All posts in Reflection

Kepemimpinan menurut Jokowi

Joko Widodo

Joko Widodo

PT SERA, satu perusahaan swasta menyelenggarakan “annual leadership forum” yang pada tahun ini diadakan di kota gudeg, Jogyakarta. Dalam rangkaian acara tersebut salah satu pembicara adalah Walikota Solo, Joko Widodo yang lebih terkenal dengan sebutan Jokowi.

Jokowi adalah seorang Pria Pengusaha kelahiran Surakarta tanggal 21 Juni 1961. Dia menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas Gajah Mada, Fakultas Kehutanan. Kini dia tengah menjabat Walikota Solo, pada masa bakti kedua 2005 – 2015, bersama wakil yang karena kepopulerannya yang fenomenal, menjadi nyaris tidak dikenal sama sekali F.X Hadi Rudyatmo.

Berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan mebel taman, saat pertama kali dilantik, hampir semua orang menyangsikan kemampuan Pria Kurus yang jauh dari gagah serta tidak berkumis ini. Namun kemudian dia menjungkir balikkan persepsi banyak orang tentang dirinya itu. Dengan penampilan yang apa-adanya, dia benar-benar telah mencengangkan banyak orang terutama dari kalangan pemerintahan dalam negeri. Read more…

Khotbah Idul Adha Pake Telor !

Pagi tadi saya shalat Ied di Eks Markas Besar Angkatan Udara di Pancoran.

Seperti biasa, saya sudah bersiap-siap untuk bersabar setelah sholat untuk tetap mendengarkan khotbah sampai selesai.   Bersabar dalam arti saya sudah hafal dengan khotbah-khotbah yang biasa disampaikan pada kesempatan sholat Jumat, sholat Ied dan sebagainya.   Hafal dalam arti, pasti bahasanya lebih banyak bahasa arab dengan ayat-ayat al quran dan diikuti uraian yang di-awang-awang sulit dimengerti.   Bahasa yang “ketinggian” untuk dapat dicerna.

Lebih dari itu bila ada bagian-bagian yang dapat dimengerti, pasti isinya tidak lebih dari “menakut-nakuti” yaitu tentang dosa, siksa kubur dan masuk neraka bila tidak menjalankan ini itu seperti yang selalu dianjurkan para khatib pada umumnya.

Ada teman saya yang sudah susah payah saya ajak untuk insaf dan kemudian mau mulai lagi sholat jumat untuk “kembali ke jalan yang benar”, langsung kapok dan jumat depannya tidak datang lagi ke Masjid.   Masalahnya sederhana, ya itu tadi, mendengar khotbah yang  monoton , “mengerikan”, uraian tentang risiko dan ancaman masuk neraka, siksa kubur dan lain-lain.
Read more…

Selamat Ulang Tahun Cleantha !

Cleantha 2 Tahun

Cleantha 2 Tahun

Hari ini tanggal 28 Oktober 2010, adalah hari ulang tahun Cleantha Haziqa Andries, cucu pertama kesayangan kami yang genap berumur dua tahun.

Pagi-pagi sekali saya dan isteri sudah tiba dirumah Cleantha, dia masih dimandikan dan kami berdua menunggu dengan tidak sabar.   Tiga buah kado berbungkus besar terdiri dari sepeda kecil mainan beroda tiga, boneka Micky Mouse dan meja kecil bergambar kartun sudah digeletakkan diruang tamu. Tidak lama kemudian datanglah sang cucu perempuan cantik yang segar sehabis mandi menghampiri kami.

Saya dan isteri memeluk sang cucu, Ayah beserta Ibunya untuk mengucapkan selamat ulang tahun.   Segera setelah itu diadakan ritual singkat dengan mengajak Clea, begitu biasa kami memanggilnya untuk menyanyi “happy birthday” dan “panjang umurnya” tentu saja dengan bahasa anak berumur 2 tahun.   Dilanjutkan dengan meniup dua  buah lilin diatas kue tart mungil lalu memberikan sekali lagi ucapan selamat ulang tahun.   Setelah itu diajaklah Clea membuka kado, dengan mata berbinar-binar, terlihat sekaligus bahasa tubuhnya yang berloncat-loncat riang gembira menerima kado dari neneknya.   Langsung dia meminta untuk mencoba naik sepeda walapun tentu saja dia belum bisa menggenjotnya, tetapi dibantu ayahnya Clea duduk dan mencoba mengayuh sepeda kecilnya.   Baru sebentar dia pindah lagi ke Micky Mouse yang sangat menarik perhatiannya setelah beberapa lama berselang mengenal tokoh tersebut di film-film yang kerap menemaninya dalam acara makan siang atau malam hari.   Setelah itu ia menikmati meja kecil bergambar kartun yang juga sudah familiar dalam ingatannya.   Kesemua itu difoto-foto oleh Kakek Nenek Ayah dan ibunya, Clea pun “in action” menghadapi kamera.

