ArticleHealth

Jangan banyak minum air putih

Beberapa bulan yang lalu saya pernah membaca tulisan mengenai “minum air putih”. Tulisan tersebut menjadi menarik, karena justru menyebutkan tentang “jangan banyak minum air putih” ditengah-tengah kampanye yang tengah gencar di masyarakat mengenai metoda sehat dengan “minum air putih yang banyak”. Sayang saya lupa siapa penulisnya dalam rubrik apa dan apakah di media cetak atau di media online. Meski menarik tetapi saya tidak begitu memperhatikannya lebih jauh karena belakangan ini sudah begitu banyak sekali tersebar teori-teori baru tentang kesehatan.   Mulai dari  aneka ragam pengobatan alternatif sampai obat-obat herbal yang informasinya sudah bak air bah, terutama di internet.

Dua minggu lalu, saya ditemani sahabat saya ke seorang Suhu ahli tenaga dalam untuk membantu saya membebaskan diri dari sakit nyeri di pinggang belakang. Ditempat praktek yang merupakan salah satu dari 3 tempat prakteknya di Jakarta itu, saya banyak menerima penjelasan tentang bahaya akibat dari terlalu banyak minum air putih. Saya pun kemudian segera teringat kembali pada tulisan yang pernah saya baca tempo hari. Secara ekstrim dia mencontohkan tentang keberadaan kadar air didalam darah yang hanya 8 % saja. Lalu mau diletakkan dimana kelebihan air didalam tubuh itu akan disimpan. Tubuh manusia tidaklah seperti Onta, tidak ada satu pun organ dalam tubuh manusia yang didisain untuk berfungsi sebagai reservoir, alias tanki air. Bila kita minum air terlalu banyak, maka air akan menembus organ-organ tubuh lain untuk mendapatkan tempat bermukim. Air yang diminum tidak bisa serta merta dirubah menjadi air kencing atau menjadi zat-zat lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kondisi yang seperti ini justru akan membuka banyak peluang bagi munculnya berbagai macam penyakit termasuk kanker. Sang suhu memberikan contoh yang rada ekstrim yaitu, Anjing dan Kucing tidak pernah minum, mereka hanya akan menjilat-jilat saja air bila mereka merasa haus. Kita hidup di daerah tropis yang hawa udaranya sangat lembab, jadi tidak perlu untuk khawatir mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Banyak sekali penjelasan-penjelasannya tentang air ini, yang sangat masuk akal. Keseluruhan penjelasan sang Suhu, terangkum dalam satu buku yang cukup tebal, disamping itu ada pula buku tipis yang memuat pedoman atau daftar menu untuk hidup sehat. Mengenai menu makanan/minuman yang harus dikonsumsi sehari-hari tidak ada yang begitu istimewa.

Yang harus dibatasi, hanyalah rasa pedas dan asam serta mengurangi karbohidrat. Prinsip yang disampaikannya adalah makan dengan cukup dan pada waktu yang teratur. Dengan demikian maka seluruh fungsi tubuh akan bekerja dengan baik dan badan akan sehat. Tubuh memiliki mekanismenya sendiri dalam mengatur kesehatan. Bila tubuh membutuhkan asupan makanan, maka orang akan merasakan lapar,   demikian pula bila tubuh sudah memerlukan cairan  maka otomatis orang akan merasa haus. Tubuh memiliki dan memproduksi antibodi yang kesemuanya itu akan mengatur kondisi tubuh menjadi bugar. Sang Suhu menutup rangkaian penjelasannya yang panjang lebar itu, sambil mengutarakan, betapa susahnya untuk dapat menjelaskan kepada banyak orang tentang kekeliruan persepsi mengenai banyak minum air itu sehat !?

