<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Air Chief Marshal Chappy Hakim - Marsekal TNI Purnawirawan</title>
	<atom:link href="http://www.chappyhakim.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.chappyhakim.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 14:18:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kita Selalu ”Mengalah” ?</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/08/20/kita-selalu-%e2%80%9dmengalah%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/08/20/kita-selalu-%e2%80%9dmengalah%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 14:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1746</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi peristiwa yang sangat memalukan terjadi. Polisi Malaysia menangkap tiga orang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang baru saja menangkap tujuh nelayan Malaysia yang ketahuan masuk perairan Indonesia tanpa izin.
Drama yang sangat melecehkan kedaulatan Republik Indonesia (RI) ini ternyata diselesaikan dengan model “tukar guling”, tiga petugas DKP ditukar dengan pembebasan tujuh nelayan Malaysia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi peristiwa yang sangat memalukan terjadi. Polisi Malaysia menangkap tiga orang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang baru saja menangkap tujuh nelayan Malaysia yang ketahuan masuk perairan Indonesia tanpa izin.</p>
<p>Drama yang sangat melecehkan kedaulatan Republik Indonesia (RI) ini ternyata diselesaikan dengan model “tukar guling”, tiga petugas DKP ditukar dengan pembebasan tujuh nelayan Malaysia pelanggar batas perairan Indonesia.Penyelesaian yang menurut Duta Besar Malaysia di Indonesia adalah satu penyelesaian masalah kecil dari “bangsa serumpun”.</p>
<p>Insiden ini merupakan kejadian yang sangat “melecehkan” harkat dan martabat Indonesia yang terjadi hanya beberapa hari menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-65. Sangat disayangkan, reaksi dari para penguasa republik (pemerintah dan para anggota DPR) terhadap masalah ini tidak merepresentasikan “kemarahan” rakyat Indonesia yang sangat merasa tersinggung dan dilecehkan atas tindakan semena-mena pihak Malaysia.</p>
<p>Ada kesan, Pemerintah Indonesia “sangat menjaga hubungan baik dengan Malaysia”walaupun Malaysia sudah bertindak di luar batas kepantasan. Tidak aneh karena memang selama ini, dalam daftar panjang masalah hubungan RI-Malaysia, kita selalu saja “mengalah”. Hanya saja,dengan peristiwa yang terakhir ini, satu insiden yang amat sangat keterlaluan, menjadi jelas bahwa taktik kita selama ini dalam menghadapi Malaysia memang bukan “mengalah untuk menang”, tetapi “mengalah untuk terus mengalah”.</p>
<p>Indonesia seakan telah menempatkan dirinya sebagai negara kesultanan ke-10 setelah Kesultanan Negeri Sembilan di bawah Yang Dipertuan Agung Kerajaan Malaysia. Lepas dari telah menjadi “betapa rendahnya” martabat kita saat ini diperlakukan Malaysia berkait insiden tersebut, kiranya perlu kita cermati apa yang sebenarnya terjadi. Kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menangkap nelayan Malaysia yang masuk ke perairan wilayah kedaulatan kita.</p>
<p>Satu pertanyaan besar yang harus dijawab adalah apakah memang ada penugasan dari negara kepada DKP setempat untuk melakukan pengawasan daerah perbatasan perairan kedaulatan Indonesia dan menangkap nelayan asing yang melanggar wilayah kedaulatan perairan kita? Apabila memang Kementerian Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas itu, seharusnya unit tersebut berbentuk satuan pengawas perbatasan dengan kapal, peralatan, serta personel yang terlatih sesuai dengan standar penjaga perbatasan wilayah perairan kedaulatan negara.</p>
<p>Kejadian yang memalukan ini telah menunjukkan betapa amburadulnya sistem administrasi kenegaraan kita. Satu kapal sederhana yang tidak bersenjata dengan awak kapal yang juga tidak bersenjata melakukan pengamanan laut perbatasan serta melakukan penangkapan nelayan asing pelanggar batas. Terlihat sekali para awak kapal yang tidak mengetahui apa yang harus dikerjakannya saat mereka berhadapan dengan kapal polisi Malaysia.Dipastikan mereka tidak memiliki “prosedur operasi standar” bila menghadapi masalah dengan negara lain saat melakukan tugasnya.</p>
<p>Dunia telah menyaksikan satu pertunjukan gratis bagaimana “amatirannya”kita dalam melakukan tugas-tugas pengawasan perbatasan daerah perairan kedaulatan negaranya. Peristiwa yang harus dijaga jangan sampai terulang atau dunia akan melihat kita sebagai negara yang tidak tahu-menahu mengenai tata cara bagaimana mengelola satu negara, terutama dalam konteks pengawasan perbatasan daerah perairan kedaulatannya.</p>
<p>Selama ini yang diketahui bertugas untuk menjaga kedaulatan negara di laut adalah TNI Angkatan Laut.Apabila tidak atau belum ada perubahan, seharusnya patroli dan atau penangkapan nelayan pelintas batas adalah menjadi tugas Angkatan Laut kita. Dari sini saja sudah dengan mudah diketahui bahwa ada sesuatu yang salah dalam konteks tugas-tugas melaksanakan pengawasan wilayah perairan kedaulatan Indonesia.</p>
<p>Kenyataan di lapangan, memang terlalu banyak unit pengamanan yang berada di laut,mulai dari pihak kepolisian dengan satuan polisi air dan udaranya,Bea dan Cukai, Angkatan Laut, dan entah siapa lagi. Dari begitu banyaknya instansi yang terlibat dan merasa bertanggung jawab terhadap keamanan di laut, dengan mudah diketahui pula betapa akan rumitnya rentang komando dan pengendalian yang harus digelar.</p>
<p>Dulu memang pernah terdengar tentang keberadaan Bakorkamla yang mengoordinasikan seluruh instansi yang berkepentingan di laut.Akan tetapi kini keberadaannya sudah “nyaris tidak terdengar”. Betapapun, Bakorkamla hanyalah badan yang bertugas melakukan koordinasi belaka, padahal pada tugas yang seperti ini dibutuhkan kesatuan komando dari seluruh satuan yang berada di laut dalam konteks tugas-tugas pengamanan laut, terutama yang berkait dengan keutuhan wilayah dan kedaulatan negara.</p>
<p>Sudah waktunya kita harus membenahi tentang siapa dan bertugas apa di laut. Di sisi lain, tugas menjaga kedaulatan wilayah laut sudah seharusnya menjadi domain Angkatan Laut. Angkatan Lautlah yang secara universal merupakan instansi yang paling kompeten, mengetahui dengan benar dan saksama tentang tata cara penggunaan kekuatan di laut. Atau satuan lain yang memang dibentuk khusus melakukan tugas tersebut, yang dikenal dengan terminologi coast guard, satuan pengawas pantai.</p>
<p>Lebih-lebih bila kita melihat permasalahan pengamanan laut di wilayah perbatasan negara. Enam puluh lima tahun merdeka adalah lebih dari cukup tenggang waktu yang dibutuhkan untuk memiliki satu Angkatan Laut yang tangguh di perairan RI sebagai satu negara kepulauan. Pilihannya hanya satu, apakah kita memang selalu ingin diinjak-injak kehormatan dan kedaulatan negara di perairan Ibu Pertiwi?(*)</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Chappy Hakim </span></p>
<p><span style="font-weight: bold;">Jakarta 20 Agustus 2010 ( Artikel ini sudah dimuat di koran Sindo Hari ini.)<br />
</span></p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/08/20/kita-selalu-%e2%80%9dmengalah%e2%80%9d/;t=Kita Selalu ”Mengalah” ?;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/08/20/kita-selalu-%e2%80%9dmengalah%e2%80%9d/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/08/20/kita-selalu-%e2%80%9dmengalah%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Bagaimana?</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/08/01/jadi-bagaimana/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/08/01/jadi-bagaimana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 22:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Garuda]]></category>

		<category><![CDATA[Soekarno Hatta]]></category>

		<category><![CDATA[yogya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1730</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi, saya terbang dengan Garuda dari Jogyakarta ke Jakarta.    Cuaca yang bagus menambah nikmat terbang pagi tadi dengan pesawat Garuda  yang baru Boeing  B-737-800.   Sejak take off, blue sky sampai dengan  hendak mendarat di Cengkareng kondisi visibility, jarak pandang lebih  dari 10 kilometer.   Engine  pesawat yang bunyinya relatif lebih halus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi tadi, saya terbang dengan Garuda dari Jogyakarta ke Jakarta.    Cuaca yang bagus menambah nikmat terbang pagi tadi dengan pesawat Garuda  yang baru Boeing  B-737-800.   Sejak take off, blue sky sampai dengan  hendak mendarat di Cengkareng kondisi visibility, jarak pandang lebih  dari 10 kilometer.   Engine  pesawat yang bunyinya relatif lebih halus,  ditambah dengan handling para penerbangnya yang  &#8220;gentle&#8221;, telah membawa  pesawat  mendarat dengan mulus di Runway 07 Bandara  International  Airport Soekarno Hatta Cengkareng.</p>
<p>Begitu mendarat, segeralah terlihat betapa semrawut amburadulnya   Bandara ini, dan seperti biasa, pesawat Parkir dipandu oleh Parking  Master secara manual menggunakan 2 buah sejenis raket Pingpong dan  berdiri diatas sebuah mobil supaya dapat terlihat oleh Pilot dari  Cockpit.   Sementara alat pemandu Parkir pesawat elektronik terlihat  masih pada posisinya semula, akan tetapi konon tidak pernah hidup atau  beroperasi sejak Cengkareng berdiri.  Pesawat Parkir di dekat  Garbarata/Aviobridge, akan tetapi penumpang turun ketanah untuk naik  kendaraan menuju terminal lainnya.   Gerakan kendaraan diarea terbatas  itu, kelihatan begitu banyak dan knalpotnya terlihat tidak menggunakan  filter seperti yang disyaratkan oleh peraturan kemanan terbang.   Inilah  hasilnya, bila Angkasa Pura dipimpin oleh orang Kereta Api.   Bagian  depan terminal pun sudah persis berujud sebagai stasiun Kereta Api.    Pemandangan ini sudah menjadi biasa biasa saja.  Begitu keluar, kita pun  sudah dijemput oleh banyak calo-calo Taksi yang menawarkan jasa dengan  setengah memaksa.   Biasa juga, memang sudah begitu.<span id="more-1730"></span></p>
<p>Garuda dari Jogyakarta ini ternyata agak terlambat, sebagai akibat  dari keterlambatan tibanya dari Jakarta pagi harinya.   Begitu pula saat  menuju ke Jakarta sudah dipastikan memang akan terlambat dari jadwal  skedul Garuda.   Belum lagi, diperjalanan menjumpai masalah dengan pihak  ATC/Air traffic Control, pengatur lalu lintas udara.   Peralatan yang  sudah tua serta keterbatasan sdm nya telah membuat pengaturan lalu  lintas udara menjadi agak amburadul. ATC yang menurut UU Penerbangan  yang baru saja disahkan tahun lalu, dengan catatan harus segera  membentuk Institusi ATC yang single provider, sampai kini tidak pernah  terdengar sedikitpun follow up nya.   Ada beberapa catatan penting dalam  UU Penerbangan yang harus ditindak lanjuti sebagai bentuk penyempurnaan  penanganan keamanan terbang, tidak satu pun yang telah ditindak  lanjuti, entah karena apa.</p>
<p>Dengan kondisi seperti ini, dunia penerbangan kita  tengah menghadapi  bahaya, bila tidak segera dilakukan beberapa terobosan untuk  menanggulanginya.   Salah satu yang sangat &#8220;danger&#8221; adalah, betapa  traffic sudah begitu cepat meningkat yang tidak diimbangi dengan  modernisasi peralatan pengatur lalu lintas udara, kualitas sdm dan  pembenahan institusinya.</p>
<p>Seperti kata Pong Hardjatmo, diberitahu tidak didengarkan, ditulis  tidak dibaca, terus kita mau apa lagi?  Tapi nanti dulu Bung, ini urusan  keselamatan terbang yang menyangkut banyak nyawa orang para pengguna  jasa angkuta udara ! Apakah kita semua mau melihat korban berjatuhan  terlebih dulu baru kemudian bebenah diri?</p>
<p><strong><em>Jadi bagaimana?</em> </strong> Kayaknya pada malas bekerja atau pada nggak mau bekerja atau pada nggak bisa bekerja ?   Maxim Gorky pernah berkata :<em> &#8221; When work is a pleasure, life is joy, When work is a duty, life is slavery !&#8221;</em> Begitu kalee&#8230;&#8230;</p>
<p>Jakarta 1 Agustus 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/08/01/jadi-bagaimana/;t=Jadi Bagaimana?;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/08/01/jadi-bagaimana/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/08/01/jadi-bagaimana/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menuju Sukses!</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/menuju-sukses/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/menuju-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 08:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Garuda]]></category>

