ArticleEducationHealth

Jangan banyak minum air putih (3)

minumMasih tentang jangan banyak minum air putih, saya menerima begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang sangat menarik. Ditulisan sebelum ini, saya sudah memberikan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk dapat memperoleh penjelasan lebih lanjut dari Sang Suhu mengenai semua yang terkait dengan metoda yang di perkenalkannya. Salah satu cara, memang lebih mudah bila sudah dapat memperoleh bukunya. Isinya sangat bersahaja, jauh dari norma-norma sastra yang mengutamakan keindahan penggunaan pilihan kata dan kalimat yang indah menawan, namun “straight to the point” pada apa yang hendak dijelaskannya. Berikut dibawah ini salah satu cuplikan yang saya nilai sangat mudah dicerna oleh orang awam. Mudah-mudahan bermanfaat, dengan tidak ada niatan lain selain sekedar berbagi saja ! selamat membaca.

PAK Benny, 68 tahun, masih sangat enerjik, pergi kemanapun menyetir mobil sendiri, dan mengerjakan pekerjaan rutin dengan normal. Empat bulan kemudian, berat badannya berangsur naik 4 kg. Suatu ketika, berhubung terdapat sedikit keluhan kesehatan, dia melakukan medical checkup. Ternyata ia divonis mengidap darah tinggi, diabetes dan hiper kolesterol. Yang membuatnya stres adalah ia harus menunduk pada kenyataan, yang mana penyakitnya tidak bisa sembuh lagi, dan harus mengonsumsi obat seumur hidup, hanya diijinkan mengonsumsi makanan rebusan, gula buatan, lemak tak jenuh dan lain-lain. Bukankah ia seakan hanya “menunggu waktu” hingga akhir kehidupan?

Dalam usia yang semakin lanjut, secara natural organ tubuh anda mengalami penurunan fungsi karena terjadi penurunan kondisi sel-sel. Jika dalam beberapa bulan saja berat badan anda terjadi kenaikan 4 sampai 5 kg, maka ratio check-up darah pasti menunjukan angka-angka yang negatif. Sejak putri pak Benny memperkenalkan pola hidup “metode kualitatif”, termasuk melaksanakan metode makan untuk diabetes, dalam waktu satu minggu, berat badannya turun 2 kg, tekanan darah dan gula darahnya menjadi normal. Sejak waktu itu, ia tidak mengonsumsi obat lagi, karena saat memeriksa kesehatan setiap minggunya, termasuk ratio kolesterol dalam darah, selalu menujukan keadaan normal. Dua sampai tiga bulan kemudian, berat badannya sudah turun 6 kg , dan kesehatannya sudah diyakini sembuh secara permanen. Kini, 4 tahun kemudian, kondisi pak Benny masih sangat prima dan enerjik, serta tetap melaksanakan aktifitas seperti biasa termasuk mengemudi kendaraan.

Hikmah dari kejadian ini menunjukan, bila mana anda terkena penyakit atau sering mendapatkan keluhan kesehatan, agar pelajari perubahan gaya atau pola hidup anda. Dahulu anda memiliki berat badan 60 kg, dengan pola hidup yang sederhana dan normal saja tanpa keluhan yang berarti. Suatu ketika anda setiap hari menambah konsumsi air putih sebanyak 1500 ml, konsumsi supplement calsuim, vitamin C , vitamin E serta omega 3, berat badan pun menjadi 65 kg, dan anda menjadi sering sakit kepala, sakit maag, mudah kembung serta mudah terkena flu. Bagaimana analisa anda?

Dalam kenyataan pada orang yang mengalami hal tersebut, hampir tidak pernah ada yang berfikir untuk “kembali” ke pola hidup seperti masa lalu, atau “mempersalahkan” gaya hidup yang dijalani sekarang. Penulis pernah secara tidak sengaja menyembuhkan kanker, miom, kista dan lainnya. Yang dimaksud “tidak sengaja” adalah, penderita sebelumnya tidak memberi tahu bahwa mereka terkena penyakit tersebut. Setelah menjalani terapi penurunan berat badan dan pelangsingan satu sampai dua bulan, kondisi fisik menjadi semakin prima, hasil check-up medis pun menunjukan penyakit mereka sembuh atau berkurang. Pengalaman-pengalaman tersebut sangat berharga, telah membuktikan suatu logika, bahwa dengan pola hidup “metode kualitatif”, penyakit-penyakit menjadi sembuh atau membaik. Maka kita dapat melakukan pembuktian terbalik, yaitu penyebab terjadinya penyakit –penyakit adalah disebabkan oleh pola hidup “metode kuantitatif” yang bertolak belakang. Opini umum dewasa ini lebih sering mengarah kepada “kuantitatif”, yang mana makanan atau minuman yang dianggap baik dan positif, dapat dikonsumsi sebanyak-banyaknya. Yang paling umum adalah mengonsumsi air putih, buah, sayuran, vitamin dan supplement yang tidak dibatasi.

