HealthLifeMemories

Yang tidak sempat terucap kemarin …

Tidak mudah untuk merancang acara surprise ulang tahun ke 70 ayah semalam. Semua tamu yang hadir tadi malam, adalah sahabat – sahabat ayah dalam ingatan seorang anak.

Bagi saya wajah – wajah inilah yang mengisi masa kecil saya dan adik saya. Turut tumbuh bersama kami melewati masa – masa di jalan Kolada dan Pangkalan Halim Perdana Kusuma. Lalu juga mengikuti naik turunnya kehidupan keluarga kami yang sempat berpindah – pindah sampai akhirnya kembali lagi ke Jakarta, masuk ke Wisma Angkasa lalu memasuki masa pensiun ayah sampai sekarang.

Sangat tidak mudah untuk mendapatkan kembali nomor kontak om dan tante satu persatu, tanpa melalui ayah. Untuk itu, saya merasa perlu untuk menyatakan terima kasih yang mendalam kepada om dan tante yang sudah hadir.

Terima kasih kepada Om dan Tante Pungki salah satu sahabat terlama ayah, yang sudah membantu membuatkan soal pertanyaan untuk “BERPACU DALAM CHAPPY’S MELODY”. Enam lagu semalam bukan sembarang lagu, semua punya cerita dalam setiap tahap kehidupan seorang CH, dan hanya sahabat terlama yang tahu semua itu.

     

And Still Flying High

Tante Hari Dwiyono dan Tante Sutria Tubagus yang begitu baik membantu mencarikan nomor telepon beberapa senior ayah dan teman – teman lama. Terima kasih .

Saya merasa beruntung karena melalui pesta ini, saya dihubungkan kembali dengan sahabat – sahabat ayah. Saya bisa merasakan cinta yang begitu besar terhadap ayah, melalui reaksi sahabat – sahabat begitu menerima undangan. Membaca respon langsung dan hangat seperti “I will be there Tascha” atau “I’ll be very honored to be there, he’s my dear friend and I love your daddy and your family” adalah reaksi yang sangat menyenangkan dari Om Bernard dan Om Djantun. Rasanya mereka bahkan tidak perlu memeriksa jadwal, yang penting pasti hadir.

Ada juga yang nada kerinduannya begitu jelas terbaca dari jawaban – jawaban di WA “Salam kangen ya untuk ibu dan bapak, Tascha” atau “Suntjes dan salam untuk mama ya Tascha” – ini dari tante Endriartono dan tante Sutria.

Mengerjakan persiapan pesta surprise sambil membongkar kembali album foto – foto lama, mengingat kembali wajah sahabat – sahabat ayah. Untuk Om dan Tante Ginting, Om dan Tante Rukmo, Om dan Tante Gaharudin, yang wajahnya selalu ada di album foto – foto lama keluarga kami, tapi akhir – akhir ini jarang sekali bertemu. Terima kasih sudah hadir meskipun pemberitahuannya sangat mepet. Jujur, memang karena no telp dan no wa nya baru didapat di menit – menit terakhir.

Sahabat – sahabat setia mama yang hadir semalam, Tante Tara, Om Agus, Tante Eno, Tante Joy, Om Erwin, Tante Eti dan Om Lukman, Tante Rieny dan Om Julius terima kasih untuk kehadirannya.

Salah satu capaian terbesar bagi saya semalam adalah bisa menghadirkan tamu terjauh dari Malaysia. Uncle dan Anty Suleman yang awalnya tidak yakin hadir karena kondisi fisik sedang tidak prima, tapi di beberapa hari menjelang acara tiba – tiba memberikan kabar gembira “Happy to inform that we will be attending your dad’s surprise birthday party”. Saya merasa sangat bahagia dan terhormat karena Uncle dan Anty selalu hadir dalam moment – moment penting keluarga kami. Perkawinan saya dan adik saya, dan kini ulang tahun ayah yang ke 70. Sekali lagi terima kasih.

Selanjutnya, tamu yang juga paling sulit saya dapatkan nomor kontaknya adalah sahabat SMA ayah, Om Eppy. Kalau bukan karena bertemu dengan tante Tien Agus Lubis di acara 17 desember peluncuran 7 buku, mungkin saya akan menyerah mencari nomor kontak Om Eppy dan Om Jono. Saya sudah bertanya ke Om Djantun tapi tidak ketemu – ketemu juga. Terima kasih Om Eppy yang ketika dikontak masih berada di Singapore dalam perjalanan menuju Jakarta dan langsung mengiyakan akan datang. Sayang, Om Jono akhirnya tidak terkontak, karena beberapa nomor teleponnya ternyata salah.

