All posts tagged KPK

Antasari, Tidak Sesuai Penggunaan!

Penegakkan hukum di negeri ini sepertinya belum dapat dijalankan dengan baik.   Orang Malaysia , bila membicarakan tentang Indonesia akan mengatakan bahwa di Indonesia “tak ade otoriti, maksudnya authority”.   Maksudnya adalah bahwa dalam banyak aspek, sulit sekali untuk menemukan alamat yang tepat untuk mengurus, misalnya saja tentang perijinan.   Kadang cukup ijin dari pemerintah daerah, tetapi kerap pula harus memperoleh ijin dari polisi, dan tidak jarang pula ternyata harus berurusan dengan para “jawara” atau preman penguasa kawasan setempat.

Hal inilah juga yang sering kita lihat, pada kesempatan dibongkarnya bangunan-bangunan liar di ibukota.   Pada waktu tertentu, dibongkar paksa sampai habis babak belur, dan dilain kesempatan seolah mereka memperoleh kembali ijin atau paling tidak mereka  tidak mengalami hambatan  untuk membangun  kembali rumah yang tanpa IMB itu.

Begitulah yang sering terjadi.   Rumah liar ternyata juga dapat memperoleh fasilitas listrik misalnya.   Padahal kita tahu semua bahwa untuk memperoleh jaringan listrik resmi dari PLN, surat ijin bangunan merupakan salah satu syarat yang harus di penuhi.
Read more…

Mencoba Memahami SBY

Gonjang ganjing Bibit dan Chandra serta kasus Bank Century telah melibatkan begitu banyak perhatian dari banyak orang dinegeri ini.   Gerah rasanya berada di Indonesia saat ini.   Semua orang , kayaknya kini tengah berbicara.   Berbicara dengan keras.   Membingungkan untuk mendengarnya.

Begitu hiruk pikuknya situasi saat ini, sehingga mungkin sekali ada banyak kerja penting yang seharusnya menjadi perhatian kita bersama kemudian menjadi luput.   Katakanlah saja, tentang berita tenggelamnya kapal di Riau yang pemberitaannya justru turut tenggelam pula oleh pemberitaan mengenai KPK versus Polisi dan juga tentang Bank Century.

Dua bulan terakhir ini, kita semua serasa terlibat pada gemuruhnya pertengkaran yang muncul dari satu kasus yang sangat memukau  khalayak ramai.   Lebih gegap gempita lagi , yaitu setelah diperdengarkannya rekaman KPK di Mahkamah Konstitusi tentang seorang yang bernama “Anggodo”, seorang  yang terkesan “un-touchable”.

Semua yang tersaji dimasyarakat luas itu sebenarnya belumlah lengkap, baru berupa puncak gunung es yang mengandung demikian banyak data yang belum terungkap.   Namun, karena puncak gunung es itu sudah membentuk satu bangunan yang sangat tidak disukai orang banyak, maka caci maki dan ketidak sabaran orang telah membuat hiruk pikuk ini mencuat secara luar biasa.
Read more…

Karakter dan Integritas

Belakangan ini ditengah gonjang ganjing nya kasus Bibit dan Chandra, maka ada satu hal menarik yang dapat kita saksikan sebagai suatu pembelajaran membangun karakter dan integritas kita.

Gambar besarnya adalah, yang kita semua tengah saksikan yaitu, sengketa Polisi dan Jaksa versus  KPK, dengan topik kriminalisasi pimpinan KPK, yang membuat semua  gaduh tiada tara.   Mungkin saking ribetnya  sampai pimpinan yang tertinggi pun kemudian merasa perlu untuk membentuk Tim terlebih dahulu sebelum dapat mengambil keputusan.

Nah, dalam dinamikanya kemudian muncullah aneka “talk show” yang menampilkan tokoh-tokoh pembicara yang mewakili kepentingan kedua pihak yang tengah berseteru.   Sangat mudah kelihatan, siapa yang memihak suara hati nurani rakyat banyak, dalam hal ini “kebenaran”  dan mereka yang mewakili kepentingan golongan atau kelompoknya saja.
Read more…

Indonesia Sebenarnya

Hari Sabtu yang lalu saya berkesempatan bertamasya ke Sukabumi, diundang seorang sahabat saya.   Teman lama saya ini memiliki beberapa petak sawah yang dikelolanya sendiri dan beberapa petak lainnya yang digarap oleh penduduk setempat dibawah bimbingannya.

Ia sendiri tinggal ditengah-tengah sawah dalam sebuah rumah mungil yang cantik dan asri serta bersih dengan taman mungil yang indah sekali.   Lingkungan persawahannya kebetulan terletak dilereng gunung dan jauh dari rumah-rumah penduduk, sehingga benar-benar berada ditengah alam yang sangat “hijau”.   Pemandangan sekelilingnya adalah gunung dikejauhan dan lereng persawahan dengan beberapa pohon besar disekitarnya, benar-benar alam dan benar-benar “what a wonderful world”.