		<category><![CDATA[Pilot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1734</guid>
		<description><![CDATA[Dihari Sabtu yang cerah ini , baru saja saya bertemu teman-teman  penerbang sipil yang bertugas antara lain di  Garuda.    Biasa,  bersilaturahmi berbagi pengalaman dan sekedar bercanda, bergurau dan  omong omong kosong.
Diantara para penerbang itu ada dua orang yang sangat menarik  perhatian saya  dalam konteks perjuangan hidupnya.   Mungkin masih  banyak lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dihari Sabtu yang cerah ini , baru saja saya bertemu teman-teman  penerbang sipil yang bertugas antara lain di  Garuda.    Biasa,  bersilaturahmi berbagi pengalaman dan sekedar bercanda, bergurau dan  omong omong kosong.</p>
<p>Diantara para penerbang itu ada dua orang yang sangat menarik  perhatian saya  dalam konteks perjuangan hidupnya.   Mungkin masih  banyak lagi yang lebih inspiring perjalanan hidupnya, akan tetapi saya  ingin  berbagi tentang pengalaman mereka yang berdua ini terlebih  dahulu.</p>
<p>Pertama, Captain Pilot Hermani.   Dengan Bar empat dipundaknya, sang  Pilot yang lulusan SMA tiga Jakarta ini memang sudah tidak muda lagi,  namun air muka dan sorotan matanya masih menampilkan semangat yang  menggebu-gebu.   Hermani memulai kehidupannya melalui berbagai pekerjaan  yang dicoba-cobanya sambil tetap menyimpan dendam untuk ingin maju.    Semangat putra seorang Perwira Angkatan Darat yang kemudian ditinggal  Ayahnya didunia fana dalam usia yang masih memerlukan kasih sayangnya,  kemungkinan besar telah menambah tenaga dan semangatnya untuk berjuang  mengarungi  hidup yang penuh tantangan dalam mencapai kesuksesan.<span id="more-1734"></span></p>
<p>Ia pun menempuh antara lain pekerjaan sebagai Pramugara di Merpati  Airlines.   Dari gajinya yang jauh dari cukup itu, ia memaksakan diri  untuk menyisihkan sedikit penghasilannya untuk dapat nyambi &#8220;sekolah  penerbang&#8221; di salah satu sekolah swasta di Jakarta.   Selesai sekolah  penerbang ia pun memulai kariernya menjadi penerbang Merpati,  menerbangkan pesawat Twin Otter di Nusa Tenggara Timur dan beberapa  tempat lainnya.   Setelah beberapa tahun dia pun kemudian berhasil  meningkatkan dirinya menjadi penerbang di Garuda,  maskapai  penerbangan  kebanggaan pembawa bendera ibu Pertiwi.   Dengan usaha yang keras dan  juga upaya yang tidak mengenal menyerah, ia pun kini berhasil mencapai  tingkat yang tidak mudah untuk dapat dicapai : Captain Pilot Boeing.   Bravo !</p>
<p>Berikut ini Pilot Putje Landow, putra seorang pegawai Garuda, yang  karena kesenangannya dengan pekerjaan penerbang, kemudian berusaha  sekuat tenaga untuk dapat meraih cita citanya  menjadi Pilot.   Selesai  SMA, dia disekolahkan untuk meraih S1 dan kemudian melanjutkan ke  Inggris untuk meyelesaikan program S2/Master nya.    Walau sudah menjadi  seorang Master, Ia mengawali pekerjaan sebagai pegawai rendahan  dijajaran divisi Niaga Garuda Indonesia.  Setelah berkutat tidak  mengenal lelah ia pun dapat menyelesaikan pendidikan sebagai penerbang.     Agak sulit untuk dapat membayangkan seorang anak muda yang telah  menyandang gelar Master namun masih tetap berketetapan hati untuk  mencapai keinginnannya menjadi Pilot, dengan memulail kerja dari bawah.    Demikianlah dengan bersusah payah, ditengah-tengah banyak orang  mengatakan buat apa seorang Master untuk menjadi Pilot? Putje tetap  melaksanakan niatnya , sampai dia benar-benar menjadi seorang Pilot  Airlines.    Ia pun menjadi seorang Pilot yang bergelar Master, sesuatu  yang tidak mudah untuk meraihnya.  Pilot dari Maskapai Penerbangan  Garuda, kebanggaan bangsa.   Salut dan selamat bertugas Hermani dan  Putje !</p>
<p>Semoga Tuhan selalu membimbingimu dalam perjalanan panjang  menuju Sukses.   Namun  ingat kata-kata Sophocels : <strong><em>&#8220;There is no success without hardship !&#8221;</em></strong></p>
<p>Yang Sabar, Know Your Limitation ! Safety First !   Selamat Bertugas !</p>
<p>Wish You all the best !</p>
<p>Have a nice weekend !</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/menuju-sukses/;t=Menuju Sukses!;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/menuju-sukses/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/menuju-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bila kura-kura bertelur!</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/bila-kura-kura-bertelur/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/bila-kura-kura-bertelur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 08:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Case]]></category>

		<category><![CDATA[Flight Commercial]]></category>

		<category><![CDATA[Garuda Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Pong Hardjatmo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1732</guid>
		<description><![CDATA[Dengan semangat tinggi, dan  dengan berjuang mati-matian, banyak  sekali penerbang Garuda yang tetap setia menerbangkan pesawat Garuda  berbendera merah putih, walaupun  dengan bayaran yang  tidak ada  separuhnya dari rekan-rekannya seprofesi  dinegara tetangga atau negara  lainnya.   Bila mau, dan sudah tidak sedikit dari para penerbang  indonesia yang bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan semangat tinggi, dan  dengan berjuang mati-matian, banyak  sekali penerbang Garuda yang tetap setia menerbangkan pesawat Garuda  berbendera merah putih, walaupun  dengan bayaran yang  tidak ada  separuhnya dari rekan-rekannya seprofesi  dinegara tetangga atau negara  lainnya.   Bila mau, dan sudah tidak sedikit dari para penerbang  indonesia yang bekerja di banyak Maskapai Negara lain termasuk di  Singapore Airlines.    Banyak fasilitas, jaminan hari tua serta <em>&#8220;take home pay&#8221;</em> yang bisa mereka peroleh di perusahaan asing .   Namun mereka ternyata  masih bisa merasa nyaman dengan perolehan yang seadanya dirumah sendiri.</p>
<p>Namun sayangnya, dedikasi dari banyak para  penerbang Garuda yang tulus ini, sering disalah artikan oleh &#8220;<em><strong>majikan</strong></em>&#8221;  nya.</p>
<p>Kini dengan kesuksesan yang luar biasa dari Manajemen Garuda, kita   dengar sebentar lagi akan &#8220;<em><strong>Go-Public</strong></em>&#8221; .   Rangkaian kedatangan  pesawat-pesawat baru dan modern, juga telah menambah semarak , Maskapai  kebanggaan kita ini.    Maka tidak salah bila mengatakan bahwa Garuda  Indonesia sekarang  telah mencapai tingkat yang mengagumkan.</p>
<p>Bila  biasanya Maskapai  Penerbangan di era ini mengalami kekurangan  penerbang, justru kini  Garuda mengalami kondisi kebanyakan Pesawat !    Kesuksesan luar biasa  yang tentu saja ditopang oleh pengalamannya yang  telah hidup lebih dari  60 tahun !   Divisi Perencanaan Garuda telah  bekerja  &#8220;beyond call of  Duty&#8221;, berhasil mengadakan program penambahan  armada baru dan modern ,  namun sayangnya  &#8220;kelupaan&#8221; merencanakan  penambahan penerbang.   Jadilah  kini Garuda menjadi Maskapai  penerbangan yang kelebihan pesawat.    Tidak tanggung-tangung, kelebihan  pesawat baru dan modern.<span id="more-1732"></span></p>
<p>Nah, konon kabarnya lagi untuk mengatasi masalah kekurangan penerbang   eh kelebihan pesawat, maka pihak Garuda akan mengerjakan para Pilot   Asing/Bule yang kini banyak menganggur sebagai akibat krisis finansial   global.   Tindakan ini terpaksa dilakukan karena sekarang tidaklah   mungkin untuk mengadakan penambahan penerbang dalam waktu &#8220;instant&#8221;   alias potong kompas alias memang hoby kita untuk melakukan hal-hal yang   dadakan.</p>
<p>Walaupun konon kabarnya lagi sudah diupayakan untuk dapat   memperolehnya dari Maskapai Penerbangan yang lain di Indonesia yang   Manajemennya, terutama dalam pengelolaan sdm tidak kalah &#8220;piawai&#8221; dengan   divisi perencanaan Garuda.   Namun, sekali lagi konon kabarnya,   perundingan mengalami &#8220;deadlock&#8221;.    Maka oleh sebab itu kiranya  tidak  ada jalan lain dalam mengatasi problema ini  selain  mencari para pilot  bule pengangguran di luar negeri.</p>
<p>Sayangnya lagi, seperti biasa sebagai  &#8220;inlander&#8221; kalau punya pegawai  dari  Luar Negeri, apalagi Bule, maka perlakuannya (fasilitas,  perhatian dan remunerasi)  akan jauh lebih besar dari pegawai negeri  awak sendiri.   Jauh lebih  besar, walaupun sang pegawai tidak lebih  &#8220;jago&#8221; dari orang  &#8220;awak&#8221;,  bahkan terkadang banyak juga yang lebih  &#8220;bodo&#8221;.</p>
<p>Lalu bagaimana, para penerbang kita yang begitu besar dedikasi dan   baktinya kepada sang ibu Pertiwi melihat hal seperti ini ?    Bagaimana   mereka yang sudah dengan susah payah mencapai kualifikasi untuk dapat   menjadi penerbang , dengan jujur dan rendah hati untuk mau digaji kecil,   tiba-tiba harus berhadapan dengan kondisi seperti ini, yang bukan   bagian dari pekerjaan dan tanggung jawabnya. Padahal  jauh-jauh  bulan  sebelum program pengadaan/penambahan pesawat sudah diingatkan  tentang  hal tersebut.</p>
<p>Sekali lagi kita-kita ini seperti kata Pong  Hardjatmo, dibilangin  nggak didenger, ditulis nggak dibaca.   Begitu  &#8220;kefefet&#8221; maka jalan  pintaslah pilihannya dan kemudian dihimbaulah  mereka itu semua,  hendaknya mengerti tentang kondisi perusahaan yang  sedang krisis .</p>
<p>Krisis?  Lho , katanya sudah mau <em>&#8220;go-public&#8221;</em> ? Katanya  sudah  meraih untung Triliunan ?  Katanya baru sukses menjadi Maskapai  bintang  empat ? Katanya baru sukses buka lin baru ke Eropa ? dan lain  dan  lain.   Lalu Bagaimana?</p>
<p><strong><em>&#8220;The turtle lays thousands of eggs without anyone knowing, but when the hen lays an egg, the whole country is informed &#8220;</em></strong></p>
<p>Bila kura kura bertelur (ribuan telur), tidak ada seorang pun yang  tahu, tetapi bila ayam bertelur satu saja, maka seluruh dunia  digemparkan !</p>
<p>Sophocles pernah berkata :<em> I would prefer even to fail with honor than win by cheating.</em></p>
<p>Have a nice weekend !</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/bila-kura-kura-bertelur/;t=Bila kura-kura bertelur!;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/bila-kura-kura-bertelur/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/31/bila-kura-kura-bertelur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Para Bintang di Farnborough Airshow 2010</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/22/para-bintang-di-farnborough-airshow-2010/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/22/para-bintang-di-farnborough-airshow-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 15:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Flight]]></category>