Tidak lama, ternyata sudah waktunya Ibunya Clea harus pergi kekantor dan sang cucu pun harus ikut menyertainya.   Kejadian yang sangat cepat terasa, Ibunya dan Clea sudah duduk di bangku mobil untuk segera berangkat.   Mungkin saja saat itu, iapun sudah lupa dengan semua kado, lilin dan kue tart mini yang baru saja ditiupnya bersama-sama.   Ayahnya pun sudah terlihat akan bergegas untuk berangkat kerja.   Saya sendiri juga sudah harus berangkat ke Bandung dan Isteri saya sudah ada pula kegiatannya yang menanti.

Kejadian yang terasa begitu cepat.   Hari ulang tahun Clea yang ditunggu-tunggu sejak berbulan-bulan yang lalu, kemudian begitu saja berlalu.   Kemeriahan sesaat, kegembiraan yang penuh gelora anak seumur Clea, berakhir cepat karena dia harus masuk mobil dan duduk dikursi “bayi” nya yang melekat di jok mobil.   Dia berangkat tanpa mampu membawa serta kado ulang tahunnya tadi.  Kegiatan yang rutin dilakukan setiap hari kerja.  Momen kegairahan melihat cucu dihari ulang tahunnya dengan kado yang dibawa dengan penuh semangat oleh neneknya terasa begitu saja berlalu.   Lenyap seketika.   Terlihat “sedikit” raut muka “kecewa” diwajah Neneknya, akan tetapi dia tidak berdaya apa-apa, selain mungkin masih berharap untuk dapat bertemu lagi dengan cucu tercinta petang nanti atau esok hari.

Clea dan ibunya pun berlalu sambil melambaikan tangan, Clea berkata “Bai..,.Siyu” seraya tersenyum dan kemudian hilang dibalik kaca mobil yang segera ditutup.   Saya pun terlena dibuatnya, begitu cepat waktu berjalan.   Namun jauh direlung hati saya, saya menyadari bahwa itulah “hidup”.   Clea, cucuku yang berulang tahun kedua hari ini memberi pelajaran yang sangat berharga bagi saya.   Peristiwa pagi itu seolah memberikan pemandangan, betapa hidup itu “demikian”.   Orang turun didunia, memperoleh kesenangan, sekejap, bila waktu tiba dia akan pergi tanpa berdaya untuk membawa apapun yang diperolehnya didunia yang fana ini.   Maha besar Allah YME.   Kami pun kembali ke rumah dengan sejuta perasaan terkenang dikepala, melihat atau terbayang kembali betapa berbinarnya wajah Clea saat menerima kado, meniup lilin dan bernyanyi dan kemudian berlalu.   Wajah yang sangat polos, wajah anak-anak yang khas tanpa dosa.   Wajah yang tidak mengetahui apa “hari depannya” seperti lirik sebuah lagu dari Doris Day puluhan tahun lalu yang antara lain berkata : “The Future’s not ours, to see ; What will be, will be; Que Sera Sera

Selamat Ulang Tahun Cucuku, Clentha Haziqa Andries !

Jakarta 28 Oktober 2010

Chappy Hakim

Menuju Sepak Bola Indonesia yang Maju !

Presiden meminta agar para pengurus PSSI, KONI, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, menggunakan momen Piala Dunia 2010 untuk lebih memajukan sepak bola Indonesia.

“Mari kita menggunakan momentum ini untuk membangun sepak bola tanah air. Ke depan, mari kita benar-benar saling memperkuat diri dan melakukan sesuatu yg konkret,” kata Presiden.

Dikatakannya, Indonesia memiliki banyak potensi dan modal. “Kita pernah unggul di masa lalu. There is a great opportunity kalau kita benar-benar bersatu dan tidak saling menyalahkan. Insya Allah tahun-tahun mendatang kita bisa melakukan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Mari kita bersinergi mengembangkan sepak bola kita. Kalau di daerah perlu sarana dan prasarana, kita tambah. Kalau kita ingin menghadirkan coach berstandar internasional, Insya Allah kita hadirkan,” kata Presiden.

Itu adalah beberapa pesan Presiden RI, beberapa saat sebelum adegan nonton bareng “final” sepakbola piala dunia Afrika Selatan 2010 yang lalu.
Read more…

Belajar dari World Cup 2010!

World Cup Thropy

World Cup Thropy

Semalam kita menyaksikan bagaimana kesebelasan Jepang berhasil dikalahkan dengan terhormat dalam adu penalti saat berlaga melawan Paraguay memperebutkan tempat di perempat final Piala Dunia 2010.   Mereka berhasil menahan tim kuat dari Amerika Latin 0 – 0, sepanjang 2 kali 45 menit dan dalam perpanjangan waktunya yang 2 kali 15 menit.

