Penegakkan hukum di negeri ini sepertinya belum dapat dijalankan dengan baik. Orang Malaysia , bila membicarakan tentang Indonesia akan mengatakan bahwa di Indonesia “tak ade otoriti, maksudnya authority”. Maksudnya adalah bahwa dalam banyak aspek, sulit sekali untuk menemukan alamat yang tepat untuk mengurus, misalnya saja tentang perijinan. Kadang cukup ijin dari pemerintah daerah, tetapi kerap pula harus memperoleh ijin dari polisi, dan tidak jarang pula ternyata harus berurusan dengan para “jawara” atau preman penguasa kawasan setempat.
Hal inilah juga yang sering kita lihat, pada kesempatan dibongkarnya bangunan-bangunan liar di ibukota. Pada waktu tertentu, dibongkar paksa sampai habis babak belur, dan dilain kesempatan seolah mereka memperoleh kembali ijin atau paling tidak mereka tidak mengalami hambatan untuk membangun kembali rumah yang tanpa IMB itu.
Begitulah yang sering terjadi. Rumah liar ternyata juga dapat memperoleh fasilitas listrik misalnya. Padahal kita tahu semua bahwa untuk memperoleh jaringan listrik resmi dari PLN, surat ijin bangunan merupakan salah satu syarat yang harus di penuhi.
Read more…


Selain gaya bertutur yang lugas dan human, juga karena tidak banyak orang militer yang aktif menulis sehingga apa-apa yang ditulisnya menjadi menarik. Saya jengah, seorang militer profesional, bahkan sampai jabatan tertinggi sebagai KSAU dengan pangkat marsekal, masih bisa menjadi kolumnis sekaligus penulis buku, tentu bukan sosok yang tidak baen-baen
Recent Comments