<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Air Chief Marshal Chappy Hakim - Marsekal TNI Purnawirawan</title>
	<atom:link href="http://www.chappyhakim.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.chappyhakim.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 04:09:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buku, Pesta, dan Cinta!</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/02/buku-pesta-dan-cinta/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/02/buku-pesta-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 04:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Memories]]></category>

		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<category><![CDATA[People]]></category>

		<category><![CDATA[Social]]></category>

		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<category><![CDATA[dan Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Pesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Malam tadi, masih tanggal 24 Februari 2010, saya menemani isteri yang alumni UI untuk memenuhi undangan menyaksikan “Konser Cinta Untuk Negeri” yang pertama di tahun 2010.   Ini adalah sebuah pagelaran dari tim Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia/PSAUI yang mempersembahkan lagu-lagu daerah dari seluruh pelosok Nusantara.
Pada Kartu undangan tertera : Rektor Universitas Indonesia Prof,Dr, der Soz, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam tadi, masih tanggal 24 Februari 2010, saya menemani isteri yang alumni UI untuk memenuhi undangan menyaksikan “<strong><em>Konser Cinta Untuk Negeri</em></strong>” yang pertama di tahun 2010.   Ini adalah sebuah pagelaran dari tim Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia/PSAUI yang mempersembahkan lagu-lagu daerah dari seluruh pelosok Nusantara.</p>
<p>Pada Kartu undangan tertera : Rektor Universitas Indonesia <strong>Prof,Dr, der Soz, Gumilar Rusliwa Somantri</strong>, mengharapkan dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i pada acara : “Konser Cinta Negeri” oleh Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia.</p>
<p>Konser Cinta Negeri dilaksanakan di Auditorium PT,PLN Persero Gedung Utama Lantai 3 Jl. Trunojoyo Blok M I/135, Jakarta Selatan.   Sangat disayangkan Sang Rektor sendiri, yang mengundang seperti tertera dalam kartu undangan, berhalangan hadir karena masih bertugas di Luar Negeri.</p>
<p>Kebetulan, saya dan isteri mendapat tempat duduk di Meja 5, bersama sepasang tamu dari Swiss disisi kiri saya, sementara disisi kanan hadir Bapak Aristides Katoppo yang berdampingan dengan Halida Hatta, alumni UI yang juga seorang pianis handal.</p>
<p>Acaranya sendiri berjalan lancar, yang dimulai sejak pukul 1900 wib dengan Ramah Tamah diruang samping dari Auditorium lengkap berikut sajian makanan ringan.   Lebih kurang pukul 1930,  acara dimulai dengan prosesi masuknya kelompok PSAUI kedalam gedung pertunjukan yang diiringi nyanyi bersama lagu Gaudeamus Igitur.<br />
<span id="more-1506"></span><br />
Setelah beberapa kata sambutan antara lain oleh Rektor UI yang berupa video rekaman beliau, dan Ketua PSAUI Maudy Warouw  acara dilanjutkan dengan penyerahan CD secara simbolik kepada perwakilan SD Negeri dan Swasta se-Indonesia.  Setelah itu maka didendangkanlah lagu-lagu daerah dari berbagai pelosok Nusantara.   PSAUI  dalam melantunkan lagu-lagu daerah  ini dibantu oleh iringan dari Dyah &amp; D’chambers Orchestra.</p>
<p>Sebagai lagu pembuka PSAUI dengan Conductor Dyah Ratna Permatasari menyajikan lagu Genderang Universitas Indonesia.   Sebuah lagu yang merupakan ciptaan Godfried Sitompul almarhum, dengan lirik oleh Husseyn Umar, seorang jebolan UI yang pernah menjabat antara lain sebagai Direktur Utama PT PELNI.   Seperti diketahui dalam lirik tersebut ada kata-kata bagus sekali yaitu   “Buku, Pesta dan Cinta”.   Sebuah ungkapan menarik dan pasti tidak berhubungan dengan atau dari representasi Tri Darma Perguruan Tinggi.</p>
<p>Disampaikan pula bahwa salah satu target dari PSAUI ini adalah melestarikan dan menyebarluaskan ulang lagu-lagu daerah dengan jalan mengabadikannya dalam bentuk CD untuk kemudian dibagi gratis kepada seluruh SD di Indonesia baik negeri maupun swasta.   Satu upaya mulia yang kiranya sangat patut diacungi jempol dan tentu saja harus didukung sepenuhnya.</p>
<p>Berbagai lagu daerah disajikan malam itu antara lain Sepasang Mata Bola ciptaan Ismail Marzuki, Warung Pojok, Bubuy Bulan, Ditepinya Sungai Serayu ciptaan Soetedja, Tanduk Majeng dan lain-lain.</p>
<p>Menarik sekali, hadir ditengah-tengah hadirin adalah Ibu Mahar Mardjono, isteri almarhum Professor Mahar Mardjono, mantan Rektor UI semasa Paduan Suara UI pertamakali dibentuk.   Beliau diusianya yang delapan puluhan, masih sangat jelas dalam mengutarakan “kesan dan pesan” nya yang antara lain berkata:  <em>Saya sangat mengagumi kegiatan yang dilakukan oleh PSAUI ini, saya sendiri dikalangan teman-teman seusia masih tetap bernyanyi.   Kami tergabung dalam paguyuban Asta Dasa Guna, kami tidak “gentar” menyanyi akan tetapi memang sudah “gemetar” dalam bernyanyi.   Namun, sambung beliau, semua itu tidak jadi mengapa, karena yang mendengarkan pun, sudah tidak bagus lagi pendengarannya</em>.</p>
<p>Pernyataan beliau, sebagai seorang yang sudah sangat senior, kedengarannya memang seperti bergurau, namun bila dicermati lebih jauh didalamnya terkandung makna yang mendalam dalam konteks memberikan “<em>motivasi</em>” bagi “<em>the next and young generation</em>” untuk tetap semangat. pantang mundur !</p>
<p>Selesai pagelaran, para hadirin diajak untuk sekali lagi beramah tamah sambil menikmati santap malam diruang samping Auditorium.   Diruang ini saya dan isteri sempat berjumpa dengan ibu Fuad Hassan, isteri dari Mantan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Prof.DR, Fuad Hassan.   Isteri saya mengenal beliau karena isteri saya adalah salah satu dari sekian banyak murid Bapak Fuad Hassan, saya sendiri mengenal baik salah satu putranya Amris Hassan yang saat ini tengah menjabat Duta Besar Indonesia di New Zealand , maka terlibatlah kami bertiga dengan pembicaraan yang penuh dengan nostalgia.   Nostalgia yang tentunya penuh pula dengan apa yang terukir dalam salah satu baris di lirik lagu Genderang UI ciptaan Husseyn Umar : “<em>Buku, Pesta dan Cinta</em>”.</p>
<p>Sepulang dari Konser Cinta Negeri, ditempat tidur, dalam kepala saya terngiang-ngiang kembali indahnya  rangkaian lagu-lagu daerah dari segenap pelosok Nusantara tadi, yang beberapa waktu lalu, sempat nyaris satu persatu pindah ke negara tetangga.   Lagu-lagu yang sekali lagi, dengan upaya PSAUI harapannya tentu akan terus berkumandang terutama dibanyak lembaga pendidikan kita agar dapat menjadi lestari.</p>
<p>Lestari antara lain dalam kemasan <em>Buku, Pesta dan Cinta</em> dalam merajut kejayaan untuk masa depan !</p>
<p>Bravo  PSA Universitas Indonesia!</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/buku-pesta-dan-cinta/;t=Buku, Pesta, dan Cinta!;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/buku-pesta-dan-cinta/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/02/buku-pesta-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Opo Ora Hebat?</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/02/opo-ora-hebat/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/02/opo-ora-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 01:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Flight]]></category>

		<category><![CDATA[Singapore Airhow]]></category>

		<category><![CDATA[The Golden Eagle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1503</guid>
		<description><![CDATA[Airshow di Singapura tahun ini, tahun 2010 berlangsung relatif “biasa” saja.   Kemungkinan besar hal ini sebagai akibat belum pulihnya krisis ekonomi global.   Salah satu indikasinya adalah dapat dilihat dari para partisipan yang datang ke Singapura kali ini.  Tidak tampak hadir “Tim Aerobatik” yang biasanya datang untuk memeriahkan show kali ini.
Beberapa pesawat dalam demo udara memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Airshow di Singapura tahun ini, tahun 2010 berlangsung relatif “biasa” saja.   Kemungkinan besar hal ini sebagai akibat belum pulihnya krisis ekonomi global.   Salah satu indikasinya adalah dapat dilihat dari para partisipan yang datang ke Singapura kali ini.  Tidak tampak hadir “Tim Aerobatik” yang biasanya datang untuk memeriahkan show kali ini.</p>
<p>Beberapa pesawat dalam demo udara memang melakukan beberapa “<em>aerobatik</em>” akan tetapi dilakukan hanya dengan satu pesawat saja, “<em>solo aerobatic</em>”.   Salah satu diantaranya adalah pesawat dari Korea Selatan, yang agaknya diunggulkan dalam Airshow kali ini, T-50 “<em>The Golden Eagle</em>” , super sonic advance trainer and light attack aircraft.   Pesawat ini adalah produk unggulan dari Korean Aerospace Industries yang telah dimulai sejak tahun 1990-an.</p>
<p>Korea Selatan dengan bangga menghadirkan pesawat ini di Singapore Airshow, dan hampir setiap hari hadir dengan solo aerobatic dalam sesi demo udara.   Bentuknya yang mirip dengan pesawat F-16 dan warna catnya yang agak “tralala“, atau “seronok” untuk sebuah pesawat sekelas “fighter aircraft” tentu saja menjadi sangat menark perhatian.<br />
<span id="more-1503"></span><br />
Airshow Singapura kali ini telah menempati lokasinya yang baru yang memungkinkan pihak penyelenggara menampilkan demo alutsista udara, darat dan laut sekaligus.   Hal ini dimungkinkan, karena letaknya yang berdekatan dengan runway, apron untuk demo darat  atau “<em>static show</em>” dan juga terletak ditepi pantai yang didesain khusus untuk memungkinkan pameran atau demo alutsista laut yang akan di tampilkan.</p>
<p>Konon lokasi ini adalah merupakan daratan buatan dari hasil reklamasi yang pasirnya diperoleh dari hasil “import”  negara tetangga.   Agak mengejutkan, begitu kendaraan yang saya tumpangi memasuki area pameran udara, sang supir mengatakan kepada saya, selamat datang di tanah air pak !   Setelah saya tanyakan mengapa? sang supir, orang singapura, sambil tertawa terkekeh-kekeh, menceritakan bahwa lokas ini sebenarnya, tadinya laut lepas.   Laut lepas pantai Singapura yang kemudian di “uruk” dengan pasir Indonesia dan jadilah lokasi Airshow terbesar dan tercanggih di Asia.   Sambil berusaha untuk dapat tertawa walaupun sedikit “kecut” saya bertanya juga didalam hati “apa bener ya?”.</p>
<p>Sebelumnya, mendekati lokasi pameran udara,  semua kendaraan akan melewati satu jalan yang lurus sekali sepanjang lebih kurang 3,5 km, yang katanya adalah sejajar dengan Runway Changi dan sudah terbangun dengan konstruksi sesuai persyaratan dari sebuah runway.   Dengan demikian, pada saat Changi sudah akan berkembang dengan meningkatnya “traffic” pesawat yang pesat, Changi sudah siap diperluas tanpa membangun lagi “landasan pacu” nya .    Tidak jauh dari lokasi itu, ada pula jalan raya yang sejenis dan memang sudah dibuat sebagai runway darurat dan sudah pernah dilakukan pendaratan pesawat terbang beberapa tahun yang lalu.</p>
<p>Tentu saja , kita bisa sampai pada kesimpulan bahwa Sungapura sebagai negara maju yang hanya memiliki kawasan yang terbatas, pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat memanfaatkan apa yang dimiliki dan bahkan , bila mungkin untuk juga  memanfaatkan yang bukan miliknya, barangkali.   Daripada sang pemilik juga tidak memanfaatkan miliknya sendiri, barangkali bagus juga untuk didayagunakan.</p>
<p>Airshow nya sendiri, sebenarnya masih akan berlangsung untuk publik atau terbuka untuk umum sampai dengan hari ini Minggu 7 Februari 2010, namun pada kenyataannya sudah banyak para peserta menutup dan membongkar “booth” nya di arena pameran.   Tampak pula beberapa partisipan yang sudah mengepak barang-barang pamerannya untuk  bersiap pulang.   Hal ini agak berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, yang terus ramai dikunjungi orang sampai dengan hari terakhir.</p>
<p>Beberapa peserta, konon kabarnya ada yang meneruskan perjalanan ke Jakarta untuk melangsungkan demo atau promosi terbatas di Jakarta.    Hal ini hanya menegaskan saja , bahwa Indonesia sebenarnya adalah “the real potensial market” dibanding dengan Singapura.   Dapat dibayangkan, Indonesia tidak menyelenggarakan airshow, akan tetapi para peserta airshow di Singapura justru menggunakan kesempatan “S’pore Airshow” untuk kemudian datang ke Jakarta menawarkan produknya. Yang pasti, pabrik pesawat “bombardier” dari Kanada akan datang ke Jakarta, selesai “<em>S’pore Airhow</em>” dan melangsungkan demo nya besok pagi di Halim, Jakarta.   Opo Ora Hebat?   Paling tidak, tercatat lebih dari 3 perusahaan aviation industri peserta s’pore airshow yang meneruskan misinya ke Indonesia.   Memang agak kurang jelas, apakah mereka itu akan beristirahat di Bali atau akan menawarkan produknya di Jakarta.   Minimal, kita sendiri mungkin tidak tahu bahwa sebenarnya Indonesia adalah pasar potensial dari produk industri aviasi dunia.   Jadi, sekali lagi “<strong>Opo Ora Hebat?</strong>”</p>
<p>Singapore 7 Februari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/opo-ora-hebat/;t=Opo Ora Hebat?;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/opo-ora-hebat/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/02/opo-ora-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jumat Pagi</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/02/jumat-pagi-2/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/02/jumat-pagi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 00:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Flight]]></category>

