 1982 yang hingga kini masih menjadi dispute antara rejim hukum laut dan hukum udara internasional dan bahkan AS tidak mengakui UNCLOS 1982

    Sekali lagi AS sama sekali tidak membutuhkan ijin RI untuk pesawat terbang termasuk pesawat negara atau militernya melintas di wilayah RI, sebagaimana yang memang selama ini di lakukannya.  Menjadi sorotan pada peristiwa Bawean karena insiden tu di ekspose di media dalam hal ini koran kompas.  Sebagai catatan, tidak hanya pesawat AS tetapi juga pesawat negara lainnya bebas melintas di kawasan strategis selat Malaka dan di atas ALKI, wilayah udara kedaulatan Ri tanpa  harus ijin.

    Jakarta 13 April 2026

    Chappy Hakim – Pusat Studi Air Power Indonesia

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBook Launch of “Pengabdian dari Masa ke Masa” by Ginanjar Kartasasmita at Menara Kompas
    Chappy Hakim

    Related Posts

    Article

    Book Launch of “Pengabdian dari Masa ke Masa” by Ginanjar Kartasasmita at Menara Kompas

    04/10/2026
    Article

    Peluncuran Buku “Pengabdian dari Masa ke Masa” Karya Ginanjar Kartasasmita di Menara Kompas

    04/10/2026
    Article

    9 April Mengenang Jejak Heroik dan Perjalanan Panjang Angkatan Udara Republik Indonesia

    04/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 Dunia Penerbangan Chappy Hakim. All Rights Reserved. Dev sg.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.