Presiden Jokowi seolah mengingatkan kembali kepada kita semua terhadap sosok Nurtanio tepat di hari pahlawan 10 Nopember 2017. Presiden memberikan nama kepada pesawat terbang N-219 dengan nama Nurtanio.

Pesawat produk dari pabrik pesawat terbang yang dulu bernama IPTNurtanio yang kemudian berubah menjadi IPTNusantara dan berubah lagi menjadi PTDI. Dimunculkannya kembali nama Nurtanio oleh seorang Presiden Republik Indonesia di hari Pahlawan 10 Nopember membuat kita semua , terutama sekali keluarga besar Angkatan Udara merasa sangat dihargai oleh pemerintah.

Mereka hingga kini masih terluka dengan “lenyapnya” nama Nurtanio pada waktu yang lalu ditempat pertama kali Nurtanio mencoba membuat sendiri pesawat terbang dengan segala kesederhanaan yang mempersembahkannya kepada Angkatan Udara Republik Indonesia.

Dihadirkannya pesawat N-219 produk baru keluaran PTDI yang pada hari pahlawan tahun 2017 diberikan nama Nurtanio telah memunculkan harapan baru bagi keluarga besar Angkatan Udara untuk mellihat PTDI dikembalikan dengan nama Nurtanio. Nama besar yang sangat dihormati sebagai “Hero” di Angkatan Udara.

Pada saat yang bersamaan muncul kembali harapan tentang hadirnya sebuah pesawat buatan sendiri yang akan menjadi produk unggulan pabrik pesawat terbang Indonesia. Terkenang kemudian dengan produk CN-235 yang sudah akan berhasil menjadi produk unggulan yang dapat memberikan sebuah kebanggaan sebagai bangsa dan sekaligus menghasilkan keuntungan bagi pabrik pesawatnya.

Ketika itu satu skadron CN-235 diserahkan ke Angkatan Udara dan 10 pesawat CN-235 lainnya versi sipil dioperasikan oleh MNA, Merpati Nusantara Airlines yang melayani rute penerbangan perintis.

Sangat disayangkan proses dari penyempurnaan produk CN-235 menuju produk unggulan putus di tengah jalan sebagai akibat PTDI saat itu sudah berpindah fokus ke pesawat berikutnya yaitu N-250. Akibat yang sangat menyedihkan adalah, maka kemudian CN-235 dan N-250 kedua-duanya lenyap dari peredaran.

Besar harapan dengan dihadirkannya kembali nama besar Nurtanio, maka semangat dan spirit kebangsaan sebagai sebuah bangsa yang besar akan dapat mengantar PTDI menuju pabrik pesawat terbang yang dapat diandalkan.

Masih banyak tantangan besar yang menghadang di depan, akan tetapi apabila kita semua bersepakat untuk membangun bangsa ini dengan semangat dan spirit yang bersatu, maka InsyaAllah Industri Pertahanan Strategis, dalam hal ini pabrik pesawat terbang PTDI akan dapat berkembang dengan baik.

Tindak lanjut dari bergulirnya sebuah produk baru tentu saja harus diikuti dengan seksama agar N-219 dapat dikawal dalam prosesnya menuju kesempurnaan sebagai sebuah produk yang “war proven”, sebuah produk yang teruji kualitasnya. Perjalanan masih panjang, karena proses penyempurnaan sebuah produk pesawat terbang yang baru membutuhkan waktu yang cukup lama.

Membutuhkan kesabaran dalam menanganinya, jangan sampai terulang lagi, pada saat N-219 belum selesai dalam proses produksinya sudah akan datang lagi ide memproduksi pesawat terbang lainnya. Semoga N-219 sukses mengarungi Dirgantara.