Untuk kesekian kalinya terjadi teror bom di permukaan bumi ini. Dua ledakan yang diduga berasal dari bom bunuh diri mengguncang  Kampung Melayu, Jakarta, Rabu malam 24 Mei 2017.   Sedikitnya 3 orang tewas dan 6 orang cedera.  Ledakan terjadi di kawasan terminal Kampung Melayu, Jakarta. Detik.com, menyebut bahwa Wakapolri Komjen Syafruddin dalam jumpa pers di Kampung Melayu menyatakan prihatin dengan terjadinya serangan bom bunuh diri yang menyasar anggota polisi saat bertugas.   Sejauh ini diketahui tiga orang meninggal akibat bom bunuh diri itu, masing-masing seorang polisi berpangkat brigadir bernama Taufan, seorang warga sipil dan pelaku bom bunuh diri. Selain itu sedikitnya 6 anggota polisi dan warga sipil cedera. Namun, belum diketahui apa jenis bom yang digunakan.   Rentetan bom bunuh diri memang sedang melanda dunia belakangan ini.   Muncul pertanyaan, mengapa begitu mudah orang dapat merekrut orang-orang menjadi algojo sebagai pelaku bom bunuh diri.

Banyak tulisan dan berbagai analisis mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah hasil dari paham aliran agama yang sesat dan berlandas kepada radikalisme.   Agama memang merupakan senjata yang sangat ampuh untuk dapat menjadikan manusia kemudian akan dengan sukarela mengerjakan apapun.   Walau sebenarnya agama apapun, bertujuan pada hal-hal yang mulia dan manusiawi, akan tetapi bila ajarannya disampaikan dengan tujuan-tujuan tertentu maka munculah berbagai ajaran agama yang menyesatkan.   Kesesatan dalam ajaran agama menjadi sangat berbahaya, karena yang digunakan adalah ajaran yang berisi firman Tuhan Yang Maha Kuasa.   Isu belakangan ini yang muncul di Indonesia adalah tentang tujuan memberlakukan Syariat Islam yang akhirnya ingin membuat Indonesia sebagai negara Islam. Beberapa dari kita masih ingat tentang pemberontakan DI/TII yang jelas – jelas memang bertujuan merubah bentuk negara menjadi sebuah negara Islam.   Mereka berjuang dengan berlandas ajaran sesat yang membangun sebuah keyakinan yang sangat keliru.

Menurut Cak Nur, panggilan akrab Nurcholish Madjid keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Cak Nur mendukung konsep kebebasan dalam beragama, namun bebas dalam konsep Cak Nur tersebut dimaksudkan sebagai kebebasan dalam menjalankan agama tertentu yang disertai dengan tanggung jawab penuh atas apa yang dipilih. Cak Nur meyakini bahwa manusia sebagai individu yang paripurna, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis.   Singkat kata, keyakinan bersifat perorangan dalam hubungan dengan Tuhannya.

Dalam perspektif kebangsaan, maka munculnya faham radikalisme berhubungan erat dengan “nation and character building”, pembangunan karakter bangsa.   Harus ada sebuah program bagi para pemuda dalam usia meningkat dewasa periode pembekalan yang menyadarkan tentang faham kebangsaan.   Dibeberapa negara periode itu berbentuk program “wajib militer” atau “Garda Nasional” atau “National Service”.   Di Negara kerajaan Eropa sejak jaman dahulu anak-anak Raja diharuskan masuk ke Akademi Militer.   Sebuah tradisi yang berlangsung hingga sekarang, tradisi yang berpola untuk merubah seorang anak menjadi seorang dewasa yang berwawasan kebangsaan.   Kiranya pola pendidikan yang seperti ini adalah sebuah senjata ampuh dalam menghadapi ajaran sesat yang menjurus kepada faham radikalisme.   Itu sebabnya dibanyak negara diberlakukan program wajib militer bagi seluruh warga negaranya.   Indonesia pernah memberlakukan semacam pola wajib militer bernama program WALAWA (Wajib Latih Mahasiswa) dan dimasa itu radikalisme tidak berkembang seperti sekarang ini.  Inilah yang mungkin menjelaskan kepada kita semua bila melihat sebuah kenyataan bahwa pada negara-negara yang terdapat program semacam wajib militer, maka aliran sesat yang mengarah kepada radikalisme sulit untuk dapat berkembang.  

Mudah-mudahan kita semua dapat belajar bersama untuk memahami segala kemungkinan yang dapat dilakukan agar keyakinan sesat yang melahirkan radikalisme dapat segera diakhiri.   Teriring pesan turut berduka yang mendalam bagi keluarga dari semua korban bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta.   Semoga arwah para korban dapat diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa, sesuai dengan amal ibadahnya, Amin YRA.