Update Hari ke-9 tanggal 8 Maret 2026
Sampai hari ke 9, Perang masih didominasi oleh serangan udara dan rudal jarak jauh tanpa invasi darat besar-besaran dari kedua belah pihak. Militer Israel mengklaim telah melancarkan 3.400 serangan udara ke Iran dalam sepekan terakhir dengan fokus terbaru pada fasilitas produksi rudal balistik di Parchin dan Shahroud. Sebuah depot bahan bakar di selatan Teheran menjadi target untuk pertama kalinya menandai perluasan serangan ke infrastruktur sipil dan energi
Komando Pusat AS mengklaim telah menghantam lebih dari 3.000 target dan menghancurkan 43 kapal perang Iran. Sebagai respons Korps Garda Revolusi Islam menyerang kilang minyak di Haifa Israel dengan rudal Kheibarshekan. Iran juga meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Yordania serta aset-aset AS di negara-negara Teluk lainnya Konflik meluas ke perairan Teluk dengan Iran menutup Selat Hormuz dan menyerang kapal tanker minyak berbendera Malta yang dianggap melanggar larangan. Insiden ledakan dan tenggelamnya kapal tugboat berbendera UEA di Selat Hormuz mengakibatkan tiga Warga Negara Indonesia hilang
Situasi Politik dan Diplomasi
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang secara tidak sengaja berdampak ke wilayah mereka. Dewan Kepemimpinan Sementara Iran memutuskan untuk menghentikan serangan ke negara-negara Teluk kecuali jika wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan untuk menyerang Iran. Meskipun meminta maaf Pezeshkian dengan tegas menolak seruan Presiden Trump untuk menyerah tanpa syarat. Gagasan penyerahan tanpa syarat adalah mimpi yang harus dikubur oleh musuh-musuh Iran tegasnya.
Ditambahkan, Pejabat tinggi Iran Ali Larijani juga menyatakan AS dan Israel gagal memecah belah Iran dan solidaritas nasional tetap terjaga. Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras dan memperluas target hingga tahap kehancuran total. Trump menyatakan tidak tertarik untuk bernegosiasi dengan kepemimpinan Iran saat ini. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan melanjutkan serangan dengan kekuatan penuh. AS juga menyetujui penjualan senjata senilai 151 juta dolar AS kepada Israel di tengah konflik. Dikabarkan, China menyerukan penghentian aktivitas militer segera dengan menyatakan bahwa kekerasan bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah. Mesir dan Turki menyerukan penghentian eskalasi militer dan mengedepankan dialog serta diplomasi. Ratusan warga Siprus berdemonstrasi menentang keterlibatan pulau mereka dalam perluasan konflik Timur Tengah.
Dampak Regional dan Korban
Menteri Kesehatan Lebanon melaporkan 294 orang tewas dan lebih dari 1.000 terluka akibat serangan Israel di Lebanon selatan yang juga menargetkan komandan Pasukan Quds di Beirut. Sekitar 454.000 orang mengungsi di Lebanon. Hingga hari kesembilan ini korban tewas diperkirakan mencapai 1.230 orang di Iran lebih dari 290 orang di Lebanon dan belasan orang di Israel. Enam tentara AS juga dilaporkan tewas. Di UEA tiga warga asing dari Pakistan Nepal dan Bangladesh tewas dan 112 lainnya luka-luka akibat serangan. Harga minyak mentah AS melonjak mendekati US$ 91 per barel. Perusahaan minyak nasional di Kuwait Arab Saudi dan UEA melakukan pemotongan produksi dan pengalihan rute pengiriman minyak sebagai langkah pencegahan. Bandara Internasional Dubai sempat menghentikan seluruh penerbangan sebelum beroperasi kembali secara terbatas. Irak juga memperpanjang penutupan wilayah udaranya selama 72 jam
Faktor Non-Negara dan Aktor Lain
Pemimpin Kurdi Irak Bafel Talabani menolak ajakan AS untuk melibatkan milisi Kurdi dalam pertempuran darat melawan Iran. Ia menegaskan pihaknya ingin menjadi jembatan diplomasi bukan medan peperangan. Penolakan ini terjadi di tengah saling tuduh dan serangan Iran ke wilayah perbatasan Kurdi. Hizbullah dilaporkan meluncurkan sekitar 100 roket dan drone dari Lebanon ke arah Israel meningkatkan ketegangan di front utara.
