All posts in Story

Intelijen Bertawaf

Para nara sumber peluncuran buku intelijen bertawaf

Para nara sumber peluncuran buku intelijen bertawaf

Terlebih dahulu saya ingin menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan dari Pak Pray yang telah menunjuk saya sebagai salah seorang pembahas buku “Intelijen Bertawaf”, teroris Malaysia dalam kupasan. Buku yang merupakan kumpulan tulisan Pak Prayitno Ramelan di blog Kompasiana.com.

Selamat untuk Prayitno Ramelan atas terbitnya buku ini.

Tulisan di blog dan buku ini adalah sejatinya berangkat dari semangat berbagi/keperdulian.

Perwira Intelijen atau yang sering pula dikenal sebagai Instansi Dinas Rahasia yang operasinya selalu dalam konteks Under Cover, memang selalu menarik perhatian.

Dari kaca mata orang awam, maka sosok seroang Intel secara garis besar dapat terlihat dalam tiga bagian, yaitu :
Read more…

Jaksa dan Polisi !

Ditengah gonjang ganjing nya Bibit dan Chandra, sore kemarin saya ngobrol-ngobrol dengan Bapak Saleh Basarah.   Seorang Purnawirawan Angkatan Udara yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara ditahun  1970-an.   Selain itu, beliau pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya .

Menyesuaikan dengan topik yang sedang hangat saat ini, beliau pun mengutarakan banyak pandangan-pandangannya terhadap Jaksa, Polisi dan KPK.

Ayah dari Pak Saleh Basarah adalah seorang Jaksa.   Pak Saleh sendiri dilarang oleh orang tuanya untuk menjadi Jaksa.   Mengapa ?   Karena, menurut ayah Saleh Basarah, untuk menjadi Jaksa pilihannya ada dua.   Bila menjadi Jaksa, maka anda akan menjadi Jaksa yang baik atau Jaksa yang “jelek”.    Menjadi Jaksa  adalah pilihan yang hitam putih.   Tidak ada pilihan “in-between”.   Anda tidak bisa menjadi Jaksa yang abu-abu.   Memang berat sekali pilihannya, sehingga ayah Saleh Basarah menganjurkan dan cenderung melarang anaknya untuk menjadi Jaksa.   Keterangan dan penjelasan selanjutnya, silahkan dicernakan sendiri-sendiri.
Read more…

Ritz-Carlton

Ritz-Carlton adalah nama perusahaan dan merek terkenal dari hotel dan resort mewah yang memiliki lebih dari 70 bisnis properti yang tersebar di 23 negara di seluruh dunia.   Dengan nama yang sama, sebanyak lebih dari 50.000 staf eksekutif dilatih secara intensif pada pusat “learning Institute” dan “leadership”.

Nama Ritz-Carlton sendiri sebenarnya merupakan gabungan dari nama Ritz Hotel di Paris dan Carlton Hotel di London.   Ritz Hotel, merupakan hotel tertua di pusat kota Paris yang dibangun pada tahun 1898.   Disinilah tempat orang-orang terkenal menginap manakala mereka berkunjung ke Paris.   Konon Bung Karno pernah menginap di Hotel ini, juga Shah Iran Reza Pahlevi, Ernest Hemingway, Charlie Chaplin, Elton John dan bintang film terkenal Greta Garbo.

Ritz-Carlton Hotel Company dengan 32.000 lebih karyawannya adalah merupakan milik dari Marriott Hotel International.   Kantor Pusat Ritz-Carlton terletak di Chevy Chase, Maryland sedikit diluar kota Washington DC.   Hotel Ritz Carlton pertama dibangun di Boston pada tahun 1927.   Dalam upaya menarik pelanggannya Ritz-Carlton menggunakan “kredo” yang sangat terkenal dilingkungan Perhotelan internasional yaitu “We are Ladies and Gentlemen Servicing Ladies and Gentlemen”.

Pada tahun 1996 Garveys Group menjual 49% sahamnya kepada Marriott Hotel International, dan pada tahun 2000 seluruh saham dibeli oleh JW Marriott.   Dari Amerika  Ritz-Carlton mengembangkan bisnis propertinya sampai ke  Aspen Highland, Bachelor Gulch di Colorado, St,Thomas di US Virgin Island dan di San Fransisco.

Di Kowloon , Hongkong ,Ritz Carlton memiliki 15 lantai teratas dari International Commerce Centre yang dibuat sebagai Hotel.   Lobby nya , menjadi terletak pada ketinggian 425 meter diatas permukaan laut, dan dengan sendirinya akan menjadi Lobby Hotel tertinggi di dunia, melewati Park Hyatt Hotel di Shanghai World Financial Centre.

Dimasa krisis ekonomi global belakangan ini, tentu saja tingkat hunian hotel banyak sekali menurun.   Khusus Ritz-Carlton Jakarta yang sempat di satroni oleh Ibrahim sang bomber, tingkat hunian hotelnya, konon drastis sekali menurunnya.   Namun belakangan ini menurut informasi yang layak dipercaya, tingkat hunian hotel di Jakarta termasuk Ritz-Carlton ternyata sudah menunjukkan tren yang membaik.   Pelayanan istimewa dan sangat profesional adalah merupakan andalan  Ritz-Carlton sejak dahulu kala.   Bisnis Hotel adalah bisnis jasa yang sangat mengandalkan pelayanan yang prima.

Anak Vietnam jadi Komandan Kapal Perang Amerika

Pada tahun 1975, ada seorang anak lelaki vietnam berumur 5 tahun yang setengah terjepit diantara begitu banyak pengungsi (lebih kurang 400 orang) yang mencoba meninggalkan Vietnam dalam sebuah perahu penangkap ikan berukuran kecil.   Demikianlah dengan terbawa ombak dan gelombang yang tiada menentu, melalui begitu banyak cobaan dan penderitaan,  Hung Ba Le, si anak Vietnam pun terdampar di Amerika.

Di negara Uncle Sam itu, rupanya si anak vietnam menjalani hidupnya dari kehari ke hari melaju dan mengalir begitu saja mengikuti aliran sang nasib.   Tuhan yang Maha Kuasa ternyata telah mentakdirkan dirinya untuk diantar kepada nasib yang baik bagi kehidupan dialam dewasa nya.
Read more…

CROY Versus Duta Besar !

Saya punya teman yang dulu lama tinggal di New York.   Senin 12 Oktober yang lalu dia berkesempatan makan siang dengan  seorang Duta Besar dari salah satu negara Amerika Latin yang baru saja menempati posnya yang baru di Indonesia.   Tentu saja sebagai diplomat sejati , beliau itu harus segera mengembangkan “net work” nya sekaligus mengumpulkan banyak informasi yang dibutuhkan bagi kepentingan negaranya.   Sambil makan siang  teman saya itu mempromosikan buku saya “CROY” kepada sang Ambassador.

Diluar dugaan sahabat saya itu, ternyata sang Duta Besar menaruh perhatian yang sangat besar terhadap isi buku “CROY” tersebut.    Bagaimana ujud perhatian yang sangat besar itu ?    Berikut ini laporan pandangan matanya yang cukup kocak selama acara makan siang  dengan sang Ambassador.   Teman saya memberi judul tulisannya dengan titel yang cukup menarik: Read more…