Fakta-fakta telah membuktikan, “metode kualitatif” dari waktu ke waktu telah mempelajari apa sebetulnya yang tubuh kita “inginkan” dan apa yang tidak perlu. Selanjutnya kita hendaknya menjalani pola hidup yang “efisien” terhadap tubuh kita, yang mana tubuh mengeluarkan enerji sesedikit mungkin untuk mengolah makanan dan minuman. Sebaliknya makanan dan minuman memberi “sumbangan” enerji yang sangat besar bagi tubuh kita. Dengan demikian kita dapat memperbaiki sel-sel tubuh dan organ, bahwa kesehatan dan kecantikan yang substansial adalah yang mana kita memiliki sel-sel yang baik serta organ, pembuluh darah dan kulit yang lentur.

Sering kali kita sendiri yang memberi peluang bagi penyakit-penyakit. Misalnya miom dan kanker senang pada mekanisme, yang mana sel-sel terlalu banyak mengandung air, serta sirkulasi darah dan kualitas darah tidak baik, karena vitamin dan supplement tidak bisa menggantikan kebutuhan protein, tetapi justru mengakibatkan organ tubuh tidak elastis. Terapi hormonal bagi wanita, antara lain untuk masalah haid, untuk kesuburan (infertilitas) atau untuk kontrasepsi, mempunyai efek samping berupa pengerasan tubuh/organ (menjadi tidak elastis), dan menahan cairan, serta mengganggu sirkulasi darah, yang mengakibatkan nyeri pada seluruh tubuh, menambah nafsu makan, menaikan berat badan, dan mudah terkena kista, miom dan lain-lain. Maka jika kita dapat mengetahui penyebab atau cara mengatasi gejala atau penyakit yang diderita, sedapatnya menghindari terapi hormonal.

Penulis dengan kemampuan terapi chigong, mempunyai keuntungan yang dapat mendeteksi sirkulasi darah dan elastisitas organ tubuh, berdasarkan respon enerji dari tubuh penderita, sangat membantu dalam mempelajari logika-logika sebab akibatnya penyakit.

Demikian untuk sementara saudara sekalian, lain kesempatan akan disambung tulisan lainnya.
Sekali lagi, semoga bermanfaat,

Jakarta 8 Mei 2011
Chappy Hakim

Tags

Related Articles

5 thoughts on “Jangan banyak minum air putih (3)”

  1. Terima kasih Pak Chappy, 3 tulisan telah saya baca berulang sangat bermanfaat untuk saya yang sudah diatas 60 tahun. Selama ini pemahaman dan anjuran dokter selalu banyak minum air putih, dengan bahan tulisan ini akan saya coba berdiskusi dengan teman2 manula lainnya, mungkin sedikit/belum ada yang tahu betapatidak/ kurang bermanfaatnya minum air putih sampai 2-3 liter/hari, minumlah secukupnya …. salam

  2. 3 tulisan pak Chappy akan menjadi pengalaman baru buat saya karena selama ini aku punya anggapan bahwa minum air putih yang banyak itu baik

  3. Tulisan ini kok tidak ada relevansinya dengan topik yang dibahas, malah bingung membacanya, mohon sebutkan kalimat yang mana menyinggung “dampat minum Air Putih terlkalu banyak” malah bingung membacanya, mohon ditulis secara alamiah jika minum air putih terlalu banyak.

    Terima kasih dan mohon tanggapan dan balasannya ke email saya, biar cepat saya baca.,

  4. Jawaban lengkap bisa dibaca pada tulisan terbaru yang saya posting pagi ini :”hati-hati bagi yang hobi banyak minum air putih !” Terimakasih.

  5. Wah jadi pusing nih Om… Baca macam-macam tulisan kesehatan yang bertolak belakang ya? Tapi bagaimanapun juga, ‘secukupnya’ sepertinya adalah yang terbaik. Hanya saja, secukupnya itu berapa, itu mungkin yang bakal jadi perdebatan lagi….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close