Dalam dinamika hubungan internasional kontemporer, diplomasi pertahanan telah menjadi instrumen penting bagi negara-negara untuk membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama keamanan, dan mendorong stabilitas kawasan. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kepentingan strategis dalam menjalin kemitraan pertahanan dengan berbagai aktor internasional. Salah satu tokoh yang memiliki peran signifikan dalam diplomasi pertahanan Indonesia adalah Purnawirawan Marsekal TNI Chappy Hakim, yang menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara periode 2002–2005. Tulisan ini membahas kontribusi Chappy Hakim dalam forum-forum strategis internasional serta implikasinya terhadap diplomasi pertahanan Indonesia.
Partisipasi dalam Forum Strategis di Australia
Pada pertengahan November 2012, Chappy Hakim melakukan perjalanan ke Canberra, Australia, untuk menghadiri diskusi strategis pertahanan yang diselenggarakan oleh Kokoda Foundation, sebuah lembaga think tank kajian strategis yang berafiliasi dengan kalangan pertahanan Australia. Keikutsertaannya dalam Trilogy Defence Forum dan Young Strategic Leaders’ Congress di bawah seri Professional Development Workshop menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan pemikiran strategis dan dialog antarbangsa.
Forum tersebut turut menghadirkan tokoh intelektual terkemuka, Susan Eisenhower cucu dari Presiden Amerika Serikat Dwight D. Eisenhower yang menyampaikan kuliah utama bertajuk “Why Strategy Matters”. Kehadiran Chappy Hakim dalam forum ini tidak sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai pembicara yang menyumbangkan perspektif strategis militer Indonesia dalam diskusi pertahanan bilateral. Pengalamannya kemudian didokumentasikan dalam tulisan dan kolom pribadinya, yang mencerminkan refleksi mendalam terhadap pentingnya forum internasional dalam membangun pemahaman bersama di bidang pertahanan dan kebijakan strategis.
Keterlibatan dengan USINDO di Amerika Serikat
Di ranah hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat, Chappy Hakim terlibat aktif dengan U.S.-Indonesia Society (USINDO), sebuah organisasi yang bertujuan meningkatkan saling pengertian antara kedua negara. Dalam forum-forum yang diselenggarakan USINDO di Washington, D.C., ia menyampaikan pidato dan kuliah yang membahas berbagai isu strategis, termasuk sistem pertahanan semesta (total defense systems), perkembangan teknologi kedirgantaraan, dan keseimbangan strategis regional. Pokok-pokok pemikiran yang disampaikan dalam forum-forum tersebut sejalan dengan gagasan yang telah ia tuangkan secara lebih komprehensif dalam buku karangannya yang berjudul Pertahanan Indonesia, Angkatan Perang Negara Kepulauan, terbitan Red & White Publishing pada tahun 2011 . Buku setebal 375 halaman ini memuat analisis mendalam mengenai tantangan dan kebutuhan sistem pertahanan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan penekanan pada peran strategis Angkatan Laut dan Angkatan Udara sebagai lapis terluar dalam sistem pertahanan negara . Melalui karya intelektualnya tersebut, Chappy Hakim tidak hanya memperkaya khazanah literatur pertahanan nasional, tetapi juga menghadirkan perspektif akademik yang memperkuat posisi tawar Indonesia dalam dialog-dialog strategis internasional, termasuk di forum USINDO .
Partisipasi ini memiliki signifikansi ganda. Di satu sisi, hal ini memperkuat pemahaman kalangan kebijakan Amerika Serikat terhadap perspektif pertahanan Indonesia. Di sisi lain, keterlibatan tersebut memungkinkan Indonesia untuk menyuarakan kepentingan nasionalnya dalam percaturan keamanan global, terutama dalam konteks dinamika kawasan Asia-Pasifik yang semakin kompleks.
Peran dalam Pinnacle Club of ASEAN di Filipina
Pada Januari 2018, Chappy Hakim kembali menunjukkan peran aktifnya dalam diplomasi pertahanan kawasan dengan menghadiri pertemuan tingkat tinggi Pinnacle Club of ASEAN di Manila, Filipina. Pinnacle Club of ASEAN merupakan jaringan regional yang beranggotakan purnawirawan perwira tinggi militer, kepala pertahanan, dan komandan kepolisian dari negara-negara Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan pada tahun 2014 dengan tujuan membangun hubungan persahabatan yang erat dan memperkuat kerja sama keamanan di kawasan ASEAN.