		<category><![CDATA[Langkawi Airshow]]></category>

		<category><![CDATA[Law of the Harvest]]></category>

		<category><![CDATA[LIMA]]></category>

		<category><![CDATA[Samuel Smiles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1483</guid>
		<description><![CDATA[
Assalammualaikum Wr Wb,
Kemarin , kamis tanggal 4 Februari 2010, atas undangan Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda, saya mengunjungi Singapore Airshow 2010.   Terasa sudah ada rasa bosan untuk mengunjungi Airshow, setelah terakhir tahun lalu melihat LIMA, Langkawi Airshow di pulau Langkawi Malaysia.   Lebih-lebih mendengar Singapore Airshow kali ini tidak ada sesuatu yang “spektakuler” , sehubungan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_1484" class="wp-caption aligncenter" style="width: 499px"><img class="size-full wp-image-1484" title="singapore-airshow-2010" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/02/singapore-airshow-2010.jpg" alt="Suasana Singapore Airshow 2010/Admin (singaporeairshow.com)" width="489" height="329" /><p class="wp-caption-text">Suasana Singapore Airshow 2010/Admin (singaporeairshow.com)</p></div>
<p>Assalammualaikum Wr Wb,</p>
<p>Kemarin , kamis tanggal 4 Februari 2010, atas undangan Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda, saya mengunjungi Singapore Airshow 2010.   Terasa sudah ada rasa bosan untuk mengunjungi Airshow, setelah terakhir tahun lalu melihat LIMA, Langkawi Airshow di pulau Langkawi Malaysia.   Lebih-lebih mendengar Singapore Airshow kali ini tidak ada sesuatu yang “spektakuler” , sehubungan dengan krisis ekonomi yang tengah melanda dunia saat ini.</p>
<p>Namun, atas permintaan teman-teman di Garuda, saya kemudian memerlukan untuk datang, karena kali ini Garuda Indonesia turut memamerkan Pesawat B-737-800 nya yang baru dengan desain interior yang  antara lain dipersiapkan untuk membuka kembali rute penerbangannya ke Eropa.</p>
<p>Ternyata, Singapore Airshow kali ini, telah menempati “site” nya yang baru.   Tempat yang memang khusus dipersiapkan untuk perhelatan 2 tahun sekali, yaitu di tahun genap (tahun ganjil di Langkawi), tidak saja memfasilitasi demo udara, akan tetapi juga demo peralatan/persenjataan maritim di laut.   Letak yang dipilih agar dapat memamerkan peralatan darat, laut dan sekaligus juga Udara.   Seperti biasa, penyelenggaraan dilaksanakan dengan sangat baik, “well organized” pada setiap lini.<br />
<span id="more-1483"></span><br />
Setiap melihat Airshow di Langkawi Malaysia dan Singapore Airshow, selalu saja kemudian saya teringat kembali ke Airshow di Kemayoran tahun 1986 dan di Cengkareng di tahun 1996.   Dua Airshow, yang telah begitu meng “inspirasi” Singapura dan Malaysia untuk berambisi menyelenggarakan  perhelatan bergengsi yang sama.   Kala itu, ditahun 1980-an, kalangan penerbangan hanya mengenal Airshow di Paris dan di Franborough Inggris, masing-masing untuk tahun genap dan tahun ganjil.</p>
<p>Kini, setelah sekian tahun berlalu, kita, Indonesia, sang penggagas, sang pionir kedirgantaraan di kawasan Asean, kemudian hanya menjadi “penonton” belaka.   Tidak cukup hanya menjadi penonton, namun ternyata lebih parah dari itu.   Dalam perjalanan dari Cengkareng ke Changi, dalam pesawat selintas saya membaca koran yang masih hangat dengan berita-berita heboh yang tidak menentu tentang kasus Century dan demo-demo yang mengiringinya.   Mengisi waktu selama penerbangan yang hanya 1 jam 20 menit, sempat pula saya membaca bukunya pak Marno yang salah satu bab mengulas tentang : “Indonesia saat ini : Di Ujung Tanduk.”</p>
<p>Menarik, saya kutip sebagian isinya yang berbunyi : <em>Membandingkan kondisi Indonesia kini dengan masa-masa awal berdirinya Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat memang sangat kontras.   Realitas perjalanan bangsa kita dalam beberapa tahun terakhir ini rasanya berjalan terbalik dengan cita-cita luhur yang telah dicanangkan para pemuda di masa kebangkitan bangsa ini.   Jika dulu orang rela dan berani berkorban demi bangsa dan tanah air, kini makin banyak yang justru mengorbankannya.   Seolah pada masa sekarang, sedang menggejala semangat depatriotik dan denasionalis yang mengakibatkan bangsa dan tanah air kita semakin terpuruk.</em></p>
<p>Dibagian lain dari buku tersebut, dimuat pula sebuah puisi dari Samuel Smiles yang terkenal itu, berjudul “<strong><em>Law of the Harvest</em></strong>”, yang diterjemahkan secara bebas menjadi “<strong>Hukum Panen</strong>”.</p>
<p><strong>Hukum Panen</p>
<p>Tanamlah pemikiran, Kamu akan menuai tindakan.</p>
<p>Tanamlah tindakan, Kamu akan menuai kebiasaan.</p>
<p>Tanamlah kebiasaan, Kamu akan menuai Karakter.</p>
<p>Tanamlah karakter, Kamu akan menuai nasibmu !</strong></p>
<p>Mungkin, kali ini patutlah kita merenung ulang tentang keprihatianan ini untuk kita tidak berjalan menuju jurang “kehancuran”.    Sadarlah kita semua, sementara semua negara dikawasan ini tengah bergerak maju, mengapa pula kita larut dengan hiruk pikuk yang membahana tanpa arah yang jelas?</p>
<p>Lebih-lebih dihari Jumat ini, ditengah begitu banyaknya pihak-pihak dinegeri ini yang merasa dirinya kuat dan berkuasa, marilah mengingat kembali !   Mengingat kembali apa yang pernah dikatakan oleh Muttafaq Alaih : “Orang yang kuat itu, bukan orang yang kuat bergulat, Orang yang kuat itu adalah orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya, ketika ia marah”.</p>
<p>Di hari jumat ini, perhatikan pula sabda dari Rasulullah SAW; “Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya itu ibarat bangunan yang masing-masing bagiannya saling memperkukuh yang lain” (HR Bukhari).</p>
<p>Marilah kita semua berhenti bertengkar satu dengan lainnya, saling menjatuhkan satu dengan lainnya, marilah kita menjalankan ibadah sholat Jumat siang ini dengan hati yang tenang dan ikhlas berharap ridha, taufik dan hidayahNya, Amin.</p>
<p>Assalammualikum Wr Ab.</p>
<p>Singapura 5 Februari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/jumat-pagi-2/;t=Jumat Pagi;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/jumat-pagi-2/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/02/jumat-pagi-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tulisan ke-400!</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/02/tulisan-ke-400/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/02/tulisan-ke-400/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 23:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Karakter]]></category>

