All posts in Uncategorized

South China Sea

The South China Sea, pivots and Indonesia

Chappy Hakim, Jakarta | Opinion | Wed, April 03 2013, 11:01 AM
Jakarta Post Paper Edition | Page: 6
In the last three years, there have been a lot of seminars, workshops and panel discussions on the same topic, namely the South China Sea.At a domestic level, Indonesia has held discussions on the South China Sea five times. These discussions were not taken lightly. Even experts from developed countries were invited to participate to provide more insight. The South China Sea is a very popular issue that most everyone, including the person on the street, has been talking about zealously.The competing claims in the South China Sea are not something new. The area borders a great number of nations; naturally, it has been a long-standing source of conflicts. Disputes over several competing claims for various parts of the area are unlikely to be resolved within the short term.

There are a number of reasons behind these claims. Take, for example, the dispute over the Spratly Islands — an area comprising 45 islands, which has been claimed in whole or in part by Vietnam, China, Taiwan, Malaysia, The Philippines and even Brunei Darussalam.

Read more…

Landing on The Last Flite !

Hari itu, Kamis 10 Januari 2013 adalah hari ulang tahun ke 65 Capt S Nababan, sahabat saya penerbang senior Garuda. Di hari ulang tahunnya tersebut dia mengundang saya untuk turut hadir dalam upacara “Last Flite” dan akan landing sebagai seorang Pilot in Command pesawat niaga Indonesia pertama di usia 65 tahun.

Landing terakhir dari seorang Pilot yang mengantongi lebih dari 16.000 jam terbang yang sekaligus memecahkan rekor MURI. Dengan alasan yang sangat sederhana, yaitu turut merasa “bangga”, saya hadir dihari yang cerah tersebut untuk dapat menjadi bagian dari kebahagiaan Captain Nababan beserta seluruh keluarga besar Pilot Garuda yang tentunya juga sebagai representasi dari Pilot Indonesia. Pilot dengan tuntutan yang selalu berorientasi kepada standar yang “world class” dan itu ditunjukkan oleh korps Pilot Garuda dalam satu upacara tradisi yang membanggakan. Sungguh saya turut merasakan kebahagiaan dan kebanggaan Captain Shadrach, kebangaan Pilot Garuda , kebanggaan Pilot Indonesia.

mengalungkan bunga kepada Capt Nababan

Pagi ini saya menerima email dari Captain S Nababan. Rasa senang menerima email ini saya pikir terlalu egois bila hanya saya yang merasakannya. Untuk itu saya posting disini untuk dapat sekedar berbagi. Berbagi kepada mereka semua pencinta Dirgantara. Dalam kata sambutan saya di upacara kemarin, saya tutup dengan menegaskan kembali jargon : “Memang Nenek Moyang kita adalah Orang Pelaut, akan tetapi anak cucu kita adalah insan Dirgantara !”
Berikut ini email dari Captain Shadrach Nababan :

passing out parade with respect to Capt Nababan

Dear All,

Ketika kami GIA 717 berada di final Rw 25L, sdr FO Eric bisa bersaksi atas kejadian ini, kami kaget karena separation kami dengan traffic yang didepan tiba2 hanya berjarak 4,5 miles saja dan Soekarno-Hatta Tower bertanya “Indonesia 717 are you going to make go around NOW… climb 2000 maintain runway heading” saya bilang ke Eric untuk jawab “Request continue until DA” dan kami bersyukur sebab hanya split second jelang DA traffic itu sudah vacating runway dan kami mendapat landing clearance. Pendaratanpun berjalan mulus dan kami vacate runway di high speed S5. Ketika hal itu terjadi, dibenak saya sempat melayang pikiran bahwa kalau kami sampai “go around” pergi ke Esala dan kemudian holding disana untuk mendapat giliran balik maka tak terbayangkan betapa efeknya nanti terhadap susunan acara yang sudah dirancang dengan susah payah oleh teman2.

