All posts in Music

Harry Belafonte

harry_belafonte-die_grossen

Album Harry Belafonte

Harry Belafonte penyanyi beken yang antara lain  tenar dengan lagunya Jamaica Farewell, bernama asli Harold George Belafonte,Jr. seperti tercantum dalam akte kelahirannya.   Dia dilahirkan di Lying-in Hospital, New York City, New York.   Harry Belafonte adalah anak dari Melvine, seorang pelayan yang suaminya adalah Harold George Belafonte Sr, seorang Jamaica yang bekerja sebagai tukang masak di Angkatan Laut Inggris.

Lahir pada tanggal 1 Maret 1927, dan sejak tahun 1935 sampai dengan tahun 1940, dia tinggal bersama neneknya di kampung “Aboukir” , tanah airnya, Jamaica.

Kembalil ke  New York City, ia bersekolah di “George Washington High School”. Selesai sekolah dia bergabung ke Angkatan Laut dan melaksanakan tugasnya pada perang dunia kedua.

Selesai penugasan di Angkatan Laut, Harry masuk ke sekolah “acting” bersama dengan beberapa aktor kenamaan antara lain, Marlon Brando, Tony Curtis, Waloter Matthau, Bea Arthur dan Sidney Poitier.   Untuk perkara akting ini, Harry pernah menerima penghargaan Tony Award, sebagai penghargaan akan sukses akting nya di pertunjukan “ John Murray Anderson’s Almanac” di Broadway.
Read more…

“Orkestra Kosong”

Daisuke Inoue

Daisuke Inoue

Daisuke Inoue, nama orang Jepang.

Ternyata memang ada yang “menemukan” karaoke dan masih hidup sampai sekarang, namanya Daisuke Inoue, seorang pria kalem berwajah bulat dan berkacamata, berjanggut kelabu yang tersisir rapi, bekerja di sebuah kantor di pinggiran kota Osaka.

Tampak kesederhanaan dan sikap santun dalam diri pria yang selalu tersenyum ini, seolah berlawanan dengan pekerjaan terakhirnya sebagai penghibur di klub malam.

Mesin karaoke pertama, pada tahun 1967 saat Inoue masih berumur 27.   Dia adalah musisi yang manggung di klub malam di Kobe.Selain drum dan perkusi dia juga dapat memainkan chord sederhana di keyboard hasil belajar secara otodidak.   Dengan begitu, dia dapat mengiringi para pelanggan klub malam yang ingin menyanyi.

Suatu hari pada 1969, seorang CEO perusahaan meminta Inoue menemaninya berpergian sehingga dia bisa menyanyi dengan iringan musik dari Inoue.Dari situ muncul ide Inoue, dia lalu membuat kaset berisi rekaman track favorit sang bos, Leaving Haneda  yang dibawakan oleh Frank Nagai.Sang CEO terpana atas ide itu.Inoue melihat ada peluang “Sepertinya saya bisa menghasilkan uang dengan ini,” katanya.
Read more…

Jim Reeves

salah satu album Jim Reeves

salah satu album Jim Reeves

Kalau kita sering menikmati lagu-lagu seperti : I Love You Because, He’ll have to go, Adios Amigo dan Welcome to my world, maka tidak salah lagi, itulah nomor-nomor populer dari penyanyi muda Jim Reeves. Lagu “welcome to my world” nya telah digunakan oleh “Mas Yos” dan terkadang “Mbak Nien “ sebagai lagu pembuka siaran Mas Yos setiap subuh di Radio El Shinta, pada saat awal berdirinya radio tersebut.

Suara yang berat dan mantap, telah menjadi ciri khas nya dalam membawakan lagu-lagu yang berirama relatif tenang, matang dan melankolik. Disisi lain, beberapa lagu natal dari Jim Reeves telah menjadi sangat terkenal diseluruh dunia , antara lain, “Silver Bells”, “Blue Christmast” dan juga “ An Old Christmast Card

Jim Reeves, dilahirkan dengan nama James Travis Reeves. Dia lahir pada tanggal 20 Agustus 1923 di Galloway Texas. Terkenal dengan nama Jim Reeves saja, sebagai penyanyi dan sekaligus penulis lagu dalam genre musik country. Komposisi lagu dan juga lagu yang dibawakannya banyak dipengaruhi oleh beberapa penyanyi kondang seperti : Jimmie Rodgers, Moon Mullican, Bing Crosby, Eddy Arnold dan Frank Sinatra. Hoby dari Jim Reeves muda adalah : Baseball dan Musik.
Read more…

Cerita Ringan Tentang Gitar

Fender Stratocaster

Fender Guitar

Kalau kita omong-omong tentang gitar, biasanya kita lalu membicarakan merek dari gitar yang digandrungi banyak orang. Cukup bangga juga dengan perkembangan akhir-akhir ini mengenai beberapa gitar buatan Indonesia yang sudah mulai cukup terkenal di luar negeri sebagai gitar yang kualitasnya cukup baik. Baik disini berarti sudah bisa bersaing dengan merek-merek terkenal di dunia.

