All posts in Social

Khotbah Idul Adha Pake Telor !

Pagi tadi saya shalat Ied di Eks Markas Besar Angkatan Udara di Pancoran.

Seperti biasa, saya sudah bersiap-siap untuk bersabar setelah sholat untuk tetap mendengarkan khotbah sampai selesai.   Bersabar dalam arti saya sudah hafal dengan khotbah-khotbah yang biasa disampaikan pada kesempatan sholat Jumat, sholat Ied dan sebagainya.   Hafal dalam arti, pasti bahasanya lebih banyak bahasa arab dengan ayat-ayat al quran dan diikuti uraian yang di-awang-awang sulit dimengerti.   Bahasa yang “ketinggian” untuk dapat dicerna.

Lebih dari itu bila ada bagian-bagian yang dapat dimengerti, pasti isinya tidak lebih dari “menakut-nakuti” yaitu tentang dosa, siksa kubur dan masuk neraka bila tidak menjalankan ini itu seperti yang selalu dianjurkan para khatib pada umumnya.

Ada teman saya yang sudah susah payah saya ajak untuk insaf dan kemudian mau mulai lagi sholat jumat untuk “kembali ke jalan yang benar”, langsung kapok dan jumat depannya tidak datang lagi ke Masjid.   Masalahnya sederhana, ya itu tadi, mendengar khotbah yang  monoton , “mengerikan”, uraian tentang risiko dan ancaman masuk neraka, siksa kubur dan lain-lain.
Read more…

AeroExpo ITB 2010

Pidato Pembukaan AeroExpo ITB 2010

Pidato Pembukaan AeroExpo ITB 2010

Pagi hari kemarin, 29 Oktober 2010 saya mendapat kehormatan untuk bersama-sama Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB secara resmi membuka AeroExpo ITB 2010.   Eksebisi kedirgantaraan yang dimotori oleh anak-anak muda mahasiswa ITB yang bersemangat tinggi ini diselenggarakan di “rumah” nya Bapak Kusmayanto Kadiman (blogger kompasiana,mantan Rektor ITB)  Aula Barat Kampus ITB.

Saya sangat menghargai upaya mereka dalam berkreasi dalam bidang disiplin ilmu yang tengah mereka jalankan.   Saya menangkap pula keakraban antara para anak muda itu dengan para pembimbing atau para dosennya dalam kegiatan AeroExpo tersebut.   Besar harapan saya untuk kedepan semangat tinggi yang diperlihatkan para mahasiswa Teknik Mesin dan Dirgantara ini dapat  memberikan kontribusi positif bagi upaya bangsa ini membangun dan mengejar ketertinggalannya dibidang Aeronautika.   Pada kesempatan tersebut saya juga berkesempatan memberikan “ceramah” dan diskusi dengan para mahasiswa dengan topik yang berkait dengan Aviation Safety.   Jajaran stand pameran lengkap dengan peragaan materi pameran yang diperlihatkan dalam AeroExpo ITB 2010, paling tidak telah memunculkan keyakinan saya dalam memandang dunia Kedirgantaraan Nasional dimasa mendatang.

Melihat  antusiasme para anak muda dan juga para dosennya, saya merasa optimis,  Indonesia pada waktunya nanti pasti akan dapat mengembangkan sendiri teknik kedirgantaraan yang merupakan ilmu masa depan tersebut.   Selamat saya ucapkan kepada Panitia Penyelenggara Aero Expo ITB 2010, semoga sukses selalu !   Salam Dirgantara !

UK Trip 2010 Farnbourogh Air show

Tanggal 18 Juli 2010, saya meninggalkan Jakarta menuju London untuk memenuhi undangan menghadiri “Franborough International Air show”.   Seperti diketahui, Farnborough Air show adalah Air show dua tahunan sekali yang berlangsung di tahun genap sedangkan pada tahun ganjil diselenggarakan Le bourget Airshow di Paris.  Keduanya merupakan perhelatan Air show terbesar di Eropa.