		<category><![CDATA[mengantar bangsa dari Gelap menuju Terang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Selasa sore lalu, saya menerima kiriman buku dari Pak Soemarno yang berjudul “Karakter, mengantar bangsa dari Gelap menuju Terang”.
Sebuah buku yang bagus sekali karya ke-5 dari Bapak Soemarno.   Saya langsung mengangkat telepon untuk menyampaikan terimakasih langsung kepada beliau, dan tentu saja diskusi berkepanjangan tentang “karakter bangsa” dengan beliau tidak dapat dihindari.   Tidak terasa, hampir setengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa sore lalu, saya menerima kiriman buku dari Pak Soemarno yang berjudul “<em>Karakter, mengantar bangsa dari Gelap menuju Terang</em>”.</p>
<p>Sebuah buku yang bagus sekali karya ke-5 dari Bapak Soemarno.   Saya langsung mengangkat telepon untuk menyampaikan terimakasih langsung kepada beliau, dan tentu saja diskusi berkepanjangan tentang “<em>karakter bangsa</em>” dengan beliau tidak dapat dihindari.   Tidak terasa, hampir setengah jam lebih saya dan Pak Marno “<em>ngobrol</em>” yang ditutup dengan harapan untuk dilanjutkan segera setelah ada kesepakatan waktu di minggu depan.</p>
<p>Pak Marno, adalah guru saya sejak di Magelang ditahun 1960-an dan juga di Lemhannas ditahun 1990-an.   Satu tulisan ringan tentang beliau dapat dibaca disalah satu topik dalam buku saya “<em>Awas Ketabrak Pesawat Terbang</em>”. Untuk mengenal lebih jauh , saya kutipkan tentang beliau seperti tercantum dikulit belakang buku  yang baru itu sebagai berikut :<br />
<span id="more-1480"></span><br />
<em>Soemarno Soedarsono, adalah seorang Brigadir Jenderal TNI (Purn.) dan seorang pendidik yang berpengalaman dibidang pendidikan baik di Akademi Militer, Lemhannas maupun di Lembaga Pemerintah dan Swasta.   Ia dilahirkan di Magelang tanggal 7 bulan 8 tahun 1930, berkeluarga, 1 isteri, 3 anak dan 8 cucu.   Pendidikan yang antara lain yang ia dapatkan : lulusan KMA (Koninklijke  Militaire Academie) Breda, Belanda, Assoc Advanced Artillery Course Sill,Oklahoma USA,IDMC California USA,Seskoad Bandung, NDC India, Lemhannas RI.</em></p>
<p><em>Buku yang telah ia tulis adalah “Ketahanan Pribadi dan Ketahanan Keluarga sebagai Tumpuan Ketahanan Nasional”,  “Penyemaian Jati Diri”, Character Building” dan “Hasrat Untuk Berubah”.   Saat ini kegiatan beliau adalah : Ketua Umum Yayasan Jati Diri Bangsa, Pembina Lembaga Pendidikan Vitaniaga, Masih sebagai Widyaiswara tidak tetap di Lemhannas RI.</em></p>
<p>Buku yang baru saja diluncurkannya pada tanggal 28 Desember 2009 lalu ini, berjudul “<em>Karakter mengantar Bangsa dari Gelap menuju Terang</em>”.   Pada sampul depan ,diatas dari judul tertera disitu tulisan yang berbunyi :   Bung Karno pernah mengatakan, “<em>Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter (Character Building), karena Character Building inilah yang akan membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar, maju dan jaya serta bermartabat.   Kalau Character Building ini tidak dilakukan, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli!</em>”</p>
<p>Dibawah judul buku, masih disampul depan tertera tulisan : <em>Karakter mendorong kita hidup dalam kebahagiaan</em>.</p>
<p>Dengan mengamati sampulnya saja, maka kiranya kita sudah akan dapat mengira-ngira apa gerangan yang menjadi isi buku ini.   Didalamnya penuh uraian-uraian yang sangat menggugah semangat untuk terutama sekali membangun jati diri bangsa Indonesia yang pada intinya adalah berbasis kepada pembentukan karakter.</p>
<p>Dalam salah satu diskusi yang panjang dengan beliau, tercetus sedikit pemikiran beliau yang menyebutkan bahwa, mungkin selama ini kita telah keliru dalam perjalanan bangsa yang selalu mengedepankan aspek ekonomi dan politik semata.   Beliau berpikir, seharusnya kita berjalan dalam kehidupan berbangsa ini dengan menggunakan “pembentukan karakter” sebagai “basic platform” nya.   Sekali lagi, memang banyak hal yang diutarakan beliau, dapat menjadi suatu debat yang panjang, namun bila kita melihat realita bangsa Indonesia saat ini maka sedikit banyak, kita akan lebih mudah untuk segera memahami pemikiran beliau.</p>
<p>Mengapa saat ini kita bisa menyaksikan pertunjukan dari orang-orang yang begitu memiliki kekuasaan, langsung dapat saja berbuat “kasar”, bertingkah “tanpa etika“.   Begitu memiliki kekuasaan, seolah hilang dan sirna “rasa menghargai  terhadap sesama“, “rasa hormat” kepada yang lebih tua.   Begitu beda pendapat, bisa saja langsung “menghina” sejadi-jadinya.   Mereka seolah lupa, bahwa pada hakikatnya, bila kita menghargai orang lain, maka sebenarnya kita tengah menghargai diri sendiri.</p>
<p>Realita saat ini, seolah telah menunjukkan, bagaimana tumbuh besarnya “egoisme” dari setiap orang/golongan/kelompok yang memandang pihak lain sebagai musuh yang harus dihancur-leburkan.</p>
<p>Realita saat ini, seolah menunjukkan bahwa “Kebersamaan” sudah tidak ada lagi.   Bila kebersamaan sudah tidak ada lagi, maka pertanyaan “kemana kita hendak pergi”, akan menjadi suatu pertanyaan yang tidak mungkin bisa dijawab !   Bila kebersamaan sudah tidak ada lagi, maka tanda-tanda suatu bangsa akan menjadi bangsa kuli akan semakin nyata terlihat !</p>
<p>Dalam buku Pak Marno, banyak hal tentang uraian diatas, diulas oleh beliau dengan sangat mendalam.   Betapa saya tidak kagum dengan beliau, yang pada usia yang sudah tidak muda belia lagi, Pak Marno masih memiliki keperdulian yang luar biasa terhadap “Indonesia“.   Beliau  telah berada ditengah-tengah keluarga yang bahagia.   Bahagia dengan isteri tercinta, anak-anak dan sejumlah cucu yang menggemaskan.   Beliau bisa saja dalam melihat perjalanan bangsa ,untuk kemudian “EGP”, berleha-leha, “enjoy life” dan  menikmati masa purnawira nya, tanpa mengganggu siapapun juga.   Namun beliau tidak mengerjakan itu.   Pak Marno, masih seperti Pak Marno di tahun 1960-an yang sangat keras perduli terhadap lingkungannya.   Sangat keras antara lain membangun “disiplin” anak buahnya.</p>
<p>Saya merasa sangat berbahagia mendapatkan satu lagi buku bermutu, terimakasih pak Marno !</p>
<p>Saya sengaja turunkan tulisan ini,  yang bila mengikut kepada catatan pihak admin maka tulisan ini adalah merupakan tulisan ke 400 saya di Kompasiana.com</p>
<p>Tulisan yang saya turunkan, dengan tujuan sekedar untuk berbagi dan menambah teman, semoga ada juga manfaat kiranya bagi kita semua.</p>
<p>Singapore, 4 Februari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/tulisan-ke-400/;t=Tulisan ke-400!;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/tulisan-ke-400/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/02/tulisan-ke-400/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Komentar Bung Parni Hadi</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/02/komentar-bung-parni-hadi/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/02/komentar-bung-parni-hadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 04:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Memories]]></category>

		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<category><![CDATA[People]]></category>

		<category><![CDATA[Orkes Simfoni]]></category>

		<category><![CDATA[Parni Hadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1449</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan saya tentang Orkes Simfoni Jakarta yang telah manggung lagi, mendapat cukup banyak respon dari pembaca tercinta.   Tidak sedikit pula komentar yang masuk.   Salah satu diantaranya, cukup surprise, ternyata datang dari orang yang “nyambut/due gawe”, Bung Parni Hadi, pimpinan RRI saat ini.   Berikut adalah komentarnya yang saya turunkan khusus disini :
Bung Chappy Hakim, yang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan saya tentang Orkes Simfoni Jakarta yang telah manggung lagi, mendapat cukup banyak respon dari pembaca tercinta.   Tidak sedikit pula komentar yang masuk.   Salah satu diantaranya, cukup surprise, ternyata datang dari orang yang “nyambut/due gawe”, Bung Parni Hadi, pimpinan RRI saat ini.   Berikut adalah komentarnya yang saya turunkan khusus disini :</p>
<div id="attachment_1450" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-1450" title="parni-hadi" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/02/parni-hadi.jpg" alt="Parni Hadi" width="350" height="294" /><p class="wp-caption-text">Parni Hadi</p></div>
<p><em>Bung Chappy Hakim, yang saya cintai. Subhanallah, terima kasih atas komentar Anda tentang auditorium M Jusuf Ronodipuro dan pagelaran kebangkitan kembali Orkes Simfoni Jakarta, OSJ, Rabu malam lalu. Alhamdulilllah, komentar Anda telah memacu gairah angkasawan dan angkasawati RRI untuk terus berkarya dengan penuh makna dalam kondisi yang ada, memanfaatkan prinsip “Make the best of it”, seperti yang sering disampaikan oleh senior kita, mantan KSAU Saleh Basarah.</em></p>
<p><em>Alhamdulillah pula, TVRI tadi malam selepas pukul 24.00 menyiarkan tunda acara tersebut. Beberapa pecinta musik klasik mengirim SMS kepada saya dan berharap OSJ dapat terus tampil. Gubernur DKI, Bang Foke, yang berhalangan hadir malam itu, melalui utusannya, Bung Agung Widodo, asisten deputi gubernur urusan pariwisata, telah menyatakan dukungannya untuk mendukung pembiayaan OSJ. Kata Bung Agung, Jakarta sebagai kota metropolitan selayaknya memiliki orkes philharmonika seperti kota-kota besar dunia lainnya.</em></p>
<p><em>Mbak Marusya Nainggolan, direktur Gedung Kesenian Jakarta, yang hadir malam itu dan melihat OSJ di TVRI tadi malam juga siap untuk tampil. Kebetulan, dulu ia pernah main piano concerto. Mas Addie MS, yang hadir juga malam itu, melalui Sdri Niken Widiastuti, salah seorang direktur RRI, juga siap menghidupkan auditorium Jusuf Ronodipuro. Dubes Rusia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pula siap bekerja dengan OSJ untuk menampilkan karya-karya komposer Rusia. Sementara itu, Ibu Estella Anwar Bey, salah seorang direktur Deplu, malam itu menyampaikan akan melaporkan pagelaran OSJ kepada Menlu untuk kemudian diatur pertemuan dengan beliau. Singkat kata, insya Allah OSJ akan terus dapat mengudara, sesuai semboyan alm Bapak Jusuf Ronodipuro “Sekali di Udara tetap di Udara” dan RRI dapat berperan sebagai infrastruktur budaya.</em><br />
<span id="more-1449"></span><br />
<em>Di samping auditorium M Jusuf Ronodipuro, RRI sudah memiliki auditorium yang lebih besar, yang setelah direnovasi akan kami abadikan dengan nama Auditiorium “Pak Karbol” Dr Abdulrahman Saleh, pendiri RRI, tokoh kedokteran di masa awal Republlik Indonesia dan perintis pendirian TNI AU. Sementara itu, teman-teman ILUNI-FKUI bersama tim tekhnis RRI, kini sedang menyiapkan studio produksi RRI Dr Abdulraman Saleh di gedung FKUI, Salemba 6 Jakarta, di ruang Departemen Ilmu Faal, tempat pemancar radio buatan Pak Karbol mengudarakan the Voice of Free Indonesia, cikal bakal RRI. Di tempat itu Pak Jusuf sebagai penyiar selalu memulai siarannya dengan ucapan: “Di sini Jakarta…..” Dan, Bung Karno dan Bung Hatta, melakukan pidato radio pertama mereka di tempat itu pula pada akhir Agustus 1945.</em></p>
<p><em>Studio produksi Dr Abdulrahman Saleh dirancang untuk menyiarkan beberapa acara, antara lain tentang kesehatan untuk rakyat. Insya Allah, studio itu akan melengkapi monumen Pak Karbol di halaman FKUI Salemba, hasil prakarsa bersama ILUNI FKUI, TNI AU dan RRI, yang diresmikan oleh Bapak Wapres dua tahun lalu. Semoga dengan langkah kecil ini, kita generasi penerus dapat menghargai para pahlawan dengan membangun a “living monument”, monumen yang hidup dengan menghasilkan karya-karya nyata sepanjang masa.</em></p>
<p><em>Terima kasih atas dukungan Bung Chappy dan semua pihak. Salam hangat, Parni Hadi atas nama seluruh angkasawan dan angkasawati RRI.</em></p>
<p>Itulah komentar dari Bung Parni Hadi atas tulisan saya tempohari. Makasih Bung Parni, selamat berjuang semoga sukses terus !</p>
<p>Jakarta 1 Februari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/komentar-bung-parni-hadi/;t=Komentar Bung Parni Hadi;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/komentar-bung-parni-hadi/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/02/komentar-bung-parni-hadi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Zoes Moeke</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/02/zoes-moeke/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/02/zoes-moeke/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 03:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Memories]]></category>