Salah satu merek gitar yang sangat dikenal diseluruh dunia adalah “Fender”. Nama Fender diambil dari nama pembuatnya, Clarence Leonidas Fender, seorang Yunani Amerika yang hidup antara tahun 1909 sampai tahun 1991. Clarence Leonidas Fender, biasa dikenal sebagai Leo Fender, dilahirkan pada tanggal 10 Agustus 1909, dan meninggalkan dunia yang fana ini pada tanggal 21 Maret 1991. Dia meninggal, setelah beberapa lama menderita komplikasi dari “Parkinson’s Disease”.

Leo Fender memulai pembuatan gitarnya pada tahun 1946, dari hanya sebuah gudang kecil yang tadinya berupa bengkel reparasi radio disalah satu sudut terpencil di California, sampai sekarang menjadi konglomerat raksasa kelas dunia penghasil gitar berkualitas tinggi dengan nama “Fender Musical Instruments Corporation” atau FMIC. Fender telah menjadi “brand” terkenal sebagai penghasil electric instruments, seperti Gitar, Bass Gitar dan juga amplifiers.

Fender menjadi terkenal, setelah berhasil mendisain gitar yang gampang dipegang, mudah di “tune” dan juga yang paling penting enak dimainkannya. Keunggulan itu paralel dengan kemampuannya membuat suara dari gitar yang dapat menetralisir suara “feed back” yang dihasilkan senar gitar melalui amplifier yang juga didisain secara khusus.

Leo Fender, pertama kali muncul dipasaran dengan gitar fender tele atau “telecaster” yang diluncurkannya pada tahun 1949, merupakan produk pabrik Fender di Fullerton, California.

Read more…

Jimbot, yang selalu “ikhlas”.

Pada suatu saat, empat tahun yang lalu, saxophone saya tidak bisa ditiup dengan baik, tidak sebagaimana normal nya .   Saya berusaha untuk mencari tempat reparasi yang dapat dipercaya dan tidak mahal.  Namun sampai beberapa hari saya tidak menemukannya.   Saya pernah menanyakan kepada beberapa teman, tetapi saya tidak memperoleh informasi yang memuaskan.    Sampai  pada satu kesempatan saya bertemu dengan Kenny Jo  dalam salah satu pesta perkawinan dan saya menanyakan dimana tempat servis atau reparasi saxophone.   Kenny Jo mengatakan bahwa selama ini dia  merawat semua alat tiupnya ke  “Jimbot” sahabatnya di  Cipinang.   Ditambahkan pula bahwa selama ini dia sangat puas dengan apa yang dikerjakan oleh Jimbot.    Langsung saja saya menghubungi saudara Jimbot tersebut.

Sejak itu saya tidak pernah lagi mendapatkan kesulitan dengan saxophone saya.   Jimbot jago sekali mengerjakan hampir semua alat tiup, mulai dari hanya sekedar perawatan rutin sampai dengan memperbaiki alat tiup yang sudah penyok tidak keruan.    Juga mulai dari terompet, clarinet saxophone sampai dengan trombone.  Jimbot adalah pemuda paruh baya yang mempunyai talenta yang luar biasa dalam menangani alat tiup.   Dia tidak pernah belajar secara formal, akan tetapi hanya dengan mempelajari apa yang sering dilakukan ayahnya.   Almarhum ayahnya, seorang anggota polisi anggota dari Korps Musik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang pada waktu itu dipimpin oleh R.A.J. Soedjasmin.   Korps Musik ini adalah pengiring yang setia dari aubade anak-anak sekolah di Jakarta pada setiap perayaan 17 Agustus di Istana Presiden pada tahun 1950 an.   Almarhum ayah Jimbot, pangkat terakhirnya Kapten Polisi adalah pemain alat tiup yang otodidak dan pensiun dari Polri pada tahun 1995. Read more…