Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • Biography
    • Photo
    • Books CH
    • Video
    • Around The World
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Chappy HakimChappy Hakim
    Subscribe
    Chappy HakimChappy Hakim
    Home»Article»Ketika Rosihan Anwar Membaca ”Dari Segara ke Angkasa”
    Article

    Ketika Rosihan Anwar Membaca ”Dari Segara ke Angkasa”

    Chappy HakimBy Chappy Hakim01/11/2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

             Petang tadi saya menerima kiriman WA dari sahabat saya dokter Tommy Marzuki. Isinya menarik sekali, berupa salinan tulisan alm Bondan Winarno berjudul In Memoriam Om Sony, ex Caltex Rumbai. Daya tariknya adalah pada ulasan tentang Jakarta tempo doeloe.  Sebagai anak yang sejak menempuh TK hingga lulus SMA di Jakarta tentu saja tulisan tersebut jadi sangat menarik perhatian dan penuh nostalgia bagi saya pribadi.  Langsung saja dalam sekejap saya teringat tentang tulisan alm. Rosihan Anwar di Tabloid Cek & Ricek yang memuat resensi buku otobiografi saya Dari Segara ke Angkasa.  Tulisan Rosihan Anwar di Tabloid itu dipicu atas permintaan alm Salim Said kepada beliau.  Cerita itu saya tulis lengkap dalam artikel mengenang Rosihan Anwar di Kompasiana pada tahun 2011, beberapa saat setelah Rosihan Anwar meninggal dunia.   Berikut ini saya turunkan ulang kutipan dari sebgian tulisan itu.  Kutipan khusus yang hanya memuat resensi buku saya oleh Rosihan Anwar.  Untuk diketahui,  H. Rosihan Anwar adalah tokoh pers, sejarawan, sastrawan, dan budayawan Indonesia. Rosihan merupakan salah seorang yang produktif menulis. Kerap disebut sebagai ”Wartawan Enam Zaman”.

    Tulisan Rosihan Anwar. (kutipan dari kolom Cek & Ricek)

    Ketika dalam perjalanan menuju perpustakaan Erasmus, saya ditelepon oleh Prof. Dr. Salim Said M.A,M.A.I.A. Ia memberitahukan bahwa ia baru punya buku Chappy Hakim berjudul “Dari Segara ke Angkasa” sebuah otobiografi, penerbit Dinas Penerangan Angkatan Udara, 2005. Chappy Hakim adalah KSAU tahun 2002 – 2005. Salim bertanya, apakah saya kenal ayah Chappy yaitu Abdul Hakim, dulu wartawan? Saya jawab, kenal. Abdul Hakim dengan Adam Malik dan Rachmat Nasution dari pimpinan kantor berita Antara, adalah seorang yang pendiam, rendah hati, lebih banyak bekerja di desk daripada di lapangan sebagai reporter.

    Salim lalu mengirimkan buku Chappy dengan permintaan supaya saya menceritakan isinya dalam kolom ini. Salim bilang, Chappy waktu kecil satu sekolah dengan Megawati Soekarnoputri yakni sekolah taman kanak-kanak di halaman istana. Murid-muridnya terdiri dari anak-anak Presiden Soekarno dan anak-anak sekitar Jalan Veteran 4, juga anak-anak pelayan Istana yang bertempat tinggal di Istana.

    Walaupun kenal secara pribadi dengan ayahnya, saya sama sekali tidak pernah ketemu atau bicara dengan Chappy. Jadi, saya baca bukunya dengan hati terbuka dan tanpa preconceived ideas, pikiran yang telah terbentuk di benak sebelumnya. Saya senang membaca cerita Chappy mengenai masa kanak-kanaknya, tatkala ia tinggal di jalan Segara 4 nomor 4 (kini jalan Veteran). Dia melukiskan Jakarta awal 1950-an sebagaimana dilihatnya. Toko-toko dan gedung yang disebutkan banyak yang tidak ada lagi. Demi pembangunan fisik kota Jakarta, maka diruntuhkanlah gedung-gedung lama sehingga tidak tersisa monumen atau peninggalan sejarah yang bisa dijadikan rujukan. Sayang seribu sayang. Chappy bercerita tentang masa sekolah SR, SMP, dan SMA, terus masa di Akademi menjadi calon siswa penerbang, lalu menempuh karir perwira, memasuki masa sebagai Perwira Tinggi, kemudian menjadi Kepala Staf Angkatan Udara. Kendati jadi orang nomor satu di AURI,  Chappy menulis riwayat hidupnya tanpa pretensi apa-apa, hanya dengan tujuan untuk dapat dinikmati oleh keluarganya, para sahabatnya, dan mudah-mudahan generasi muda Angkatan Udara.

    Ternyata isterinya Dra. Pusparani Chappy Hakim, sarjana psikologi, adalah putri Hasjim Mahdan, SH., dari suratkabar Indonesia Raya, juga teman saya. Gaya bahasa Chappy dan cara bertuturnya dalam buku ini, menurut Salim Said, “Serupa dengan style Pak Rosihan”, dan saya tidak tahu apakah penilaian itu suatu komplimen atau sindiran?  Bagaimanapun juga, buku Chappy mengutip bahasa iklan promosi majalah Tempo, enak dibaca dan perlu. Chappy menampilkan segi-segi human interest di antaranya kegemarannya bermain dalam harmony band, keterampilannya meniup saxophone dan menyanyi. Ia juga bercerita tentang main golf, dan saya pikir alangkah bedanya cara hidup Abdul Hakim, wartawan sederhana dan dedicated. Tapi, never mind, bacalah sendiri otobiografi Marsekal Chappy Hakim.

    Catatan : Identitas buku : Judul Dari Segara ke Angkasa: Sebuah Otobiografi Penulis Chappy Hakim. Penerbit Dinas Penerangan Angkatan Udara, Jakarta Tahun 2005 . Tebal xxxiv + 349 halaman, 14 × 22 cm ISBN 979-95490-6-X

    Jakarta 7 Januari 2026

    Chappy Hakim

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePelajaran dari Venezuela
    Next Article Dari Jalan Segara ke Wisma Angkasa
    Chappy Hakim

    Related Posts

    Article

    Selat Hormuz Urat Nadi Energi Dunia

    03/07/2026
    Article

    Adu Kuat AS Israel Vs Iran

    03/07/2026
    Article

    Bomb to Win

    03/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 Dunia Penerbangan Chappy Hakim. All Rights Reserved. Dev sg.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.