Minggu lalu saya mendiskusikan tentang air putih ini dengan seorang dokter. Sang dokter mati-matian berpendapat tentang manfaat yang besar dari banyak minum air putih. Saya tanyakan, kalau kita tidak boleh mengonsumsi segala sesuatu dengan berlebihan, lalu mengapa kita harus minum air putih banyak-banyak? Dokter menerangkan bahwa komposisi tubuh manusia itu mayoritas adalah terdiri dari cairan. Saya tanyakan kembali, dengan demikian kita tidak memerlukan lagi banyak air dong ? Oo..tidak begitu, jawab sang dokter, justru kita harus senantiasa menjaga agar tubuh tidak kekurangan air, jadi harus banyak minum air. Dok, bukannya kita tidak boleh mengonsumsi apapun secara berlebihan. Betul, tetapi berbeda dengan air. Lho dok, air yang banyak itu akan disimpan dimana kalau sudah berlebih? Yang dibutuhkan kan titik keseimbangan dan keseimbangan itu bermakna tidak ada yang berlebih? Sampai disini, sang dokter sudah mulai kelihatan gusar, dan ini membuat saya harus menyesuaikan diri. Saya tidak ingin mencari musuh, saya ingin berteman, termasuk dengan dokter ini. Saya pun melunak dan kemudian mendengarkan saja dengan baik semua penjelasan-penjelasannya yang sudah mulai dirangkai dengan istilah-istilah dan terminologi kedokteran dan angka-angka yang dimaksudkan untuk meyakinkan saya. Walaupun tetap saja saya tidak memperoleh satu penjelasan yang dapat saya mengerti tentang bagaimana minum air putih yang berlebih itu adalah bagus untuk kesehatan tubuh. Untuk menjaga persahabatan kepada sang dokter saya hadiahkan buku saya “Cat Rambut Orang Yahudi”.

Berikutnya lagi , saya berjumpa dengan dua dokter senior lainnya. Dengan dua dokter ini saya tidak sampai hati untuk bertanya, kenapa orang harus banyak minum air putih? Kedua dokter senior tersebut memiliki pemahaman , menurut persepsi saya, yang sangat fanatik tentang orang yang harus banyak minum air putih untuk hidup sehat. Saya yakin kedua beliau pasti akan tersinggung bila saya ajak diskusi tentang air putih. Sekali lagi saya tidak ingin mencari musuh, keduanya sangat bersahabat terhadap saya. Tentu saja saya juga tidak ingin nantinya bila berobat kepada kedua beliau saya jadi tidak sembuh-sembuh. Sebenarnya ada hal sangat menarik yang ingin saya diskusikan tentang air ini. Di Rumah Sakit-Rumah Sakit di Australia dan Singapura, setiap pasien yang sakit dan harus dirawat inap tidak akan langsung dipasang infus, sebelum diketahui dari hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan memang dalam kondisi kekurangan cairan atau membutuhkan tambahan cairan. Ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi di negeri ini. Semua pasien, tidak perduli sakit apa, dan juga tidak diperiksa terlebih dahulu, pokoknya bila sudah ada instruksi untuk dirawat maka secara otomatis dipasanglah infus kedalam dirinya. Aneh juga.

Seorang teman yang pernah tinggal di Amerika, saat saya tanyakan tentang ampuhnya air putih untuk kesehatan tubuh, langsung tertawa terbahak-bahak, sambil bertanya ilmu darimana? Dokter pribadinya di Amerika mengatakan, bila anda kencing dalam satu kali duapuluh empat jam sampai berjumlah 3000 cc, maka itu akan berpotensi bahaya bagi ginjal anda.

Teman lain yang baru selesai dirawat di negeri orang setelah mengalami “light stroke”, bercerita kepada saya bahwa dia tidak memperoleh larangan mengonsumsi apapun berkait dengan kehidupannya pasca “light stroke”. Satu catatan saja, jangan banyak, jangan berlebih, upayakan nikmati makanan/minuman secukupnya saja. Termasuk dalam konteks ini mengenai konsumsi air putih.

Bagi saya sendiri, saya lebih bisa menerima bahwa kita mengonsumsi secukupnya, dalam hal ini termasuk minum air putih. Kalau memang yang baik itu adalah cukup, mengapa untuk air putih dianjurkan untuk berlebih? Jadi……..jangan banyak minum air putih !

Jakarta 4 Mei 2011

Chappy Hakim

Tags

Related Articles

3 thoughts on “Jangan banyak minum air putih”

  1. Nah.. ini yang dicari dan ditanyakan, tidak berlebih itu berarti seberapa? Apakah disesuaikan berat badan, tinggi badan, atau 2 liter itu cukup?

  2. Seingat saya, Kanjeng NABI pernah bersabda : “Berhentilah makan sebelum kenyang, minumlah sebelum haus…”

    Satu hal yg tidak kita ketahui adalah bahwa anatomi mahluk hidup berbeda2. Setahu sy, anjing n kucing tidak bisa berkeringat, makanya kalo kepanasan langsung menjulurkan lidah dan bernapas seolah2 terengah2.

    Utk daerah tropis, sy kira 1,5 s/d 2 liter adalah ideal.

    Makasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.