Turut hidup dengannya cukup banyak orang setempat yang bekerja membersihkan rumah, menata taman, bersawah dan juga mengatur mengalirnya air yang melintasi tiga buah kolam ikan yang ditata berjenjang menurut ketinggian lereng yang bertingkat.   Pemandangan menjadi semakin mempesona karena ditengah-tengah persawahan terletak rumah mungil yang asri, beberapa pohon besar dan kolam ikan yang bertingkat .   Disisi lain ada rumah panggung kecil agak kedekat sawah yang digunakan untuk bersantap siang ditengah sawah.   Disudut lainnya terlihat bangunan “masjid” mungil tempat penduduk setempat melaksanakan ibadah, serta bergiat dalam kelompok pengajian.
Read more…

Korupsi…….Rakus!

Apa yang terjadi belakangan ini, dimana lembaga hukum negara Republik Indonesia tengah berada dalam posisi yang sangat buruk, sebenarnya bukanlah sesuatu yang “aneh”.   Kejadian seperti yang tengah melanda Polisi, Jaksa dan KPK, bukanlah sesuatu yang luar biasa.   Selama pemerintahan suatu negara bergulir, dengan sistem apapun, maka “korupsi” sangat mustahil untuk dapat hilang begitu saja.

Huru – hara yang tengah melanda kita sekarang ini, juga terjadi di banyak negara dan bahkan juga negara besar sekelas Amerika sekalipun.   Namun masalahnya adalah : Bagaimana Anda mengelolanya.   Negara manapun tetap saja dan pasti akan berhadapan dengan ancaman “korupsi”, selama pemerintahannya terdiri dari manusia biasa, maka ancaman tersebut pasti akan hadir ditengah-tengahnya.
Read more…

Lebih Jauh Lagi tentang Lembaga Hukum !

Huru hara yang tengah terjadi saat ini, sungguh memprihatinkan kita semua. Bagaimana lembaga hukum nasional yang selama ini seharusnya mendapatkan “respect” dari masyarakat, telah menjadi bulan-bulanan sepanjang hari di media elektronik dan juga jajaran media “main stream” alias media “cetak” serta  juga di “cyber space” atau dunia maya.

Bermula dari keinginan Bibit dan Chandra yang mengajukan uji materi Undang-undang nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK). Keduanya menguji ketentuan pasal 32 ayat (1) huruf c. terhadap UUD 1945 khususnya tentang “equality before the Law”, yang kemudian muncullah huru hara dengan judul “buaya versus cicak” yang kemudian melebar keseluruh badan hukum di Indonesia.

Persamaan perlakuan didepan hukum yang berlaku yang dipersoalkan oleh Bibit dan Chandra adalah tentang nasib pejabat KPK yang bila satu saat menjadi terdakwa, maka mereka harus diberhentikan. Sementara di Undang-undang lain yang berlaku bagi pejabat yang bukan KPK, maka mereka baru dapat diberhentikan setelah adanya keputusan pengadilan.

Dalam proses uji materi inilah kemudian muncul prosesi mendengarkan rekaman barang bukti yang secara terbuka bisa didengarkan oleh semua orang. Nah, dari rekaman yang didengarkan secara luas inilah yang kemudian membuat kaget semua orang. Rekaman itu memperdengarkan pembicaraan Anggodo dalam proses penanganan perkara kakaknya Anggoro dalam kasus PT Masaro, dengan beberapa pejabat Negara dibidang hukum .
Read more…

Reformasi Badan Hukum yang Mendesak !

Pagi ini hari Kamis, tanggal 12 Nopember 2009.   Benar-benar tidak terasa berjalannya waktu, sebulan lagi kita akan jelang bersama pergantian tahun 2009 menjadi tahun 2010.

Disaat-saat menghitung hari menjelang pergantian tahun, kita menyaksikan pergumulan yang maha dahysat antara Buaya melawan Cicak.   Mungkin agak tidak masuk akal juga, mengapa perkelahian Buaya melawan Cicak itu bisa berlangsung  dahsyat ?

Dahsyat, karena ternyata yang dilawan oleh buaya kali ini ternyata bukan cicak biasa.   Bukan cicak yang sembarang cicak.   Cicak yang walaupun ujud nya kecil secara fisik, akan tetapi kali ini sang cicak  memiliki tenaga dalam yang maha dahsyat.   Ciacak yang dapat memaksa sang penguasa membentuk apa yang kita kenal kemudian dengan nama Tim 8.

Pagi ini pula, dalam berita mutakhir, telah beredar kabar bahwa : Tim 8, yaitu Tim Independen Verifikasi Fakta dan Kasus Hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, mengusulkan reformasi tiga lembaga penegak hukum, yakni Kejaksaan Agung, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi.   Rekomendasi ini konon akan segera diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia.
Read more…