ArticleAviationCase

Pertemuan Bulanan ke 6 Pusat Studi Air Power Indonesia

Tanggal 12 Juni 2019 di Gedung Sinar Mas Jakarta

            Tanggal 12 Juni, hari Rabu di tahun 2019 telah berlangsung pertemuan bulanan Pusat Studi Air Power Indonesia yang ke 6 kalinya.   Syukur Alhamdulilah kelihatan cukup banyak pihak yang antusias menerima kedatangan tempat atau wadah belajar tentang kedirgantaraan di Indonesia.   Setelah pertemuan perdana dan kedua yang berlangsung di Perpustakaan Nasional, atas perhatian yang begitu besar dari Bapak Kepala Perpusnas Syarif Bando, pertemuan ke 3 berlangsung di Fakultas Hukum Atmajaya atas undangan Ibu Yanti, Dekan Fakultas Hukum Universitas AtmaJaya beserta jajaran Guru Besarnya antara lain Prof. Supancana.   Pertemuan ke 4  terlaksana di Kantor Bahar Law Firm  atas undangan langsung dari Bapak Yon Bahar.   Pertemuan ke 5 di Bulan Mei dilangsungkan di Kantor Sintesa Group di Kawasan Kuningan atas prakarsa Bapak Ir Yono.

            Demikianlah, maka di bulan Juni yang merupakan pertemuan bulanan ke 6 yang sekaligus menjadi arena Halal Bihalal Pusat Studi Air Power Indonesia, telah dilangsungkan di Gedung Sinar Mas MSIG lantai 39 pada tanggal 12 Juni yang lalu.   Pertemuan ini di sponsori oleh pihak Sinar Mas yang sangat antusias dan menaruh minat besar pada masalah perkembangan kedirgantaraan di Indonesia.   Cukup banyak peserta yang datang hadir, walau suasana perkantoran masih diliputi suasana cuti Lebaran.   Diantara yang hadir tercatat Prof Dr Supancana, Prof. Dr Makarim Wibisono dan juga Prof Dr Hikmahanto.   Selain itu peserta tetap dan setia yang selalu hadir sejak pertemuan bulanan yang pertama kali di bulan Januari 2019 datang lengkap dengan beberapa tambahan teman-teman lain yang bergiat di bidang penerbangan.   Kelihatan Capt. Pilot Senior antara lain Christian Bisara,  Sadrach Nababan, John Brata, Frans Wenas, Teddy Soekarno serta beberapa lainnya.  Wartawan Senior Dudi Sudibyo serta beberapa kolega wartawan pecinta berat masalah kedirgantaraan antara lain dari Antara, Kompas dan teman-teman Ex Majalah Angkasa.

            Topik bahasan, tidak dapat dihindari masuk dan focus pada Hot dan Top Issue yang tengah berkembang luas dimasyarakat yaitu mengenai Mahalnya Harga Tiket dan diundang masuknya Maskapai Asing untuk melayani rute Domestik.   Isu ini benar-benar menjadi menarik karena mengundang tanggapan dan komentar dari para ahlinya dan sekaligus juga dari para pelaku dilapangan.  Tidak kurang dari ke 3 Guru Besar yang mendalami masalah penerbangan dan hukum Internasional mengemukakan pendapat dan analisisnya yang sangat relevan dengan informasi yang tengah beredar di berbagai media.   Demikian pula komentar yang datang dari beberapa praktisi lapangan yang tentu saja memberikan nuansa menarik tentang apa sebenarnya yang akan terjadi dalam dunia penerbangan kita kedepan.   Bertemunya analisis yang bersifat akademik dengan bahasan dari realita yang tengah berkembang dilapangan terhadap isu yang tengah bergejolak panas belakangan ini, benar-benar dapat membuka wawasan seluruh peserta yang sebenarnya juga sebagian besar datang dari ranah kedirgantaraan nasional.   Diskusi menjadi sangat bermanfaat dalam konteks menambah wawasan pengetahuan yang tidak mudah untuk dapat diperoleh dari forum-forum diskusi sejenis dalam persoalan penerbangan dan kedirgantaraan kita.

            Kesemua itu memang telah menjadi niat dan tekad bersama dari seluruh peserta Pusat Studi Air Power Indonesia sejak semula yaitu dapat menganalisis bersama tentang Hot issue yang tengah berkembang dan juga masalah-masalah kedirgantaraan pada umumnya yang pada akhirnya dapat turut berkontribusi pada pihak pengambil keputusan di tingkat strategis dalam hal kebijakan dibidang kedirgantaraan.   Forum peserta yang terdiri dari para Akademisi dan Praktisi kedirgantaraan serta mereka yang menaruh minat besar tentang keudaraan, dalam wadah Pusat Stujdi Air Power ini diharapkan dapat merupakan sebuah garansi dari munculnya pemikiran-pemikiran yang independent tanpa dibebani interest perorangan, golongan dan kelompok.   Ditengah-tengah hiruk pikuknya negeri ini yang selalu saja terbelengu dalam kotak pemikiran 5 tahunan, karena dominasi politik praktis, maka Pusat Studi Air Power kiranya dapat menembus kerangka pengkerdilan berpikir 5 tahunan dengan bahasan-bahasan yang “bebas” dan berjangka panjang serta berorientasi pada ide-ide  berlandas pada platform “Country before Self”.

            Selamat berjuang wadah belajar kedirgantaraan Indonesia, Mohon Maaf Lahir dan Batin, selamat bergabung bagi siapa saja yang menaruh minat besar terhadap kedirgantaraan nasional dan sampai jumpa lagi pada pertemuan bulanan ke 7 Pusat Studi Air Power Indonesia yang akan datang di Bulan Juli 2019

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.