		<category><![CDATA[People]]></category>

		<category><![CDATA[Social]]></category>

		<category><![CDATA[Herawati Diah]]></category>

		<category><![CDATA[Mashud]]></category>

		<category><![CDATA[Zoes Moeke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin petang saya menerima kiriman sebuah buku dari Tante Moeke Mashud.   Tante Mashud, yang semasa kecil sering saya sebut-sebut sebagai Zoes Moeke, menirukan ayah dan ibu saya memanggil beliau.   Seperti juga pada umumnya ayah dan rekan-rekan ibu saya selalu menggunakan bahasa Belanda dalam pergaulan sehari-hari, sehingga kolega beliau selalu disebut dengan panggilan Zoes dan Bung.   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin petang saya menerima kiriman sebuah buku dari Tante Moeke Mashud.   Tante Mashud, yang semasa kecil sering saya sebut-sebut sebagai Zoes Moeke, menirukan ayah dan ibu saya memanggil beliau.   Seperti juga pada umumnya ayah dan rekan-rekan ibu saya selalu menggunakan bahasa Belanda dalam pergaulan sehari-hari, sehingga kolega beliau selalu disebut dengan panggilan Zoes dan Bung.   Tentu saja saya tetap memanggil beliau beliau dengan sebutan atau panggilan Om dan Tante Mashud.</p>
<p>Zoes Moeke ini adalah isteri dari Bung Mashud (almarhum), wartawan Antara, rekan ayah saya yang pernah bertugas di kantor perwakilan Antara London lebih dari 3 tahun di penghujung tahun 1950-an.</p>
<p>Kembali kepada buku yang saya terima dari beliau, ternyata buku tersebut adalah buku yang relatif baru terbit, berjudul : “Aku Wartawan Merdeka”, dengan kata pengantar dari Herawati Diah, yang lebih dikenal dengan Zoes Hera, isteri dari almarhum BM Diah, penggagas dan pendiri dari koran “Merdeka”.</p>
<p>Saya sendiri belum sempat membaca buku tersebut secara keseluruhan, namun sekilas membaca kata pengantar Herawati Diah, ada sesuatu yang sangat menarik.   Dekat bagian akhir dari kata sambutannya Herawati menceritakan hal yang sangat prinsip dari keberadaan koran Merdeka itu.<br />
<span id="more-1456"></span><br />
Berikut ini kutipannya :</p>
<p><em>BM Diah juga menekankan bahwa dasar penerbitan “Merdeka”, bukankah soal untung rugi, tetapi “menyajikan bacaan kepada masyarakat yang sedang berjuang mati-matian melawan penjajah, dan untuk menambah semangat”.</p>
<p>Toeti Kakiailatu, menanyakan BM Diah, kiat-kiat apa yang dipakai Merdeka sebagai suatu media perjuangan.   Menurut BM Diah, kiat Merdeka ada lima hal :</p>
<p>Pertama, Merdeka tidak mempunyai ikatan dengan pemerintah, dengan kekuasaan negara.   Maka kita bebas membuat berita, induk karangan, komentar dan lain-lain.   Jika pemerintah salah - kita kritik.   Jika ia correct - kita akui.   Inilah proses interaksi kita dengan pemerintah.</p>
<p>Kedua, surat kabar ini tidak terikat dengan perusahaan - perusahaan besar atau MNC-MNC dalam soal iklan atau kepentingan - kepentingan ekonomis lainnya.   Maka kita paling bebas memperjuangkan terlaksananya Pasal 33 UUD 1945 tanpa takut kehilangan klien, rekanan dan lain-lain.   Kita juga bebas mengeritik praktek-praktek multinasional.</p>
<p>Ketiga, surat kabar ini tidak mempunyai hubungan dengan atau berafiliasi dengan kekuatan-kekuatan politik yang ada.   Maka kita bebas mengikuti, menyoroti, dan mengecam baik Golkar, PPP maupun PDI. Bahkan ingin kita tegaskan disini bahwa sekalipun Merdeka tidak mempunyai kaitan, misalnya dengan PDI ataupun gerakan-gerakan nasionalis lainnya.</p>
<p>Keempat, Merdeka adalah benar-benar surat kabar pribumi.   Baik modal, tenaga dan operasinya, semuanya bersifat Indonesia.   Tidak ada modal asing, pelacuran kepentingan dengan kekuatan asing atau segi-segi a-nasionalis lainnya.</p>
<p>Kelima,  surat kabar ini seluruhnya terikat dan memihak pada Amanat Penderitaan Rakyat, Pancasila dan cita-cita adil-makmur.   Pekerjaan jurnalistik kita seluruhnya dipusatkan pada tujuan ini.   Maka surat kabar ini benar-benar dicukongi Rakyat Indonesia bagi kehidupannya, kelangsungan hidupnya, dan perjuangannya.</em></p>
<p>Itulah, sekelumit kutipan dari kata pengantar Herawati Diah.</p>
<p>Ditengah hingar-bingar dari amburadulnya situasi saat ini, masih adakah media yang se idealis itu?</p>
<p>Terimakasih banyak atas bukunya Zoes , eh Tante Moeke Mashud.   Salam Hormat.</p>
<p>Jakarta 1 Februari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/zoes-moeke/;t=Zoes Moeke;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/02/zoes-moeke/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/02/zoes-moeke/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jumat Pagi</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/jumat-pagi/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/jumat-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 22:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<category><![CDATA[100 hari pemerintahan SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1459</guid>
		<description><![CDATA[Assalammualaikum Wr Wb,
Hari ini hari Jumat tanggal 29 Januari 2010.   Kemarin kita menyaksikan demonstrasi yang katanya “besar-besaran”.   Pihak Polisi mengerahkan tidak kurang dari 10.000 personil untuk mengamankan pelaksanaan demo besar yang menyambut 100 hari pemerintahan SBY.
Stasiun televisi beberapa hari sebelumnya dan termasuk hari kemarin telah memberikan banyak informasi tentang demo ini.   Tidak itu saja, akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammualaikum Wr Wb,</p>
<p>Hari ini hari Jumat tanggal 29 Januari 2010.   Kemarin kita menyaksikan demonstrasi yang katanya “besar-besaran”.   Pihak Polisi mengerahkan tidak kurang dari 10.000 personil untuk mengamankan pelaksanaan demo besar yang menyambut 100 hari pemerintahan SBY.</p>
<p>Stasiun televisi beberapa hari sebelumnya dan termasuk hari kemarin telah memberikan banyak informasi tentang demo ini.   Tidak itu saja, akan tetapi juga talk show yang digelar dengan menghadapkan para pihak pendemo dengan pihak pemerintah seakan tidak kenal berhenti, bertengkar terus bak debat kusir, sampai malam tadi.</p>
<p>Sangat berlawanan dengan kekhawatiran banyak orang, dan juga sebagaimana terjadi beberapa waktu yang lalu tentang akan terjadinya demo besar, maka pada kenyataannya, jalan-jalan terasa lebih lengang dibanding dengan hari kerja biasa.   Demo besar yang katanya akan melibatkan puluhan ribu orang ternyata hanya dilaksanakan sedikit  pendemo.    Ini satu fenomena yang menjadi sangat menarik.</p>
<p>Salah satu radio asing menurunkan analisis mendalam tentang fenomena ini.   Intisarinya, dikatakan bahwa Indonesia kini telah “<em>established</em>”.   Indonesia telah “<em>mapan</em>”.   <strong>Mengapa?</strong></p>
<p>Diuraikan kemudian bahwa Indonesia sejak bergulirnya reformasi, maka yang terjadi adalah tidak lebih dan tidak kurang sebagai berikut :   Ada satu pemerintahan, yang tidak begitu jelas visi dan misinya, kemudian dipihak lain ada pihak penentang pemerintah yang kerjanya setiap hari mencari kesalahan-kesalahan pemerintah untuk dapat menjatuhkannya.   Pihak ini pun lebih tidak jelas lagi visi dan misinya kecuali hanya ingin menjatuhkan pemerintah yang sedang berkuasa.   Maka apa yang terjadi, tidak lebih dari satu pemerintahan yang kerjanya nyaris hanya mati-matian berusaha melawan pihak yang selalu berusaha menjatuhkannya.  Itulah kesibukan utama yang telah menjadi menu sehari-hari.<br />
<span id="more-1459"></span><br />
Dipihak lain ada kelompok masyarakat, yang tadinya cukup bingung untuk memposisikan dirinya berada dipihak mana.   Beberapa ada yang mencoba bergabung dengan pemerintah, akan tetapi dia merasa tidak melakukan kesalahan ternyata nyaris masuk penjara.   Beberapa yang lain, mencoba ikut serta bersama dengan yang anti pemerintah, namun hasilnya, sumber kehidupannya tidak diperoleh dari pihak yang dibelanya ini, bahkan dia pun nyaris bangkrut.   Nah, belajar dari kedua pengalaman yang canggih itu, maka kemudian terbentuklah orang-orang yang selanjutnya menjadi mapan dengan sikap yang “apatis” alias EGP.   Mungkin mereka kemudian sadar, tidak ada pihak yang memperhatikan nasib mereka semua.   Dua pihak terlihat begitu sibuk setiap hari, mulai dari demo, pansus angket, talk show dan entah apa lagi, namun yang pasti tidak ada manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan itu.</p>
<p>Dengan berjalannya waktu, maka kemapanan ini kemudian mulai tampak kepermukaan ujud yang sesungguhnya.   Setiap hari pemerintah sibuk menjawab “serangan” pihak penyerang yang anti pemerintah, sementara pihak anti pemerintah setiap hari kerjanya adalah mencari-cari kesalahan yang dibuat pemerintah.   Bisa dilihat, mulai dari kasus, mafia peradilan, kasus Bibit dan Chandra, Rumah Sakit Omni, Bank Century, buku Aditjondro, mobil dinas menteri, renovasi rumah DPR, pembangunan pagar istana menjelang kedatangan Presiden AS, pembelian pesawat kepresidenan dan lain-dan lain. Gambar seperti ini bisa dilihat dalam dua hari belakangan ini.   Lihat saja talk show “pertengkaran” dengan topik 100 hari pemerintahan baru yang konon sekedar “ikur-ikut” an Obama yang sedang ngetrend !</p>
<p>Jadi, sepertinya Indonesia, sejak reformasi telah terlatih dengan baik, telah “well-trained”, dan kini menjadi mapan dengan sikap yang EGP.   Pemerintah sibuk, yang mendukung ya dia-dia juga, pihak yang anti pemerintah lebih sibuk lagi dengan menyerang tiap hari dengan orang-orang yang dia dia juga, dan dipihak ketiga kebanyakan orang lainnya yang sibuk saja sendiri mencari “hidup”, selama kepentingannya tidak terganggu, mereka jalan saja mengalir mengikuti perjalanan sejarah.   Orang kini semakin banyak yang menjadi apatis !</p>
<p>Ibarat pesawat terbang, “<em>cockpit crew</em>”, sedang bertengkar terus, beruntung “<em>Auto Pilot</em>” mode sudah “on”, pesawat aman dalam terbang akan tetapi entah akan menuju kemana ?   Menunggu sang Pilot berhenti ribut dengan co pilot nya, untuk segera mengambil alih kemudi : ” <em>I control !</em>”, set heading menuju cita-cita bangsa .   Tidak tahu Kapan akan terjadi ?</p>
<p>Sedih juga mendengarkan ulasan yang demikian itu.   Apakah benar Indonesia telah menjadi seperti itu, apakah benar Indonesia telah “established” ?  Apakah benar orang kemudian telah menjadi apatis, telah EGP?   Wallahualam Bissawab.</p>
<p>Di hari Jumat ini, marilah kita semua, menggunakan kesempatan yang telah diberikan Allah Swt untuk melakukan introspeksi diri masing-masing, apakah semua yang kita kerjakan ini sudah benar?   Apakah kita sudah menjauhi perbuatan - perbuatan dosa ?</p>
<p>Apakah kita semua tidak bersedih HATI?</p>
<p>Malik bin Dinar : “<em><strong>Jika HATI tidak lagi merasa sedih dan gelisah karena dosa, maka yakinlah bahwa HATI itu telah rusak sebagaimana rumah yang runtuh karena sudah tidak dihuni lagi</strong></em>”</p>
<p>Selamat melaksanakan ibadah shollat Jumat !</p>
<p>Assalammualaikum Wr Wb.</p>
<p>Jakarta 29 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/jumat-pagi/;t=Jumat Pagi;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/jumat-pagi/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/jumat-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Orkes Simfoni Studio Jakarta, Manggung Lagi !</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/orkes-simfoni-studio-jakarta-manggung-lagi/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/orkes-simfoni-studio-jakarta-manggung-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 17:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Memories]]></category>

