ArticleMusic

Band Timutiwa di California

Kelompok musik anak-anak Indonesia yang tidak muda dan tidak tuwa

California, adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat yang terletak di sepanjang pantai barat samudera pasifik memanjang dari garis perbatasan Amerika dengan Mexico (yang akan segera dibangun tembok perbatasan oleh Presiden Donald Trumph) membujur sejauh hampir 2000 kilometer.  

California dengan ibukota Sacramento sangat terkenal karena disitulah letak pusat industri hiburan dan filem yang tersohor sejagad bernama Hollywood.   Disamping itu masih ada lagi yang menjadi icon California yang terangkat dalam banyak film yang melegenda seperti jembatan “Golden Gate “ di daerah perbukitan kota San Fransisco, penjara di pulau Alcatraz, Yosemite National Park, Disneyland dan lain-lain.  

Penduduknya sudah mencapai hampir 40 juta orang.   California disebut-sebut sebagai negara bagian Amerika Serikat yang paling terkenal dan dari segi luas kawasannya berada dalam posisi ke 3 terbesar.  Dari sekian banyak kota , Los Angeles adalah merupakan kota terbesar di California, sehingga banyak kalangan yang bahkan tidak tahu bahwa ibukota California adalah Sacramento , bukan Los Angeles atau LA.

Gambar : nggak punya nyali gabung dengan Budi dan Wiwit.     

Sebagai kota terbesar di negara bagian yang paling dikenal di dunia,maka tentu saja LA memiliki daya tarik bagi siapa saja yang terutama sekali berjiwa avonturir atau berjiwa petualang.   LA bagaikan magnet yang kuat bagi banyak anak muda dari seluruh dunia termasuk anak-anak muda Indonesia.  

Banyak diantara mereka yang belajar dan kemudian kembali ke Indonesia, akan tetapi tidak sedikit pula yang kemudian menetap dan menjadi warga negara Amerika Serikat.   Diantara anak-anak muda Indonesia yang beredar di California dan menetap bertahan hingga puluhan tahun, tetap saja mereka adalah orang Indonesia yang sangat gemar untuk berkumpul bersama-sama ngobrol ngalur ngidul bersilaturahmi saling membantu antar sesama dan bahkan juga bermain musik.  

Gambar : World Stage, LA

Salah satu saja dari mereka yang kemudian sempat bertemu adalah kelompok Band yang mereka sendiri namakan dengan  kelompok musik, band “Timutiwa”.   Waktu saya tanyakan apa artinya, jawabannya adalah “Tidak Muda Tidak Tuwa”, sebuah nama jenaka khas anak-anak Indonesia.   Menarik, karena mereka senang dan juga mengenal serta dapat dengan handal membawakan banyak lagu yang “oldies” populer tahun 1960-an, walau usia mereka rata-rata kelahiran yang jauh diatas tahun 1960.

Gambar : Numpang action. 

Gatot, Hanky, Budi dan Wiwit serta Pakde adalah beberapa anggotanya.   Jauh lebih menarik lagi adalah selain mereka semua sudah berdomisili di Amerika puluhan tahun, akan tetapi kecintaannya pada Indonesia terlihat dari banyak lagu-lagu Indonesia yang tetap mereka kuasai dengan baik.  

Demikian pula dengan Wiwit yang ternyata isterinya walau orang Indonesia akan tetapi sudah menjadi anggota USAF (United States Air Force) dengan pangkat di golongan Perwira Menengah.   Sungguh sebuah pencapaian yang tidak mudah bagi orang Indonesia yang bergabung masuk  sebagai anggota tentara Amerika Serikat.  

Beberapa anggota Band Timutiwa ada yang menguasai alat musik melalui sekolah musik dan ada juga yang otodidak.   Kombinasi tersebut justru memberikan warna yang beragam dan indah penampilannya.  Selain aktif di Band Timutiwa, Budi dan Wiwit adalah anggota tetap pemusik Jazz yang tampil setiap Kamis di World Stage LA.

Gambar : Band Timutiwa, di Azusa.  Asuhan Satria Wicaksono, arek Suroboyo

Budi memainkan Tenor Saxophone dan Wiwit bermain gitar bergabung dengan para musisi Jazz beken Afro Amerika di pagelaran setiap hari Kamis malam tersebut.  

Saya sangat mengagumi penampilan Budi dan Wiwit di pentas World Stage, terlihat mereka berdua sangat dihormati oleh musisi lainnya yang bergabung di sana, antara lain dari Jepang dan sebagian besar Afro Amerika yang memang nafas permainan musiknya adalah ber aliran Jazz.  

Sebagai penggemar musik, termasuk musik Jazz, terus terang saya berada jauh dibawah kelasnya Budi dan Wiwit.  Saya minta maaf kepada Wiwit dan Budi, pada Kamis malam lalu , karena saya belum punya nyali untuk bisa join dengan Group mereka, mungkin lain kali ya?.   Sementara ini kelas saya masih dikelasnya Band Timutiwa bersama Hanky dan Gatot serta Pakde yang gemar membawakan lagu-lagunya Koes Plus dan The Bee Gees. Untuk Jazz…..ampun deh.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.