Kali ini , karena tidak begitu direncanakan dengan matang maka keberangkatan pun sedikit mengalami kesulitan.   Namun berkat bantuan beberapa teman saya berhasil mendapatkan juga tiket pesawat ke London yaitu dengan menggunakan Maskapai Penerbangan Etihad.   Belakangan ini saya mendengar tentang dua Maskapai Penerbangan dari Arab yang tengah melaju maju dalam usahanya bersaing untuk bisa menjadi “the best airlines” dimuka bumi ini.   Kedua Maskapai tersebut adalah Emirat dan Etihad.   Keduanya menggunakan pesawat-pesawat baru dari Boeing dan Airbus dan telah melayani banyak rute dibelahan bumi Asia dan Eropa.   Mereka juga telah merekrut awak kabinnya yang berasal dari beberapa negara yang diterbanginya.   Awak kabin muilti nasional sudah terbukti dapat mendongkrak pendapatan Maskapai Penerbangan Singapura yang terkenal itu.

Saya berangkat dari Cengkareng dengan Etihad nomor penerbangan Etihad nomor penerbangan EY 471 menuju Abu Dhabi untuk transit lebih kurang 2 jam dan kemudian melanjutkan perjalanan ke London Hetahrow.   Dari Cengkareng Jakarta take off pukul 1855 Wib dan mendarat di Abu Dhabi jam 0225 wib atau pukul 1125 waktu Abu Dhabi.   Landing di Abu Dhabi, ternyata harus pindah pesawat, walaupun Bagasi sudah di “check through” langsung London.   Temperatur di Abu Dhabi cukup panas yaitu 35 derajat C walaupun ditengah malam hari.  Udara panas menyengat terasa saat keluar pesawat untuk menuju Bus yang akan mengantar ke Terminal lainnya untuk melanjutkan tujuan terbang.   Pesawat Etihad E 471 Jakarta – Abu Dhabi adalah pesawat Airbus A-330-200 dipimpin oleh Capt.Pilot Muhammad.

Setelah menunggu lebih kurang 2 setengah jam, para penumpang tujuan London segera boarding melalui Gate 28, seperti telah diumumkan oleh Captain Pilot sesaat sebelum landing.   Abu Dhabi ternyata terletak lebih kurang ditengah-tengah jarak antara Jakarta London.   Jakarta – London ditempuh lebih kurang 7 jam, demikian pula jarak penerbangan dari Abu Dhabi ke London.   Penerbangan Abu Dhabi London Etihad menggunakan pesawat Airbus juga, namun kali ini A-340-600 dengan Captain Pilot Kadir.

Landing di Heathrow London seharusnya, sesuai jadwal pukul 0720 pagi hari namun ternyata pesawat sudah landing pada pukul 0645 di pagi hari.  Cuaca London, nyaris panas terik dengan langit sedikit berawan namun ternyata temperatur masih cukup dingin atau nyaman yaitu 15 derajat C.   Agak istimewa juga pesawat Airbus ini dilengkapi dengan fasilitas kamera kearah luar yang dapat dinikmati penumpeng melalui layar TV didepan tempat duduk, sehingga dapat atau terlihat Pesawat mendarat di London Heathrow pada landasan 27 L.

Gound Formalities di Heathrow International Airport, tidak banyak masalah, bagi para penumpang kelas satu dan bisnis, diberi fasilitas “fast track” untuk antrian diloket imigrasi.   Keluar airport terminal, langsung menuju hotel Cavendish di Picadilly, sarapan pagi, jalan-jalan ke Selfridges, menikmati Sandwich lidah sapi yang terkenal itu, kemudian istirahat di Hotel.   Malam harinya menikmati Opera terkenal :P hantom of the Opera”, kembali ke Hotel, istirahat, persiapan menuju Farnbourogh untuk memenuhi undangan menghadiri International Air show 2010.

