All posts in Opinion

Maskapai Asing Takut Abu Merapi?

Sebanyak 12 maskapai asing membatalkan 47 penerbangan ke luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (6/11) sejak pukul 13.00 hingga pukul 21.00. Batas waktu pembatalan penerbangan belum ditentukan.

Pembatalan itu sendiri mereka putuskan sebelum adanya notice to airmen dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta sehubungan dengan meletusnya Gunung Merapi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah yang mengeluarkan abu vulkanik.

Bandara Soekarno-Hatta mencatat, maskapai yang membatalkan penerbangannya kemarin ialah AirAsia, Malaysia Airlines, Singapore Airlines, Emirates Air, Japan Airlines, Turkey Airlines, Lufthansa, KLM, Tiger Airways, Eva Airlines, Etihad, dan China Southern. Berdasarkan data PT Angkasa Pura II, dalam sehari, penerbangan luar negeri, baik kedatangan maupun keberangkatan, mencapai 50 penerbangan dari 23 maskapai (Kompas, 7 November 2010).

Mengapa sementara ini hanya maskapai penerbangan asing saja yang khawatir terhadap abu vulkanik yang belum sampai ke Jakarta? Ada beberapa faktor yang kemungkinan menjadi penyebab. Pertama adalah adanya kekhawatiran terhadap abu vulkanik yang dikabarkan sudah sampai di kawasan Jawa Barat akan bergerak ke daerah udara kawasan Jakarta.
Read more…

Janji Pinokio!

Disela-sela mengisi waktu, tiba-tiba saya mendapatkan sebuah tulisan dari Saudara Tito Sulistio mengenai “Pinokio”.   Menarik juga tulisan ini, saya pikir nggak ada salahnya kalau saya posting saja disini.  Selamat Membaca !

JANJI PEMILU, JANJI PINOKIO!
Tito sulistio

A ”Chiken” in every pot & A ”Car” in every garage!, slogan kampanye pemilihan presiden Amerika yang sangat legendaris ini diucapkan oleh Herbert Hoover, Republikan di tahun 1928. Dia menjanjikan ”prosperity” kepada masa pemilih. Walau ini sebenarnya ini bukan sesuatu yang original, karena Henry IV dari Prancis  di tahun 1600 an pernah mengatakan hal sama, yang berjanji mengenai ”the wish for food” bagi para petani. Entah karena janjinya yang menarik , atau Alfred Smith sang penantang yang kurang bagus, Hoover memenangkan pemilu.

Hoover bekerja sangat keras, sayang ”stock market crash” yang terjadi ditahun 1929, menyemplungkan Amerika ke depressi terbesar yang pernah ada di tahun 1929. Amerika tidak memilih Hoover lagi pemilu 1932, dia dikalahkan Franklin D. Roosevell.

Janji pemilu di Indonesia secara hukum diatur oleh undang undang. Artinya si kontestan, jika terpilih haruslah mengimplementasi janjinya. Pertanyaan terbesar, janji apa ya?. Janji pemilu yang selalu terngiang ngiang adalah slogan basa basi yang tidak berarti apa apa. ” TERUSKAN” misalnya. Janji apa ya?, apa ya yang mau diteruskan?. Kalau buat pendukungnya janji itu seperti bilang  :’’ mari pertahankan kekuasaan”, sedangkan buat the losser, itu terdengar seperti :” rasain loe”… hehehe…, atau janji sang penantang ”Lebih Cepat Lebih Baik!”, buat rakyat dikampung ini hanya berarti agar pemilu selesai lebih cepat lalu rakyat bisa bekerja lagi dengan tenang, kembali kesuasana normal, gak kerja dalam ketidak tenangan, ketegangan hidup ditengah konflik yang dibuat para petinggi yang sedang berebut kekuasaan!

Read more…

Nurtanio dan si Kumbang dalam Kenangan!

Pagi itu, 28 Oktober 2010, hari sumpah pemuda, saya berangkat dari Jakarta menuju Bandung. Sesampai di Bandung saya langsung menuju ke PTDI.   Dengan diantar oleh Avi, putra almarhum Nurtanio kami menuju hanggar tua tempat Nurtanio dulu bekerja membuat pesawat terbang eksperimen.

