ArticleCaseOpinionPeoplePolitics

Reformasi Badan Hukum yang Mendesak !

Pergumulan yang maha dahysat antara Buaya melawan Cicak

Pagi ini hari Kamis, tanggal 12 Nopember 2009.   Benar-benar tidak terasa berjalannya waktu, sebulan lagi kita akan jelang bersama pergantian tahun 2009 menjadi tahun 2010.

Disaat-saat menghitung hari menjelang pergantian tahun, kita menyaksikan pergumulan yang maha dahysat antara Buaya melawan Cicak.   Mungkin agak tidak masuk akal juga, mengapa perkelahian Buaya melawan Cicak itu bisa berlangsung  dahsyat ?

Dahsyat, karena ternyata yang dilawan oleh buaya kali ini ternyata bukan cicak biasa.   Bukan cicak yang sembarang cicak.   Cicak yang walaupun ujud nya kecil secara fisik, akan tetapi kali ini sang cicak  memiliki tenaga dalam yang maha dahsyat.   Ciacak yang dapat memaksa sang penguasa membentuk apa yang kita kenal kemudian dengan nama Tim 8.

Pagi ini pula, dalam berita mutakhir, telah beredar kabar bahwa : Tim 8, yaitu Tim Independen Verifikasi Fakta dan Kasus Hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, mengusulkan reformasi tiga lembaga penegak hukum, yakni Kejaksaan Agung, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi.   Rekomendasi ini konon akan segera diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia.

Bagi masyarakat luas , tentu saja berita yang beredar belakangan ini sungguh mengagetkan dan sangat mencengangkan, yaitu saat pertama kali bergulir berupa pemutaran rekaman pembicaraan seorang Mafioso bernama Anggodo yang sibuk “mengatur” perkara melalui para pejabat hukum negeri ini.

Namun, setelah beberapa hari mengikuti perkembangannya, maka secara pelahan dan pasti topik yang  sangat membara pada awalnya itu menjadi turun temperaturnya, dan hari ini sudah nyaris menjadi dingin.   Pagi, siang , sore dan malam hari “breaking news” menggebu-gebu tiada henti, namun tidak bisa menghindar sang “breaking news” itu pun sudah kehilangan kekuatan dan tidak lagi mampu untuk mem “break” perhatian kita lagi.   Sudah biasa !

Perkembangan dari para aktor, yang beramai-ramai tidak mengaku bersalah dan berani bersumpah, saling menuding kesalahan dipihak lain dan tidak ada satupun yang mengaku dirinya “salah”, serta diikuti oleh yang lainnya yang bertengkar nyaris tiada ujung, termasuk di forum dengar pendapat DPR dan juga diberbagai “talk show” dan di jalan raya, seakan sudah akan sampai di titik penghabisan serta kehabisan bensin, dan kemudian kita jadi menganggap itu semua adalah hal yang “biasa”, dan selesailah sudah !

Perdebatan antara para pembela pihak masing-masing tidak pula kalah serunya, karena memang kali ini yang berhadapan tidak saja orang per orang , akan tetapi sudah sangat melebar antara institusi lembaga pemerintah.   Bukan pula institusi sembarang institusi, akan tetapi justru institusi lembaga hukum resmi negara ini.   Dapat dipastikan, semua orang akan bisa mengerti, walau agak bingung, bahwa setiap institusi telah melakukan pekerjaannya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan sesuai hukum.  

Masalahnya adalah, kalau semua itu “legal” dan sesuai aturan yang berlaku, mengapa bisa sampai terselenggaranya pertunjukan luar biasa yaitu pertandingan Buaya melawan Cicak?

Nah disinilah permasalahannya yang harus segera diselesaikan.   Naga-naga nya, masyarakat juga sudah mulai bosan dan sudah merasa biasa dengan semua pemberitaan ini yang semula dirasa seperti ledakan “bom” di MK.

Mudah-mudahan apa yang akan dilaporkan oleh Tim 8 kepada Presiden yang konon akan diikuti juga dengan sederet rekomendasi, bisa menyelesaikan masalah atau lelucon terbesar akhir tahun ini dengan baik.

Menarik dicermati juga, Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution mengatakan dari empat pihak yang dipanggil,  yang paling menarik adalah keterangan mantan  Direktur Penyidikan KPK Bambang Widaryatmo, yang menyebutkan bahwa ternyata ada hal-hal yang tidak wajar di tubuh KPK.

Apa yang akan terjadi setelah Tim 8 menyerahkan rekomendasi nya kepada Presiden, tidak ada seorang pun yang tahu, sekarang ini.   Tetapi titik beratnya dari Tim 8 adalah : Reformasi Badan Hukum !

Mau tanya kepada rumput yang bergoyang, namun katanya rumputnya saja sudah tidak ada, lha bagaimana “goyang” nya ?

Akan tetapi tidak usah khawatir, kita semua kan orang-orang yang pemaaf dan juga cepat lupa, jadi ya semua itu akan lewat dan berlalu dengan “biasa-biasa” saja.   Sampai jumpa di tahun depan dengan kasus yang lainnya lagi, entah pertandingan binatang apa lagi ?!

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.