Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • Biography
    • Photo
    • Books CH
    • Video
    • Around The World
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Chappy HakimChappy Hakim
    Subscribe
    Chappy HakimChappy Hakim
    Home»Article»Menyongsong Pangandaran Air Show 2026
    Article

    Menyongsong Pangandaran Air Show 2026

    Chappy HakimBy Chappy Hakim09/09/2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Dari Laut ke Langit, Menyemai Mimpi Dirgantara Generasi Muda

    Langit Pangandaran kembali bersiap menyambut gegap gempita. Lebih dari 60 pesawat dan paramotor dari berbagai komunitas penerbangan di Indonesia akan memeriahkan Pangandaran Air Show 2026, yang berlangsung pada 4–6 September 2026 di Susi International Beach Strip, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat .

    Perhelatan yang digagas oleh Susi Air ini bukan sekadar pertunjukan udara biasa. Acara ini merupakan panggung terbuka di mana laut bertemu dengan langit, menjadi simbol penting dalam upaya membangun kesadaran kedirgantaraan dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global . Di tengah hiruk-pikuk atraksi aerobatik dan deru mesin pesawat, terdapat pesan mendasar: masa depan umat manusia adalah di air dan angkasa.

    Lebih dari Sekadar Tontonan

    Pangandaran Air Show 2026 dirancang sebagai perayaan multidimensi. Selain atraksi udara yang akan menjadi agenda utama pada Sabtu, 5 September 2026, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan budaya, Festival UMKM, penanaman vegetasi pesisir, hingga sesi Public Walkaround dan Joy Flight yang memungkinkan masyarakat merasakan pengalaman terbang .

    Direktur Susi Air, Nadine Kaiser, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan dunia penerbangan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pariwisata dan ekonomi lokal Pangandaran .  Ada dimensi yang lebih dalam tentang  bagaimana sebuah air show dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mencintai dunia kedirgantaraan.

    Membangkitkan “Insan Dirgantara”

    Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Lagu “Nenek Moyangku Orang Pelaut” telah lama menjadi bagian dari kesadaran kita. Kini, zaman menuntut lompatan berikutnya. Seperti yang sering disuarakan dalam jargon populer  “Nenek Moyangku Orang Pelaut, Anak Cucuku Insan Dirgantara”  Jargon ini bukan sekadar slogan. Ini adalah visi bahwa generasi penerus bangsa harus mampu menguasai ruang udara dan antariksa agar Indonesia dapat berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negara-negara lain di dunia . Perlombaan untuk menguasai dirgantara sudah dimulai, dan anak-anak muda Indonesia harus menjadi bagian di dalamnya .  Pangandaran Air Show menjadi momen strategis untuk menanamkan benih kecintaan itu. Seorang anak yang melihat pesawat aerobatik bermanuver di langit mungkin akan bertanya: “Bagaimana pesawat bisa terbang? Bagaimana Indonesia membuat pesawat sendiri?” Dari rasa kagum dan keingintahuan itulah lahir generasi insinyur, pilot, dan ilmuwan masa depan .

    Bukti Nyata di Kancah Global

    Keyakinan akan potensi generasi muda Indonesia bukanlah isapan jempol. Prestasi telah terukir. Tim Bamantara EEPISAT dari Surabaya State Electronics Polytechnic (PENS) baru saja meraih posisi ketiga dalam kompetisi CanSat 2026 yang bergengsi, yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) bekerja sama dengan NASA . Mereka berhasil mendesain dan mengoperasikan satelit miniatur seukuran kaleng soda yang meluncur hingga ketinggian 714 meter dan mengirimkan data secara real-time . Prestasi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan tim-tim dari India, Turki, Meksiko, dan Polandia .

    Memperkuat Ekosistem Dirgantara Nasional

    Di sisi hulu, pemerintah dan industri terus bergerak. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terus memperkuat posisinya di pasar global, dengan penetrasi pasar yang lebih luas dan kerja sama strategis seperti Joint Declaration of Intent dengan Airbus untuk menjadi bagian dari rantai pasok global . Pengembangan pesawat N219 dan varian amfibinya (N219A) oleh BRIN bersama PTDI juga menjadi bukti komitmen membangun teknologi kedirgantaraan nasional, termasuk untuk kebutuhan evakuasi medis di daerah terpencil .

    Panggilan untuk Generasi Muda

    Pangandaran Air Show 2026 adalah panggilan. Ini adalah ajang untuk menonton, tetapi juga untuk mulai bermimpi. Acara ini menjadi bukti bahwa budaya kedirgantaraan dapat tumbuh subur di Indonesia, di pesisir Pantai Pangandaran yang indah .  Mari kita sambut gelaran ini sebagai momentum untuk mengingat jati diri sebagai bangsa maritim sekaligus menyongsong masa depan sebagai bangsa yang menguasai angkasa. Sebab, jika nenek moyang kita adalah pelaut yang gagah berani, maka sudah menjadi tugas kita untuk memastikan anak cucu kita menjadi insan dirgantara yang tak kalah hebat.

    Jakarta 4 September 2026

    Chappy Hakim – Pusat Studi Air Power Indonesia

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleLooking Ahead to the Pangandaran Airshow 2026
    Chappy Hakim

    Related Posts

    Article

    Looking Ahead to the Pangandaran Airshow 2026

    09/09/2026
    Article

    Abu Vulkanik, dari Galunggung ke Soekarno-Hatta

    09/09/2026
    Article

    Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan

    09/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 Dunia Penerbangan Chappy Hakim. All Rights Reserved. Dev sg.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.