Diantara sekian banyak pesawat yang  diproduksi, pernah digunakan oleh beberapa sekolah penerbang (sekbang) sebagai pesawat latih.   Sekbang  AU di Jogyakarta, Sekbang di Curug dan juga  Angkatan Darat di Semarang, sempat menggunakan pesawat hasil Nurtanio ini.

Si Kumbang

Si Kumbang

Salah satu pesawat buatan Nurtanio yang cukup terkenal adalah “si Kumbang” yang ternyata sampai kini masih ada dan utuh.   Pesawat  dirawat dan dibangun kembali oleh beberapa eks anak buah almarhum Nurtanio yang setia sejak awal pembuatan “si Kumbang”.

Di Pagi hari yang cerah itu saya sempat bertemu dengan  (lihat gambar) Dr. Tedjo Narsoyo Reksuatmodjo, ST, MPd ( Dosen Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia) pangkat terakhir Letkol (mengenakan pici) dan Pak Darwis R (yang pakai Topi) serta beberapa orang yang pernah membantu almarhum Nurtanio bekerja di hanggar tua itu.
Read more…

Pindah ke Halim, Solusi yang ”Berbahaya”!

Kepadatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng,Banten,sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan keselamatan penumpang.   Untuk mengurangi beban di bandara tersebut, Bandara Halim Perdanakusuma akan dibuka lebih banyak untuk penerbangan komersial.

Demikian salah satu dari delapan keputusan penting dari rapat tentang keselamatan transportasi udara dan darat yang dipimpin Wakil Presiden Boediono di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

“Ini langkah jangka pendek yang bisa segera dilakukan yakni mengoptimalkan pemakaian Bandara Halim Perdanakusuma untuk penerbangan sipil,” kata Juru Bicara Wakil Presiden,Yopie Hidayat.

Yopie menambahkan,negosiasi dengan pihak TNI AU sebagai pemilik bandara Halim Perdanakusuma segera dilakukan sehingga sebagian landasan bisa dipakai untuk penerbangan domestik.   Demikian kutipan sebagian berita yang dimuat di salah satu media online.

Memindahkan kembali kegiatan penerbangan sipil, walaupun hanya domestik ke Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, mencerminkan betapa parahnya bidang perencanaan penerbangan sipil nasional.

International airport setiap lima dan sepuluh tahun harus melaksanakan evaluasi tentang kapasitas dan kemampuannya sesuai perkembangan yang terjadi.    Dari hasil evaluasi tersebut, dilaksanakanlah langkah-langkah penyesuaiannya.    Tidak hanya mendiamkan, kemudian setelah terjadi “amburadulnya” penumpang kemudian mengambil jalan pintas kembali ke “airport” yang lama.   Lebih lebih dengan judul “mengoptimalkan pemakaian Bandara Halim”.
Read more…

Menuju Sepak Bola Indonesia yang Maju !

Presiden meminta agar para pengurus PSSI, KONI, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, menggunakan momen Piala Dunia 2010 untuk lebih memajukan sepak bola Indonesia.

“Mari kita menggunakan momentum ini untuk membangun sepak bola tanah air. Ke depan, mari kita benar-benar saling memperkuat diri dan melakukan sesuatu yg konkret,” kata Presiden.

Dikatakannya, Indonesia memiliki banyak potensi dan modal. “Kita pernah unggul di masa lalu. There is a great opportunity kalau kita benar-benar bersatu dan tidak saling menyalahkan. Insya Allah tahun-tahun mendatang kita bisa melakukan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Mari kita bersinergi mengembangkan sepak bola kita. Kalau di daerah perlu sarana dan prasarana, kita tambah. Kalau kita ingin menghadirkan coach berstandar internasional, Insya Allah kita hadirkan,” kata Presiden.

Itu adalah beberapa pesan Presiden RI, beberapa saat sebelum adegan nonton bareng “final” sepakbola piala dunia Afrika Selatan 2010 yang lalu.
Read more…