All posts tagged TNI

Jatuhnya Hawk dan Tindakan Pemukulan

Hawk Jatuh di Riau – (pontianak.tribunnews.com)

Berita hangat minggu ini adalah berita tentang jatuhnya pesawat terbang tempur Hawk di Pekanbaru.  Beruntung, sang Pilot dapat menyelamatkan diri dengan menggunakan kursilontar (ejection seat).  Kali ini yang menjadi sangat berbeda adalah bukan tentang jatuhnya pesawat yang mencuat jadi berita utama, melainkan justru pemukulan yang menjadi top issue.

Menyimak berita yang beredar, sangat dapat dimengerti kemarahan banyak pihak yang muncul sebagai reaksi dari peristiwa tersebut.   Kemarahan ini menjadi sangat besar skalanya karena melibatkan seorang personel Angkatan Udara berseragam dinas yang terlihat “menganiaya” seorang berpakaian sipil yang berprofesi sebagai wartawan.   Solidaritas korps tentu saja menambah runyam masalah bagi Angkatan Udara dengan derasnya peredaran berita tersebut.   Terlepas dari itu semua, peristiwa ini patut disesalkan sampai terjadi.   Sangat dapat dipahami bila kemudian banyak tuntutan yang dialamatkan kepada pimpinan TNI Angkatan Udara berkait peristiwa yang memalukan tersebut.

Menarik sekali untuk membahas tentang hal ini.  Tindakan pemukulan apa pun alasannya dalam konteks kejadian tersebut sekali lagi patut sangat disesalkan. Namun, apa pun yang menjadi penyebab harus dipahami bahwa peristiwa pemukulan, sekali lagi apa pun alasannya, pasti terjadi sebagai akibat dari satu proses interaksi dari dua pihak yang bertemu.  Siapa yang bersalah dan siapa yang memulai kelak akan dapat diketahui dengan jernih.  Khusus tentang peristiwa jatuhnya pesawat tempur Hawk yang terjadi tidak berapa lama setelah take off.   Tidak banyak diketahui bahwa ketika sebuah pesawat tempur jatuh sesaat setelah take off,bahaya yang sangat besar akan sangat mengancam daerah sekitar jatuhnya pesawat tersebut.

Read more…

Apa itu Demokrasi ?

Menurut Juwono Sudarsono, Indonesia telah lama disebut sebagai “negara demokrasi terbesar ketiga”,setelah India dan Amerika Serikat. Sedikitnya hasil Bali Democracy Forum yang diselenggarakan 9-10 Desember 2010 lalu membuktikan itu.

Di samping itu, kita juga sudah terlalu sering mendengarkan betapa Indonesia dibanggabanggakan sebagai negara yang sangat maju dalam kiprahnya berdemokrasi di permukaan bumi ini, setelah bergulirnya era reformasi. Terlepas dari “prestasi” yang sangat membanggakan itu, realita yang kini dihadapi adalah justru berwujud gambar yang sangat memprihatinkan.

Dalam salah satu tulisan Sayidiman Suryohadiprojo, bahkan dikatakan “Adalah kenyataan bahwa Tanah Air dan bangsa Indonesia sedang diliputi persoalan berat yang membuatnya makin berantakan.Korupsi makin merajalela di semua lapisan masyarakat. Kriminalitas kian merusak dan membahayakan kehidupan. Radikalisme membuat kehidupan bangsa makin jauh dari asas gotong royong. Dan,rakyat belum kunjung sejahtera; yang kaya justru makin kaya.

Lebih lanjut dikatakan pula:  “Dalam hal ini, harus ada kesediaan Presiden Yudhoyono turut mewujudkan pergantian pemimpin yang lebih mampu mengatasi berbagai persoalan negara dan bangsa. Sikap demikian mungkin bukan sikap seorang politikus yang biasanya lebih memperhatikan kepentingan pribadinya. Akan tetapi, Presiden Yudhoyono adalah seorang perwira tinggi TNI yang teguh menjalankan Saptamarga, bukan politikus.”