		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<category><![CDATA[People]]></category>

		<category><![CDATA[Orkes Simfoni]]></category>

		<category><![CDATA[Parni Hadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1447</guid>
		<description><![CDATA[Peresmian Auditorium Jusuf Ronodipuro adalah sekaligus dalam rangka memperingati 2 tahun berpulangnya Bapak Jusuf Ronodipuro, yang bersama almarhum Pak Karbol Dr Abdulrahman Saleh dan kawan-kawan mendirikan Radio Republik Indonesia menjelang kemerdekaan RI, dan juga berjasa menyiar-luaskan berita proklamasi keseluruh dunia melalui Radio.
Dalam kata sambutannya Parni Hadi, Direktur RRI, mantan Direktur Utama Antara, mengatakan antara lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peresmian Auditorium Jusuf Ronodipuro adalah sekaligus dalam rangka memperingati 2 tahun berpulangnya Bapak Jusuf Ronodipuro, yang bersama almarhum Pak Karbol Dr Abdulrahman Saleh dan kawan-kawan mendirikan Radio Republik Indonesia menjelang kemerdekaan RI, dan juga berjasa menyiar-luaskan berita proklamasi keseluruh dunia melalui Radio.</p>
<p>Dalam kata sambutannya Parni Hadi, Direktur RRI, mantan Direktur Utama Antara, mengatakan antara lain : RRI sebagai produk anak bangsa tidak pernah melupakan jasa para pahlawan.   Salah satu pahlawan itu adalah almarhum M.Jusuf Ronodipuro, pembaca naskah 17 Agustus 1945 dan perintis pendirian RRI.   Dengan semangat itu, maka angkasawan dan angkasawati RRI mengabadikan nama almarhum M. Jusuf Ronodipuro sebagai nama Auditorium RRI hari ini, bertepatan dengan 2 tahun wafat beliau.   Dan untuk menunjukkan auditorium ini ditandai dengan kebangkitan kembali pagelaran orkes simfoni studio Jakarta, yang kemudian akan diikuti kegiatan lain yang menandai gerak kehidupan.</p>
<p>Selesai sambutan Parni Hadi, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan rekan almarhum yaitu saudara Rosihan Anwar.   Dalam kata sambutannya, Rosihan Anwar memperkenalkan 2 dari 3 penyiar RRI Suara Indonesia diawal kemerdekaan RI, yaitu Ibu Mien Soedarpo dan Nyonya Rosihan Anwar.</p>
<p>Selesai kata sambutan dan peresmian auditorium, acara dilanjutkan dengan pagelaran Orkes Simfoni Studio Jakarta yang dipimpin oleh konduktor Amir Katamsi.   Orkes ini diperkuat oleh dua orang vokalis kenamaan , Aning Katamso Asmoro dan saudara Christopher Abimanyu Sastrodihardjo.</p>
<p><span id="more-1447"></span></p>
<p>Lagu-lagu yang dibawakan oleh orkes simfoni ini, sepertinya memang sudah diseleksi sedemikian rupa, sehingga benar-benar merupakan lagu-lagu favorit para penggemar musik klasik.   Lihat saja, antara lain lagu “eine kleine nachtmusik” dari Mozart, Air on G string dari Sebastian Bach, Walza Estudiantina dari Emil Waldteufel, The Blue Danube nya Johann Strauss dan Amigos Para Siempre dari Llyod Webber yang dibawakan dengan sangat sempurna oleh duet Abimanyu dan Aning, serta ditutup dengan lagu yang sangat bersemangat dari Johann Strauss senior yang tidak asing lagi yaitu “Radetzky March”.</p>
<p>Pagelaran yang disajikan dalam dua tahapan program dan diselingi istirahat 15 menit itu, mempersembahkan 14 buah lagu secara keseluruhan.   Sajian ini terasa “pas” sekali, tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit.   Orkes Simfoni Studio Jakarta ini tampil memukau hadirin yang memadati auditorium Jusuf Ronodipuro tersebut.   Benar-benar membanggakan.   Auditorium baru ini, kelihatan jauh sekali dari kesan “mewah”, justru terlihat sangat sederhana, merefleksikan sosok sang Direktur, Bapak Parni Hadi.</p>
<p>Walau tidak mewah akan tetapi kelihatan bersih dan menyenangkan.   Juga terasa sekali kehadiran auditorium baru yang sederhana dengan toilet diluar dekat pintu masuk yang bersih, jelas mewakili gambaran betapa keras dan bersemangatnya orang-orang di jajaran RRI Jakarta dalam upayanya untuk menghadirkan kembali Orkes Simfoni dan juga sebuah auditorium yang dahulu dikenal dengan nama Studio 5 RRI Jakarta, yang telah musnah terbakar beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Ditahun 50-an, belum ada televisi, maka semua orang mendengarkan RRI sebagai satu-satunya Radio yang ada.   Kita mengenal dengan baik Orkes Simfoni Studio Jakarta pimpinan Iskandar, kemudian Isbandi dan juga Sjaiful Bachri, yang tampil rutin secara berkala di Studio 5 RRI Jakarta.</p>
<p>Masa kecil saya, yang tinggal di jalan Segara 4 nomor 4, tidak jauh dari gedung RRI Merdeka Barat, dan masa menjadi pegawai honorer di RRI Jakarta pada seksi siaran kata pimpinan Bapak Thalib di tahun 1966, telah membawa diri saya hanyut penuh haru, memasuki lagi gedung RRI yang tersimpan dengan baik dalam memori dikepala saya sebagai tempat bermain dan mencari nafkah, lebih 40 tahun yang lalu.</p>
<p>Peresmian Auditorium dan pagelaran orkes simfoni malam itu benar-benar telah mewakili satu sajian yang sangat bermakna ditengah-tengah hiruk pikuk nya orang orang yang katanya  sedang ber “demokrasi”.   Demokrasi yang kelihatannya tidak lebih dari kegiatan dari orang-orang yang hanya banyak omong kosong , tanpa etika, nyaris tanpa peradaban dan lebih buruk lagi seolah hadir tanpa karya bagi rakyat kebanyakan.</p>
<p>Rosihan Anwar mengatakan bahwa Jusuf Ronodipuro adalah contoh ideal dari tampilan seseorang yang tidak banyak omong akan tetapi sarat dengan kreativitas yang “heroik”.   Sosok yang sepertinya saat ini sudah menjadi barang langka sekali !</p>
<p>Parni Hadi, mewakili seluruh angkasawan dan angkasawati RRI yang hidupnya jauh dari “glamour” dan kemewahan,  saat ini konon sebagian besar hanyalah pegawai “honorer” tanpa masa depan yang jelas, namun masih memiliki semangat yang begitu besar untuk berkarya.   Berkarya yang tidak hanya sekedar mengalir dengan kegiatan membosankan sehari-hari dengan imbalan seadanya, namun berusaha keras mewujudkan semampunya menata ulang sebuah auditorium dan kemudian mempersembahkannya kepada almarhum Bapak Jusuf Ronodipuro satu penghargaan yang tidak ternilai, yaitu mengabadikan namanya sebagai nama dari Auditorium kebanggaannya.   Sungguh satu sikap yang sangat “heroik” !</p>
<p>Kegiatan dari kelompok orang yang berpendapatan “pas-pas” an, tidak banyak omong namun berbuat satu kebajikan, satu keteladanan, sikap menghargai dan menghormati pahlawannya.   Kegiatan ini sama sekali tidak akan mendapat jatah untuk disiarkan di televisi, apalagi siaran langsung ataupun “breaking news”.   Tidak akan juga masuk dalam “talk show” atau wawancara.   Kegiatan ini tentu saja menjadi satu kegiatan yang kalah menarik dibanding pertunjukkan sirkus di Senayan.   Saya kagum dengan semangat Parni Hadi dan jajaran RRI.</p>
<p>Semangat itu tergambar jelas dengan pekik bersemangat Parni Hadi dalam mengakhiri pidatonya , yaitu : “Sekali Di Udara, tetap Di Udara ! Dengan Lebih Bermakna !, Itulah Kehidupan.</p>
<p>Terasa hawa dari semangat penuh kepahlawanan dari pegawai RRI ini, sungguh telah membuat hati ini sedih, terharu namun membuat gembira.   Terharu, karena ditengah-tengah situasi amburadul dan hiruk pikuk nya orang orang yang omong besar tanpa arah yang merupakan refleksi dari ujud para pihak yang hanya sekedar mengejar kepentingan diri sendiri/kelompok/golongan, ternyata ada sekelompok manusia di Republik ini justru sibuk dengan kegiatan memberi penghargaan kepada pendahulunya dan melantunkan lagu-lagu yang menyejukkan hati, sekedar intermeso.   Intermeso dalam rangkaian menyongsong kegiatan berikutnya menghadapi tantangan hidup dengan hanya berbekal amunisi yang tambal sulam.</p>
<p>Salut kepada Parni Hadi dan segenap Keluarga Besar RRI.   Selamat kepada keluarga besar Jusuf Ronodipuro.</p>
<p>Salam Hormat !</p>
