Reflection

Santapan Rohani di Jumat Pagi

Assalammualaikum Wr Wb.

Beberapa waktu yang lalu , saya melayat salah seorang sahabat saya. Menyedihkan bila melihat perjalanan hidupnya. Dahulu semasa SMA dia tinggal diperumahan elit dibilangan Kebayoran Baru, ayah ibunya dari kalangan terpelajar. Sahabat saya itu, lulus Fakultas Ekonomi salah satu Universitas di Indonesia dan setelah itu ia mengajar dan bekerja sebagai staf di Fakultas. Dalam perjalanan hidupnya, dia kemudian tidak begitu beruntung dan terakhir tinggal di kawasan kumuh, dipinggiran kota Jakarta.  Tidak ketahuan dia mengidap suatu penyakit sebelumnya, namun beberapa hari menjelang kepergiannya dia jatuh sakit dan kemudian pergi selamanya meninggalkan anak isterinya.   Menyaksikan ini semua kemudian saya  berpikir apa sebenarnya yang dapat kita tinggalkan setelah kita dipanggil oleh yang maha kuasa.   Dan apa pula yang dapat dibawa ?

HR.Bukhari Muslim : “Yang menyertai jenazah itu ada tiga, yaitu, keluarga, harta kekayaan dan amal perbuatan. Yang dua akan kembali, sedang yang menyertai Jenazah itu hanyalah Amal Perbuartan.”

Didalam hidup ini tentunya semua orang akan berusaha untuk memperoleh kesuksesan dibidangnya masing-masing.   Namun dalam perjalanan menuju sukses, dapat dipastikan orang akan berhadapan dengan berbagai rintangan dan halangan.   Demikian pula dalam kita melaksanakan suatu kegiatan, katakanlah misalnya dalam menjalankan satu proyek.Terkadang kita tergoda untuk berbuat  atau menjalankan jurus jalan pintas yang mudah ditempuh tanpa harus bersusah payah.Misalnya seperti yang banyak dijumpai akhir-akhir ini, pada penemuan KPK terhadap penyalahgunaan wewenang para anggota DPR.   Budaya suap atau sogok menyogok sepertinya sudah biasa terjadi disegala sektor kehidupan kita.   Prihatin sekali.   Ingatlah :

HR.Ahmad : “Allah melaknat orang yang memberi Suap, juga broker Suap yang menjadi penghubung antara Penyuap dan Penerimanya”

Dalam perjuangan menuju sukses, salah satu kata kuncinya adalah melaksanakan kegiatan secara profesional.   Bekerja dengan jujur, penuh dedikasi dan loyal kepada institusi tempat kita bekerja.   Bangun hubungan baik antar sesama dan jangan lupa untuk memanjatkan doa kepada yang maha kuasa.   Disisi lain restu dari kedua orang tua kita tentunya akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian yang hendak kita tuju.   Restu akan diperoleh hanya bila kita senantiasa berbakti kepada orang tua kita.

HR.Bukhari : “Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa barang siapa yang berbakti kepada kedua orang tuanya, sampaikan berita bagus keoadanya bahwa Allah bakal menambah umurnya”.

Pada perjalanan menuju sukses, haruslah selalu diingat dengan keterbatasan yang kita miliki “know your limitation”!Apapun selalu ada batasnya, dan yang paling baik adalah kita sendiri yang membatasi diri kita sendiri, agar tidak mudah untuk tergoda dengan kemilaunya harta dan kenikmatan kekuasaan.

HR.Bukhari : “Kelak, kalian akan tergila-gila dengan Kekuasaan. Padahal kekuasaan akan membuahkan penyesalan dihari Kiamat. Nikmat di awal, sengsara di akhir “

Nah,  demikianlah saudara-saudara sekalian,  marilah kita selalu menjalankan ibadah serta beramal  dengan tulus ikhlas, agar pada saatnya kita berpulang, kita sudah cukup memiliki bekal, disamping itu  patuhilah semua ketentuan dan norma yang berlaku, jangan biasakan dengan “jalan pintas” , berbaktilah kepada orang tua dan tidak silau dengan nafsu kekuasaan yang selalu menggoda.   Insyallah, semoga kita semua senantiasa dilindungi oleh Allah SWT, serta dimurahkan rejeki, diberikan umur panjang dan kesehatan yang prima, amin !

Assalammualaikum Wr.Wb

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.