Pertemuan di Manila yang berlangsung pada 15–18 Januari 2018 tersebut diselenggarakan oleh Angkatan Bersenjata Filipina bekerja sama dengan US-China Sanya Initiative. Agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah kunjungan kehormatan dan pertemuan dengan Presiden Filipina saat itu, Rodrigo Duterte, di Istana Malacañang. Dalam forum bergengsi tersebut, Chappy Hakim tidak hanya berperan sebagai peserta, melainkan juga diminta untuk memaparkan pengalaman strategis Indonesia, khususnya mengenai keberhasilan TNI Angkatan Udara dalam mengelola lalu lintas udara bantuan kemanusiaan domestik dan internasional pada peristiwa bencana tsunami Aceh tahun 2004.
Pemaparan ini menyoroti kapasitas logistik dan koordinasi multidimensi yang melibatkan berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang pada gilirannya menunjukkan ketangguhan operasional dan diplomatik Indonesia dalam menghadapi situasi krisis. Partisipasi Chappy Hakim dalam forum ini semakin menegaskan bahwa purnawirawan militer Indonesia tetap memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antarpemimpin pertahanan di kawasan, sekaligus memperkuat jaringan keamanan kolektif ASEAN melalui berbagi pengalaman operasional dan kebijakan pertahanan yang relevan.
Analisis dan Implikasi
Peran Chappy Hakim dalam berbagai forum strategis internasional mencerminkan kontribusi penting purnawirawan militer dalam diplomasi pertahanan Indonesia. Terdapat beberapa implikasi penting dari keterlibatannya:
Pertama, partisipasi dalam forum seperti Kokoda Foundation dan USINDO memperkuat diplomasi publik Indonesia di bidang pertahanan, di mana para purnawirawan berperan sebagai duta informal yang menyampaikan perspektif strategis Indonesia ke panggung internasional.
Kedua, keterlibatan dalam Pinnacle Club of ASEAN menunjukkan pentingnya jejaring informal antarpemimpin pertahanan dalam mendukung arsitektur keamanan kawasan. Hubungan personal yang terbangun melalui forum semacam ini dapat menjadi saluran komunikasi krisis dan memperlancar kerja sama keamanan bilateral dan multilateral. Pemaparan pengalaman operasional dalam penanganan bencana tsunami Aceh juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan best practice yang dapat diadopsi oleh negara-negara ASEAN dalam menghadapi situasi darurat serupa.
Ketiga, pengalaman Chappy Hakim mendokumentasikan pemikirannya dalam bentuk tulisan memperkaya literatur kebijakan pertahanan Indonesia dan memberikan kontribusi intelektual bagi pengembangan doktrin strategis nasional.
Keempat, keterlibatan dalam forum-forum tersebut juga memperlihatkan kontinuitas diplomasi pertahanan Indonesia, di mana purnawirawan militer berfungsi sebagai jembatan antargenerasi dan menjaga hubungan baik dengan mitra strategis di kancah internasional meskipun telah tidak lagi menjabat sebagai pejabat militer aktif.
Purnawirawan Marsekal TNI Chappy Hakim telah menunjukkan peran yang patut dicontoh dalam diplomasi pertahanan Indonesia melalui partisipasinya dalam berbagai forum strategis di tingkat bilateral dan regional. Keterlibatannya dengan Kokoda Foundation di Australia, USINDO di Amerika Serikat, dan Pinnacle Club of ASEAN di Filipina mencerminkan komitmen Indonesia untuk terlibat aktif dalam dialog keamanan internasional. Selain itu, pemaparan mengenai keberhasilan operasional TNI Angkatan Udara dalam menangani lalu lintas udara bantuan kemanusiaan pada peristiwa tsunami Aceh menjadi bukti nyata kapabilitas Indonesia sekaligus sarana diplomasi pertahanan yang efektif. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa kontribusi terhadap ketahanan dan keamanan nasional tidak berakhir setelah masa dinas militer, melainkan dapat dilanjutkan melalui jalur diplomasi, pemikiran strategis, dan penguatan jejaring internasional demi kepentingan nasional yang lebih luas.
Daftar Pustaka
[1] Dokumentasi kegiatan Purnawirawan Marsekal TNI Chappy Hakim dalam forum strategis internasional.
[2] Kokoda Foundation, Trilogy Defence Forum and Young Strategic Leaders’ Congress Proceedings, Canberra, 2012.
[3] U.S.-Indonesia Society (USINDO), Forum dan Kuliah Umum tentang Pertahanan dan Keamanan, Washington, D.C.
[4] Pinnacle Club of ASEAN, Laporan Pertemuan Manila, 2018.
Jakarta 17 Agustus 2026
Tim Redaksi NetralNews.com