<p>Jakarta 27 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/orkes-simfoni-studio-jakarta-manggung-lagi/;t=Orkes Simfoni Studio Jakarta, Manggung Lagi !;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/orkes-simfoni-studio-jakarta-manggung-lagi/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/orkes-simfoni-studio-jakarta-manggung-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Pro’s Manggung Lagi</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/the-pro%e2%80%99s-manggung-lagi/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/the-pro%e2%80%99s-manggung-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 23:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<category><![CDATA[The Pro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1462</guid>
		<description><![CDATA[Malam tadi bertempat di “airman planet lounge”, Hotel Sultan, kelompok Band kondang di tahun 1960-an, The Pro’s bernostalgia manggung kembali.   Ditemani oleh band “grasshopper”, pimpinan Moteh Mokoginta sebagai pendamping, The Pro’s yang biasa mengiring suara emas almarhum Broery, masih tampil memukau, muncul dengan beberapa pemain dibawah pimpinan Dimas Wahab.   Mereka yang manggung terlihat, antara lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1463" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-full wp-image-1463" title="band" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/02/band.jpg" alt="The Pro's" width="150" height="113" /><p class="wp-caption-text">The Pro&#39;s</p></div>
<p>Malam tadi bertempat di “<strong>airman planet lounge</strong>”, <a href="http://sultanjakarta.com/" target="_blank"><strong>Hotel Sultan</strong></a>, kelompok Band kondang di tahun 1960-an, The Pro’s bernostalgia manggung kembali.   Ditemani oleh band “grasshopper”, pimpinan Moteh Mokoginta sebagai pendamping, The Pro’s yang biasa mengiring suara emas almarhum Broery, masih tampil memukau, muncul dengan beberapa pemain dibawah pimpinan Dimas Wahab.   Mereka yang manggung terlihat, antara lain Pomo dengan Saxophone nya, Abadi Soesman di Key-board, serta Dimas Wahab sendiri yang membawa Bass-Gitar.   Tampak pula Bob Tutupoli yang membawakan beberapa lagu.   Cukup mengejutkan banyak orang Idris Sardi sang biola maut turut muncul dengan berpakaian kain sarung dan atasan yang khas Jawa.</p>
<p>Para penggemar The Pro’s, yang tentu saja mereka yang telah berumur rata-rata diatas 55 tahun tampak cukup puas mendengarkan lagu-lagu nostalgia yang disajikan oleh The Pro’s ini.   Lounge airman planet, malam tadi benar-benar “membludak” tak sanggup menampung tamu yang kelihatannya “over loaded”.</p>
<p>Idris Sardi antara lain membawakan instrumentalia  ”Es Lilin”.   Sementara Bob mendendangkan “answer me” yang dibawakan dengan selingan suara saxo dari Pomo, telah benar-benar membuat para penonton puas dan terhibur.</p>
<p>Tampak hadir diantara penonton, sang penggubah lagu Rinto Harahap, yang salah satu dari lagu ciptaannya dinyanyikan dengan baik sekali oleh Alam, sang drummer yang tuna netra.   Juga terlihat salah seorang Menteri KIB 2,  Duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Kerajaan Brunei untuk Indonesia beserta keluarga besarnya dan lain-lain.</p>
<p>Menjadi lebih meriah lagi, karena pagelaran ini dipandu oleh MC Kondang Dali Taher, yang sekaligus juga membawakan beberapa lagu “kenangan”……. Mantaf  My Pren !</p>
<p>Suasana tempat pagelaran begitu meriah dan penuh dengan nostalgia dari banyak tetamu, yang rata-rata memang hadir besserta keluarga dekatnya.   The Pro’s Re-union, malam tadi benar-benar sukses !</p>
<p>Seyogyanya, penghargaan kepada para musisi senior yang telah beranjak ke usia senja, tidak menurun hanya karena  mereka sudah tidak dapat tampil lagi sesering pada waktu masa keemasannya !</p>
<p>Bravo !</p>
<p>Jakarta 27 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/the-pro%e2%80%99s-manggung-lagi/;t=The Pro’s Manggung Lagi;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/the-pro%e2%80%99s-manggung-lagi/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/the-pro%e2%80%99s-manggung-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tulisan Bagus!</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/tulisan-bagus/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/tulisan-bagus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 15:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[CROY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1476</guid>
		<description><![CDATA[Pada setiap Sabtu pagi, dapat dipastikan suasana memang agak berbeda dengan hari-hari lainnya,   Paling tidak, kegiatan di pagi hari Sabtu tidaklah akan sesibuk hari Senin sampai Jumat.   Namun yang tetap saja dilakukan, kiranya adalah melihat perkembangan terakhir di tanah air melalui TV dan atau Koran.
Kalau melihat Kompasiana, sudah dilakukan setiap usai atau menjelang sholat subuh.
Nah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada setiap Sabtu pagi, dapat dipastikan suasana memang agak berbeda dengan hari-hari lainnya,   Paling tidak, kegiatan di pagi hari Sabtu tidaklah akan sesibuk hari Senin sampai Jumat.   Namun yang tetap saja dilakukan, kiranya adalah melihat perkembangan terakhir di tanah air melalui TV dan atau Koran.</p>
<p>Kalau melihat Kompasiana, sudah dilakukan setiap usai atau menjelang sholat subuh.</p>
<p>Nah, pagi hari ini saya mendapatkan satu tulisan bagus sekali dari Jakob Sumardjo seorang Esais yang tulisannya dimuat di halaman 7  kanan atas harian Kompas. (tempat biasanya sesekali tulisan saya juga hadir disitu, dahulu kala).</p>
<p>Tulisan tersebut berjudul Teater DPR.   Saya katakan tulisan bagus, karena sejak dari kata pertama sampai akhir tulisan, isinya seolah mewakili semua apa yang ada di kepala saya akhir-akhir ini.  Saya percaya juga di kepala banyak orang lain.</p>
<p>Saya kutip sedikit : “<em>Dan tiba-tiba, seperti pemulung yang menjadi patih, mereka mencecar wakil Presidennya dalam pertunjukkan tetater bangsa ini</em>”    Berikutnya lagi : ” <em>Seorang Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih mayoritas rakyat, di Indonesia, dapat dibentak-bentak oleh wakil-wakil rakyat.</em>”</p>
<p>Jangan salah kira, saya tidak dalam posisi berpihak pada siapapun dalam konteks ini.   Saya hanya ingin mengemukakan betapa tidak pantas nya kelakuan para anggota DPR kita dalam kontes hak angket Bank Century.   Benar-benar sebuah pertunjukkan yang sangat tidak mendidik bagi anak-anak muda kita.</p>
<p>Dalam salah satu tulisan saya di buku CROY,  halaman 38 saya sebutkan disitu sebagai berikut :</p>
<p><em>Sekali lagi, perlu digaris bawahi, bahwa asumsi masyarakat luas selama ini tentang bobroknya mentalitas para anggota DPR sekarang telah  menjadi atau telah memperoleh pembenaran akademik ! Bisa dibayangkan, disertasi ilmiah untuk program doktor dari Idrus Marham tentang lebih dari 60 % anggota DPR ternyata tidak berkualitas, telah mendapatkan penilaian “cum laude” dari senat guru besar Universitas Gajah Mada.</em></p>
<p>Benar-benar memprihatinkan !</p>
<p>Mudah-mudahan, banyak pembaca yang mengamati tulisan bagus dari Jakob Sumardjo ini !</p>
<p>Jakarta 23 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/tulisan-bagus/;t=Tulisan Bagus!;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/tulisan-bagus/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/tulisan-bagus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sri Mulyani Tidak Mau (Lagi) Dipanggil Pansus!</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/sri-mulyani-tidak-mau-lagi-dipanggil-pansus/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/sri-mulyani-tidak-mau-lagi-dipanggil-pansus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 08:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<category><![CDATA[Century]]></category>