		<category><![CDATA[Farnborough Airshow 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1713</guid>
		<description><![CDATA[Bulan ini, tepatnya tanggal 19 hingga 25 Juli 2010 di Inggris, dilaksanakan “Farnborough Airshow”, pameran udara dua tahunan sekali kebanggaan rakyat Inggris Raya. Seperti selalu saja terjadi pada setiap kesempatan pameran kedirgantaraan dimana saja dimuka bumi ini, maka yang menarik adalah munculnya beberapa pesawat terbang yang menjadi bintang lapangan alias primadona pada pameran tersebut.
Disepanjang tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1718" class="wp-caption alignleft" style="width: 458px"><img class="size-full wp-image-1718" title="ch_farnborough" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/07/ch_farnborough.jpg" alt="Melaporkan langsung dari Farnborough !" width="448" height="336" /><p class="wp-caption-text">Melaporkan langsung dari Farnborough !</p></div></p>
<p>Bulan ini, tepatnya tanggal 19 hingga 25 Juli 2010 di Inggris, dilaksanakan “<strong>Farnborough Airshow</strong>”, pameran udara dua tahunan sekali kebanggaan rakyat Inggris Raya. Seperti selalu saja terjadi pada setiap kesempatan pameran kedirgantaraan dimana saja dimuka bumi ini, maka yang menarik adalah munculnya beberapa pesawat terbang yang menjadi bintang lapangan alias primadona pada pameran tersebut.</p>
<p>Disepanjang tahun dalam perjalanan sejarahnya, persaingan selalu terjadi terutama pada produk-produk pesawat angkut dan pesawat tempur. Kedua jenis pesawat terbang ini, menjadi fokus perhatian karena kemajuan teknologi telah menjadikannya pesawat terbang yang selalu berubah tiada henti dari tahun ke tahun, dari satu Airshow ke Airshow lainnya.</p>
<p>Lebih jauh lagi, kemajuan teknologi yang sebenarnya selalu berdasar kepada kepentingan militer, telah membuat persaingan pada kedua jenis pesawat itu menjadi semakin seru. Seiring dengan kemajuan peradaban, tentu saja secara bertahap semua kepentingan militer yang menjadi titik awal persaingan yang terjadi kemudian bergeser kepada kebutuhan industri sipil.<br />
<span id="more-1713"></span><br />
Karena persaingan yang terjadi kemudian berkembang demikian pesatnya, maka tidak bisa dihindari, hanya beberapa Negara besar dan kaya lah yang dapat bermain dikancah tersebut. Gambar dari persaingan yang terjadi,berikutnya terlihat semakin jelas dalam bentuk persaingan antara Amerika, Eropa dan Rusia dengan jajaran Negara Eropa Timur. Ketiga pihak inilah yang selalu saja tampil sebagai pemain utama dalam setiap International Airshow.</p>
<p>Demikianlah, maka yang terjadi di Farnborough tahun ini, muncul pesawat terbang Boeing B-787 The Dreamliner, pesawat tempur F-22 Raptor dari Amerika, berhadapan dengan pesawat angkut militer Airbus A-400 M dan pesawat tempur Eurofighter Typhoon F2 produk Eropa, selain tetap juga menghadirkan Airbus A-380 dalam jajaran pameran static serta demo udara. Selanjutnya, cukup surprise, di arena Farnborough 2010 muncul pula pesawat angkut komersial Sukhoi SuperJet 100 buatan Rusia.</p>
<p><div id="attachment_1720" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-1720" title="300px-boeing_787first_flight" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/07/300px-boeing_787first_flight.jpg" alt="The Dreamliner (wikipedia)" width="300" height="160" /><p class="wp-caption-text">The Dreamliner (wikipedia)</p></div></p>
<p>Pesawat Boeing 787 Dreamliner adalah sebuah pesawat yang diperuntukkan untuk terbang long range, berukuran sedang, masuk dalam kelas pesawat terbang wide-body, twin-engine jet airliner yang merupakan produk unggulan dan kebanggaan Boeing Commercial Airplanes. Tempat duduknya berkapasitas 210 sampai 330 penumpang, tergantung dengan variannya. Keistimewaan dari pesawat ini adalah dibuat dengan hampir seluruhnya menggunakan material komposit. Dengan demikian maka, pesawat B-787 The Dreamliner menjadi pesawat terbang yang sangat ekonomis dalam penggunaan bahan bakar serta paling ramah lingkungan, sebagai jawaban langsung terhadap kampanye global yang “<em>go – green</em>”.</p>
<p>Agak berbeda dengan pesawat terbang lainnya yang dipamerkan di Airshow, kehadiran Raptor F-22 ternyata hanya diperuntukkan “dynamic show” alias demo udara saja. Setelah ber-aerobatic , menunjukkan kemampuan manuvernya beberapa menit, sang Raptor pun masuk kembali ke persembunyiannya, didalam salah satu hangar di Farnborough. Itu berarti , pesawat F-22 ini tidak turut ambil bagian dalam “static-show” dipelataran terbuka tempat pesawat-pesawat lainnya berada. Lockheed Martin/Boeing F-22 Raptor adalah pesawat tempur generasi kelima, single-seat, twin-engine dan menggunakan stealth technology. Pesawat ini terutama didisain sebagai air superiority fighter, dengan beberapa kemampuan tambahan seperti antara lain ground attack, electronic warfare, dan mampu berperan dalam misi signals intelligence</p>
<p>Disamping tetap menghadirkan Airbus A-380, pihak Eropa menampilkan pesawat angkut militer serbaguna A-400 M. Airbus A-400M adalah pesawat angkut militer produk Eropa, four-engine turboprop military transport aircraft. Produksi dari Airbus Military ini memiliki kemampuan sebagai pesawat tactical airlifter. Disamping itu ia didisain untuk dapat memenuhi criteria dan persyaratan sebagai pesawat angkut yang memiliki strategic capabilities. Pesawat Airbus A-400 M, dinamakan “<em>Grizzly</em>” yaitu beruang raksasa yang hidup ribuan tahun lalu di timur Rusia.</p>
<p><div id="attachment_1722" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-1722" title="lockheed_martin_f-22a_raptor" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/07/lockheed_martin_f-22a_raptor.jpg" alt="F-22 Raptor(wikipedia)" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">F-22 Raptor(wikipedia)</p></div></p>
<p>Untuk menghadapi kehadiran Raptor, maka konsorsium Eropa menampilkan Thypoon . Pesawat tempur Eurofighter Typhoon adalah pesawat dengan  twin-engine canard-delta wing multirole aircraft didisain dan dibangun oleh konsorsium dari tiga pabrik yaitu Alenia Aeronautica, BAE Systems, dan EADS yang bekerjasama melalui  holding company Eurofighter GmbH, yang didirikan pada tahun  1986. Proyek ini dikelola oleh  NETMA (NATO Eurofighter and Tornado Management Agency)  yang juga bertindak sebagai konsumen utama.</p>
<p>Disamping Amerika dan Eropa yang berhadapan dalam persaingan ketat produksi pesawat militer dan juga komersial, dipanggung Farnborough telah hadir pula produk Rusia dengan brand yang sudah cukup terkenal yaitu Sukhoi. Agak berbeda dengan Sukhoi sebagai pesawat tempur militer yang dikenal selama ini, maka kini agak cukup mengejutkan Sukhoi tampil dalam ujud pesawat transport komersial dengan nama SuperJet 100. Mengejutkan , karena ternyata dalam perhelatan pameran udara di Inggris 2010, Sukhoi SuperJet 100 muncul dengan membawa nama Indonesia. Republik Indonesia, yang diwakili oleh sebuah Maskapai Penerbangan bernama “Kartika Airlines” ternyata telah sepakat untuk membeli pesawat SuperJet 100 dengan jumlah tidak tanggung-tanggung yaitu 130 buah pesawat !</p>
<p><div id="attachment_1724" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-1724" title="300px-a400m-1969" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/07/300px-a400m-1969.jpg" alt="Grizzly (wikipedia)" width="300" height="169" /><p class="wp-caption-text">Grizzly (wikipedia)</p></div></p>
<p>Berikut, kutipan dari “<em>Shownews bulletin</em>” yang meliput pembicaraan kalangan profesional di arena Farnborough Airshow 2010.</p>
<p>Dengan judul berita : “<strong><em>Indonesian SuperJet 100 Order Cofirmed</em></strong>”, Shownews memberitakan, bahwa sesuai perkiraan, SuperJet Internasional kemarin membenarkan berita tentang penjualan sebanyak 30 pesawat SuperJet 100 kepada Indonesia. Pengguna pesawat ini ternyata bukanlah Maskapai Indonesian Airlines seperti tersiar sebelumnya, akan tetapi Maskapai lain yang menyandang merek dagang “<a href="http://www.kartika-airlines.com/" target="_blank"><strong>Kartika Airlines</strong></a>”. Dikabarkan, Maskapai Kartika tersebut akan melengkapi armadanya dengan SuperJet 100 hingga berjumlah 130 pesawat.   Konon kabarnya, harga pesawat ini satu unitnya adalah lebih kurang 30 Juta dollar Amerika, tergantung kepada “option” yang dipesan oleh para konsumennya.</p>
<p><div id="attachment_1725" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-1725" title="300px-typhoon_f2_zj910_arp" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/07/300px-typhoon_f2_zj910_arp.jpg" alt="Typhoon(wikipedia)" width="300" height="194" /><p class="wp-caption-text">Typhoon(wikipedia)</p></div></p>
<p>Pesawat SuperJet 100 yang sudah dipastikan masuk dalam pesanan Kartika Airlines, menurut rencana semula akan segera tiba dan dioperasikan di Indonesia pada pertengahan tahun 2012 sampai dengan tahun 2014. Kabarnya , pesawat akan melayani penumpang di Indonesia dengan konfigurasi pesawat yang didisain untuk dapat memenuhi kebutuhan penumpang eksekutif sebanyak 8 kursi dan sejumlah 90 penumpang dikelas ekonomi.</p>
<p>Beredarnya berita ini ternyata sangat menarik perhatian banyak pihak di Inggris, antara lain dengan munculnya pertanyaan bertubi-tubi tentang kebenaran berita itu sendiri dan juga rasa ingin tahu siapa yang berada dalam jajaran kepemilikan di Kartika Airlines tersebut. Hal tersebut dipandang sebagai satu kemajuan dengan lompatan yang sangat besar di Industri penerbangan suatu Negara, ditengah-tengah krisis ekonomi global yang di Inggris sendiri belum sepenuhnya dapat selesai diatasi. Saya sendiri sangat surprise dengan berita ini dan sama sekali belum pernah mendengar tentang Kartika Airlines serta pesawat SuperJet 100 tersebut. Paling tidak , nama Indonesia ternyata sudah berkibar di perhelatan besar pameran udara Internasional Farnborough Inggris tahun 2010.</p>
<p><div id="attachment_1726" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-1726" title="300px-superjet-100-95-ra-97003-uubw" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/07/300px-superjet-100-95-ra-97003-uubw.jpg" alt="Sukhoi SuperJet100(wikipedia)" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Sukhoi SuperJet100(wikipedia)</p></div></p>
<p>Nah, itulah para bintang pesawat terbang yang menjadi primadona Farnborough Airshow 2010 kali ini.</p>
<p>Chappy Hakim, melaporkan langsung dari London.</p>
<p>London, 22 Juli 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/22/para-bintang-di-farnborough-airshow-2010/;t=Para Bintang di Farnborough Airshow 2010;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/22/para-bintang-di-farnborough-airshow-2010/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/22/para-bintang-di-farnborough-airshow-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UK Trip 2010 Farnbourogh Air show</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/20/uk-trip-2010-farnbourogh-air-show/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/20/uk-trip-2010-farnbourogh-air-show/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 04:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Flight]]></category>

		<category><![CDATA[Flight Commercial]]></category>

		<category><![CDATA[Social]]></category>

		<category><![CDATA[Farnborough Airshow 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1710</guid>
		<description><![CDATA[