Terlihat spirit nasionalisme yang tinggi dari para seluruh pemain dan jajaran ofisialnya dalam mengemban kehormatan bangsa dan negaranya.   Satu kerja besar yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berdedikasi dan loyalitas yang tinggi.   Tidak hanya sekedar dedikasi dan loyalitas saja yang dapat membawa seseorang atau tim nasional ketingkat terhormat dipanggung dunia, akan tetapi juga rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap kinerja masing-masing akan membuat kualitas profesi mereka menjadi pantas untuk dihargai dan dihormati rakyatnya.   Hal seperti itu jelas terlihat dari penampilan hampir semua kesebelasan yang berhasil maju ke babak final “World Cup” 2010 di Afrika Selatan.

Masalahnya , mengapa PSSI  (klub sepakbola dari satu negara yang jumlah penduduknya lebih kurang 240 juta jiwa) tidak kunjung jua berprestasi ? Kita semua seolah,  hanya ingin bertanya atau bermimpi kapan PSSI akan menjadi kesebelasan kelas dunia?   Yakinlah , kita semua memang hanya akan bermimpi untuk itu.   Kecuali, bila kita menyimak sedikit saja beberapa catatan dibawah ini.

Rudi Voeller mengucap Auf Wiedersehen alias selamat tinggal pada jabatannya sebagai pelatih tim nasional Jerman. Ia resmi mundur sesaat setelah Tim Panser gagal ke perempat final Euro di tahun 2004.  (detik.com)
Read more…

Santapan Rohani di Jumat Pagi

Assalammualaikum Wr.Wb,

Hari ini, hari Jumat yang kita lalui dengan beberapa kejadian dan peristiwa yang sangat menarik sepanjang satu minggu terakhir .   Mulai dari pertunjukkan “dagelan” di gedung DPR sampai dengan munculnya “pahlawan sepakbola Indonesia” Hendry Mulyadi.   Adegan penonton yang bergabung dengan tim nasional kesayangannya untuk membantu  “mencetak goal”, namun sayang tidak berhasil.   Konon, adegan tersebut kini tengah disaksikan penggemar sepakbola dan penggemar lelucon di saentero jagad ! (bisa dilihat diberbagai tayangan internasional antara lain Youtube)

Kembali ke Hari Jumat yang cukup cerah dipagi ini, bagi umat muslim tentu saja memiliki makna yang khusus pasti sudah menyiapkan rencana kegiatan yang disesuaikan dengan jadwal sholat Jumat.

Jumat adalah hari yang paling utama disisi Allah, maka perbanyaklah Shalawat, Doa, Sedekah dan Sholatlah disepertiga akhir malam !” (HR.IBNU MAJAH)

Selamat hari Jumat !

Assalammualaikum Wr.Wb.

Jakarta 8 Januari 2009

Sepakbola Indonesia terwakili oleh Hendry Mulyadi !

Berita paling akhir tentang sepakbola Indonesia adalah berita mengenai “prestasi” tim PSSI yang tengah berkompetisi di kancah persaingan Piala Asia 2011.   Prestasi PSSI ?  Ya, apalagi cara menyebutnya, bila kita selalu saja disuguhi “kegagalan” demi “kegagalan” yang tersaji dihadapan kita semua, para pencinta sepakbola Indonesia.   Jangan-jangan , memang “kegagalan” lah yang menjadi target kerja PSSI.

Terpuruk disemua lini kancah pertarungan sepakbola dikawasan Asia Tenggara, Asia, apalagi dunia?   Lebih menyedihkan lagi, ditengah-tengah badai kegagalan itu, sepertinya tidak sama sekali mempengaruhi para pengurus sepakbola tercinta ini, untuk berniat melakukan “introspeksi”.   Tidak ada sama sekali kesan bahwa telah terjadi “mala petaka”  yang luar biasa dari satu proses pembinaan sepakbola nasional kita.

Dengan berat hati, saya harus mengatakannya dengan terminologi yang dramatis, yaitu “mala petaka luarbiasa”.    Saya bukan tidak tahu bahwa membina persepakbolaan di Indonesia  bukanlah satu pekerjaan yang mudah.   Akan tetapi saya tahu persis bahwa bila kita semua mau bekerjasama dengan niat yang tulus dan mengikutsertakan semua pihak, tanpa adanya interes lain selain dari bekerja untuk kehormatan PSSI, maka itu bukanlah satu pekerjaan yang mustahil.

Bagaimana saya tidak bisa menghindar dari istilah “malapetaka luar biasa”.
Read more…