London 19 Juli 2010

Chappy Hakim

Bravo TMC Polda Metro!

Entah siapa penggagas TMC (Traffic Management Centre) Polda Metro, namun saya harus menaruh hormat yang tinggi kepada TMC dan seluruh jajarannya, bukan main, mereka adalah kelompok orang-orang yang patut memperoleh penghargaan dari kita semua.

Saya memang tidak mengetahui secara “njelimet” anatomi dari TMC ini, akan tetapi setiap hari, terutama di hari senin pagi dan jumat sore menjelang malam, anda dapat merasakan peran dari TMC ini.    Lebih-lebih ditengah kemacetan yang menguras “energi” dan tentu saja “emosi”, maka pada saat itulah saya melihat peran para personil TMC yang bekerja-keras dengan segala keterbatasannya berupaya mengurai alur dari kendaraan bermotor di ruas-ruas yang padat.

Kerja ini memang terlihat sepele kelihatannya, akan tetapi kita semua akan terjebak dalam kemacetan yang luar-biasa , bila jajaran TMC tidak berkerja satuhari bahkan satu jam saja !

Yang patut saya kagumi adalah usaha dari TMC untuk dapat masuk kedalam masalah inti yang dihadapinya dengan banyak cara, termasuk bagaimana untuk bisa masuk kedalam komunitas masyarakat dari berbagai lapisan.   TMC menyadari benar bahwa tanpa dapat masuk kedalam masyarakat luas pengguna jalan terutama lapis bawah, maka mereka tidak akan dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.   Mulai dari penggunaan radio komunikasi para petugas di jalanan yang tidak bisa menghindar dari terik panas dan basahnya hujan, sampai dengan mencoba berdialog dengan para pengguna jalan.   Komunikasi dengan pengguna jalan dilakukan tidak hanya sekedar mengakomodasi para pengendara mobil dan motor secara “face to face” di banyak lokasi yang membutuhkan bantuan Polisi, akan tetapi juga dengan semangat “gaul” mereka melakukannya melalui , radio siaran fm, situs jejaring sosial yang sedang “in” seperti  melalui “facebook”, “twitter”, dan lain-lain.
Read more…

Buku, Pesta, dan Cinta!

Malam tadi, masih tanggal 24 Februari 2010, saya menemani isteri yang alumni UI untuk memenuhi undangan menyaksikan “Konser Cinta Untuk Negeri” yang pertama di tahun 2010.   Ini adalah sebuah pagelaran dari tim Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia/PSAUI yang mempersembahkan lagu-lagu daerah dari seluruh pelosok Nusantara.

Pada Kartu undangan tertera : Rektor Universitas Indonesia Prof,Dr, der Soz, Gumilar Rusliwa Somantri, mengharapkan dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i pada acara : “Konser Cinta Negeri” oleh Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia.

Konser Cinta Negeri dilaksanakan di Auditorium PT,PLN Persero Gedung Utama Lantai 3 Jl. Trunojoyo Blok M I/135, Jakarta Selatan.   Sangat disayangkan Sang Rektor sendiri, yang mengundang seperti tertera dalam kartu undangan, berhalangan hadir karena masih bertugas di Luar Negeri.

Kebetulan, saya dan isteri mendapat tempat duduk di Meja 5, bersama sepasang tamu dari Swiss disisi kiri saya, sementara disisi kanan hadir Bapak Aristides Katoppo yang berdampingan dengan Halida Hatta, alumni UI yang juga seorang pianis handal.

Acaranya sendiri berjalan lancar, yang dimulai sejak pukul 1900 wib dengan Ramah Tamah diruang samping dari Auditorium lengkap berikut sajian makanan ringan.   Lebih kurang pukul 1930,  acara dimulai dengan prosesi masuknya kelompok PSAUI kedalam gedung pertunjukan yang diiringi nyanyi bersama lagu Gaudeamus Igitur.
Read more…