Flight CommercialLifeSocial

Perjalanan Jakarta Hongkong

Berbuka Puasa pada ketinggian 38.000 kaki diatas permukaan laut.

Hari ini Sabtu tanggal 25 Mei 2019, saya akan melakukan perjalanan ke Los Angeles (LA).  Setelah perkembangan yang mencemaskan pasca pengumuman Pilpres 2019 beberapa hari lalu, sejak Jumat kemarin tampak mulai kondusif dan semakin nyata siapa-siapa saja pihak yang menjadi biang keladi kerusuhan yang sangat biadab. 

Dengan terlihat kondisi ibukota Jakarta yang sudah mulai membaik, maka saya memutuskan untuk berangkat hari sabtu ini ke LA bersama isteri.   Tidak ada misi khusus dalam “trip to US” kali ini, selain untuk menyenangkan isteri saya saja.

Sesuai rencana perjalanan , kami berdua  menggunakan Cathay Pacific (CX) dengan rute yang akan ditempuh adalah Jakarta – Hongkong transit, untuk kemudian meneruskan perjalanan ke LA.  

Dari Jakarta berangkat melalui SHIA (Soekarno Hatta International Airport), dan ternyata keberangkatan CX baru saja dipindahkan ke Terminal 3 – 1.     CX mendapat jatah pada Desk D yang terlihat siang itu sudah cukup banyak orang yang antri untuk Check-in. 

Tidak ada kesulitan sama sekali, selain pada awalnya agak susah juga mencari pentunjuk di Terminal 3-1 ke arah dimana gerangan lokasi  “check-in counter” untuk Maskapai CX.  Boarding Pass langsung diterima untuk perjalanan Jakarta Hongkong dan sekaligus juga untuk boarding pass Hongkong – LA.   Jakarta ke Hongkong menggunakan CX 0776 yang akan take off 1415 wib dan diperkirakan tiba pukul 0825 pm seperti tercantum dalam e-ticket yang telah diterima kemarin dari Vaya Tour.

Setelah boarding CX 0776, pesawat A -350-1000 push back tepat waktu pukul 1415 wib.   SHIA masih tetap sibuk dan padat karena ternyata pesawat baru dapat take off 30 menit kemudian.  Ground time 30 menit sejak Taxi-Out sampai Take Off kiranya masih relatif normal untuk sebuah International Airport sekelas Soekarno Hatta.   Walaupun beberapa tahun lalu SHIA diketahui mengalami “salah urus” sehingga berkembang jauh melewati kapasitas pelayanannya yang menyebabkan sebagian tumpahan traffic dipindahkan begitu saja ke Halim dan berakibat bertabrakannya pesawat di Halim pada bulan April tahun 2016. 

Sedikit mengenai pesawat Airbus A 350-1000, pesawat ini relatif merupakan produk unggulan baru dari pabrik Airbus.  Airbus A350 -1000 atau Airbus A 350 – XWB adalah pesawat yang dirancang untuk penerbangan long-range, twin-engine wide-body jet airliners buatan European aerospace dari pabrik pesawat terbang  Airbus.  

Pesawat ini merupakan produk lanjutan dari jenis sebelumnya yang dikenal sebagai Airbus A340 yang sekaligus merupakan pesaing utama dari jenis kompetitornya yaitu  Boeing 787 dan Boeing 777.    Pesawat  Airbus jenis keluarga A-350 – 1000 terbang untuk pertama kalinya pada tanggal 14 Juni tahun 2013. 

Pesawat yang mampu membawa  lebih dari 400 penumpang yang antara lain terbagi dalam 3 kelas ini dapat menempuh jarak hingga 15.557 Km dengan lama terbang 15 sampai 17 jam terbang tergantung fuel dan muatan yang dibawa. Kemampuan membawa bahan bakar dapat mencapai sampai 159 Ton sesuai kebutuhan. 

Tentang Maskapai Cathay Pacific sendiri, ternyata nama lengkapnya adalah Cathay Pacific Airways Limited sebuah Airline pembawa bendera Hongkong yang pangkalan induk  dan kantor pusatnya berlokasi di Hongkong International Airport (HIA).  

