Life

Cancer, bagaimana menyikapinya ?

Saya mempunyai beberapa teman yang terserang penyakit cancer. Ada yang dapat bertahan sampai beberapa bulan, ada pula yang bertahan sampai dengan satu tahun lebih dan ada juga yang dapat survive. Dari cerita-cerita keluarganya, diketahui ternyata banyak hal yang dapat mempengaruhi seseorang yang terserang cancer dan juga terhadap jalannya pengobatan dan kesembuhan atau juga maut yang menjemput.

Pengaruh yang paling dominan ternyata adalah bagaimana si pasien itu bersikap terhadap penyakit yang tengah dideritanya. Beberapa dokter teman saya membenarkan bahwa faktor “sugesti” dari si pasien sangat menentukan kesembuhan seseorang. Kemauan yang besar untuk sembuh dan atau juga kemauan yang besar untuk selalu sehat, ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap proses kesembuhan seseorang dalam menjalani pengobatan. Saya kemudian teringat pada waktu masih kecil, bila saya sakit dan berada dalam proses pengobatan, almarhum ayah saya selalu mengantarkan saya untuk tidur seraya berkata bahwa saya harus mengucapkan didalam hati kepada diri sendiri (pada tiap sebelum tidur) : “saya harus sembuh, saya tidak boleh sakit “ ! Hal ini selalu berulang dan nyaris menjadi semacam ritual sepanjang masa kanak-kanak saya , bila sedang sakit.
Kembali kepada masalah cancer, kita semua rasanya mengetahui dengan baik, bahwa sampai dengan saat ini, therapy satu-satunya yang dapat dijalankan oleh seorang penderita cancer adalah “chemotherapy”. Dan kita semua juga sudah faham bahwa chemotherapy selain ampuh untuk membunuh cancer, akan tetapi juga akan membunuh organ-organ lainnya. Itu sebabnya pula sering kita dengar bahwa pasien yang menjalani chemotherapy, akan mengalami “side effect” antara lain berupa akan rontok seluruh rambutnya.

Ada satu tulisan bagus dari “John Hopkins” yang cukup menarik tentang cancer ini. Antara lain dikatakan bahwa sebenarnya setiap orang memiliki sel cancer di dalam tubuhnya. Sel ini tidak akan muncul, dalam tes-tes standar yang dilakukan. Sel ini baru akan lebih mudah diketahui dengan tes yang standar, apabila sel tersebut sudah berjumlah ribuan. Apabila sistem imun seseorang kuat, maka sel cancer ini selalu dapat dihancurkan olehnya. Disebutkan pula bahwa perkiraan yang paling dekat terhadap penyebab seseorang itu terserang cancer adalah antara lain, dapat karena keturunan atau genetic, lingkungan hidup, makanan dan juga gaya hidup. Metoda diet tertentu dan mengkonsumsi beberapa supplements terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap cancer.

Olah raga yang teratur, akan dapat menjaga metabolisme tubuh. Dengan memiliki metabolisme yang bagus, maka badan akan selalu berada dalam satu keseimbangan yang akan secara otomatis memperoleh kemampuan dalam memproduksi zat kekebalan tubuh. Lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan segar akan juga sangat membantu dalam menambah kekuatan tubuh dalam menghasilkan anti body.

Disebutkan pula bahwa dari hasil penelitian terakhir, ternyata cancer itu adalah penyakit dari “mind, body and spirit”. Semangat yang proaktif akan sangat membantu kekuatan daya tahan tubuh sendiri dalam upayanya melawan sel cancer. Disamping itu sifat-sifat buruk seperti tidak mau memaafkan, rasa benci dan juga iri hati akan menambah stress terhadap body, dan kemudian akan secara tidak langsung mempengaruhi kondisi dan kekuatan dari daya tahan tubuh seseorang. Berpikir positif adalah sikap yang paling baik untuk membantu tubuh kita memperoduksi zat anti body.

Rasa cinta dan juga semangat untuk selalu memafkan orang lain adalah sangat membantu dalam proses tubuh membangun sistem kekebalan badan seseorang. Kayaknya sangat sepele, akan tetapi berusaha untuk selalu relaks dan berusaha juga untuk dapat selalu bersukur dan menikmati hidup ternyata sangat berpengaruh terhadap kemampuan badan kita membentuk sistem kekebalan tubuh. Terapi oksigen ternyata juga merupakan cara yang sangat bagus untuk membantu memberikan rangsangan kepada tubuh dalam membuat anti body. Namun yang terpenting adalah itu tadi : “Learn to relax and enjoy life” !

Itu sebabnya, saya sampai pada kesimpulan, bahwa kegiatan kopi darat yang berlangsung kemarin itu, adalah pula satu sarana bagi siapa saja untuk meningkatkan daya kekuatan tubuhnya untuk dapat selalu “sehat” ! Ada yang mengatakan bahwa “health is not everything, but without health everything is nothing “

Jadi, sekali lagi kita harus senantiasa mengingatkan teman-teman, sahabat, saudara dan handai taulan untuk selalu ” Learn to relax and enjoy life “, simply because “life is too short”.

Tags

Related Articles

2 thoughts on “Cancer, bagaimana menyikapinya ?”

  1. Tks pak Chappy untuk artikel yang bagus ini dan salam kenal.
    Isteri saya sendiri sedang dalam perawatan sejak tahun 2005, Allhamdulillah saat ini kondisinya terus membaik. Insya Allah bisa jadi Survivor, walaupun saat ini pengobatan cancer masih memerlukan biaya yang mahal.
    Tapi ada beberapa Yayasan yang dapat membantu meringankan beban, misalnya untuk obat chemotherapy dapat diperoleh dengan harga subsidi di YKI, Yayasan Kanker Indonesia sangat membantu dari segi biaya obat-obatan.
    Terima kasih dan semoga Bapak selalu dalam kondisi yang sehat wal afiat serta dapat terus berkarya untuk bangsa.. Amin

  2. Salam Kenal juga Mas John Sanger, Terima kasih kalau artikel ini bisa bermanfaat untuk anda dan semoga Allah SWT mengabulkan doa bapak sekeluarga untuk kesembuhan istri. Amin .. Salam CH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.