All posts tagged Anggodo

Bingung, Bingung dan Bingung !

Kemarin sore, saya bertemu dengan teman lama, anak betawi yang kemudian curhat kepada saya.   Banyak sekali ceritanya, dan saya berusaha menyajikannya beberapa saja yang dapat saya tangkap .

Bagaimana untuk tidak bingung adalah itu yang sedang saya ikhtiarkan, katanya sebagai pembukaan.  Mari kita jelajahi satu persatu.   Sebentar lagi diberlakukan atau memang sudah diberlakukan larangan “bekibolang”, yaitu undang-undang lalu lintas yang isinya antara lain tidak boleh lagi “belok kiri boleh langsung”.   Lalu lintas kita amburadulnya udah nggak ketulungan, macet dimana-mana, tiap week end puncak – bogor macet total, setiap  jumat sore sampai jauh malam macet nggak keruan, motor menyambar-nyambar dari segala penjuru, lampu merah nggak ada lagi yang mematuhi, trotoar jadi jalanan, jalan satu arah  atau dua arah udah nggak ada lagi tanda nya, orang nyebrang disemua tempat dan lain-lain dan lain-lain.   Bukannya ini semua dicarikan solusinya, eh  malah keluar peraturan baru :”belok kiri tidak boleh langsung” ?

Bank Century , sebenernya kan yang harus dibela itu adalah para nasabah yang uang nya hilang (apa bener ya) tetapi yang terjadi adalah sandiwara di Senayan yang membantai para saksi, tidak pandang ibu-ibu sampai 12 jam lebih, tanpa tahu maksudnya apa dan apa pula yang hendak dicapai.   Pertunjukkan yang katanya tidak lebih dari pelampiasan dari orang-orang yang kalah pemilu !   Tiba-tiba ada orang-orang yang merasa pahlawan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang “sangat sopan sekali” kepada saksi dengan latar belakang “seolah-olah” tengah berusaha  menyelamatkan “uang negara”, apa iya ya ?   Saya nggak membela Sri Mulyani atau Budiono, cuman nggak ngerti aja, apa ya maunya sidang-sidang hak angket itu ?  Ada yang nggak beres nih di Keuangan negara kita , katanya.   Emangnya pernah “beres”?  Kepengen tau aja, apa yang ingin dicapai dengan itu.   Mari kita sama-sama lihat aja nanti,  akan berakhir seperti apa?  Paling-paling ya biasa-biasa aja.   Nasabah tetap saja uangnya nggak kembali, kemudian biasanya sih … cari lagi deh issue lainnya.

Tiba-tiba ada hotel mewah katanya di penjara ?!   Ini kan sudah puluhan tahun dibuka sama banyak orang dan selama itu semua juga pada diam aja.  Eh, tau-tau sekarang di ungkap keluar, jadilah kepala Lapas  dicopot, pasti dia bingung karena nggak ngerti, dia pasti merasa nggak ada yang salah yang dia kerjakan karena dia hanya meneruskan kerjaan pendahulunya saja kan ?  Udah puluhan tahun Bro!   Mafia peradilan? katanya juga udah puluhan tahun.   Cuman baru aja dibuka sama si Anggodo !

Sofyan Wanandi, bilang perdagangan Asean China udah 10 tahun yang lalu sudah di mulai untuk menghadapi “free trade”, tapi selama itu nggak ada yang dikerjakan, lalu sekarang tiba-tiba “panik” kedatangan barang murah china?   Bingung nggak?

Ada lagi, Menteri dari suatu negara mengadakan kunjungan ke Menteri kita, tetapi sang tuan rumah nggak dateng2.  Kenapa ya ? katanya jalanan “macet”, hua ha ha ha ha ha

Maen Bola kalah melulu…… eh yang dikerjakan adalah menyiapkan untuk menjadi tuan rumah “world cup”  ,   bingung nggak tuh si pemain bola ?