Yang juga tidak kalah sulit dan menantang untuk saya dan alhamdulilah hadir semalam adalah pak Jaya Suprana. Saya harus melalui pergantian 2 asisten pribadinya, sampai akhirnya bisa mendapat nomor kontak tante Aylawati. Terima kasih banyak karena berkenan hadir semalam, terima kasih juga untuk champagne nya.

Om Dali Tahir, yang selalu antusias menawarkan bantuan dan menghubungkan ke beberapa nomor seperti Om Toni Wenas (yang nomor kontaknya sulit sekali dihubungi), Om Jelly Tobing, Om Danny Jozal, Om Tito – Tante Widji, Om Diki – Tante Yanti dan Tante Rita yang semua langsung “Siaappp hadir”. Terima kasih karena semua akhirnya benar – benar hadir pada malam ini. Siapalah saya ini bisa membuat nama sebesar Rita Subowo, Danny Jozal atau Tito Sulistio yang Dirut BEI “Siap tascha” kalau bukan karena untuk seorang CH.

Saat pertama kali merancang ide acara surprise ini, saya membayangkan, ingin menghadirkan wajah sahabat – sahabat lama yang mungkin sejak masa pensiun, terpisah karena berbagai kesibukan dan tidak pernah lagi berkumpul bersama. Mudah – mudahan semalam bisa menjadi pengobat rindu khususnya kepada senior – senior Ayah, Om dan Tante Rilo Pambudi, Om dan Tante Sutria Tubagus, Tante Suyitno terima kasih untuk kehadirannya.

Untuk tetangga kami di jalan intan, tante Anita dan om Wyasa, terima kasih sudah datang malam ini.

Om Rudi yang nyaris beberapa kali nyaris membuat bocor acara surprise ini, terima kasih sudah membantu menutup mulut ayah sehingga semalam tetap terlaksana dalam format surprise.

Om To (Guntur Soekarno) dan Tante Henny yang juga sangat antusias untuk datang, beberapa kali menelpon saya dan memastikan acara ini. Terima kasih sudah menembus macetnya Jakarta 2,5 jam hanya untuk hadir di Gran Mahakam. Saya sangat – sangat berterima kasih.

Trio Freeport, Mas Teddy, Pak Riza dan Pak Leon, terima kasih sudah hadir semalam.

Om Azis dan tante, Om Riyadh dan tante terima kasih juga untuk kesigapannya dan konfirmasi hadirnya yang sangat cepat.Dari Kompas, pak Dudi Sudibyo, mba Santi, tante Nies da nom Vidya terima kasih untuk kehadirannya.

Dari CSE Aviation, om Samudra, tante Poppy, Om Edwin, meskipun akhirnya datang sendiri, tapi terima kasih sudah hadir dan bahkan ikut main games semalam

Besan – besannya ayah , papa Mudril, mama Heidy, Tante Ana, sayang om Nasrul tidak bisa hadir, tapi terima kasih semua sudah hadir di acara 70 thn ayah hari ini. Meskipun kita sudah sama – sama di tanggal 17 kemarin, tapi kembali hadir berselang 2 hari dalam acara hari ini, benar – benar terima kasih.

Mudah – mudahan saya tidak tertinggal satu nama di sini. Putra – putri Omar Dani, tante Dian dan yang lain, terima kasih sudah datang di acara ini, meskipun last minute undangannya. Dan tidak lupa semua loyalis Qi lounge rabu malam, Om dan tante Ikhtiar, Om dan Tante Yushan, dan Om dan Tante Azwar, jangan pernah bosan untuk selalu hadir di acara setiap rabu ya om dan tante.

Yang tidak hadir, tapi sangat antusias dan mau membuat video selamat ulang tahun… untuk bapak Rhenald Kasali dan Goh Yong Siang, thank you so much for your time. You two are so humble and kind.

Kami dari keluarga tidak menggunakan event organizer untuk acara semalam. Saya hanya dibantu beberapa sahabat – sahabat dekat.

