ArticleCaseLife

Komentar Bung Parni Hadi

Beberapa waktu yang lalu, dalam perjalanan ke Korea Selatan, saya berjumpa tanpa sengaja dengan Bung Parni Hadi.  Bila bertemu, selalu saja kami berdua tidak dapat ngobrol hanya sebentar.   Ada saja yang kami berdua bicarakan dan selalu saja topik pembicaraan menjadi sangat menarik.   Satu diantaranya adalah tentang rencana Bung Parni menyiapkan buku tentang Jogyakarta yang berkait banyak sekali dengan peran Sri Sultan Hamengkubuwono IX di awal kemerdekaan NKRI.
Dari banyak topik pembicaraan dengan Bung Parni, ada satu tulisan saya yang pernah dikomentari oleh Bung Parni.   Tulisan dari komentar Bung Parni mengenai salah satu tulisan saya, pernah di posting di  Kompasiana.
Berikut ini adalah tulisan yang saya maksud :
Komentar Bung Parni Hadi :
Tulisan saya tentang Orkes Simfoni Jakarta yang telah manggung lagi, mendapat cukup banyak respon dari pembaca tercinta.   Tidak sedikit pula komentar yang masuk.   Salah satu diantaranya, cukup surprise, ternyata datang dari orang yang “nyambut/due gawe”, Bung Parni Hadi, pimpinan RRI saat ini.   Berikut adalah komentarnya yang saya turunkan khusus disini :

Bung Chappy Hakim, yang saya cintai. Subhanallah, terima kasih atas komentar Anda tentang auditorium M Jusuf Ronodipuro dan pagelaran kebangkitan kembali Orkes Simfoni Jakarta, OSJ, Rabu malam lalu. Alhamdulilllah, komentar Anda telah memacu gairah angkasawan dan angkasawati RRI untuk terus berkarya dengan penuh makna dalam kondisi yang ada, memanfaatkan prinsip “Make the best of it”, seperti yang sering disampaikan oleh senior kita, mantan KSAU Saleh Basarah.

Alhamdulillah pula, TVRI tadi malam selepas pukul 24.00 menyiarkan tunda acara tersebut. Beberapa pecinta musik klasik mengirim SMS kepada saya dan berharap OSJ dapat terus tampil. Gubernur DKI, Bang Foke, yang berhalangan hadir malam itu, melalui utusannya, Bung Agung Widodo, asisten deputi gubernur urusan pariwisata, telah menyatakan dukungannya untuk mendukung pembiayaan OSJ. Kata Bung Agung, Jakarta sebagai kota metropolitan selayaknya memiliki orkes philharmonika seperti kota-kota besar dunia lainnya.

Mbak Marusya Nainggolan, direktur Gedung Kesenian Jakarta, yang hadir malam itu dan melihat OSJ di TVRI tadi malam juga siap untuk tampil. Kebetulan, dulu ia pernah main piano concerto. Mas Addie MS, yang hadir juga malam itu, melalui Sdri Niken Widiastuti, salah seorang direktur RRI, juga siap menghidupkan auditorium Jusuf Ronodipuro. Dubes Rusia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pula siap bekerja dengan OSJ untuk menampilkan karya-karya komposer Rusia. Sementara itu, Ibu Estella Anwar Bey, salah seorang direktur Deplu, malam itu menyampaikan akan melaporkan pagelaran OSJ kepada Menlu untuk kemudian diatur pertemuan dengan beliau. Singkat kata, insya Allah OSJ akan terus dapat mengudara, sesuai semboyan alm Bapak Jusuf Ronodipuro “Sekali di Udara tetap di Udara” dan RRI dapat berperan sebagai infrastruktur budaya.

Di samping auditorium M Jusuf Ronodipuro, RRI sudah memiliki auditorium yang lebih besar, yang setelah direnovasi akan kami abadikan dengan nama Auditiorium “Pak Karbol” Dr Abdulrahman Saleh, pendiri RRI, tokoh kedokteran di masa awal Republlik Indonesia dan perintis pendirian TNI AU. Sementara itu, teman-teman ILUNI-FKUI bersama tim tekhnis RRI, kini sedang menyiapkan studio produksi RRI Dr Abdulraman Saleh di gedung FKUI, Salemba 6 Jakarta, di ruang Departemen Ilmu Faal, tempat pemancar radio buatan Pak Karbol mengudarakan the Voice of Free Indonesia, cikal bakal RRI. Di tempat itu Pak Jusuf sebagai penyiar selalu memulai siarannya dengan ucapan: “Di sini Jakarta…..” Dan, Bung Karno dan Bung Hatta, melakukan pidato radio pertama mereka di tempat itu pula pada akhir Agustus 1945.

Studio produksi Dr Abdulrahman Saleh dirancang untuk menyiarkan beberapa acara, antara lain tentang kesehatan untuk rakyat. Insya Allah, studio itu akan melengkapi monumen Pak Karbol di halaman FKUI Salemba, hasil prakarsa bersama ILUNI FKUI, TNI AU dan RRI, yang diresmikan oleh Bapak Wapres dua tahun lalu. Semoga dengan langkah kecil ini, kita generasi penerus dapat menghargai para pahlawan dengan membangun a “living monument”, monumen yang hidup dengan menghasilkan karya-karya nyata sepanjang masa.

Terima kasih atas dukungan Bung Chappy dan semua pihak. Salam hangat, Parni Hadi atas nama seluruh angkasawan dan angkasawati RRI.

Itulah komentar dari Bung Parni Hadi atas tulisan saya tempohari. Makasih Bung Parni, selamat berjuang semoga sukses terus !

Jakarta 1 Februari 2010

Tulisan diatas, memang diposting di Kompasiana pada tanggal 1Feberuari 2010 dan saya berharap isinya “nggak begitu basi” untuk dibaca ulang, terimakasih.

Jakarta 5 Nopember 2012

Chappy Hakim.

 

Related Articles

2 thoughts on “Komentar Bung Parni Hadi”

  1. Wah, Pak, tidak terlalu basi, senang mengetahui bahwa OSJ aktif kembali demikian juga dengan dibangunnya “monumen2” kecil untuk menghargai orang2 yang berperan aktif dalam kemerdekaan kita. Generasi muda kita kurang bisa menghargai jasa2 orang2 dahulu dalam membawa dan mengisi kemerdekaan bangsa ini tidak seperti bangsa2 lain. Mudah2 an segera berubah karena sejarah selalu berulang, apa jadinya kalau mereka kurang paham apa, siapa2 dan bagaimana proses kemerdekaan bangsa ini dan perjalanannya sampai sekarang. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.