Masih banyak lagi nih, ada Antasari yang disidang kasus pembunuhan tetapi yang dilacak perempuan di lapangan golf, ada Aditjondro ngumpulin klipping koran dijadiin buku bisa bikin heboh sampai istana, ada lagi Jenderal bintang tiga di satroni Densus 88, terus menerima ancaman dibunuh, belakangan tau-tau “berdamai”,  nonton TV isinya kebakaran, tawuran dan orang bertengkar, dan ada lagi lain-lainnya………..  Nah. elo bingung nggak?

Bingung !

Tidak terasa koq, saya jadi ikut bingung neh.   Kalau anda bingung juga, tidak apa, karena itu berarti anda punya perhatian.

Tom Peters mengatakan : “If you’re not confused, you’re not paying attention”.

Jakarta 14 Januari 2010

Mencoba Memahami SBY

Gonjang ganjing Bibit dan Chandra serta kasus Bank Century telah melibatkan begitu banyak perhatian dari banyak orang dinegeri ini.   Gerah rasanya berada di Indonesia saat ini.   Semua orang , kayaknya kini tengah berbicara.   Berbicara dengan keras.   Membingungkan untuk mendengarnya.

Begitu hiruk pikuknya situasi saat ini, sehingga mungkin sekali ada banyak kerja penting yang seharusnya menjadi perhatian kita bersama kemudian menjadi luput.   Katakanlah saja, tentang berita tenggelamnya kapal di Riau yang pemberitaannya justru turut tenggelam pula oleh pemberitaan mengenai KPK versus Polisi dan juga tentang Bank Century.

Dua bulan terakhir ini, kita semua serasa terlibat pada gemuruhnya pertengkaran yang muncul dari satu kasus yang sangat memukau  khalayak ramai.   Lebih gegap gempita lagi , yaitu setelah diperdengarkannya rekaman KPK di Mahkamah Konstitusi tentang seorang yang bernama “Anggodo”, seorang  yang terkesan “un-touchable”.

Semua yang tersaji dimasyarakat luas itu sebenarnya belumlah lengkap, baru berupa puncak gunung es yang mengandung demikian banyak data yang belum terungkap.   Namun, karena puncak gunung es itu sudah membentuk satu bangunan yang sangat tidak disukai orang banyak, maka caci maki dan ketidak sabaran orang telah membuat hiruk pikuk ini mencuat secara luar biasa.
Read more…

Lebih Jauh Lagi tentang Lembaga Hukum !

Huru hara yang tengah terjadi saat ini, sungguh memprihatinkan kita semua. Bagaimana lembaga hukum nasional yang selama ini seharusnya mendapatkan “respect” dari masyarakat, telah menjadi bulan-bulanan sepanjang hari di media elektronik dan juga jajaran media “main stream” alias media “cetak” serta  juga di “cyber space” atau dunia maya.

Bermula dari keinginan Bibit dan Chandra yang mengajukan uji materi Undang-undang nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK). Keduanya menguji ketentuan pasal 32 ayat (1) huruf c. terhadap UUD 1945 khususnya tentang “equality before the Law”, yang kemudian muncullah huru hara dengan judul “buaya versus cicak” yang kemudian melebar keseluruh badan hukum di Indonesia.

Persamaan perlakuan didepan hukum yang berlaku yang dipersoalkan oleh Bibit dan Chandra adalah tentang nasib pejabat KPK yang bila satu saat menjadi terdakwa, maka mereka harus diberhentikan. Sementara di Undang-undang lain yang berlaku bagi pejabat yang bukan KPK, maka mereka baru dapat diberhentikan setelah adanya keputusan pengadilan.