Jadi saya merasakan betul kira2 begaimana perasaan rekan2 saya di APG ketika mempersiapkan acara penyambutan kami di apron E31 dan Auditorium GCC tanggal 10 Januari 2013 ybl. Banyak hal “unpredicted” yang terjadi disaat “last minutes” tetapi akhirnya semua dapat berjalan dengan “nearly sempurna”.

Jadi setelah saya membubuhkan tanda tangan (terakhir sebagai PiC) di AFL sdr FO Riemawan datang ke cockpit membisikkan kepada saya bahwa pak Chappy Hakim sudah hadir dan beliau bersedia menjadi inspektur upacara, hal itu saya maknai justru sebagai kehormatan yang “I don’t even think of it”….

Perasaan yang betul2 tak dapat dilukiskan dengan kata2 indah ….itulah yang telah saya rasakan ketika sang Jenderal (maksud saya Marsekal Udara) mengalungkan bunga kepada saya.

Apabila ada kata-kata yang lebih baik dari kata “terimakasih” tentu itulah yang akan saya ucapkan bagi APG dibawah pimpinan Capt Bintang Hardiono dan Tim Pelaksana Upacara dibawah pimpinan Capt Adisurya serta seluruh teman2ku pilot yang baik hati yang membuat seluruh acara dapat berjalan dengan baik.

Cipulir Permai, 12 Januari 2013.
capt shadrach nababan

Jakarta 12 Januari 2013
Chappy Hakim.

CN-295 segera masuk jajaran AU ?

Pada beberapa pemberitaan, tersiar kabar tentang pesawat CN-295 yang di klaim sebagai produk pertama PTDI hasil revitalisasi Industri Pertahanan Strategis Indonesia dan konon akan segera memperkuat armada AU kita. Banyak pertanyaan yang muncul kepada saya, dan ini agak sulit untuk bisa dijawab, karena saya masih belum memperoleh data yang cukup untuk menjawabnya. Akan tetapi sebagai respon dari berita tersebut, mungkin bagus juga saya turunkan kembali tulisan saya tentang PTDI pada tahun lalu, sebagai berikut:

PTDI antara mimpi dan kenyataan !

Bila browsing di internet dengan mengklik PTDI, tampilan yang muncul adalah PTDI,Professional Truck Driver Institute.Padahal, yang ingin dibahas bersama di sini adalah tentang PT Dirgantara Indonesia.

Membingungkan? Sekarang mari kita berkunjung ke website-nya PT Dirgantara Indonesia yang ternyata tertera di sana,mungkin untuk konsumsi global, PTDI dipromosikan dengan nama Indonesian Aerospace Inc. Tercatat didirikan pada 26 April 1976 bernama IPTN dengan N untuk Nurtanio dan pada 11 Oktober 1985 diubah dengan IPTN yang N-nya sudah menjadi Nusantara,serta pada 24 Agustus 2000 berubah lagi menjadi PT Dirgantara Indonesia/ Indonesian Aerospace Inc.

Read more…

Sukhoi Superjet 100 dan Gunung Salak

gunung salak

Pagi hari itu, Rabu, 9 Mei 2012, cuaca di Jakarta relatif cerah, matahari bersinar terang. Saya berangkat menuju Halim,memenuhi undangan Sukhoi untuk melihat presentasi pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) dan menyaksikan terbang demo dari pesawat yang untuk pertama kalinya datang di Indonesia.

Tahun 2010 lalu, saya mendengar di Farnborough Airshow penandatanganan kontrak pembelian SSJ-100 oleh Kartika Airlines yang mengundang banyak perhatian kalangan penerbangan internasional. Sukhoi sebenarnya hanya dikenal sebagai nama pesawat tempur canggih yang diproduksi Rusia dan acap tampil di hampir setiap airshow pada berbagai pentas global.

Agak mengherankan serta mengundang tanya saat muncul pesawat bernama Sukhoi yang ternyata berwujud pesawat angkut yang sekilas terlihat sebagai pesawat B-737. SSJ-100 ternyata adalah pesawat angkut modern buatan Rusia yang mampu membawa 95 penumpang. Pesawat SSJ-100 ini merupakan proyek besar Sukhoi Civil Aircraft yang disubsidi Pemerintah Rusia, bekerja sama dengan Boeing Aircraft Company, Amerika Serikat.

