All posts in Case

Jokowi dengan Demonstran.

Saat pertama kali menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi berhadapan dengan masalah kronis yang sudah berlangsung cukup lama, yaitu demonstrasi di depan kantor Walikota. Pada suatu pagi Jokowi datang ke Kantor, dari jauh dia sudah melihat begitu banyak Tentara, Polisi dan Satpol PP berjaga di depan pagar kantor Walikota yang tertutup rapat.

Dia mendekat dan bertanya, ini ada apa ?   Dijawab oleh salah satu anak buahnya bahwa sebentar lagi akan datang gelombang besar para demonstran yang akan mendatangi kantor Walikota menyampaikan tuntutan-tuntutannya. Dengan tenang Jokowi tidak menanggapi jawaban sang staf nya itu, namun kemudian meminta semua pasukan Polisi dan TNI untuk kemballi saja ke tempat masing-masing. Setelah itu, ia memerintahkan agar seluruh Satpol PP untuk kembali ngantor seperti biasa, dan pintu gerbang kantor walikota agar dibuka lebar-lebar. Read more…

Kepemimpinan menurut Jokowi

Joko Widodo

Joko Widodo

PT SERA, satu perusahaan swasta menyelenggarakan “annual leadership forum” yang pada tahun ini diadakan di kota gudeg, Jogyakarta. Dalam rangkaian acara tersebut salah satu pembicara adalah Walikota Solo, Joko Widodo yang lebih terkenal dengan sebutan Jokowi.

Jokowi adalah seorang Pria Pengusaha kelahiran Surakarta tanggal 21 Juni 1961. Dia menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas Gajah Mada, Fakultas Kehutanan. Kini dia tengah menjabat Walikota Solo, pada masa bakti kedua 2005 – 2015, bersama wakil yang karena kepopulerannya yang fenomenal, menjadi nyaris tidak dikenal sama sekali F.X Hadi Rudyatmo.

Berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan mebel taman, saat pertama kali dilantik, hampir semua orang menyangsikan kemampuan Pria Kurus yang jauh dari gagah serta tidak berkumis ini. Namun kemudian dia menjungkir balikkan persepsi banyak orang tentang dirinya itu. Dengan penampilan yang apa-adanya, dia benar-benar telah mencengangkan banyak orang terutama dari kalangan pemerintahan dalam negeri. Read more…

Pilots and illicit drugs

Illicit Drugs

Illicit Drugs

In early 2012, the Year of the Dragon, the public was shocked by news of pilots taking drugs. By the end of 2011, pilots standing trial for methamphetamine or narcotic consumption had in fact already been reported.
Later, there was the National Narcotic Agency’s arrest of pilots allegedly taking shabu or crystal meth in Makassar, South Sulawesi, and another case several days later in Surabaya, East Java.

All the pilots in this alleged narcotic abuse came from the airline Lion Air. Some pilots were reported to have been sued by Lion Air, demanding billions of rupiah in damages.
With all of these cases, it’s actually very easy to notice that there’s a grave problem in the working relations between the pilots and the company for which they work. The Indonesian aviation industry has in fact been facing various issues, which haven’t yet been properly resolved.

Read more…

Pilot Yang Nyabu !

Shabu

Shabu

Pada akhir 2011 Pengadilan Negeri Tangerang mengadili dua orang pilot Lion Air yang tertangkap basah saat pesta sabu-sabu bersama rekannya di sebuah apartemen di Kota Tangerang.

Sementara itu, Sabtu dini hari tanggal 4 Februari 2012 petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pilot Lion Air saat nyabu di kamar 2.109, Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur.Kabarnya,penangkapan ini merupakan pengembangan dari ditangkapnya pilot Lion Air lain beberapa waktu lalu di Makassar. Kabar ini sangat jelas telah menggambarkan bagaimana memprihatinkannya dunia penerbangan kita.

Peristiwa tersebut sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat sulit dipercaya oleh akal sehat. Seorang pilot pada hakikatnya hidup dari kondisi fisiknya yang prima sebagai salah satu syarat utama dalam menjalankan profesinya sebagai pilot. Lebih memprihatinkan lagi karena pada hakikatnya dunia penerbangan Indonesia saat ini tengah berada dalam kondisi yang masih membutuhkan banyak langkah penyempurnaan.

Masih banyak tindak lanjut dari Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 ten Read more…

Kekuatan Udara !

Sejak pertama kali orang menggunakan matra udara dalam pertempuran, jelas sekali tujuannya adalah untuk menyerang. Tidak ada dan bahkan sangat janggal, bila ada orang mengintai dari satu ketinggian kemudian hanya untuk bertahan. Dalam perkembangannya kemudian semakin jelas lagi bahwa memang unsur udara adalah sarana bertempur yang sangat efisien dalam konteks menyerang. Kekuatan udara, selanjutnya dikenal sebagai kekuatan offensive. Kekuatan Udara atau Air Power “originally design” untuk “offensive”.

Air Power is an offensive tools. Pengertian offensive disini tidaklah melulu berarti “menyerang” akan tetapi jauh lebih spesifik terurai sebagai : “to act rather than react, and dictates the time, place, purpose, scope, intensity and pace of operations”. Itu semua yang menjadi alasan, mengapa seluruh pertempuran dan bahkan peperangan hanya dapat dimenangkan oleh kekuatan yang platform-nya offensive. Tercatat hanya satu saja peperangan dengan dasar defensif yang berhasil keluar sebagai pemenang. Peperangan itu adalah “Battle of Britain”, yaitu saat Angkatan Udara Inggris yang dipaksa oleh Jerman untuk bertahan, untuk berada dalam posisi defensif ! Read more…