Tanggal 18 Juli 2010, saya meninggalkan Jakarta menuju London untuk memenuhi undangan menghadiri &#8220;Franborough International Air show&#8221;.   Seperti diketahui, Farnborough Air show adalah Air show dua tahunan sekali yang berlangsung di tahun genap sedangkan pada tahun ganjil diselenggarakan Le bourget Airshow di Paris.  Keduanya merupakan perhelatan Air show terbesar di Eropa.
Kali ini , karena tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]-->Tanggal 18 Juli 2010, saya meninggalkan Jakarta menuju London untuk memenuhi undangan menghadiri &#8220;Franborough International Air show&#8221;.   Seperti diketahui, Farnborough Air show adalah Air show dua tahunan sekali yang berlangsung di tahun genap sedangkan pada tahun ganjil diselenggarakan Le bourget Airshow di Paris.  Keduanya merupakan perhelatan Air show terbesar di Eropa.</p>
<p>Kali ini , karena tidak begitu direncanakan dengan matang maka keberangkatan pun sedikit mengalami kesulitan.   Namun berkat bantuan beberapa teman saya berhasil mendapatkan juga tiket pesawat ke London yaitu dengan menggunakan Maskapai Penerbangan Etihad.   Belakangan ini saya mendengar tentang dua Maskapai Penerbangan dari Arab yang tengah melaju maju dalam usahanya bersaing untuk bisa menjadi &#8220;the best airlines&#8221; dimuka bumi ini.   Kedua Maskapai tersebut adalah Emirat dan Etihad.   Keduanya menggunakan pesawat-pesawat baru dari Boeing dan Airbus dan telah melayani banyak rute dibelahan bumi Asia dan Eropa.   Mereka juga telah merekrut awak kabinnya yang berasal dari beberapa negara yang diterbanginya.   Awak kabin muilti nasional sudah terbukti dapat mendongkrak pendapatan Maskapai Penerbangan Singapura yang terkenal itu.</p>
<p>Saya berangkat dari Cengkareng dengan Etihad nomor penerbangan Etihad nomor penerbangan EY 471 menuju Abu Dhabi untuk transit lebih kurang 2 jam dan kemudian melanjutkan perjalanan ke London Hetahrow.   Dari Cengkareng Jakarta take off pukul 1855 Wib dan mendarat di Abu Dhabi jam 0225 wib atau pukul 1125 waktu Abu Dhabi.   Landing di Abu Dhabi, ternyata harus pindah pesawat, walaupun Bagasi sudah di &#8220;check through&#8221; langsung London.   Temperatur di Abu Dhabi cukup panas yaitu 35 derajat C walaupun ditengah malam hari.  Udara panas menyengat terasa saat keluar pesawat untuk menuju Bus yang akan mengantar ke Terminal lainnya untuk melanjutkan tujuan terbang.   Pesawat Etihad E 471 Jakarta - Abu Dhabi adalah pesawat Airbus A-330-200 dipimpin oleh Capt.Pilot Muhammad.</p>
<p>Setelah menunggu lebih kurang 2 setengah jam, para penumpang tujuan London segera boarding melalui Gate 28, seperti telah diumumkan oleh Captain Pilot sesaat sebelum landing.   Abu Dhabi ternyata terletak lebih kurang ditengah-tengah jarak antara Jakarta London.   Jakarta - London ditempuh lebih kurang 7 jam, demikian pula jarak penerbangan dari Abu Dhabi ke London.   Penerbangan Abu Dhabi London Etihad menggunakan pesawat Airbus juga, namun kali ini A-340-600 dengan Captain Pilot Kadir.</p>
<p>Landing di Heathrow London seharusnya, sesuai jadwal pukul 0720 pagi hari namun ternyata pesawat sudah landing pada pukul 0645 di pagi hari.  Cuaca London, nyaris panas terik dengan langit sedikit berawan namun ternyata temperatur masih cukup dingin atau nyaman yaitu 15 derajat C.   Agak istimewa juga pesawat Airbus ini dilengkapi dengan fasilitas kamera kearah luar yang dapat dinikmati penumpeng melalui layar TV didepan tempat duduk, sehingga dapat atau terlihat Pesawat mendarat di London Heathrow pada landasan 27 L.</p>
<p>Gound Formalities di Heathrow International Airport, tidak banyak masalah, bagi para penumpang kelas satu dan bisnis, diberi fasilitas &#8220;fast track&#8221; untuk antrian diloket imigrasi.   Keluar airport terminal, langsung menuju hotel Cavendish di Picadilly, sarapan pagi, jalan-jalan ke Selfridges, menikmati Sandwich lidah sapi yang terkenal itu, kemudian istirahat di Hotel.   Malam harinya menikmati Opera terkenal :Phantom of the Opera&#8221;, kembali ke Hotel, istirahat, persiapan menuju Farnbourogh untuk memenuhi undangan menghadiri International Air show 2010.</p>
<p>London 19 Juli 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/20/uk-trip-2010-farnbourogh-air-show/;t=UK Trip 2010 Farnbourogh Air show;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/20/uk-trip-2010-farnbourogh-air-show/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/20/uk-trip-2010-farnbourogh-air-show/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hak Pilih TNI</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/13/hak-pilih-tni/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/13/hak-pilih-tni/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 02:20:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Charles de Gaulle]]></category>

		<category><![CDATA[Demokrat]]></category>

		<category><![CDATA[Hak Pilih TNI]]></category>

		<category><![CDATA[Partai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1687</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa lama menghilang kini muncul kembali wacana tentang hak pilih anggota TNI.  Berbagai reaksi terhadap wacana ini serta merta bermunculan dari berbagai pihak, namun sebagian besar yang mengutarakan pandangannya tentang Hak Pilih TNI ini adalah para politisi. Komentar para politisi, sebagaimana biasa selalu saja mengutarakan hal-hal yang sangat meyakinkan, namun kesemuanya dapat dipastikan akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1688" class="wp-caption alignleft" style="width: 357px"><img class="size-full wp-image-1688" title="tni" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/07/tni.jpg" alt="TNI" width="347" height="220" /><p class="wp-caption-text">TNI</p></div></p>
<p>Setelah beberapa lama menghilang kini muncul kembali wacana tentang hak pilih anggota TNI.  Berbagai reaksi terhadap wacana ini serta merta bermunculan dari berbagai pihak, namun sebagian besar yang mengutarakan pandangannya tentang Hak Pilih TNI ini adalah para politisi. Komentar para politisi, sebagaimana biasa selalu saja mengutarakan hal-hal yang sangat meyakinkan, namun kesemuanya dapat dipastikan akan bersandar kepada kepentingan poitiknya masing-masing. Dan seperti biasa pula, akan terlihat sangat menonjol dipermukaan adalah kepentingan politik yang hanya seumur jagung dan tidak akan lebih jauh dari siklus penggal waktu pemilu yang lima tahunan itu.  <strong>Charles de Gaulle</strong> pernah berkata bahwa :”<em>Since a politician never believes what he says, he is surprised when others believe him</em>”.  Politisi tidak pernah percaya dengan apa yang dikatakannya, bahkan mereka akan terkejut sendiri bila ada yang percaya pada omongannya.</p>
<p>Apabila kita tidak mencermatinya dengan baik, maka berbagai pendapat yang beredar belakangan ini akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup bernegara, khususnya yang berkait dengan issue hak pilih TNI. Mari kita simak beberapa pernyataan dari para politisi yang dapat dijumpai dalam beberapa media terkait masalah hak pilih TNI.</p>
<p>Partai Demokrat (PD) termasuk yang mendukung agar TNI dan Polri kembali diberikan hak pilih. PD meminta semua pihak mempercayai TNI/Polri untuk menggunakan hak pilihnya dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang.<br />
“Menurut kami anggota TNI/Polri sudah saatnya dipercaya untuk bisa menggunakan hak pilihnya secara dewasa dan demokratis”, kata Ketua Umum PD Anas Urbaningrum kepada wartawan pada acara “Konsolidasi Kader Demokrat Bali” di Hotel Nirmala, Jl Mahendradata, Denpasar, Rabu 30 Juni 2010.<br />
<span id="more-1687"></span><br />
Sementara itu Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mendukung pengembalian hak pilih bagi TNI pada Pemilu 2014. Dia mengklaim PKS pada kenyataannya memiliki banyak dukungan dari kalangan TNI.<br />
“Secara pribadi mendukung. Saya kira situasinya sudah normal, sudah waktunya TNI punya hak pilih,” ujar Anis di sela-sela acara Munas II PKS di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu 20 Juni 2010.</p>
<p>Pada bagian lain dan jauh sebelumnya, wacana penggunaan hak pilih TNI juga sudah pernah bergulir. Menjelang Pemilu 2009 Ketua Komisi I DPR, pada waktu itu, Theo L Sambuaga mengatakan bahwa Hak Pilih TNI sudah saatnya dipulihkan mulai pemilihan umum tahun 2009, karena hak pilih adalah hak asasi dan hak warga negara, bukan hak institusi. “Hak memilih adalah hak asasi warga negara. Jika TNI tidak diberikan izin memilih atau menundanya, maka kita telah memperpanjang diskriminasi terhadap warga negara yang menjadi anggota TNI,” katanya.</p>
<p>Pernyataan para politisi tersebut, sekilas menggambarkan bagaimana tingginya perhatian para elit politik negeri ini terhadap TNI. Namun sayangnya, perhatian yang begitu besar, baru muncul hanya terhadap satu aspek masalah saja yaitu masalah Hak pilih TNI.</p>
<p>Dalam tubuh TNI sendiri dapat dipastikan bahwa dari sedemikian banyak masalah yang tengah dihadapinya, maka masalah Hak Pilih TNI tidaklah masuk dalam daftar “Menu Utama”. TNI pasca reformasi sampai dengan saat ini masih terlalu sibuk untuk membenahi dirinya sendiri, setelah selama lebih dari 30 tahun berjalan salah jalan sebagai akibat keikutsertaanya dalam kegiatan politik. Dalam mengembalikan arah menuju profesionalitas sebagai satu Angkatan Perang yang memang seharusnya bebas atau steril dari politik, maka masalah Hak pilih TNI berada dalam skala prioritas yang sangat rendah. Reformasi TNI kedalam masih banyak berhadapan dengan bagaimana mensejahterakan para prajuritnya. Setelah berakhirnya era Dwi Fungsi dengan segala macam dampak negatifnya termasuk juga permasalahan bisnis TNI, maka upaya mewujudkan TNI yang professional dan proporsional kini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Masalah perumahan dinas dan remunerasi Prajurit adalah beberapa yang berada di papan atas skala prioritas yang harus diselesaikan, disamping masalah pemeliharaan dan pengadaan alutsista yang sudah harus ditangani dengan lebih baik lagi.</p>
<p>Melihat kenyataan tersebut, maka sekali lagi dengan jelas dapat disimpulkan bahwa Hak Pilih TNI bukanlah masalah yang sangat urgen untuk segera dituntaskan. Berangkat dari kesimpulan itu pulalah, tentunya yang diharapkan oleh TNI, bila ada pihak-pihak yang menaruh perhatian terhadap TNI, mungkin akan sangat bermanfaat untuk memberikan dukungannya kepada masalah yang memang sangat diperlukan saat ini. Salah satu masalah yang didambakan oleh TNI dan juga pasti merupakan prioritas yang paling atas adalah masalah kesejahteraan prajuritnya. Maka alangkah eloknya, bila perhatian yang begitu besar dari para politisi negeri ini terhadap TNI, dapat diarahkan kepada sasaran yang tepat seperti apa yang tengah dihadapi oleh TNI itu sendiri. Apabila hal ini dapat dilakukan, tentunya hal tersebut akan membantah apa yang pernah dikatakan oleh <strong>Maurice Barres</strong> bahwa :<em> “ The Politician is an acrobat. He keeps his balance by saying the opposite of what he does”</em>.</p>
<p>Mudah-mudahan, dengan demikian kita tidak akan terhanyut dengan pendapat-pendapat para politisi tentang Hak Pilih TNI ini, yang masih saja berkutat untuk menarik TNI ke ranah Politik dan berusaha untuk terus mengungkap masalah-masalah masa lalu. Sudah waktunya kita semua melihat kedepan menyongsong Indonesia Baru yang lebih baik.  <strong>Kennedy</strong> dalam pidatonya di Baltimore 18 Februari 1958 mengatakan :<em>” Let us not seek the Republican answer or the Democratic answer, but the right answer. Let us not seek to fix the blame for the past, Let us accept our own responsibility for the future !</em>”.</p>
<p>Jakarta 13 Juli 2010</p>
<p>Chappy Hakim.</p>
<p>catatan: artikel ini telah dimuat di Koran Seputar Indonesia hari ini di halaman 7 (opini)</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/13/hak-pilih-tni/;t=Hak Pilih TNI;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/13/hak-pilih-tni/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/13/hak-pilih-tni/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menuju Sepak Bola Indonesia yang Maju !</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/12/menuju-sepak-bola-indonesia-yang-maju/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/12/menuju-sepak-bola-indonesia-yang-maju/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 12:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<category><![CDATA[Final]]></category>

