ArticleStory

Ritz-Carlton

Ritz-Carlton adalah nama perusahaan dan merek terkenal dari hotel dan resort mewah yang memiliki lebih dari 70 bisnis properti yang tersebar di 23 negara di seluruh dunia.   Dengan nama yang sama, sebanyak lebih dari 50.000 staf eksekutif dilatih secara intensif pada pusat “learning Institute” dan “leadership”.

Nama Ritz-Carlton sendiri sebenarnya merupakan gabungan dari nama Ritz Hotel di Paris dan Carlton Hotel di London.   Ritz Hotel, merupakan hotel tertua di pusat kota Paris yang dibangun pada tahun 1898.   Disinilah tempat orang-orang terkenal menginap manakala mereka berkunjung ke Paris.   Konon Bung Karno pernah menginap di Hotel ini, juga Shah Iran Reza Pahlevi, Ernest Hemingway, Charlie Chaplin, Elton John dan bintang film terkenal Greta Garbo.

Ritz-Carlton Hotel Company dengan 32.000 lebih karyawannya adalah merupakan milik dari Marriott Hotel International.   Kantor Pusat Ritz-Carlton terletak di Chevy Chase, Maryland sedikit diluar kota Washington DC.   Hotel Ritz Carlton pertama dibangun di Boston pada tahun 1927.   Dalam upaya menarik pelanggannya Ritz-Carlton menggunakan “kredo” yang sangat terkenal dilingkungan Perhotelan internasional yaitu “We are Ladies and Gentlemen Servicing Ladies and Gentlemen”.

Pada tahun 1996 Garveys Group menjual 49% sahamnya kepada Marriott Hotel International, dan pada tahun 2000 seluruh saham dibeli oleh JW Marriott.   Dari Amerika  Ritz-Carlton mengembangkan bisnis propertinya sampai ke  Aspen Highland, Bachelor Gulch di Colorado, St,Thomas di US Virgin Island dan di San Fransisco.

Di Kowloon , Hongkong ,Ritz Carlton memiliki 15 lantai teratas dari International Commerce Centre yang dibuat sebagai Hotel.   Lobby nya , menjadi terletak pada ketinggian 425 meter diatas permukaan laut, dan dengan sendirinya akan menjadi Lobby Hotel tertinggi di dunia, melewati Park Hyatt Hotel di Shanghai World Financial Centre.

Dimasa krisis ekonomi global belakangan ini, tentu saja tingkat hunian hotel banyak sekali menurun.   Khusus Ritz-Carlton Jakarta yang sempat di satroni oleh Ibrahim sang bomber, tingkat hunian hotelnya, konon drastis sekali menurunnya.   Namun belakangan ini menurut informasi yang layak dipercaya, tingkat hunian hotel di Jakarta termasuk Ritz-Carlton ternyata sudah menunjukkan tren yang membaik.   Pelayanan istimewa dan sangat profesional adalah merupakan andalan  Ritz-Carlton sejak dahulu kala.   Bisnis Hotel adalah bisnis jasa yang sangat mengandalkan pelayanan yang prima.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.