Read more…

Bulan April dan Angkatan Udara

Angkatan Udara tertua di dunia adalah Angkatan Udara Kerajaan Inggris, RAF, Royal Air Force yang  telah  dibentuk  sebagai Angkatan yang mandiri sejak tanggal 1 April 1918.   Tiga tahun setelah itu dibulan Maret 1921 Australia mendirikan Angkatan Udaranya dengan nama RAAF, Royal Australian Air Force.   Sementara Amerika Serikat, pada awalnya, korps dan kekuatan udara nya adalah merupakan bagian dari Angkatan Darat.   Baru pada 18 September 1947 korps udara yang merupakan bagian dari Angkatan Darat Amerika berpisah dan berdiri sendiri sebagai Angkatan dengan nama US Air Force.

Di Indonesia, setiap tanggal 9 April diperingati sebagai Hari Angkatan Udara.   Hal ini berawal dari Penetapan Pemerintah Republik Indonesia nomor : 6/SD tahun 1946 tertanggal 9 April 1946.   Penetapan pemerintah tersebut mengatur tentang peningkatan TKR Jawatan Penerbangan menjadi TRI, Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara.   Demikianlah maka setiap tanggal 9 April keluarga besar Angkatan Udara memperingatinya sebagai momen historis dari berubahnya TKR Jawatan Penerbangan menjadi TRI Angkatan Udara.   Dalam sejarah perjalanannya,  tanggal 9 April pernah diperingati sebagai Hari Pengesahan Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara, pernah pula diperingati sebagai Hari Jadi AURI, kemudian dirayakan sebagai Hari Ulang Tahun AURI, bahkan pernah dirayakan sebagai Hari Penerbangan Nasional, sebelum kemudian diberlakukan sebagai Hari Angkatan Udara Republik Indonesia.   Keseluruhan rangkaian perubahan sebutan peringatan 9 April tersebut merupakan refleksi dari perhatian yang besar dari banyak pihak dalam mewujudkan rasa bangga terhadap Angkatan Udara.

Kekuatan Udara memang telah dinilai sebagai salah satu pilar untuk mempertahankan sekaligus mengangkat derajat dan martabat bangsa yang berdaulat.   Terasa begitu besar keinginan banyak pihak untuk dapat memiliki “national airpower” yang kuat. Read more…

Nostalgia

Hari ini adalah hari Kamis tanggal 12 Nopember 2009.   Tadi pagi berlangsung upacara serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Udara yang berlangsung di Taxi-way Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Memasuki Pangkalan Udara Halim, tentu saja segera muncul kembali kenangan semasa masih berdinas di Pangkalan ini.   Tahun 1973 sampai dengan 1992, saya berdinas di Halim.   Banyak suka duka pengalaman dimasa itu berkait dengan saat-saat melaksanakan tugas atau dalam menjalani kegiatan diluar dinas yang sangat bervariasi dan penuh “dinamika”.

Memasuki tempat upacara saya bertemu dengan banyak Eks anak buah yang kini telah menyandang pangkat  yang jauh lebih tinggi dan juga sudah duduk di jabatan strategis di Angkatan Udara.   Ada rasa haru dan tentu saja bangga, terutama saat bertemu dengan para yunior mantan murid dan anak buah dimasa lalu.   Terlihat pula air muka yang berbinar di wajah mereka para yunior yang datang menyongsong kedatangan saya dan isteri, seakan berkata dari wajahnya  : Lihat saya Marsekal! saya sudah jadi Perwira Tinggi atau sudah menduduki jabatan penting !…,…… Sungguh menyenangkan sekali melihatnya.
Read more…

Polisi Sendirian

Reformasi 1998, telah merubah banyak hal.   Reformasi juga telah membubarkan ABRI dengan Dwifungsi nya sebagai organisasi yang turut berpolitik selama lebih dari 30 tahun.   ABRI bubar, lalu terjadilah TNI dan POLRI.

TNI, kemudian menjadi jelas , karena TNI langsung menjelma menjadi satu organisasi yang tidak lagi berpolitik.   TNI menjadi Tentara yang profesional dan berada dibawah “asuhan ” Departemen Pertahanan”.

Sementara itu POLRI, yang juga keluar dari kerangkeng ABRI dan melenggang bebas serta juga tidak berpolitik lagi seperti halnya pada waktu berada dibawah ABRI.
Read more…