All posts tagged SBY

Bibit, Chandra dan TPF.

Dukungan publik pada Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah makin tak terbendung.   Melihat kenyataan ini, Presiden SBY sampai  mengatakan tidak akan meremehkan dukungan yang diberikan masyarakat dari berbagai golongan tersebut.

Demikian antara lain perkembangan mutakhir dari apa yang terjadi berkait masalah penahanan Bibit dan Chandra.

Disisi lain, usai menerima 4 tokoh nasional di Istana Presiden Minggu malam lalu, telah dimunculkan usulan tentang perlunya dibentuk Tim Independen Pencari Fakta (TPF), agar penyelesaian kasus Bibit dan Chandra dapat segera meredam gejala terjadinya gejolak masyarakat tentang rasa keadilan yang dirasa telah mengganggu.

Jimly Assiddiqie, menyambut baik ide tersebut.   ”Saya mendukung baik usulan pemebentukan TPF, itu bagus. Jika Presiden terima, bagus sekali,” ujar pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie.

Jimly menambahkan, saat ini permasalahan sudah bercampur aduk, antara masalah pribadi, hukum, dan politik. “Dari situ bisa diketahui fakta-fakta, sekarang sudah terlalu simpang siur. Sehingga kita tidak tahu lagi apa yang sesungguhnya terjadi,” kata eks Ketua MK ini.
Read more…

Bibit dan Chandra dari Pejabat menjadi Tahanan (2)

Ditahannya Bibit dan Chandra oleh pihak kepolisian telah menggulirkan opini di masyarakat yang tidak menguntungkan Pemerintahan Baru SBY.   Dinamika yang terjadi belakangan ini sekaligus juga memperlihatkan potret dari model pemerintahan baru yang belum genap umurnya 100 hari sekalipun.

Pendapat masyarakat awam atau publik opinion, yang biasanya berujud sebagai “kritik sosial”,  pada hakikatnya sulit sekali untuk dapat dibendung.   Dia akan terus mengalir kemana saja, tergantung kepada saluran yang tersedia.   Aliran itu baru dapat terbendung dan menjadi cair setelah mencapai tujuannya.   Saluran yang tersedia biasanya adalah hanya ada tiga yaitu “Parlemen” atau “DPR jalanan” atau “kesejahteraan masyarakat”.   Jadi sebenarnya sangat sederhana sekali.

Untuk kasus Bibit dan Chandra ini, apabila terjadi di era tenggang waktu 5 tahun pertama pemerintahan SBY, dapat dipastikan “hiruk pikuk” sudah terjadi lebih awal dan tempatnya adalah di Senayan (gedung DPR dengan  squad “oposisi”).   Biasanya, menurut pengalaman maka “kompromi” dalam gedung yang megah itu mudah sekali untuk dicapai.   Beberapa kali negosiasi maka banyak masalah segera berkahir dan dapat diselesaikan “secara adat”.

Nah, karena sekarang ini kasus tersebut muncul  di era pemerintahan kedua SBY, maka  sesuai dengan tatanan yang ada, atau sesuai dengan saluran yang tersedia kasus inipun kemudian bergerak di “DPR jalanan” lengkap dengan perangkatnya yaitu media massa cetak dan elektronik dan bahkan internet melalui “facebook”.   Sementara DPR di Senayan masih sunyi sepi, dan bahkan beberapa penghuninya masih sibuk dalam tampil sebagai iklan di televisi sebagai seleberiti. Read more…

Bibit dan Chandra dari Pejabat menjadi Tahanan.

Tindakan aparat kepolisian menahan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah dinilai sebagai tindakan tergesa-gesa dan justru berdampak buruk bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Penangkapan itu justru blunder bagi Presiden. Masyarakat malah tidak akan percaya lagi dengan presiden,” ujar Direktur Hubungan Eksternal Imparsial Poengky Indarti di Jakarta, merespon tindakan Polisi menahan Bibit dan Chandra.