		<category><![CDATA[Presiden]]></category>

		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1692</guid>
		<description><![CDATA[Presiden meminta agar para pengurus PSSI, KONI, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, menggunakan momen Piala Dunia 2010 untuk lebih memajukan sepak bola Indonesia.
“Mari kita menggunakan momentum ini untuk membangun sepak bola tanah air. Ke depan, mari kita benar-benar saling memperkuat diri dan melakukan sesuatu yg konkret,” kata Presiden.
Dikatakannya, Indonesia memiliki banyak potensi dan modal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden meminta agar para pengurus PSSI, KONI, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, menggunakan momen Piala Dunia 2010 untuk lebih memajukan sepak bola Indonesia.</p>
<p>“Mari kita menggunakan momentum ini untuk membangun sepak bola tanah air. Ke depan, mari kita benar-benar saling memperkuat diri dan melakukan sesuatu yg konkret,” kata Presiden.</p>
<p>Dikatakannya, Indonesia memiliki banyak potensi dan modal. “Kita pernah unggul di masa lalu. There is a great opportunity kalau kita benar-benar bersatu dan tidak saling menyalahkan. Insya Allah tahun-tahun mendatang kita bisa melakukan yang lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, “Mari kita bersinergi mengembangkan sepak bola kita. Kalau di daerah perlu sarana dan prasarana, kita tambah. Kalau kita ingin menghadirkan coach berstandar internasional, Insya Allah kita hadirkan,” kata Presiden.</p>
<p>Itu adalah beberapa pesan Presiden RI, beberapa saat sebelum adegan nonton bareng “final” sepakbola piala dunia Afrika Selatan 2010 yang lalu.<br />
<span id="more-1692"></span><br />
Berikut ini adalah beberapa “remarkable action” berupa refleksi ujud “tanggungjawab” dari para pelatih kesebelasan sepakbola yang Timnya gagal mencapai 16 besar, semifinal dan final.</p>
<p>Huh Jung Moo, pelatih kesebelasan Korea Selatan yang kontraknya habis pada bulan Juni 2010, dan dia bersikukuh untuk tidak mengundurkan diri. Berikutnya adalah Otto Rehhagel pelatih yang menangani tim nasional Yunani, langsung mengajukan pengunduran dirinya. Javiere Agguire , pelatih kesebelasan nasional Meksiko, memilih untuk mundur setelah menyadari kegagalannya. Lain lagi dengan Carlos Dunga pelatih kesebelasan Brazil, ternyata dipecat setelah sebelumnya menyatakan untuk segera mengundurkan diri, pasca kepulangan tim Brasil yang gagal di World Cup 2010 ini. Demikian pula dengan Joel Santana pelatih tim nasional Afrika Selatan mengalami hal yang sama yaitu dipecat dari kedudukannya sebagai pelatih kesebelasan Nasional. Tidak jauh berbeda dengan Raymond Domenech pelatih tim Prancis ,dipecat segera setelah tim yang dipimpinnya tidak dapat mempertahankan nama baik negaranya.<br />
Diramalkan akan menyusul dipecat/mengundurkan diri para pelatih seperti Fabio Capello, dari tim Inggris, Diego Maradonna, sang pelatih Argentina dan juga Takeshi Okada pelatih kesebelasan negara matahari terbit Jepang.</p>
<p>Nah, bagaimana dan apa yang akan dilakukan oleh Indonesia setelah Presiden SBY menyampaikan himbauannya yang berupa permintaan kepada beberapa pihak yang berkait dengan pembinaan sepakbola agar semua , terutama para pengurus PSSI, KONI, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, menggunakan momen Piala Dunia 2010 untuk lebih memajukan sepak bola Indonesia.</p>
<p>Lalu apa pula yang akan dilakukan oleh kita semua berkait dengan penegasan Presiden RI yang berkata “Mari kita menggunakan momentum ini untuk membangun sepak bola tanah air. Ke depan, mari kita benar-benar saling memperkuat diri dan melakukan sesuatu yg konkret.”</p>
<p>Sekali lagi, kita seharusnya merasa senang dengan semua apa yang disampaikan Presiden itu, namun tentu saja, marilah kita tunggu bersama : “What Next” ?</p>
<p>Mudah-mudahan saja memang akan ada tindak lanjut dari kesemuanya ini.</p>
<p>Namun seperti biasa, baru saja satu hari berlalu, pertandingan-pertandingan kelas dunia dihadirkan dalam pentas Indonesia, sepertinya besok kita sudah dan akan melupakannya, melupakan semua apa yang telah terjadi itu.</p>
<p>Kedepan kita sudah akan ancang-ancang lagi dengan berbagai issue, talkshow, diskusi tiada henti serta hidangan infotainment yang lebih menarik perhatian seperti kasus “video porno”, sisminbakum, aktivis yang dibacok, Yusril yang menggugat legalitas Jaksa Agung, Bank Century, Lumpur Lapindo, tawuran pilkada dan kesemrawutan lalulintas dengan ribuan motor yang memakan banyak korban jiwa serta tergulingnya gerbong kereta api yang hampir setiap hari serta macetnya jalur puncak disetiap akhir pekan.</p>
<p>Piala Dunia? PSSI? Apa itu? Nanti saja 2014 di Brasil, baru kita akan sibuk lagi membahasnya, mengomentari dengan sangat detil kesebelasan-kesebelasan yang akan bertarung, menghafal nama-nama para bintang sepakbola dunia, menggelar “nobar” dimana-mana, kemudian mendukung negara lain (yang sebenarnya mereka tidak butuh dukungan kita) untuk menjadi pemenangnya ! Seperti biasa kemudian muncul Fans Berat yang akan berpakaian kostum dari kesebelasan-kesebelasan favorit seperti Brasil, Italia, Belanda ,Spanyol, Inggris dan entah negara manalagi, namun yang jelas tidak satu pun ada yang ingat bahwa Indonesia juga punya kesebelasan sepakbola. Kesebelasan yang jangankan ikut penyisihan Piala Dunia, bahkan dalam pertandingan melawan Laos pun ternyata “keok”. Dan sampai detik ini pun tidak ada satu jua “sosok manusia Indonesia” yang berani tampil untuk mempertanggungjawabkan hal itu, boro-boro mengundurkan diri apalagi “dipecat”. Semua merasa tidak bersalah ! Lalu……. siapa ya yang salah ?</p>
<p>Oh…..Indonesiaku ! Mudah-mudahan, segeralah engkau kembali kejalan yang benar ! Jalan yang diridhoi oleh yang Maha Kuasa…. Amin.</p>
<p>Jakarta 12 Juli 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/12/menuju-sepak-bola-indonesia-yang-maju/;t=Menuju Sepak Bola Indonesia yang Maju !;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/12/menuju-sepak-bola-indonesia-yang-maju/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/12/menuju-sepak-bola-indonesia-yang-maju/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan Dunia Penerbangan kita</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/08/tantangan-dunia-penerbangan-kita/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/08/tantangan-dunia-penerbangan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 12:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Flight Commercial]]></category>

		<category><![CDATA[FAA]]></category>

		<category><![CDATA[Garuda Indonesia Airways]]></category>

		<category><![CDATA[ICAO]]></category>

		<category><![CDATA[KNKT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1695</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mendengar tentang pembatalan 7 penerbangan Garuda yang konon dari kabar yang beredar disebabkan oleh kekurangan penerbang. Apabila hal ini benar adanya, maka sungguh satu hal yang ironis sekali, maskapai penerbangan sekelas Garuda mengalami hal tersebut. Kondisi kekurangan penerbang, biasanya salah satu penyebab utama adalah terjadinya keteledoran dalam sistem perencanaan. Perencanaan itu sendiri adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya mendengar tentang pembatalan 7 penerbangan Garuda yang konon dari kabar yang beredar disebabkan oleh kekurangan penerbang. Apabila hal ini benar adanya, maka sungguh satu hal yang ironis sekali, maskapai penerbangan sekelas Garuda mengalami hal tersebut. Kondisi kekurangan penerbang, biasanya salah satu penyebab utama adalah terjadinya keteledoran dalam sistem perencanaan. Perencanaan itu sendiri adalah merupakan kelemahan utama di jajaran birokrasi terutama sekali dalam jajaran BUMN, dengan seribu satu macam penyebabnya.</p>
<p>Belakangan ini kita justru mendengar tentang banyak hal yang dicapai oleh Maskapai Penerbangan kebanggaan kita dalam konteks pencapaian keuntungan yang segera akan diikuti juga dengan rencana “Go Public”. Setelah menerbangkan ulang rute Amsterdam bulan lalu, respon banyak orang pada umumnya sangat positif. Hal ini tentunya didukung antara lain dengan telah beroperasinya beberapa pesawat terbang baru atau “brand new” dalam mendukung rute penerbangan domestik dan internasional Garuda. Sudah sepantasnya Garuda dapat mencapai kualitas maskapai kelas dunia di era global ini.</p>
<p>Kembali kepada pokok masalah tentang kekurangan penerbang, memang ada beberapa hal yang harus menjadi catatan penting dalam mengelola satu maskapai penerbangan. Pengadaan Penerbang memerlukan kalkulasi yang cermat, mengingat begitu spesifiknya persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan yang tidak hanya menyangkut kualitas penerbang itu sendiri akan tetapi juga yang menyangkut kepada ratio jumlah penerbang terhadap jumlah pesawat yang dioperasikan. Bagi pesawat kelas menengah yang melayani “medium range”, mungkin ratio jumlah penerbang versus jumlah pesawat berkisar antara 1 pesawat berbanding dengan 5 set crew sudah cukup. Sedangkan untuk jenis pesawat Jumbo yang “long haul” atau jarak jauh diperlukan ratio yang lebih besar lagi yaitu untuk 1 pesawat diperlukan 8 hingga 10 atau bahkan 12 set penerbang, tergantung dengan padat atau tidaknya rute penerbangan yang ditergetkan. Disisi lain, kebutuhan penerbang tidaklah bisa dipenuhi dalam waktu yang singkat. Pengadaan penerbang memerlukan waktu yang cukup panjang. <span id="more-1695"></span></p>
<p>Sekolah Penerbang atau “Flying School”, rata-rata membutuhkan sekitar 18 bulan dalam merekrut para calon penerbang. Berikutnya masih dibutuhklan lebih kurang satu sampai satu setengah tahun lagi untuk dapat menjadikannya seorang Co-Pilot operasional. Apalagi untuk menjadikan seorang Captain Pilot, karena dibutuhkan pengalaman dan jam terbang yang cukup, maka diperlukan waktu yang lebih lama lagi yaitu sekitar 8 sampai 10 tahun bahkan mungkin 12 tahun.</p>
<p>Sampai dengan tahun 2013 nanti, diperkirakan Garuda akan sudah memiliki lebih kurang 120 pesawat terbang dalam jajaran armadanya. Dapat dibayangkan, betapa akan sulitnya maskapai pembawa bendera ini nantinya. Hitungan kasar saja, maka Garuda akan membutuhkan lebih kurang 1500 Penerbang di tahun 2013 tersebut. Lalu bagaimana cara memenuhinya?</p>
<p>Permasalahan lain dalam dunia industri penerbangan kita, masih banyak yang tengah menghadang didepan mata. Setelah sukses dalam menyelesaikan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009, maka beberapa tindak lanjut masih harus segera diselesaikan, apabila kita tidak ingin dipermalukan dalam kancah penerbangan global. Seperti diketahui bahwa penyelesaian Undang-Undang nomor 1 tersebut adalah merupakan bagian dari pekerjaan rumah Otoritas Penerbangan Nasional berkenaan dengan ICAO &amp; FAA Fact Findings and Recommendations di tahun 2007. Berdasarkan temuan dan rekomendasi ICAO inilah yang menyebabkan Republik Indonesia di Ban oleh Uni Eropa dan di “down grade” oleh FAA sebagai tidak memenuhi persyaratan keamanan terbang internasional.</p>
<p>Tindak lanjut Undang-Undang Nomor 1 tersebut antara lain adalah untuk segera membentuk Lembaga Mahkamah Penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang nomor 1 Tahun 2009 Bab XXI Pasal 399 dan 400. Kegiatan ini akan mencakup penyiapan pembentukan organisasi independen yang akan memiliki wewenang khusus sebagai penyidik dalam kasus-kasus tindak lanjut dari penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat terbang. Kasus Marwoto yang masuk dalam pengadilan pidana umum adalah merupakan contoh dari tercemarnya nama baik dunia penerbangan kita dimata internasional.</p>
<p>Seiring dengan itu, tugas untuk segera membentuk Lembaga KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang berdiri sendiri dan langsung berada dibawah Presiden, sampai sekarang belum juga terdengar persiapannya. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 Bab XVI Pasal 357 Ayat (2). Masih ada lagi tindak lanjut yang diharuskan dapat selesai dalam kurun waktu 2 tahun sejak 2009 itu antara lain , Pembentukan Lembaga sertifikasi kelaikan Udara sebagai badan layanan umum yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja otoritas penerbangan nasional dalam bidang kelaikan udara. Berikutnya adalah merupakan sektor yang sangat penting dalam aspek keselamatan penerbangan secara langsung yaitu penyempurnaan pelayanan navigasi udara. Undang-undang sebagaimana tertera dalam Bab XII Pasal 271 Ayat (2) menyebutkan tentang perlunya segera tindak lanjut dalam pembentukan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan. Kenyataan dilapangan saat ini sudah sangat memprihatinkan sebagai akibat dari peralatan yang sudah kadaluwarsa (sebagai akibat dari proses pengadaan barang yang bertele-tele) dan kekurangan jumlah serta kualitas sdm yang mengawakinya.</p>
<p>Melihat itu semua, tentunya sangat diharapkan perhatian dari seluruh yang berkepentingan dalam penyelenggaraan operasi penerbangan di Indonesia untuk segera turun tangan. Bila terlambat, maka Republik Indonesia akan berada lebih jauh lagi tertinggal dalam kancah persaingan yang ketat dalam Industri Penerbangan Global.</p>
<p>Jakarta 8 Juli 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<p>Catatan : artikel diatas sudah dimuat disalah satu Koran Terbitan Ibukota beberapa hari yang lalu.</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/08/tantangan-dunia-penerbangan-kita/;t=Tantangan Dunia Penerbangan kita;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/08/tantangan-dunia-penerbangan-kita/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/08/tantangan-dunia-penerbangan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Putaran Piala Dunia !</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/04/dari-putaran-piala-dunia/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/04/dari-putaran-piala-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 04:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Argentina]]></category>

