Archive for August, 2011

Selamat Lebaran, Mohon Maaf Lahir dan Batin !

Waktu begitu cepat belalu.   Pagi ini saya, isteri dan anak ,  melaksanakan Sholat Idul Fitri di Lapangan halaman Markas Besar Angkatan Udara yang lama di kawasan Pancoran.   Perlengkapan standar, berupa koran bekas dan sajadah sudah ditumpuk rapi di bagasi mobil.   Jalanan sepi, hanya ada satu dua mobil saja, kecuali ditempat-tempat penyelenggaraan sholat Id terlihat kerumunan orang dan mobil-mobil yang parkir.

Seperti biasa, sholat dimulai pada pukul 0700 wib yang didahului dengan pengumuman melalui pengeras suara yang menghimbau para jemaah agar  mempercepat langkahnya menuju lapangan karena sebentar lagi sholat akan dimulai.   Tidak lama setelah itu, menjelang pukul tujuh diumumkanlah sedikit tata cara menjalankan sholat Id yang secara garis besar memuat tentang takbir yang dilaksanakan 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua.   Disamping itu tentu saja, dan ini kita sudah hafal yaitu pengumuman bahwa khotbah Id adalah bagian dari sholat jadi dianjurkan para jemaah tidak meninggalkan tempat sebelum khotib menyelesaikan khotbah dan doanya.   Dan seperti biasa juga sudah dapat diramalkan yang terjadi adalah sebaliknya.

Seperti halnya dengan apa yang terjadi di tahun-tahun lalu, semua pengikut sholat berjemaah ini tidak ada yang mau mengambil tempat jauh ketengah, maka jadilah penumpukan di daerah pinggir memanjang kebelakang.   Seperti biasa beberapa panitia mencoba mengarahkan jemaah untuk mengisi dulu tempat yang kosong di tengah, dan seperti biasa pula hanya satu atau dua orang saja yang patuh.

Begitulah, walau sudah dibatasi dengan tali rafia, maka tetap saja orang-orang lebih suka mengambil tempat di pinggir.   Kurang jelas alasannya, apakah malas berjalan jauh atau memang memilih agar pulangnya lebih mudah.   Sesaat sebelum pengumuman panitia tentang pelaksanaan sholat Id,  seperti biasanya juga beredarlah kotak sumbangan yang diedarkan secara estafet.   Pukul 7 lewat 7 menit dimulailah sholat Id berjemaah.   Sholat yang hanya dua rakaat, tentu saja tidak memakan waktu lama.   Benar saja, selesai sholat, sebagian orang langsung saja berdiri meninggalkan tempat.

Ada orang yang tidak jauh disebelah saya,  sudah dihampiri isterinya dengan anak perempuannya yang berdiri dari kejauhan memanggil-manggil mengajaknya pulang.   Terlihat dia sebenarnya masih ingin duduk mendengarkan khotbah tetapi nada panggilan isterinya yang semakin meninggi membuat dia dengan berat hati  berdiri, seraya menggulung sajadahnya menuju isteri dan anak perempuannya yang masih berumur sekitar 5 tahun.   Terlihat wajahnya yang kesal, karena masih ingin duduk, demikian pula wajah isterinya yang setengah marah karena sudah berulang-ulang memanggilnya.   Orang tersebut dengan langkah gontai langsung saja menuju seraya menggandeng anak perempuannya dan seketika wajahnya berubah ceria seirama dengan wajah sang anak yang senang melihat ayahnya datang menjelang. Pemandangan yang menyita perhatian saya sejenak.   Sementara itu, sebagian lagi orang-orang yang tetap tinggal duduk diatas sajadahnya dengan tenangnya membakar rokok dan melamun sendiri-sendiri tanpa terlihat minat sedikitpun untuk mendengarkan khotbah dari sang khotib.   Ajaibnya, setelah Khotib selesai dengan khotbahnya dan dilanjutkan pembacaan doa, mereka pun dengan santai sudah terlebih dahulu bangun dari duduknya untuk langsung ngacir menuju tempat parkir kendaraan.

Saya beserta anak saya segera bangun pula dari duduk dan berjalan keluar lapangan.   Saya melihat kebelakang  mencoba memperhatikan adakah diantara kerumunan ibu-ibu ,  isteri saya disitu.   Saya tahu dia pasti merasa ada yang kurang, karena sudah dua lebaran ini, dia tidak lagi ditemani anak perempuannya yang sudah berumah tangga dan tentu saja sudah sibuk dengan suami dan anaknya.   Biasanya, saya berjalan dengan anak saya yang lelaki dan isteri saya berjalan dengan anak perempuannya.   Berpisah saat sholat, dan kemudian akan bertemu lagi di lapangan parkir mobil tidak jauh dari tempat sholat.   Dengan berjalannya waktu, tentu saja semua berubah.   Perubahan yang memang tidak bisa dihindari.   Ada yang bilang bahwa yang tidak berubah  adalah perubahan itu sendiri.   Demikian pula lebaran tahun ini yang sudah berubah dibanding dengan lebaran-lebaran terdahulu, namun itulah hidup.   Hidup yang tergantung dari kita sendiri bagaimana cara memaknai nya.   Yang pasti, memang, itulah lebaran dari tahun ke tahun.   Lebaran yang akan selalu penuh dengan kenangan, tidak terpengaruh apakah itu kenangan manis, biasa atau bahkan pahit !   Selamat Lebaran, mohon Maaf Lahir dan Batin !

