ArticleAviationICAP

Aviation Insurance di Virtual Meeting PSAPI

APBN vs Biaya SAR dan Ganti Rugi Korban Kecelakaan Pesawat Terbang

Pagi hari tadi, Rabu tanggal 22 Juli 2020, Virtual Meeting Pusat Studi Air Power Indonesia diselenggarakan dengan mengangkat topik Aviation Insurance.   Memberikan paparan pada kesempatan tersebut adalah Bapak Sofian Pulungan, praktisi  Senior Aviation Insurance yang sarat pegalaman.

Cukup banyak yang mengikuti Virtual Meeting PSAPI tadi terlihat dari rekaman peserta yang bergabung lebih dari 50 orang.   Besarnya minat peserta pada masalah Asuransi , terutama asuransi dibidang penerbangan menunjukkan setidaknya masih banyak yang belum mengetahui dan memahami seluk beluk tentang Asuransi Penerbangan.

Kebetulan sekali topik yang dijelaskan oleh Pak Sofian adalah tentang ganti rugi anggaran negara di APBN yang terlanjur digunakan dalam misi SAR saat terjadinya kecelakaan pesawat terbang.   Disamping itu, yang tidak kalah menarik, tentu saja kasus mengenai ganti rugi bagi korban dan atau keluarga korban kecelakaan pesawat terbang.

Dari sesi tanya jawab yang berlangsung lebih dari 1 jam terlihat sekali antusiasme para peserta terhadap masalah Asuransi Penerbangan secara umum dan secara khusus mengenai kasus klaim ganti rugi bagi korban kecelakaan pesawat terbang.   Menjadi jelas sekali bahwa ternyata memang belum banyak yang diketahui secara detil tentang asuransi penerbangan bagi para pengguna jasa angkutan udara.    Untuk dipahami bahwa dalam dunia penerbangan , tidak saja peraturan dan undang-undang dalam negeri yang diberlakukan, akan tetapi juga regulasi internasional menjadi isu penting terutama dalam mekanisme tuntutan ganti rugi yang muncul pasca terjadinya kecelakaan.   

Diskusi ditutup dengan beberapa kesimpulan yang nantinya diharapkan dapat ditindak lanjuti, tidak hanya untuk kepentingan pemerintah dalam pengambilan kebijakan akan tetapi juga memperhatikan nasib dari para korban kecelakaan pesawat terbang.

Disadari bahwa dengan wabah Covid 19 ini , kegiatan penerbangan banyak terganggu sehingga secara operasional penerbangan diseluruh dunia menurun tajam, akan tetapi kedepan maka sistem transportasi udara akan tetap menjadi sarana transportasi yang penting dalam kehidupan sehari-hari umat manusia di permukaan bumi ini.

Jakarta 22 Juli 2020

Chappy Hakim
Pusat Studi Air Power Indonesia 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button