		<category><![CDATA[Pansus]]></category>

		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1467</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku setelah keputusan penyelamatan Bank Century pada 20/21 November 2008, kalangan DPR tidak pernah mempertanyakan atau menyesalinya.
Sri Mulyani menjelaskan, pada rapat pertamanya dengan Komisi XI DPR RI pada 3 Desember 2008, tidak pernah ada kecaman atau pertanyaan seputar keputusan Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) untuk menyelamatkan Bank Century.
“Justru Dewan banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1468" class="wp-caption alignleft" style="width: 286px"><img class="size-full wp-image-1468" title="sri-mulyani3" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/02/sri-mulyani3.jpg" alt="Sri Mulyani" width="276" height="300" /><p class="wp-caption-text">Sri Mulyani</p></div>
<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku setelah keputusan penyelamatan Bank Century pada 20/21 November 2008, kalangan DPR tidak pernah mempertanyakan atau menyesalinya.</p>
<p>Sri Mulyani menjelaskan, pada rapat pertamanya dengan Komisi XI DPR RI pada 3 Desember 2008, tidak pernah ada kecaman atau pertanyaan seputar keputusan Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) untuk menyelamatkan Bank Century.</p>
<p>“Justru Dewan banyak yang mengatakan pemerintah harus lebih memperhatikan dampak sistemik yang tidak hanya bermula dan berakhir di Bank Century. Beberapa dewan bahkan mengatakan perlunya penjaminan penuh,” ujar Sri Mulyani dalam rapat dengan Pansus Bank Century di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2010).</p>
<p>Itulah sepotong kutipan dari berita di media on line mengenai Pansus yang memeriksa Sri Mulyani.   Lebih jauh uraian berita itu juga menyebutkan sebagai berkut:</p>
<p>Anggota Komisi XI DPR RI, lanjut Sri Mulyani, bahkan juga memberikan rekomendasi untuk melakukan langkah-langkah ekstra ordinary untuk penanganan kondisi krisis akibat terpaan krisis global.</p>
<p>“Setahu saya, saya tidak pernah dipertanyakan atau penyesalan pengambilan keputusan. Keputusan penanganan krisis sesuai dengan situasi yang dihadapi dan kondisi Indonesia kini situasinya membaik apalagi dibandingkan dengan negara lain,” urainya.<br />
<span id="more-1467"></span><br />
“Keputusan (penyelamatan Bank Century) itu bisa dibenarkan karena kita betul-betul ingin mencegah krisis,” imbuhnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan, di tengah situasi krisis finansial global, Presiden SBY ketika itu telah menetapkan sejumlah garis kebijakan kepada menteri keuangan.</p>
<p>“Garis kebijakan itu, Indonesia tidak boleh jatuh ke krisis keuangan seperti 1997/98 sehingga berakibat RI harus masuk program IMF. Itu adalah garis kebijakan yang instruksinya jelas dari presiden,” tegas Sri Mulyani.</p>
<p>Sayangnya penjelasan Sri Mulyani lebih jauh terkait garis kebijakan tersebut tidak bisa dilanjutkan karena dipotong oleh anggota pansus dari FPKB Anna Muawanah. Sri Mulyani sempat ngotot mau menjelaskan, tapi tidak diberi waktu lagi.   Tentu saja hal ini diperkirakan telah membuat Sri Mulyani kecewa berat.</p>
<p>Kekecewaan tentang hal ini juga telah membuat Sri Mulyani tidak mau (lagi) di panggil “pansus”.   Wajar saja, karena orang namanya Sri Mulyani koq dipanggil “pansus”, pasti tidak mau !   Kalau mau memanggil ya panggil dengan namanya dong !</p>
<p>Jakarta 19 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/sri-mulyani-tidak-mau-lagi-dipanggil-pansus/;t=Sri Mulyani Tidak Mau (Lagi) Dipanggil Pansus!;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/sri-mulyani-tidak-mau-lagi-dipanggil-pansus/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/sri-mulyani-tidak-mau-lagi-dipanggil-pansus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Leadership (4)</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-4/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 06:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1501</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita membicarakan lebih mendalam lagi tentang kepemimpinan, atau lebih populer dikalangan luas dikenal sebagai “leadership”, maka kita akan sampai kepada pemahaman tentang “pemimpin” atau “leader” itu sendiri.
Siapakah dan bagaimanakah sang pemimpin itu ?
Dahulu kala, dan juga sampai dengan saat ini, masih ada dan bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan.   Seorang pemimpin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila kita membicarakan lebih mendalam lagi tentang kepemimpinan, atau lebih populer dikalangan luas dikenal sebagai “leadership”, maka kita akan sampai kepada pemahaman tentang “pemimpin” atau “leader” itu sendiri.</p>
<p>Siapakah dan bagaimanakah sang pemimpin itu ?</p>
<p>Dahulu kala, dan juga sampai dengan saat ini, masih ada dan bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan.   Seorang pemimpin itu adalah memang seorang yang sejak lahirnya telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin.   Pendapat ini setidaknya ditopang dengan persepsi yang berkembang dimasyarakat yaitu berkait dengan kekaguman terhadap sosok seorang pemimpin.   Katakanlah misalnya dalam melihat sosok seorang Bung Karno, Mahatir Muhamad, Lee Kuan Yew, Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, Golda Meir, Margaret Thatcher, Kennedy, Moammar Khadafi, Gamal Abdul Nasser, Adolf Hitler dan lain-lain.</p>
<p>Sosok para pemimpin itu, terlihat sekali “angker” nya, “wibawa” nya , “kharisma” nya.   Sosok yang mengundang kekaguman para pengikutnya diseluruh dunia.   Kekaguman atau rasa kagum itulah yang dengan mudah sekali kemudian berkembang atau mengembangkan sikap untuk mengkultuskan sang pemimpin.   Kita mengenal istilah kultus individu dijamannya Soekarno memerintah Republik Indonesia.   Dibuatlah gambar-gambar, lukisan, cerita bahkan lagu-lagu yang kesemuanya merupakan refleksi dari kekaguman para pengikutnya.   <span id="more-1501"></span></p>
<p>Walaupun, dapat dipastikan bahwa beberapa diantaranya, terselubung maksud-maksud tertentu dibalik itu.   Ada interest pula yang larut didalamnya.   Akan tetapi , apapun itu maka semuanya adalah berpulang bagaimana seorang pemimpin itu kemudian, dipuja-puja bak manusia setengah dewa, dan selanjutnya berkembanglah “cerita-cerita” tentang kesaktiannya.   Belum lagi yang mendramatisasi benda-benda milik seorang pemimpin.   Kita masih ingat banyaknya cerita tentang kesaktian tongkat komando nya Bung Karno misalnya, dan lain-lain.   Kemampuan yang luar biasa dari seorang pemimpin, dengan mudah dihubung-hubungkan dengan hal-hal yang ghaib dan mistis sifatnya.   Tentu saja hal tersebut sekali lagi , berkembang dari rasa kagum banyak orang terhadap dirinya.</p>
<p>Dari uraian itulah , muncul kemudian anggapan yang tumbuh dimasyarakat “akar rumput” terutama sekali pemahaman bahwa “pemimpin” itu memang datang sejak dari “sono” nya,  mereka memang dilahirkan sebagai seorang “pemimpin”.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, pemahaman ini diterima oleh banyak orang.   Akan tetapi dengan berjalannya sang waktu, dimana ilmu pengetahuan berkembang begitu cepat, pendapat ini segera saja berubah.   Teori dan penelitian tentang atau berkait dengan “pemimpin” dilakukan orang secara intens.   Sejak itulah maka secara bertahap, pengertian atau pemahaman bahwa pemimpin itu dilahirkan, atau pemimpin itu adalah orang yang sejak lahir sudah ditakdirkan akan menjadi pemimpin, tidak lagi diterima oleh masyarakat luas.</p>
<p>Pendapat orang tentang “born leaders”, secara bertahap berubah, “leader are made”.   Muncullah kemudian persepsi tentang pemahaman  bahwa pemimpin itu tidaklah “dilahirkan”, pemimpin itu dibuat, dibangun, dilatih, diajarkan seperti juga dengan apa yang terjadi pada profesi-profesi lainnya.   “Leader’s are not born.   They are educated, trained and made as in every other profession”.</p>
<p>Ya, pemimpin harus dibentuk, harus diajarkan dan harus dilatih untuk bisa menjadi pemimpin, seperti juga dengan apa yang terjadi pada profesi lainnya !   Bila kita berbicara mengenai profesi atau pekerjaan seseorang, maka memang tidak bisa dibantah bahwa “bakat” seseorang akan turut menentukan apakah dia akan dapat meraih sukses dengan cepat atau lambat atau bahkan “gagal” dalam pekerjaannya itu.</p>
<p>Mari kita perdalam sedikit tentang pengertian ini.   Seorang pemimpin yang sukses dalam memimpin, biasanya adalah seseorang yang mempunyai bekal pengalaman sebagai seorang yang selalu taat kepada aturan, seorang yang memiliki kemauan keras untuk patuh kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku, seorang yang belajar untuk taat azas.</p>
<p>Aristoteles, seorang filosof Yunani yang hidup lebih dar 300 tahun sebelum Masehi , pernah berkata bahwa : “He who has never learned to obey, can not be a good commander”. Intisarinya adalah, mereka yang tidak pernah belajar untuk taat azas, maka dia tidak akan mampu menjadi pemimpin atau komandan yang baik !</p>
<p>Komandan, adalah seorang yang mendapatkan otorisasi untuk memberikan komando atau perintah.   Orang yang kerjanya memberikan komando , disebut sebagai Komandan.   Orang yang memiliki hak atau otoritas untuk memerintah, pekerjaannya memerintah, maka orang itu disebut sebagai pemerintah.   Namun jangan lupa, bahwa pada setiap hak untuk memberikan komando dan atau hak untuk memerintah, maka  secara otomatis terikut didalamnya kewajiban untuk “bertanggung jawab”. Pada setiap kata “command”, maka didalamnya ada kata “responsibility“.   Itu sebabnya Friedrich Wilhelm Nietzsche, filsuf kenamaan Jerman berkata : “To do great things is difficult, but to command great things is more difficult”.</p>
<p>Jelas disini, bahwa  pemimpin itu tidak dilahirkan, karena ada unsur yang harus dipelajarinya sebagai bekal, dan sekaligus mengikut kepada wewenang yang dimiliki oleh seorang pemimpin, terbawa didalamnya unsur “tangung jawab”.</p>
<p>Bagi anda yang senang memerintah atau memberi perintah, seyogyanya, sadarilah bahwa begitu anda memberikan perintah maka sebenarnya sudah melekat atau terkandung didalamnya unsur “responsibility” atau “tanggung jawab” !    Dimana dan kapan serta dalam kasus apapun, termasuk dalam kasus “century”.</p>
<p>Jangan sekali-kali memerintah atau memberikan komando, atau menjadi pemimpin, bila anda “enggan” untuk bertanggung jawab !   Winston Churchill mengatakannya sebagai : “The price of greatness is responsibility”</p>
<p>Jakarta 17 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-4/;t=Leadership (4);window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-4/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-4/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sidang Angket Century? Kita Tunggu Sang Pemberani!</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/sidang-angket-century-kita-tunggu-sang-pemberani/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/sidang-angket-century-kita-tunggu-sang-pemberani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 11:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Case]]></category>