SSJ - 100

Bernaung di bawah long-term cooperation agreement,Sukhoi dan Boeing merancang pesawat angkut kelas medium yang disiapkan sanggup menantang kompetisi pesawat angkut lain di pasar global.Dalam menghadapi tantangan inilah SSJ-100 kemudian mengalami penanganan khusus dalam perkembangan produksinya. Engine yang digunakan adalah sebuah mesin yang patut diandalkan, merupakan produksi bersama antara Rusian Saturn dengan French Snecma.

Di bawah bendera Power Jet,mesin hasil kerja sama Rusia-Prancis ini bahkan telah dapat mencapai tingkat kebisingan minimal yang lebih rendah dari persyaratan serta kadar emisi gas buangnya yang juga lebih memuaskan dari apa yang dipersyaratkan ICAO. Sementara peralatan elektronik dan navigasi pesawat dikerjasamakan dengan Thales Prancis.

Dengan kombinasi yang menarik ini, antara Rusia dan Prancis, pada Februari lalu SSJ-100 memperoleh sertifikat dari otoritas penerbangan Rusia dan, terutama, sertifikat dari European Aviation Safety Agency (EASA) lengkap dengan pemenuhan syarat-syarat dari “ramah-lingkungan”-nya.

Read more…

Wanita Cantik, Cerdas, dan kebohongan serta akibatnya.

Lettu Pnb Kelly Flinn

Lettu Pnb Kelly Flinn

Cerita-cerita tentang Wanita Cantik, selalu saja mengisi sejarah dalam kehidupan umat manusia. Salah satu yang terkenal nyaris sepanjang jaman adalah tentang Cleopatra sang Ratu dari Alexandra, kelahiran puluhan tahun sebelum Masehi. Seorang wanita cantik yang cerdas dan tak jarang disebut pula sebagai seorang yang keras hati. Setiap jaman selalu saja menyimpan banyak cerita mengenai kiprahnya wanita cantik ditengah-tengah kehidupan masyarakat lingkungannya. Wanita cantik, memang tidak pernah berhenti menjadi perhatian dari siapa saja yang tidak memiliki cukup kekuatan dalam menghadapi godaan. Si Cantik pun, seolah tahu dan paham benar bahwa dirinya menjadi pusat perhatian orang banyak. Hal inilah yang kerap dapat menjadi batu sandungan dari para wanita-wanita cantik dalam menjalani karier dalam perjalanan panjang kehidupannya.

Alkisah pada tahun 1990-an, ada seorang wanita cantik kelahiran St Louis, Missouri USA, 23 Desember tahun 1970 bernama Kelly Flinn. Dia adalah gadis primadona Angkatan Udara Amerika, lulusan USAFA, United States Air Force Academy tahun 1993. Letnan Satu Penerbang Kelly Flinn lulus dan menjadi sangat menarik perhatian banyak kalangan karena kemudian berhasil menjadi Pilot Wanita Pertama yang menerbangkan pesawat pembom raksasa B-52. Menarik perhatian, bukan saja karena kecantikannya, akan tetapi juga karena profesinya yang , bahkan di negeri semodern Amerika pun, tetap menarik perhatian khalayak ramai. Read more…

Perkembangan Mutakhir : Lihat Buku Baru !