Untuk dekorasi, ada Mona dan Inez dari @parteeaddict_jkt yang dari awal brainstorming untuk tema dan warna acara. Detil acara ini dipikirkan secara matang dan dieksekusi dengan sangat rapih dan elegan, nyaris sempurna sesuai bayangan awal saya. Dua pesawat di backdrop utama adalah Piper Cub (pesawat capung) sebagai pesawat pertama yang dipiloti ayah, dan di kanan adalah pesawat Hercules (pesawat terakhir).

Untuk band, ada om Najib dan teman – teman yang sangat kooperatif  untuk memindahkan acara dari Qi ke Gran Mahakam, membantu menyewa alat dan perlengkapan lampu, sampai kesabarannya menemani anak – anak Chappy (yang bakatnya tak sampai setengah bakat CH a.k.a suara pas – pas an) menyanyi.

Kue ulang tahun @itsybitsybite. Ini juga bagian dari persembahan kami (anak – anak) untuk 70 tahun ayah. Kalau ada yang sempat lihat dari dekat semalam. Kue ini dua tingkat dengan rangkaian foto – foto perjalanan ayah mulai dari kecil naik vespa, masa sma bersama teman- teman, masa taruna sampai sekarang punya 4 orang cucu dan 30 buku.

MC Donny De Keizer, ini salah satu partner siaran saya di berita satu. Saya mintai bantuannya untuk memandu acara semalam, karena saya tahu hanya dia yang bisa akrobat dan menghidupkan suasana. Benar saja 30 menit sebelum acara, saya kehilangan rundown dan catatan cue card untuk mc, dan dia berhasil memandu acara ini tanpa cela.

Adik ipar saya, Dieva adalah tangan hebat dibalik dress semua perempuan di keluarga kami malam ini. Baju yang dipakai mama, saya, Dieva sendiri, anak – anak saya sampai ke yang paling kecil Ilyana, adalah hasil rancangan Dieva. Terima kasih karena sudah membuatkan kami baju – baju cantik ini Dieva.

Terima kasih juga untuk videografer Chongky dan fotografer Fauzan, yang sudah mengikuti rangkaian acara dari 17 desember kemarin. Video nya keren banget!

Inisiator dan sponsor utama acara ini adalah Mama, meskipun dalam persiapannya nyaris tidak bisa berbuat apa karena begitu sibuk dengan Asian Games, terima kasih untuk selalu positif mendukung jalannya acara.

Terima kasih untuk suami tersayang Oky, untuk ide games “Berpacu dalam Chappy’s Melody”. Terima kasih untuk sapu jagad di menit – menit terakhir, membereskan semua yang tercecer menjelang acara dengan video dan photo slides.

Untuk Fatsi, yang sebelumnya kita kira tidak akan mau diminta bernyanyi untuk ayah, ternyata sangat antusias berlatih berkali – kali sebelum acara. Terima kasih juga sudah mau repot malam – malam ke snappy memindahkan foto – foto kawinan, dan ketenangannya mengetik ulang seluruh rundown 20 menit sebelum acara dimulai.

Saya minta maaf yang sedalam – dalamnya apabila ada sesuatu yang menyinggung atau tidak sempat dilakukan dalam acara semalam. Pastilah ada nama – nama sahabat ayah yang terlewat atau tidak terundang, untuk itu saya juga minta maaf.

Hampir setiap hari saya membayangkan akan seperti apa acara semalam.  Seperti apa reaksi ayah nanti. Akankah dia terkejut? Akankah dia terharu? Apakah dia akan merasa bahagia? Atau justru tidak suka? Berbagai skenario selalu bermain di bayangan kepala saya. Mulai dari reaksi terharu, sampai ke reaksi biasa – biasa saja. Dan hasilnya kemarin sudah kita saksikan bersama – sama.

Ayah, semua ini adalah cara kita semua untuk mengatakan “WE LOVE YOU THISSSSSS MUCH” . I hope you know that, because if you don’t, maybe we have to shout it out loud. Love you ayaahhh….

Tascha Liudmila

Tags

Related Articles

2 thoughts on “Yang tidak sempat terucap kemarin …”

  1. Tulisan bapak selalu enak dibaca. selalu ‘padat ‘ isinya meski dikemas dengan segar dan ringan sehingga amat mudah untuk dicerna.

    Selamat ulang tahun semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagian bersama keluarga.

    Hormat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.