		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1471</guid>
		<description><![CDATA[Dalam salah satu koran terbitan ibukota Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin atas jalannya proses pemeriksaan oleh Panitia Khusus Angket Century di Dewan Perwakilan Rakyat.   Bagian yang disoroti oleh Presiden adalah tentang etika dan akhlak di dalam Pansus.
Dibagian lain dari berita itu tertera penjelasan dari Todung Mulya Lubis yang mengatakan bahwa  siapa pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam salah satu koran terbitan ibukota Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin atas jalannya proses pemeriksaan oleh Panitia Khusus Angket Century di Dewan Perwakilan Rakyat.   Bagian yang disoroti oleh Presiden adalah tentang etika dan akhlak di dalam Pansus.</p>
<p>Dibagian lain dari berita itu tertera penjelasan dari Todung Mulya Lubis yang mengatakan bahwa  siapa pun yang dipanggil dan dimintai keterangan, Pansus berkewajiban memperlakukan mereka dengan hormat.   Lepas dari setuju atau tidak dengan jawaban yang diberikan interaksi harus dilakukan dalam keadaban !</p>
<p>Orang-orang yang dipanggil sebagai saksi, bukanlah tersangka dan terlebih bukan pula terdakwa, akan tetapi para anggota Pansus telah bersikap sebagai Jaksa dan memperlakukan saksi sebagai terdakwa, bahkan lebih dari itu mungkin sudah diperlakukan sebagai terhukum!</p>
<p>Sungguh menyedihkan, menyaksikan tontonan murahan di televisi.   Benar-benar satu tayangan yang sangat tidak mendidik !   Tayangan atau pertunjukkan yang dapat merusak akhlak para anak muda generasi penerus bangsa.   Sadarkah mereka itu ?</p>
<p>Kiranya benar sekali ,<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maurice_Barr%C3%A8s" target="_blank"><strong>Maurice Barres</strong></a> seorang wartawan Perancis  yang hidup diakhir tahun 1910-an,  mengatakan :” <em>The Politician is an acrobat.   He keeps his balance by saying the opposite of  what he does !</em> “. Akrobat di Senayan memang kini sedang beraksi.<br />
Sang Jurnalis</p>
<p>Mengapa semua ini sampai terjadi, dan bagaimana cara untuk menghentikannya ?</p>
<p>Kemarin Kwik Kian Gie mengatakan di Televisi, bahwa masalah ini akan segera selesai, begitu ada orang yang berani maju mengangkat tangan dan berkata “Saya Yang Bertanggung Jawab”.   Nah , kini marilah kita semua menanti ada orang yang berani itu.</p>
<p>Kita Tunggu Sang Pemberani !</p>
<p>Jakarta 15 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/sidang-angket-century-kita-tunggu-sang-pemberani/;t=Sidang Angket Century? Kita Tunggu Sang Pemberani!;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/sidang-angket-century-kita-tunggu-sang-pemberani/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/sidang-angket-century-kita-tunggu-sang-pemberani/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Leadership (3)</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-3/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 09:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1499</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kepemimpinan orang mengenal terminologi “strong leader”.  Apakah Strong leader itu ?   Banyak pengertian yang menguraikan tentang arti atau maksud dari istilah “strong leader”. Sebenarnya yang sering dimaksudkan orang dengan strong leader adalah tiada lain dari  “effective leader”, kepemimpinan atau pemimpin yang efektif.
Untuk dapat menjalankan peran sebagai leader yang efektif, maka kita harus melihat terlebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kepemimpinan orang mengenal terminologi “<em>strong leader</em>”.  Apakah Strong leader itu ?   Banyak pengertian yang menguraikan tentang arti atau maksud dari istilah “<em>strong leader</em>”. Sebenarnya yang sering dimaksudkan orang dengan strong leader adalah tiada lain dari  “effective leader”, kepemimpinan atau pemimpin yang efektif.</p>
<p>Untuk dapat menjalankan peran sebagai leader yang efektif, maka kita harus melihat terlebih dahulu apa yang menjadi “<em>basic concept</em>” dari pemimpin yang efektif .   Apabila diamati dengan hati-hati, maka untuk dapat menjadi pemimpin yang efektif, konsep dasar nya adalah :  <strong>Mission accomplishment dan care and support of the people. </strong>Kemampuan untuk dapat menyelesaikan dengan baik pelaksanaan tugas dan  kesanggupan dalam memberikan perhatian dan dorongan terhadap anak buah.</p>
<p>Kemampuan menyelesaikan tugas, tidaklah dapat diperoleh dengan “instant”. Kesanggupan seseorang melaksanakan tugas, lebih banyak ditentukan dari pengalaman yang diperolehnya, dibandingkan dari bekal teori yang dimilikinya.   Itu sebabnya kemampuan ini  tidak dapat dan mustahil untuk dapat diperoleh secara tiba-tiba.   Kemampuan ini lebih kepada ujud  kumpulan proses pengambilan keputusan yang penuh dengan  rangkaian “trial and error” atau “trial by error“.   Proses mencoba yang merupakan kumpulan dari  berbagai kesalahan besar dan kecil yang kemudian menjadi bekal untuk tidak lagi berbuat kesalahan.<br />
<span id="more-1499"></span><br />
Disinilah diperlukan adanya keberanian.   Keberanian untuk mengambil keputusan dan juga keberanian untuk bertindak.   Keberanian yang bukan merupakan ujung dari tindakan yang nekat, akan tetapi keberanian yang ditopang pengalaman yang matang.   Pengalaman antara lain dari  “kesalahan” yang diperbuat dan kemudian dievaluasi.</p>
<p>Trial by Error, telah menjadi satu metoda umum dari pelajaran “<em>problem solving</em>”, cara memecahkan persoalan, menyelesaikan masalah, dan kadang juga untuk membuktikan suatu teori dalam praktek di lapangan.   “Learning does not happen from  failure it self, but rather from analyzing the failure, making a change, and then trying again”.</p>
<p>Proses belajar disini, tidaklah hanya melihat kesalahan yang terjadi, akan tetapi juga dengan menganalisis kesalahan itu, buat perubahan dan penyesuaian serta coba kembali !    Itulah metoda <strong>Trial and error</strong> atau <strong>Trial by error</strong> yang  didalam Computer Science dikenal dengan generate and test atau dalam ilmu aljabar disebut sebagai “guess and check”.   Di Cranfield Institute of Technology , perguruan tinggi teknologi yang beken di Kerajaan Inggris Raya ,terkenal dengan motonya  yang berbunyi : “<em><strong>Test to Learn and Learn to Test</strong></em>” ! Itulah bekal untuk dapat berhasil.</p>
<p>Selanjutnya, tentang Care and support of the people, mengandung makna yang  sangat mendalam.   Seorang pemimpin tidak punya pilihan lain, selain dari memberikan perhatian yang seksama terhadap anak buahnya.   Mengetahui tidak saja kemampuan sang anak buah, akan tetapi juga mengerti dengan baik semua kelemahannya.   Kunci keberhasilan tugas, lebih banyak tergantung kepada kemampuan seorang pemimpin, akan tetapi kemampuan para anak buah dilapangan akan sangat jauh memberikan jaminan apakah tugas itu akan sukses atau tidak.</p>
<p>Itu sebabnya, maka selain perhatian kepada anak buah yang harus diutamakan dalam pelaksanaan satu misi yang diemban, dukungan moril terhadap anak buah tidak pula boleh dilupakan.   Dukungan moril dan membangkitkan motivasi haruslah menjadi bagian yang utuh dari perintah atasan kepada anak buahnya, bila menginginkan kesuksesan dalam rangkaian pelaksanaan tugas, dimanapun dan kapanpun.</p>
<p>Jadi care and support of the people sangatlah penting untuk dilakukan oleh seorang pemimpin.    Loyalitas anak buah hanya akan terbangun, bila sang pemimpin memberikan perhatian dan dukungan yang sepadan kepada anak buahnya.</p>
<p><strong>Donald T Regan</strong>, Former CEO and White House chief of  Staff berkata :” <strong>You’ve got to give loyalty down, if you want loyalty up !</strong>”</p>
<p>Khusus mengenai tugas.  Satu kata yang sangat sederhana dan dikenal dengan baik , dalam arti bukan sesuatu yang asing.   Akan tetapi banyak juga orang yang tidak memahami dengan baik apa makna dari kata tugas itu.</p>
<p>Tugas, seseorang, apakah pemimpin atau anak buah harus tahu benar akan tugas nya, dalam arti mengerti tentang tugasnya.   Mengerti apa yang harus dikerjakannya.   Mengerti kapan harus dikerjakannya.   Dan yang paling penting adalah  “tanpa harus diperintah” kan serta tanpa harus di “awasi”.</p>
<p>Itulah uraian tentang Pemimpin yang kuat atau pemimpin yang efektif.   The Strong leader atau The effective Leader. Yaitu pemimpin yang memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas dan juga mempunyai perhatian dan dukungan yang besar terhadap semua  anak buahnya.</p>
<p>Mudah-mudahan kita semua yang pasti adalah juga seorang pemimpin dalam bentuk dan skala nya masing-masing dapat berperan sebagai pemimpin yang efektif, pemimpin yang kuat !</p>
<p>Semoga !</p>
<p>Jakarta 15 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-3/;t=Leadership (3);window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-3/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Leadership (2)</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-2/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 07:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1494</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara tentang kepemimpinan, maka kita dapat membahasnya dari banyak aspek tinjauan.   Dengan demikian maka akan lebih mudah bagi kita untuk memahaminya sebagai satu pengetahuan yang berguna.
Sejauh itu ada banyak sekali gaya kepemimpinan yang dapat diketahui dari beberapa literatur mengenai Leadership.   Namun  kali ini saya hanya akan memberikan beberapa contoh saja.
Gaya kepemimpinan yang sangat populer dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara tentang kepemimpinan, maka kita dapat membahasnya dari banyak aspek tinjauan.   Dengan demikian maka akan lebih mudah bagi kita untuk memahaminya sebagai satu pengetahuan yang berguna.</p>
<p>Sejauh itu ada banyak sekali gaya kepemimpinan yang dapat diketahui dari beberapa literatur mengenai Leadership.   Namun  kali ini saya hanya akan memberikan beberapa contoh saja.</p>
<p>Gaya kepemimpinan yang sangat populer dan banyak diketahui adalah :</p>
<p><strong>Gaya Kepemimpinan Otoriter atau Otokratis atau Authoritarian.</strong><br />
Ini adalah gaya dari seorang pemimpin yang selalu memusatkan semua keputusan dan kebijakan yang diambil hanya dari dirinya sendiri secara penuh dan mutlak.  Segala hal yang biasanya menyangkut pembagian tugas dan tanggung jawab , langsung dipegang oleh sang pemimpin yang otoriter itu, sedangkan para bawahan hanya diberikan kesempatan untuk semata melaksanakan tugas yang telah diberikannya.<br />
<span id="more-1494"></span><br />
<strong>Gaya Kepemimpinan Demokratis atau kepemimpinan yang partisipatif.</strong><br />
Gaya kepemimpinan demokratis adalah suatu gaya pemimpin yang pada hakikatnya selalu memberikan wewenang secara luas kepada para bawahannya sebagai tim.    Setiap saat menjumpai permasalahan organisasi, maka selalu saja akan mengikutsertakan bawahan  yang dipandangnya sebagai suatu tim yang utuh.    Dalam gaya kepemimpinan demokratis ini, biasanya seorang pemimpin senantiasa mencoba untuk memberikan banyak informasi  yang berkait dengan proses pengambilan keputusan,  sehingga para bawahan menjadi jelas segala sesuatu tentang tugas serta tanggung jawab masing-masing .</p>
<p><strong>Gaya Kepemimpinan Bebas atau dikenal juga dengan istilah Laissez Faire.</strong><br />
Pemimpin jenis ini hanya  akan terlibat dalam kuantitas yang kecil di mana para bawahannyalah yang akan  secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi organisasi.</p>
<p>Disamping mengenai gaya kepemimpinan, maka dalam leadership dikenal pula dengan apa yang sering disebut sebagai  “<em>strong leadership</em>”.   Kepemimpinan yang kuat adalah satu kondisi  atau format atau bentuk dari tingkat kepemimpinan yang berbekal dari beberapa hal yang penting.</p>
<p>Kepemimpinan yang kuat hanya  akan dapat dicapai melalui latihan yang terus menerus.   Latihan kepemimpinan bagi seseorang agar dia dapat menyerap hakekat dari makna memimpin.   Dibeberapa institusi tertentu, terutama di institusi militer, maka dapat dipastikan pada lembaga-lembaga pendidikannya , mata ajaran kepemimpinan pasti akan merupakan  kurikulum yang dominan untuk disajikan.</p>
<p>Biasanya, tidak hanya melulu tentang teori-teori kepemimpinan akan tetapi juga pelajaran bagaimana mempraktekkannya.   Simulasi tentang bagaimana mempraktekkan teori-teori yang diberikan selalu saja disampaikan sesuai dengan strata kepangkatan dan juga jabatan mereka.</p>
<p>Di  Akademi Angkatan Udara Amerika Serikat , Colorado Spring, ada paket latihan kepemimpinan untuk dapat mencetak ”<em> the strong leader</em>” yang dikenal dengan LRC, Leadership Reaction Course.</p>
<p>Dalam latihan ini yang diutamakan adalah antara lain , bagaimana membangun kerjasama dan komunikasi dalam satu kelompok.   Membangun kepercayaan diri dan sekaligus kepercayaan terhadap anak buahnya.   Mencoba untuk dapat memperoleh masukan dari para anggotanya, kemudian menggunakan ide-ide  dari para anggotanya untuk mendapatkan solusi.</p>
<p>Disini intinya adalah mengasah kemampuan seorang pemimpin untuk dapat memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mencoba menyelesaikan permasalahan dengan jitu (Creative-Problem Solving Skills).</p>
<p>Jadi sekali lagi, dia harus terlatih dengan baik , harus “<em>well trained</em>”.</p>
<p>Disamping itu, Strong Leader haruslah seseorang yang senantiasa memiliki motivasi yang tinggi.   Dirinya sebagai seorang pemimpin haruslah dapat memposisikan dirinya sebagai sosok dengan motivasi yang  menggebu-gebu.</p>
<p>David Drews, pernah memperkenalkan beberapa tips untuk dapat selalu bersemangat dan bermotivasi tinggi.   Tips itu antara lain adalah :  Pertama ,seringlah membaca buku yang berisi cerita-cerita pembangkit inspirasi.</p>
<p>Kemudian yang kedua  : buatlah catatan-catatan tentang prestasi diri anda yang pernah dicapai dimasa lalu, kemudian disusun sedemikian rupa sehingga tergambar dengan jelas adanya peningkatan dari waktu kewaktu.   Dari situ anda akan dengan mudah melihat bahwa sebenarnya anda adalah seseorang yang mempunyai potensi.</p>
<p>Ketiga, yaitu setelah  cukup terinspirasi dan puas melihat betapa anda sebenarnya adalah orang yang berprestasi dan mempunyai potensi, maka susunlah perencanaan kerja anda.</p>
<p>Keempat, dengan rencana yang sudah ada itu, maka segeralah bertindak.   <em><strong>Do the most important thing you can do to move you toward your goal!</strong></em></p>
<p>Yang kelima, sesekali merenunglah untuk membayangkan saat-saat anda akan mencapai cita-cita anda itu.   Renungan ini, biasanya akan memberikan bayang-bayang ide dari bagaimana seharusnya bekerja agar dapat cepat meraih sasaran keinginan  yang anda impikan.   Dalam merenung ini, biasanya seseorang akan membayangkan dirinya dapat menjelma menjadi atau berujud sebagai sosok yang selama ini  di-”idola“kannya.</p>
<p><strong>Itulah sekedar tips dari David Drews.</strong></p>
<p>Kemudian selanjutnya, Strong Leader, selain dia harus “<em>well trained</em>” dan juga bermotivasi tinggi, maka seyogyanya dia juga harus memiliki kepercayaan diri yang kuat.   Have Sense of Confidence ! Tumbuhkan kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki dan sekaligus juga berupaya untuk punya kepercayaan penuh terhadap kemampuan yang dimiliki oleh staf dan anak buah anda.</p>
<p>Mudah-mudahan, apapun yang akan anda pilih mengenai gaya kepemimpinan yang akan dianut, harus diingat, faktor keberhasilan dan kesuksesan, berdasarkan pengalaman, ternyata hanya akan ditentukan oleh : apakah anda itu “<em>Strong Leader</em>” atau bukan !</p>
<p>Jakarta 15 Januari 2010</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-2/;t=Leadership (2);window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-2/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/01/leadership-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