		<category><![CDATA[FIFA]]></category>

		<category><![CDATA[Piala Dunia 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1699</guid>
		<description><![CDATA[Selesai pertandingan Argentina melawan Jerman, Humas Argentina menyatakan bahwa 40 Juta Rakyat Argentina merasa tersinggung dikalahkan oleh Jerman dengan skor 4-0.   Seharusnya kan cukup mengalahkan dengan 1-0 atau 2-0 saja, tetapi mengapa harus 4-0 ?  Ini sudah merupakan penghinaan.   Dikhawatirkan ofisial Tim Argentina akan mengadukan hal ini ke Kepolisian serta ke Komnas HAM.
Segera setelah berakhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selesai pertandingan Argentina melawan Jerman, Humas Argentina menyatakan bahwa 40 Juta Rakyat Argentina merasa tersinggung dikalahkan oleh Jerman dengan skor 4-0.   Seharusnya kan cukup mengalahkan dengan 1-0 atau 2-0 saja, tetapi mengapa harus 4-0 ?  Ini sudah merupakan penghinaan.   Dikhawatirkan ofisial Tim Argentina akan mengadukan hal ini ke Kepolisian serta ke Komnas HAM.</p>
<p>Segera setelah berakhirnya pertandingan antara Jerman dan Argentina dengan skor 4-0, maka wasit memutuskan untuk memberlakukan perpanjangan waktu yaitu 2 X 2 tahun !</p>
<p>Pelatih Tim Argentina , menyatakan tidak akan mengundurkan diri, pasca kekalahan timnya atas Jerman.   Kemungkinan besar, memang budaya mengundurkan diri itu bukanlah budaya Argentina.</p>
<p>Argentina masih belum mengakui kekalahannya dari Tim Jerman, mereka mengatakan bahwa tim yang kalah itu sebenarnya kan baru tim yang mirip-mirip dengan tim Argentina.   Konon mereka menunggu penyelidikan hasil pembuktian tersebut dari Bareskrim Metro Jaya.</p>
<p>Tim Jerman, telah mendapatkan teguran keras dari FIFA, karena setelah mengalahkan Argentina 4-0, mereka tidak melaksanakan lari-lari dan loncat-loncat dilapangan.   Mungkin hal ini merupakan kesalahan oknum dan juga kurangnya sosialisasi tentang loncat-loncat setelah menang.   Ini dapat dipastikan hanya menyangkut hal-hal  mengenai kesalahan prosedur saja.</p>
<p>Pelaksanaan pertandingan antara Jerman dan Argentina , sepertinya akan digugat oleh seseorang sebagai pertandingan yang  tidak Legal, karena wasit yang memimpinnya ternyata belum dilantik dalam kabinet pembangunan jilid 2.</p>
<p>Karena banyak protes selama pertandingan piala dunia  terhadap wasit,  FIFA segera berkonsultasi dengan PSSI dan mendapatkan rekomendasi yang cukup baik dan win-win sifatnya yaitu untuk segera  melaksanakan pertandingan ulang, tanpa penonton dan tanpa wasit dan mungkin juga tanpa pemain.</p>
<p>Lionel Messi, pasca kekalahan Tim Argentina dari Jerman 4-0,  menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan Maradona, serta berpikiran akan segera membentuk Timnas Argentina Perjuangan.</p>
<p>Terakhir, DPR akan memanggil Maradona dalam kesempatan Rapat Dengar Pendapat untuk meminta pertanggunganjawaban atas kekalahan Timnya dari Jerman.</p>
<p>Have a nice Sunday !</p>
<p>Jakarta 4 Juli 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/04/dari-putaran-piala-dunia/;t=Dari Putaran Piala Dunia !;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/04/dari-putaran-piala-dunia/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/04/dari-putaran-piala-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sungguh Sangat Berbeda !</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/07/02/sungguh-sangat-berbeda/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/07/02/sungguh-sangat-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 05:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Jenderal McChrystal]]></category>

		<category><![CDATA[obama]]></category>

		<category><![CDATA[Rolling Stones]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1702</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu Jenderal McChrystal, komandan Pasukan Amerika di Afghanistan di wawancara oleh sebuah majalah bernama “Rolling Stones”.   Dalam artikel yang memuat hasil wawancara sang Jenderal dengan wartawan Rolling Stones, banyak orang cukup terperanjat dengan beberapa pendapat Panglima Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan tersebut mengenai kebijaksanaan pemerintah Amerika.
Dari pandangan-pandangan  yang termuat di majalah tersebut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu Jenderal McChrystal, komandan Pasukan Amerika di Afghanistan di wawancara oleh sebuah majalah bernama “Rolling Stones”.   Dalam artikel yang memuat hasil wawancara sang Jenderal dengan wartawan Rolling Stones, banyak orang cukup terperanjat dengan beberapa pendapat Panglima Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan tersebut mengenai kebijaksanaan pemerintah Amerika.</p>
<p>Dari pandangan-pandangan  yang termuat di majalah tersebut, terkesan sekali betapa Sang Jenderal banyak mengkritik kebijaksanaan Presiden Obama terutama dalam hal penggunaan kekuatan militer di luar negeri.   Beberapa bahkan juga mengkritik habis para atasan sang Jenderal dijajaran pimpinan pemerintahan Amerika Serikat.   Dari situ terlihat bagaimana di negara yang merupakan negara “mbah” nya Demokrasi, terbuka kemudian masalah-masalah yang berkait dengan hubungan sipil - militer dalam pemerintahannya.</p>
<p>Tidak memerlukan waktu yang panjang, begitu Obama membaca sendiri artikel tersebut, maka segera dia memanggil Jenderal McChrystal bersama dengan  Ka Staf Gabungan Tentara AS/ Panglima TNI nya Amerika untuk segera menghadap Presiden di Gedung Putih pada kesempatan pertama.</p>
<p>Di Gedung Putih, Obama hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mengkonfirmasi pernyataan sang Jenderal dalam artikel tersebut, memberikan teguran, untuk kemudian keluar bersama Ka Staf Gabungan, diikuti oleh Jenderal McChrystal, langsung mengumumkan pemberhentian tugas Jenderal McChrystral (alias dipecat) di Afghanistan dan menggantinya dengan Jenderal Petraeus.<br />
<span id="more-1702"></span>“Berat kehilangan Jenderal McChrystal, tapi saya kira ini pilihan tepat untuk keamanan nasional kita,” ujar Obama dalam keterangan persnya seperti ditulis AFP, Kamis 24/6/2010.</p>
<p>“Saya menghargai perbedaan pendapat, tetapi tidak ada toleransi untuk perpecahan,” tegas Obama.   Itulah Presiden yang tidak ragu sedikit pun untuk segera meng-intervensi, mengambil alih tanggung jawab sebagai pimpinan tentang masalah yang menyangkut kehormatan negara dan bangsanya.</p>
<p>Berikutnya, keputusan tersebut langsung didukung penuh oleh para senator dari Partai Demokrat dan Republik (partai opsisi).</p>
<p>“Jenderal Petraeus akan melakukan apapun untuk membantu kita sukses di Afghanistan. Ini bukan waktunya berdebat soal strategi,” kata Senator John McCain dari Partai Republik.</p>
<p>Berikutnya lagi, Jenderal McChrystal kemudian menyampaikan permintaan maafnya atas penjelasan dia di majalah Rolling Stones tersebut. Dia segera menyadari, masalahnya sudah bukan masalah pendapat dia atau bukan akan tetapi sudah menjadi masalah Amerika sebagai satu Negara.</p>
<p>Sekedar satu contoh saja, bagaimana cara menghadapi satu masalah di negara demokrasi (ternyata dinegara demokrasi itu tidak boleh ngomong sembarangan) yang menyangkut nama baik/wibawa negara diatasi dengan tegas dan cepat dan selesai !   Bahkan partai oposisipun (”musuh” bebuyutan Obama), namun ,begitu menyangkut kredibilitas negerinya langsung mendukung keputusan Presiden.</p>
<p>Bahkan Sang Jenderal yang gagah perkasa mengkritik atasannya, segera setalah issue itu menjadi masalah nasional, dia (tidak ngeyel) dan atas nama kehormatan negaranya, langsung “minta maaf” !</p>
<p>Itu dia, cara atau solusi dari mengatasi masalah yang muncul dimasyarakat yang menyangkut kehormatan negara, maka Pimpinan Negara segera turun tangan.   Panggil sang pembuat masalah (Jenderal McChrystal, bersama atasannya dalam hal ini Kepala Staf Gabungan  Tentara Amerika) dengarkan penjelasannya, berikan teguran, dan tidak lebih dari 30 menit , langsung keluar keputusan.   Sang Jenderal dipecat dan diganti, Kongres (DPR nya) pun segera menyetujui dan mendukung (karena masalah prinsip kenegaraan). Dan…..selesailah sudah !</p>
<p>Itulah, bila semua orang berorientasi kepada kepentingan negara dan rakyatnya, tidak hanya ngomong doang mengatasnamakan kepentingan rakyat ? Tidak ada  talk show berkepanjangan membahas ngalor ngidul satu hal yang sebenarnya sudah sangat jelas !</p>
<p>Dan lebih penting lagi , Itulah Tindakan Tegas Presiden, sebagai pemimpin bangsa.   Itu semua menyebabkan semua orang Amerika tahu, siapa pemimpin mereka, siapa yang menggerakkan bangsa dan negaranya.   Tidak sedetik pun membiarkan negara terombang ambing oleh issue-issue yang negatif.   Bahkan media masa pun menjadi tahu, siapa sebenarnya yang sedang mengatur negara saat ini.</p>
<p>Intisarinya lagi, begitu permasalahan masuk ke ranah “nama baik Negara”, semua kemudian menggunakan bahasa yang sama !</p>
<p>Tindakan tegas Presiden dari satu negara penganut faham demokrasi yang konon kabarnya tengah kita tiru.   Ternyata dinegara demokrasi, tidak setiap orang boleh ngomong seenak perutnya sendiri-sendiri.   Sungguh sangat berbeda !</p>
<p>Jakarta  2 Juli 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/02/sungguh-sangat-berbeda/;t=Sungguh Sangat Berbeda !;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/07/02/sungguh-sangat-berbeda/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/07/02/sungguh-sangat-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari World Cup 2010!</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/06/30/belajar-dari-world-cup-2010/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/06/30/belajar-dari-world-cup-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 07:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<category><![CDATA[Sport and Technology]]></category>