Airport ini dikenal sebagai Chek Lap Kok Airport, karena dibangun diatas sebuah proyek reklamasi di pulau bernama pulau Chek Lap Kok.   Airport raksasa Chek Lap Kok dibangun untuk menggantikan International Airport Legendaris Hongkong di Kai Tak, beroperasi mulai tahun 1998.   Memiliki 2 buah runway atau landasan pacu dengan elevasi 28 feet diatas permukaan air laut.   Sebagai pintu gerbang masuk ke China Airport ini memiliki terminal building yang konon terbesar di dunia.    Beroperasi 24 jam dan lebih dari 100 Maskapai penerbangan beroperasi dari sini yang melayani penerbangan ke lebih dari 180 kota diseluruh dunia.  Beberapa tahun terakhir, airport ini melayani lebih dari 70 juta penumpang setiap tahunnya.  

Cathay Pacific , memiliki rute dengan lebih dari 70 tujuan atau destinasi tersebar di seantero jagad.   Pada pesawat terbang A 350-1000 ini suasana pesawat baru  terlihat dari interior kabin yang mewah dan fitur tayangan  display screen (layar) di hadapan tempat duduk penumpang dengan disain khas teknologi mutakhir.

Suara mesin  “Rolls-Royce Trent XWB-97 engines” yang sangat halus membawa pesawat terbang Airbus 350-1000 langsung menanjak, climbing tidak terasa setelah take off hingga  mencapai  ketinggian 34.000 ft diatas permukaan laut.  Menjelajah sejenak pada 34.000 ft atau Flight Level 340 menurut istilah penerbangannya, pesawat menanjak lagi untuk cruising atau menjelajah pada 38000 ft atau Flight Level 380, yaitu sekita 11.583 meter diatas permukaan air laut.  

Pada ketinggian jelajah tersebut, pesawat meluncur dengan kecepatan 570 Mph atau 496 Nm yaitu lebih kurang 900 km per jam.  Jarak Jakarta ke Hongkong adalah sekitar 3472 Km, sehingga pesawat akan terbang rata-rata 5 Jam tergantung kondisi cuaca terutama arah dari angin yang bertiup pada ketinggian jelajah pesawat.  

Pada penerbangan ini saya mencatat pesawat take off pada pukul 1445 wib dan kemudian mendarat di HKIA pada pukul 1853 wib atau pukul 1953 waktu setempat.   Dengan demikian pada penerbangan tersebut jarak Jakarta Hongkong ditempuh “hanya” dalam waktu 4 jam lebih sedikit.  

Hal yang biasa terjadi dalam dunia penerbangan sebagai akibat dari pengaruh besar cuaca, dalam hal ini arah dari angin yang bertiup pada ketinggian jelajah pesawat terbang.   Hal ini dikenal sebagai “tail-wind”, angin yang bertiup dari arah belakang pesawat yang menyebabkan pesawat terbang melaju dengan lebih cepat.  

Pada kondisi sebaliknya akan disebut sebagai “head-wind” yang dapat mengakibatkan pesawat terbang melaju lebih lambat karena terhambat tiupan angin.

Tanggal 25 Mei 2019 adalah juga merupakan hari ke 20 puasa bulan Ramadhan.   Sebagai umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa, maka walaupun berstatus sebagai “musafir” yang tengah melakukan perjalanan jauh saya tetap melaksanakan puasa.  

Saya berbuka mengikuti saja jadwal buka puasa di Jakarta yaitu waktu Indonesia Bagian Barat  pada pukul 1747.  Saya berbuka dalam kabin pesawat yang tengah terbang menuju Hongkong yaitu 40 menit sebelum mendarat.  Posisinya lebih kurang sudah berada pada jarak 461 Km dari Hongkong.   Melalui jendela pesawat terlihat pemandangan yang indah karena cuaca yang bagus dengan langit yang sedikit berawan dan menggambarkan suasana khas saat menjelang  matahari terbenam.  

Pramugari menyajikan menu buka puasa yang terdiri dari salad, roti, sedikit irisan salmon dan secangkir teh serta coklat panas.  Tuntas sudah ibadah puasa di hari itu, Sabtu 25 Mei 2019, berbuka puasa pada ketinggian 38.000 kaki diatas permukaan laut dalam penerbangan menuju Hongkong pada kabin pesawat terbang yang tengah melesat cepat sekali yaitu dengan kecepatan lebih kurang 900 km per jam.  Alahamdulilah.

Chappy Hakim

25 Mei 2019 on board CX 0776

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.