Dalam proses uji materi inilah kemudian muncul prosesi mendengarkan rekaman barang bukti yang secara terbuka bisa didengarkan oleh semua orang. Nah, dari rekaman yang didengarkan secara luas inilah yang kemudian membuat kaget semua orang. Rekaman itu memperdengarkan pembicaraan Anggodo dalam proses penanganan perkara kakaknya Anggoro dalam kasus PT Masaro, dengan beberapa pejabat Negara dibidang hukum .
Read more…

Mafioso Anggodo

Topik minggu ini adalah Anggodo.   Segera setelah diputarnya rekaman di Mahkamah Konstitusi, terperangahlah kita semua terhadap kenyataan yang begitu terang benderang bagaimana “mafia peradilan” yang selama ini sudah menjadi “rahasia umum”, ditampilkan secara resmi dipanggung institusi terhormat negeri ini.   Suatu konfirmasi dari apa yang selama ini telah menjadi pergunjingan masyarakat luas.   Sungguh menyedihkan sekali.

Tidak cukup hanya konfirmasi yang berupa diputarnya rekaman percakapan tentang bagaimana seorang Anggodo yang seolah mempunyai wewenang komando dan kendali terhadap pejabat tinggi pemerintah dibidang hukum.   Konfirmasi lebih jauh, ditunjukkan pula dengan “vulgar” oleh Anggodo sendiri.
Read more…

Freedom to be Free

Hari minggu ini, hari yang santai dan benar-benar hari yang tanpa beban.   Walaupun sebenarnya bagi NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ,saat ini tengah berada  di “turning point”.   Akankah dia segera berubah nama dari NKRI menjadi NKRA ?    Apa itu NKRA?   Jawabannya pastilah : Negara Kesatuan Republik Anggodo?   Tinggal menunggu diproklamasikan saja.   Ini adalah ujud dari bentuk keprihatinan mendalam terhadap realita yang kita saksikan bersama, bagaimana seorang Anggodo yang ternyata dapat dengan mudahnya  mengatur para “pejabat”  di Institusi paling terhormat dinegeri ini.

Bagi NKRI pula, kemarin dan hari ini, banyak harian ibukota mempertanyakan mengapa ditengah-tengah hiruk pikuknya “Anggodo”, justru muncul surat keputusan tentang pergantian para Kepala Staf Angkatan, Darat, Laut dan Udara.   Keputusan yang muncul justru ditengah tuntutan khalayak ramai agar Kapolri dan Jaksa Agung diganti?   Hari ini, di hari yang santai , minggu 8 Nopember 2009  ada pertanyaan besar yang datang menghampiri kita semua.   Dihampir semua media terkesan sekali bahwa pihak berwenang seolah “ngotot” dan setengah memaksa mengatakan bahwa pergantian itu adalah hal yang biasa dan merupakan hal yang sudah lama direncanakan.    Mudah-mudahan memang benar demikian adanya.
Read more…

Polisi, Jaksa, KPK (Kita Semua) Menyedihkan Sekali !

simbol cicak versus buaya ini beredar di mana-mana

simbol cicak versus buaya ini beredar di mana-mana

Empat setengah jam mendengarkan rekaman menghebohkan yang diputar dalam sidang Mahkamah Konstitusi telah benar-benar membangunkan kita semua. Bangun dengan “merinding” dan bulu kuduk yang turut serta merta berdiri “tegak lurus”. Lepas dari apakah rekaman tersebut benar atau tidak, bisa dibuktikan atau tidak atau apapun namanya, namun jelas sekali bahwa apa yang terdengar disitu benar-benar “menyedihkan”. Sangat berat untuk dapat mempercayainya.

Saya tidak bisa membayangkan, apa yang berkecamuk didalam hati para anggota Polisi, Kejaksaan dan termasuk para anggota KPK sendiri dalam mendengarkan drama empat setengah jam kemaren yang konon akan diteruskan siang ini jam 1400 wib.

Rasanya, kehormatan ketiga lembaga paling bergengsi di negeri ini telah hancur tercabik-cabik tidak berharga lagi. Didalam hati, seolah saya berharap bahwa semua itu tidak benar adanya. Akan tetapi, disisi lain, apabila kita mengikuti pemberitaan di media massa, maka justru rekaman tersebut telah menjadi “klarifikasi” dari apa yang belakangan ini diberitakan samar-samar di hampir seantero koran, majalah dan televisi.
Read more…