Sementara itu Menteri Perindustrian MS Hidayat menyampaikan pendapatnya soal penahanan 2 pimpinan KPK non aktif Bibit S. Rianto dan Chandra Hamzah.  Hidayat menilai jika masalah penahanan itu berlarut-larut, maka pasti akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia.

“Jika kelamaan (proses) tentunya akan mempengaruhi, karena investasi kan salah satu syaratnya adanya kepastian dan transparansi proses hukum,” kata Hidayat disela-sela acara national summit di Jakarta.
Read more…

SBY Sang Ratu Adil

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono./Bradley Kanaris/Getty Images

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono./Bradley Kanaris/Getty Images

Dengan diumumkannya susunan kabinet Indonesia bersatu jilid 2, semalam, maka berakhirlah sudah, spekulasi, analisis, cacian, pujian, harapan dan entah apa namanya yang begitu banyak dalam  menyongsong satu kegiatan besar dari pelaksanaan “hak prerogatif”  seorang Presiden dalam membentuk dan menyusun para pembantunya yang akan duduk sebagai pejabat yang paling bergengsi di negara ini yaitu “Menteri”.

Demam kabinet di Indonesia, berakhirlah sudah.   Walaupun tidak ada atau tidak banyak yang berbeda dari susunan yang telah beredar di media sebelumnya, tetap saja pengumuman kabinet oleh seorang presiden menjadi satu momentum yang sangat ditunggu-tunggu.

Nah, yang sangat menarik adalah, duduknya seorang Marsekal (pangkat tertinggi di jajaran Angkatan Udara), dalam posisi yang sangat penting dan penuh gengsi serta merupakan jajaran nomor satu dalam jajaran hirarkis Kabinet, seperti yang diumumkan semalam.   Menjadi lebih menarik lagi adalah, bahwa sang Marsekal itu diangkat oleh seorang presiden yang Jenderal Angkatan Darat.   Menarik, karena mungkin hal ini adalah sesuatu yang mustahil terjadi bila presidennya bukan seorang SBY.
Read more…

Selamat Datang dan Selamat Bekerja Tim Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 !

Memasuki Hari Selasa Tanggal 20 Oktober 2009, hari dimana sesuai jadwal adalah merupakan agenda nasional dalam perjalanan Republik  Indonesia yang akan mengukir satu adegan yang menentukan jalannya sejarah dunia yaitu Pelantikan Presiden Terpilih tahun 2009 Masehi, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para Menteri telah selesai dipilih dan sedang memasuki tahap akhir.  Presiden telah memilihnya dari berbagai sumber, dari Presiden sendiri, dari para pembantu dekatnya, dari lamaran orang-orang yang ingin menjadi Menteri, melalui banyak cara dan jalan. Bahkan menurut Presiden ada juga yang melalui “Ibu Mertua” .

Sungguh Luar Biasa.  Saya melihatnya dari sisi yang positif saja , yaitu “semangat” yang sangat tinggi dari kelompok orang-orang yang ingin mengabdi kepada Tanah Air nya melalui jabatan “menteri”. Satu jabatan yang mentereng tentunya, dengan berbagai fasilitas negara lengkap dengan kendaraan dinas keren yang dikawal dengan “ngoeng-ngoeng”. Upaya Presiden SBY sendiri, nampak sekali bahwa beliau sangat serius untuk menjalani sisa 5 tahun pemerintahannya yang merupakan ujud tanggung jawab beliau. Menteri dipilih, dipanggil ke Cikeas dengan proses “fit and proper test” yang beberapa media menyebutnya sebagai “audisi” dan berlangsung tidak kurang dari 3 hari. Audisi, yang menurut salah seorang pengamat politik disebut sebagai “adegan teatrikal” yang “dramatis” dan “too much”. Tidak itu saja, para calon setelah lulus tes tahap satu diharuskan menempuh lapisan-lapisan berikutnya.
Read more…