Konflik AS-Israel vs Iran berada pada fase perang intensitas tinggi dengan perluasan target. Meskipun surat suara untuk pemimpin baru sedang berproses Iran menunjukkan soliditas internal dan kapasitas untuk melancarkan serangan balasan jarak jauh. AS dan Israel berkomitmen untuk melanjutkan serangan hingga mencapai tujuan mereka yang menurut Iran adalah upaya disintegrasi. Upaya diplomasi internasional mulai mengemuka namun belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Krisis kemanusiaan dan ekonomi di kawasan dipastikan akan memburuk jika konflik tidak segera mereda.
Konflik diprediksi akan memasuki fase baru dalam dua minggu ke depan dengan beberapa skenario yang mungkin terjadi. Intensitas serangan udara dan rudal kemungkinan besar akan meningkat secara signifikan, terutama jika Iran benar-benar telah memindahkan hulu ledak nuklirnya ke lokasi rahasia seperti yang dilaporkan. AS dan Israel diperkirakan akan meningkatkan tekanan untuk menghancurkan aset-aset strategis Iran sebelum proses suksesi kepemimpinan di Teheran rampung, mengingat peluang untuk melumpuhkan program nuklir Iran mungkin tidak akan terbuka lebar kembali dalam waktu dekat.
Iran diperkirakan akan tetap memiliki kapabilitas untuk memberikan kejutan. Kemampuan Tehran dalam melancarkan serangan asimetris melalui proksi di Lebanon, Suriah, dan Irak dapat meningkat secara drastis, membuka front baru yang akan memaksa Israel bertempur di banyak medan sekaligus. Kemungkinan penggunaan rudal hipersonik yang lebih sulit dicegat juga dapat mengubah keseimbangan pertempuran jika Iran memutuskan untuk meningkatkan level responsnya secara signifikan.
Di sisi diplomasi, tekanan internasional untuk gencatan senjata akan semakin menguat, terutama jika korban sipil terus bertambah dan krisis kemanusiaan di Lebanon serta Iran memburuk. China dan Rusia kemungkinan akan memainkan peran lebih besar dalam upaya mediasi, meskipup pengaruh mereka terhadap keputusan akhir AS dan Israel masih terbatas. Negara-negara Teluk akan berada dalam posisi semakin sulit, terjepit antara tekanan untuk mendukung AS dan ketakutan akan pembalasan Iran jika mereka memberikan akses penuh kepada pasukan koalisi.
Yang paling mengkhawatirkan, eskalasi lebih lanjut dapat memicu kesalahan perhitungan yang berujung pada keterlibatan langsung kekuatan besar lainnya atau penggunaan senjata yang selama ini masih berada di luar batas. Krisis energi global akan semakin dalam jika Selat Hormuz tetap ditutup dan serangan terhadap infrastruktur minyak terus berlanjut. Dua minggu ke depan akan menjadi periode kritis yang menentukan apakah konflik ini dapat dilokalisasi atau justru meluas menjadi perang regional berkepanjangan dengan konsekuensi global yang sulit diprediksi. Demikianlah laporan sementara dari medan perang AS Israel Vs Iran sampai dengan hari ke 9. Semoga konflik ini dapat segera menemukan titik temu bagi perdamaian di Timur Tengah.
Jakarta 9 Maret 2026
Chappy Hakim
Dikumpulkan dari berbagai Sumber berita.
Pusat Studi Air Power Indonesia