		<category><![CDATA[Jean Pierre Escalettes]]></category>

		<category><![CDATA[Piala Dunia 2010]]></category>

		<category><![CDATA[Rudi Voeller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1704</guid>
		<description><![CDATA[Semalam kita menyaksikan bagaimana kesebelasan Jepang berhasil dikalahkan dengan terhormat dalam adu penalti saat berlaga melawan Paraguay memperebutkan tempat di perempat final Piala Dunia 2010.   Mereka berhasil menahan tim kuat dari Amerika Latin 0 - 0, sepanjang 2 kali 45 menit dan dalam perpanjangan waktunya yang 2 kali 15 menit.
Terlihat spirit nasionalisme yang tinggi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1706" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img class="size-full wp-image-1706" title="wc-trophy" src="http://www.chappyhakim.com/wp-content/uploads/2010/06/wc-trophy.jpg" alt="World Cup Thropy" width="220" height="300" /><p class="wp-caption-text">World Cup Thropy</p></div></p>
<p>Semalam kita menyaksikan bagaimana kesebelasan Jepang berhasil dikalahkan dengan terhormat dalam adu penalti saat berlaga melawan Paraguay memperebutkan tempat di perempat final Piala Dunia 2010.   Mereka berhasil menahan tim kuat dari Amerika Latin 0 - 0, sepanjang 2 kali 45 menit dan dalam perpanjangan waktunya yang 2 kali 15 menit.</p>
<p>Terlihat spirit nasionalisme yang tinggi dari para seluruh pemain dan jajaran ofisialnya dalam mengemban kehormatan bangsa dan negaranya.   Satu kerja besar yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berdedikasi dan loyalitas yang tinggi.   Tidak hanya sekedar dedikasi dan loyalitas saja yang dapat membawa seseorang atau tim nasional ketingkat terhormat dipanggung dunia, akan tetapi juga rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap kinerja masing-masing akan membuat kualitas profesi mereka menjadi pantas untuk dihargai dan dihormati rakyatnya.   Hal seperti itu jelas terlihat dari penampilan hampir semua kesebelasan yang berhasil maju ke babak final “World Cup” 2010 di Afrika Selatan.</p>
<p>Masalahnya , mengapa PSSI  (klub sepakbola dari satu negara yang jumlah penduduknya lebih kurang 240 juta jiwa) tidak kunjung jua berprestasi ? Kita semua seolah,  hanya ingin bertanya atau bermimpi kapan PSSI akan menjadi kesebelasan kelas dunia?   Yakinlah , kita semua memang hanya akan bermimpi untuk itu.   Kecuali, bila kita menyimak sedikit saja beberapa catatan dibawah ini.</p>
<p><strong>Rudi Voeller</strong> mengucap <em>Auf Wiedersehen</em> alias selamat tinggal pada jabatannya sebagai pelatih tim nasional Jerman. Ia resmi mundur sesaat setelah Tim Panser gagal ke perempat final Euro di tahun 2004.  (detik.com)<br />
<span id="more-1704"></span><br />
Presiden Sepakbola Perancis,  Ketum PSSI nya perancis,  <strong>Jean Pierre Escalettes</strong>, menyatakan pengunduruan dirinya sebagai Presiden Federasi Sepakbola Perancis, menyusul prestasi mengecewakan dari Tim Nasional Perancis di laga Piala Dunia Sepakbola yang bergengsi di Afrika Selatan 2010.   Segera setelah melihat realita yang ada, yaitu tersingkirnya  Timnas Perancis, dibabak penyisihan “World Cup” 2010,  maka dia (Jean Pierre Escalettes) berkata antara lain : “Saya menganggap , ini kewajiban saya untuk mengundurkan diri sebagai Presiden Federasi Sepakbola Perancis (FFF) ” .   Untuk diketahui mandat Escalettes, sebagai Ketum PSSI nya Perancis, sebenarnya baru akan berakhir di Tahun 2012 mendatang.  (Kompas, 30 Juni 2010).   Maka mundurlah dia, tanpa menunggu disuruh mundur oleh Presiden Perancis Sarkozy, menyusul kegusaran sang Presiden terhadap kesebelasan kebanggaan Perancis itu.</p>
<p>Konon, pelatih dan manajer Timnas Jepang, yang meski kalah terhormat adu penalti untuk masuk keperempat final, tengah memikirkan untuk mundur sebagai ujud tanggung jawab dari tugas membawa Tim Jepang ke tempat terhormat di gelanggang sepakbola global, Afrika Selatan 2010.</p>
<p>Dalam tataran Manajemen, ada salah satu aspek yang penting untuk dicermati, yaitu “<strong>Tanggung-Jawab</strong>”</p>
<p>Berikutnya :</p>
<p>Paraguay, salah satu negara yang sukses masuk perempat final Piala Dunia, ternyata jumlah penduduknya tidak sampai 7 juta orang.   Mereka sanggup memilih 11 orang pemain yang bisa angkat bicara di panggung dunia.</p>
<p>Ghana, negara Afrika yang juga berhasil memasuki babak perempat final Piala Dunia hanya memiliki jumlah penduduk yang tidak lebih dari 22 juta orang.   Mereka bisa memilih 1 orang dari setiap 1juta penduduknya untuk direkrut menjadi pasukan sepakbola kelas dunia.</p>
<p>Dalam “Leadership” ada yang dikenal dengan “how to select your people”.   Kemampuan untuk dapat memilih dengan cermat siapa-siapa yang pantas untuk menjadi jajaran pasukan kita untuk maju bertempur atau bekerja-keras.</p>
<p><strong>Lebih lanjut lagi</strong> :</p>
<p>Yang menarik adalah, ternyata para ketum dari Timnas negara-negara yang berprestasi pada piala dunia, dari sejak bergulirnya kejuaraan sepakbola yang pialanya dulu bernama “Jules Rimet Cup”, dan sekarang berjudul “world cup” itu tidak satupun yang pernah terlibat perkara pidana dan atau mendekam di Penjara.</p>
<p>Konon juga, tidak ada para pengurus persatuan sepakbola dari negara yang sukses dikancah piala dunia itu adalah anggota atau pengurus salah satu partai, apalagi yang pernah jadi pengurus KPU kemudian pindah masuk Partai dan kemudian mencari sobat lamanya di KPU untuk segera pindah menjadi Pengurus Partai ?!</p>
<p>Dalam semua lembaga pendidikan, pasti kita akan  mengenal yang namanya To Build a  “high moral character” atau membangun moral tinggi atau membentuk “personal karakter” atau “integritas pribadi”  yang harus menjadi dasar dari seluruh keinginan manusia yang akan mencoba mempelajari ilmu pengetahuan, apapun itu.   Karena betapa tinggi “knowledge”  atau pengetahuan yang dimiliki seseorang, maka tidak akan ada manfaatnya bagi orang banyak, bila dia tidak memiliki yang namanya “karakter” dan atau “moral”.   Itulah yang kemudian dikenal sebagai salah satu persyaratan utama  bagi seseorang yang ingin disebut atau digolongkan sebagai orang yang “profesional”.</p>
<p>Nah, selanjutnya memang  terserah kepada kita semua, apakah kita memang sudah ingin berubah atau justru memperdalam segala sesuatu atau kegiatan-kegiatan  yang sebagian besar telah berada begitu jauh dari nilai-nilai moral yang tengah kita jalani saat ini?</p>
<p>Salam Olah Raga dan dengan segala hormat untuk anda semua !</p>
<p>Jakarta 30 Juni 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/06/30/belajar-dari-world-cup-2010/;t=Belajar dari World Cup 2010!;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/06/30/belajar-dari-world-cup-2010/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/06/30/belajar-dari-world-cup-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Peluang Besar bagi Indonesia</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/06/23/peluang-besar-bagi-indonesia/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/06/23/peluang-besar-bagi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 04:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1671</guid>
		<description><![CDATA[Dengan beberapa alasan, saat ini banyak sekali penduduk Indonesia yang lebih memilih untuk mencari pelayanan dan fasilitas kesehatan yang lebih baik di luar iNDONESIA.   Berbagai macam penyebabnya, akan tetapi salah satu  contoh sederhana dan sangat mudah dicerna adalah kasus dari Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit Omni Internasional yang sangat menghebohkan beberapa waktu yang lalu.
Kasus Prita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan beberapa alasan, saat ini banyak sekali penduduk Indonesia yang lebih memilih untuk mencari pelayanan dan fasilitas kesehatan yang lebih baik di luar iNDONESIA.   Berbagai macam penyebabnya, akan tetapi salah satu  contoh sederhana dan sangat mudah dicerna adalah kasus dari Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit Omni Internasional yang sangat menghebohkan beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Kasus Prita hanyalah merupakan puncak gunung es dari betapa buruknya pelayanan kesehatan didalam negeri kita tercinta ini.  Buruk, walaupun terjadi di satu rumah sakit yang meng “klaim” dirinya bertaraf Internasional sesuai dengan label nama yang disandangnya.     Hal inilah diperkirakan yang membuat kemudian hasrat orang-orang untuk pergi keluar negeri dalam upayanya memperoleh pelayanan yang lebih baik dibidang kesehatan menjadi sangat masuk akal.</p>
<p>Beberapa negara tujuan orang Indonesia untuk pergi berobat keluar negeri antara lain adalah ke Malaysia, Thailand dan terutama sekali serta cukup menyolok adalah Singapura.   Khusus untuk hal ini, mengutip dari beberapa sumber, antara lain Singapore Tourism Board dan <a href="http://Spireresearch.com/" target="_blank">Spireresearch.com</a> diperoleh data-data sebagai berikut :<br />
<span id="more-1671"></span><br />
Dari keseluruhan turis medis yang datang di Singapura di tahun 2009 saja,  turis medis yang berasal dari Indonesia  ternyata mencapai jumlah 59% .   Yang berasal dari negara lain berjumlah 41%.</p>
<p>Yang harus disadari benar adalah bahwa mereka “orang-orang berduit” yang berobat ke Singapura, ternyata adalah orang-orang yang tidak hanya berasal dari Jakarta saja.   Mereka berasal dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, Batam, Sulawesi Utara  dan Surabaya.   Hal tersebut ditopang dengan realita bahwa akses transportasi udara khususnya yang langsung ke Singapura saat ini sudah sangat mudah dilakukan.</p>
<p>Disisi lain, konon kabarnya mereka itu semua merasa bahwa pelayanan yang mereka peroleh dalam proses berobat dan atau check kesehatan di Singapura sangat memuaskan.   Memuaskan tidak hanya dalam arti pelayanan dan perhatian yang didapatkan, akan tetapi juga secara keseluruhan mereka beranggapan bahwa besarnya biaya yang mereka keluarkan adalah “sepadan” atau sangat pantas dengan apa yang mereka dapatkan.   Perhatian yang besar dari dokter terhadap pasien dan keluarganya, sampai dengan pelayanan via telepon yang 24 jam tetap bisa dihubungi,  telah membuat para “pelancong berobat” ke Singapura merasa sangat nyaman, yang dirasakan pula sebagai salah satu faktor penyebab sang pasien bisa cepat sembuh.   Mereka dilayani bak VIP, sesuatu yang sangat didambakan.</p>
<p>Medical Tourism di Singapura telah berkembang secara spektakuler !</p>
<p>Dari data yang ada , menyebutkan bahwa total pengeluaran dari para “pelancong berobat” asal   Indonesia di Singapura bergerak naik  secara signifikan dari tahun ke tahun.   Dari hanya sekitar 600 juta dolar di tahun 2006, meningkat ke  800 juta dolar pada tahun 2007 dan kemudian di tahun 2008 sudah hampir mencapai angka 1,5 miliar dolar.</p>
<p>Nilai pasar bisnis medical tourism di Asia terutama di India, Singapura, Thailand serta Malaysia memang telah mencapai angka 3 miliar dolar selama tahun 2007 dan 2008.   Angka fantastis telah diprediksi akan mencapai lebih dari 4 miliar dolar di tahun 2012.</p>
<p>Sebenarnya peluang investasi di Indonesia untuk menjadi “medical service” kelas dunia cukup tinggi sejalan dengan tuntutan peningkatan dinamika pasar yang berkembang.   Pastinya, saat ini negeri kita tercinta masih belum menjadi salah satu tujuan dari medical tourism atau para “pelancong berobat”.   Sebaliknya, ironi sekali sekarang ini Indonesia adalah sudah menjadi The best  “medical tourist comers”, terutama di Singapura.</p>
<p>Inilah sebenarnya peluang besar bagi Indonesia, bila saja dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan berobat yang bertaraf Internasional.   Internasional dalam arti performa dan kualitas yang disajikan benar - benar mengacu kepada standar  pelayanan yang “istimewa”, bukan sekedar merek yang terpampang di papan nama rumahsakit, seperti halnya banyak dijumpai saat ini di Indonesia.</p>
<p>Kita punya potensi untuk itu.   Tidak usah mengharapkan kedatangan para “pelancong berobat” dari luar negeri, karena penduduk Indonesia sendiri banyak yang mendambakan pelayanan kesehatan kelas premium.   Orang-orang Indonesia sangat senang dan terobsesi untuk selalu menjadi VIP, walaupun untuk itu ia harus membayar lebih.   Disini pengertian VIP yang berarti “Very Important Person” dengan pengertian VIP yang “Very Idiot Person” menjadi “beda-beda tipis”, saking feodalnya orang Indonesia.</p>
<p>Dokter-dokter dan tenaga para medis serta para profesional lainnya dibidang kesehatan yang kita  miliki sebenarnya tidaklah berada dibawah Singapura.   Tinggal memolesnya sedikit saja dengan juga mengembangkan manajemen modern bidang pelayanan, kiranya kita dapat memperoleh bagian besar dari pendapatan yang selama ini dinikmati oleh Singapura dalam layanan kesehatan.   Masalah yang menjadi catatan kaki disini adalah hal yang sama (ingin menjadi VIP) melanda juga para dokter dan petugas medis lainnya.   Memang semua orang, terutama di Indonesia selalu ingin dianggap dirinya sebagai orang penting.   Sayangnya itu tadi pengertian penting bagi kita kayaknya belum di standardisasi, sehingga hasilnya terkadang pengertian Important dan Idiot menjadi rancu.</p>
<p>Sederhana sekali sebenarnya, tinggal ada kemauan atau tidak untuk meningkatkan hal tersebut.   Atau pilihannya adalah uang miliaran dollar dari Indonesia setiap tahunnya akan terus mengalir, membantu negara tetangga yang sudah kaya raya itu.</p>
<p>Saya melihat ini sebagai benar-benar “peluang besar bagi Indonesia”.</p>
<p>Jakarta 23 Juni 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/06/23/peluang-besar-bagi-indonesia/;t=Peluang Besar bagi Indonesia;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/06/23/peluang-besar-bagi-indonesia/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/06/23/peluang-besar-bagi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Orchad Road Atau yang Mirip Orchad Road Banjir?</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/06/18/orchad-road-atau-yang-mirip-orchad-road-banjir/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/06/18/orchad-road-atau-yang-mirip-orchad-road-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 04:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Case]]></category>