Buku - Saya Pengen Jadi Pilot

Buku - Saya Pengen Jadi Pilot

Ini adalah buku baru yang akan mulai memasuki toko-toko buku lebih kurang 1 atau 2 minggu lagi.   Buku dengan Judul “Saya Pengen Jadi Pilot”, adalah berisi pengalaman saya pribadi dalam dunia penerbangan.   Pengalaman saya pertama kali melihat pesawat terbang, pertama kali duduk di kokpit sampai dengan penerbangan saya terakhir sebagai Pilot. Kebetulan sekali saya memperoleh keuntungan dalam perjalanan hidup ini sempat menjadi Pilot Militer dan juga pernah bertugas di Maskapai Penerbangan sipil selama lebih kurang 3 tahun lamanya.   Pengalaman-pengalaman unik, lucu dan juga pengalaman yang nyerempet-nyerempet bahaya(tidak dapat dilupakan seumur hidup) dalam terbang, saya tuangkan di buku ini.  Tidak bertujuan apa-apa, selain untuk sekedar berbagi dengan harapan ada juga manfaatnya bagi pembaca semua.    Agak sedikit KKN, karena editor buku ini adalah anak saya sendiri Tascha Liudmila dan disampul belakang , adik saya mengisinya dengan tulisan singkat sebagai berikut :

Abdul Hakim adalah seorang Wartawan Kantor Berita Antara.

Tinggal di sebuah rumah, yang bagus ngga, jelek juga ngga, ya lumayanlah, letaknya di Jalan Segara IV Jakarta (Sekarang Jl. Veteran)

Dia tinggal bersama istri dan 2 orang anaknya.

Anak pertama bernam Bachrul berusia 4 tahun dan yang kedua Chappy berusia 3 tahun.  Di masa itu, anak kecil biasanya buang air besar dengan pispot. Begitu juga dengan Chappy.

Nah ada suatu peristiwa kocak. Chappy sedang buang hajat di pispot di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara pesawat di angkasa, dan apa yang terjadi?

Dengan hebohnya Chappy berlari ke luar rumah untuk melihat pesawat. Lucunya, pispot itu dia bawa dengan posisi pispot tetap menempel di pantatnya.

Hahahahaha….? Ayah, Ibu dan Bachrul ngakak abis ngeliat kelakuan si Bungsu.

Chappy masih memandang ke langit sambil berteriak,”Ayah, ada pesawat! ada pesawat! !”

Dengan mata berbinar dia berkata dengan suara sangat yakin, “Ayah, kalo udah besar, SAYA PENGEN JADI PILOT!”

Dan Allah itu luar biasa! Ternyata cita-cita Chappy tercapai. Dialah yang biasa kita kendal dengan nama Marsekal Chappy Hakim. Seorang Pilot lulusan Akabri tahun 1971. Dan jabatan terakhirnya adalah Kepala Staf Angkatan Udara! Hebat ya?

(Sebagaimana kisah ini diceritakan langsung ke saya oleh ayah saya Abdul Hakim)

Budiman Hakim

Nah, itulah sekedar laporan singkat keharibaan saudara-saudara sekalian terutama teman-teman, sahabat dan handai tolan yang telah sering menganjurkan kepada saya agar menuliskan pengalaman-pengalaman terbang yang dituangkan dalam sebuah buku.

Selamat Membaca !

Jakarta 10 Oktober 2011

Chappy Hakim

Tambang Garam “Wieliczka”, Krakow di Polandia.

gereja-bawah-tanah2

Tambang Garam Wieliczka

Kota Kraków , dalam bahasa Jerman Krakau, dan orang Inggris menyebutnya dengan Cracow adalah merupakan kota yang terletak 10 Km di sebelah selatan Polandia. Kota ini sebagai ibu kota Provinsi Malokiepols dan merupakan salah satu kota tertua dan terbesar di Polandia. Dengan luas sebesar 326,8 km² kota ini berpenduduk lebih kurang 900.500 jiwa .

Konon Kraków pernah menjadi ibu kota Polandia, walaupun nama kota Krakow sendiri tidak atau kurang populer atau dikenal banyak orang di Indonesia. Paling tidak, saya sendiri baru tahu ada kota yang bernama Krakow di Polandia, dan ternyata lebih luas dan ramai dibanding Warsawa, ibukota Polandia sekarang, yang justru sangat dikenal orang.

tambang garam

Dikota Krakow inilah terdapat Wieliczka sebuah kawasan dengan penduduk sekitar 20.000 orang dan didirikan pada tahun 1290 oleh Adipati Przemys? II dari Polandia.

Yang istimewa dari Wieliczka ini adalah, disitu terdapat Tambang Garam Wieliczka – salah satu pertambangan garam tertua di dunia Read more…