Archive for July, 2008

Malangya nasib penerbang Marwoto

Pilot Marwoto

Pilot Marwoto

Captain Pilot Marwoto, dengan gagah perkasa, mengenakan pakaian seragam penerbang dengan pangkat 4 bar di pundaknya, memasuki ruang siding. Sayangnya pada waktu dia mengajukan tangannya untuk bersalaman dengan hakim ketua, dia langsung dipersilakan untuk segera duduk saja di kursi terdakwa. Satu pemandangan yang menyedihkan.

Pantaskah seorang penerbang diadili di pengadilan pidana umum? Pernyataan yang sangat menggelitik karena pemberitaan menyebutkan ini adalah pengadilan penerbang yang pertama di dunia. Apa yang menjadi penyebabnya, kenapa baru sekarang ada penerbang yang diadili di pengadilan pidana umum?

Read more…

Passengers deserve better service from airlines

Most airlines, big or small, rarely buy aircraft cash-and-carry. The most common practices are leasing or credit financing. Therefore, the passengers using air transportation services, not the airlines, are paying for these planes.

Sadly, customers do not get proper services commensurate with what they are paying. More often than not, they get poor treatment from the airlines.
Read more…

Kasus Casa 212 versus Digital Mapping Camera

Saya ingin terlebih dahulu menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam kepada keluarga besar Angkatan Udara terutama para keluarga korban kecelakaan pesawat Casa 212 – 200 TNI AU yang baru-baru ini jatuh di Jawa Barat. Misi penerbangan yang konon kabarnya tengah menyelesaikan tahap akhir dari pemasangan kamera digital yang hi-tech di pesawat tersebut. Rasa prihatin serta merta membahana di kalbu,karena kecelakaan tersebut telah merengut seluruh 18 orang awak dan penumpangnya.

Sebagaimana selalu saja terjadi, pada setiap kecelakaan pesawat terbang, maka pertanyaan yang segera muncul adalah mengapa atau apa sebab terjadinya kecelakaan? Dan seperti biasanya pula akan muncullah banyak teori dan perkiraan yang dikemukakan baik oleh orang awam maupun para praktisi dan ahli penerbangan.

Read more…