		<category><![CDATA[Orchad Road]]></category>

		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1673</guid>
		<description><![CDATA[Saya sedang berada diluar Jakarta, sedang bersantai ria  tiba-tiba menerima berita yang rada agak aneh : “Orchad Road Banjir” !.   Saya katakan rada aneh, karena biasanya yang langganan setia banjir kan Kampung Melayu dan jalan Thamrin ?!  Koq ini Orchad  Road ?
Singapura , apalagi kawasan bergengsi di Orchad Road sepengetahuan saya belum pernah mengajukan diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sedang berada diluar Jakarta, sedang bersantai ria  tiba-tiba menerima berita yang rada agak aneh : “Orchad Road Banjir” !.   Saya katakan rada aneh, karena biasanya yang langganan setia banjir kan Kampung Melayu dan jalan Thamrin ?!  Koq ini Orchad  Road ?</p>
<p>Singapura , apalagi kawasan bergengsi di Orchad Road sepengetahuan saya belum pernah mengajukan diri sebagai salah satu “pelanggan” banjir.</p>
<p>Setelah melakukan cross check kepada beberapa sumber yang layak dipercaya, ternyata benar sekali bahwa Orchad Road di Singapura  memang Banjir !   Sekali lagi Ternyata Singapura Banjir.<br />
<span id="more-1673"></span>Banjirnya Singapura telah memunculkan banyak respon berupa cerita lucu-lucu dari beberapa teman yang tersiar melalui HP dan juga Blackberry serta email.   Beberapa diantaranya  menyebutkan bahwa pemerintah Singapura sengaja membuat banjir di Singapura dalam hal ini di Orchad Road adalah dalam rangka kunjungan wisata 2010, menarik wisatawan Indonesia agar lebih banyak lagi yang datang ke Singapura.   Mengadakan banjir agar warga Indonesia “feel at home”, bisa merasa di rumah sendiri.</p>
<p>Ada lagi yang mengatakan bahwa Pemerintah Singapura tengah mencari ahli telematika dan pakar  IT untuk menelusuri siapa yang mengedarkan video banjir yang mirip dengan Orchad Road tersebut.   Mungkin ada yang bisa membantu untuk menyelesaikan masalah ini.</p>
<p>Ada lagi cerita burung yang mangatakan bahwa DPR Singapura kini tengah membentuk “Panja” Tentang banjirnya Orchad Road dan akan memanggil sejumlah pejabat, yang tujuannya nanti adalah menemukan seorang pejabat untuk menduduki jabatan Direktur pelaksana di Bank Dunia.</p>
<p>Ada lagi yang mengatakan kini seluruh pemilik toko di Orchad Road  tengah mengajukan usul agar diperoleh dana aspirasi sebesar 15 M untuk mengatasi banjir.   Walaupun sudah dibilang tidak bisa dan akan menggangu anggaran negara, tetap saja ngotot untuk mendapatkannya, alasannya “niatnya kan baik” !  (jadi melanggar aturan main ya nggak apa-apa, kalau niatnya baik)….Baik untuk siapa?</p>
<p>Terakhir, kabarnya pemerintah Singapura tengah mengajukan permohonan ke Pemda DKI untuk diberi bantuan tenaga ahli banjir, agar banjir yang terjadi di Singapura bisa menjadi banjir yang lebih “profesional”, dalam arti bisa lebih sering, minimum satu tahun 2 atau 3 kali satu sendok teh sehabis makan !</p>
<p>Sebenarnya ada satu lagi, tetapi sulit untuk dimuat disini karena mengandung unsur pornografi.   Maaf ya……</p>
<p>Demikianlah sekilas info, beberapa “jokes” yang saya terima dari beberapa teman, kerabat dan handai tolan.</p>
<p>Mudah-mudahan dapat dimengerti oleh semua pembaca, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.</p>
<p>Jakarta 18 Juni 2010</p>
<p>Chappy Hakim.</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/06/18/orchad-road-atau-yang-mirip-orchad-road-banjir/;t=Orchad Road Atau yang Mirip Orchad Road Banjir?;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/06/18/orchad-road-atau-yang-mirip-orchad-road-banjir/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/06/18/orchad-road-atau-yang-mirip-orchad-road-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Peter Pan</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/06/15/peter-pan/</link>
		<comments>http://www.chappyhakim.com/2010/06/15/peter-pan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 04:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Peter Pan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1676</guid>
		<description><![CDATA[Peter Pan, adalah sebuah nama seorang anak lelaki  dengan karakter  yang khas dalam sebuah dongeng sebagai hasil dari kreasi seorang Novelis terkenal bangsa Skotlandia, J.M Barrie yang hidup pada tahun 1860 - 1937.   Peter Pan digambarkan sebagai seorang anak laki-laki yang dapat terbang dan tidak pernah beranjak usia nya menjadi tua.
Peter Pan dalam dongeng tersebut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peter Pan, adalah sebuah nama seorang anak lelaki  dengan karakter  yang khas dalam sebuah dongeng sebagai hasil dari kreasi seorang Novelis terkenal bangsa Skotlandia, J.M Barrie yang hidup pada tahun 1860 - 1937.   Peter Pan digambarkan sebagai seorang anak laki-laki yang dapat terbang dan tidak pernah beranjak usia nya menjadi tua.</p>
<p>Peter Pan dalam dongeng tersebut, menghabiskan masa kanak-kanaknya  yang “abadi” dengan mengembara , berkeliling  di pulau kecil bernama pulau Neverland.   Peter Pan  dalam dongeng itu, berperan sebagai pemimpin dari satu kumpulan anak-anak yang menamakan dirinya “<strong>The Lost Boys</strong>”.   Dalam pengembaraannya itu Peter Pan berinteraksi dengan Peri, Orang Indian, Ikan Duyung dan  Bajak Laut.</p>
<p>Yang menarik dari Peter Pan ini adalah dia digambarkan oleh penciptanya sebagai anak yang nakal serta hanya mementingkan diri sendiri saja alias individualistis.   Dari banyak serial dongeng tentang Peter Pan ini banyak yang  berupa buku-buku dan beberapa lainnya  sudah dalam bentuk film, diantaranya merupakan produksi dari Walt Disney’s, yaitu berupa film kartun.   Salah satu judul dari novel yang terkenal tentang Peter Pan dalam ujud film kartun tersebut, pernah beredar dan populer di Jakarta pada tahun 1950-an.   Saat itu nama Peter Pan sebagai tokoh yang digemari anak-anak di film kartun menjadi sangat populer.<br />
<span id="more-1676"></span><br />
Salah satu cerita yang sangat terkenal dari Peter Pan ini muncul di tahun 1904, yang berjudul Peter Pan,  <em>The Boy Who Wouldn’t Grow Up</em>. Beberapa tahun setelah itu, muncul pula serial Peter Pan yang berjudul Peter Pan and Wendy, yang kemudian terkenal dengan judul Peter Pan saja.   Setelah itu, banyak serial Peter Pan yang berkembang didunia cerita anak-anak.   Beberapa judul cerita yang cukup menonjol adalah , antara lain : “<strong><em>Peter Pan in Kensington Gardens</em></strong>” , “<em><strong>Hook</strong></em>” , “<em><strong>Return to Never Land</strong></em>” dan “<em><strong>Peter Pan and Scarlet</strong></em>” Gambaran Peter Pan dalam dongeng-dongeng ini adalah sebagai anak laki-laki dengan “<em>gigi bayi</em>” yang “<em>menarik</em>” dan “<em>murah senyum</em>” atau  disebut  “<em>A Boy with baby teeth</em>” yang ujudnya  tampil sebagai  “<em>a beautiful boy with a beautiful smile</em>”.</p>
<p>Banyak dongeng tentang Peter Pan dalam bentuk buku dengan berbagai judul yang sangat digemari anak-anak dan tentu saja kemudian mempengaruhi dan memberikan inspirasi banyak anak untuk dapat meniru tingkah laku sang idola.</p>
<p>Peter Pan memang sangat inspiring, tidak terkecuali di Indonesia.</p>
<p>Jakarta, 15 Juni 2010</p>
<p>Chappy Hakim</p>
<p>(dari berbagai sumber)</p>
<script>function fbs_click() {u=http://www.chappyhakim.com/2010/06/15/peter-pan/;t=Peter Pan;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'_blank','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}</script><style> html .fb_share_link { font-size: 11px; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }</style><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.chappyhakim.com/2010/06/15/peter-pan/ " onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link">Share on Facebook</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chappyhakim.com/2010/06/15/peter-pan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