Jakarta 31 Agustus 2011

Chappy Hakim

Ini Dia Pesawat Terbang Masa Datang!

Pesawat Ultra Modern Airbus

Pesawat Ultra Modern Airbus

Setelah sukses dengan pesawat A-380, Airbus sudah mulai merancang pesawat masa datang.   Pesawat yang akan diterbangkan, kira-kira ditahun 2050 ini sangat spektakuler.   Sebagaimana pesat lajunya perkembangan teknologi dirgantara yang sangat tinggi, maka demikian pula halnya dengan pesawat ini.   Bayangkan, pesawat dengan konsep baru ini, body nya  sebagian besar transparan alias tembus pandang.

Jadi bagi anda yang berkesempatan terbang dengan pesawat itu, akan dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan dari cakrawala pada ketinggian sekitar 40.000 hingga 60.000 feet, mungkin lebih.    Read more…

Mungkin ini sebabnya RI tertinggal dari S’pore !

Lee Kuan Yew

Lee Kuan Yew

Indonesia, sejak reformasi bergulir selalu berada dalam situasi yang sangat memprihatinkan, kalau tidak boleh menggunakan kata menyedihkan. Negara yang setiap hari ribut dengan hal-hal yang sangat tidak berguna. Negara yang seolah tidak ada pemimpinnya, semua berjalan sendiri-sendiri. Setiap hari hampir seluruh media memuat berita-berita yang hanya berkisar kepada perbedaan pendapat belaka, sementara didepan mata, bertumpuk permasalahan sosial yang tidak kunjung terlihat ditangani dengan baik. Jalan-jalan rusak, lalu lintas macet, fasilitas pelayanan masyarakat minim, sementara orang-orang yang berpengaruh sibuk dengan hal-hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan upaya mengatasi masalah tersebut. Kita semua direpotkan dari satu masalah kemasalah lain, dari sejak kasus Century, Gayus Tambunan dan kini Nazaruddin dan entah apalagi setelah ini. Walau begitu kita semua merasa bangga karena dibilang sebagai negara yang paling demokratis nomor 3 di dunia ! Apa benar demokrasi berarti segala-galanya ? Untuk itu ada baiknya menyimak sedikit visi dari seorang pemimpin negara maju seperti SIngapura,

Lee Kuan Yew :

Berikut ini, beberapa pandangan dari Lee Kuan Yew yang dikutip dan disarikan dari salah satu wawancaranya dengan salah satu majalah terkenal di Eropa :

Lee Kuan Yew : Mengapa saya menentang demokrasi? Inggris datang ke Singapura tidak pernah memberi kepada saya tentang sesuatu yang bernama “demokrasi”. Dan saya tegaskan lagi bahwa saya tidak mungkin dapat menjalankan sistem di Negara saya dengan berdasarkan hukum atau aturan main mereka (demokrasi). Saya harus menjalankan sistem saya, system Singapura, yang harus mengacu kepada posisi dari rakyat Singapura. Read more…

Tambang Garam “Wieliczka”, Krakow di Polandia.

gereja-bawah-tanah2

Tambang Garam Wieliczka

Kota Kraków , dalam bahasa Jerman Krakau, dan orang Inggris menyebutnya dengan Cracow adalah merupakan kota yang terletak 10 Km di sebelah selatan Polandia. Kota ini sebagai ibu kota Provinsi Malokiepols dan merupakan salah satu kota tertua dan terbesar di Polandia. Dengan luas sebesar 326,8 km² kota ini berpenduduk lebih kurang 900.500 jiwa .

Konon Kraków pernah menjadi ibu kota Polandia, walaupun nama kota Krakow sendiri tidak atau kurang populer atau dikenal banyak orang di Indonesia. Paling tidak, saya sendiri baru tahu ada kota yang bernama Krakow di Polandia, dan ternyata lebih luas dan ramai dibanding Warsawa, ibukota Polandia sekarang, yang justru sangat dikenal orang.

Dikota Krakow inilah terdapat Wieliczka sebuah kawasan dengan penduduk sekitar 20.000 orang dan didirikan pada tahun 1290 oleh Adipati Przemys? II dari Polandia.

Yang istimewa dari Wieliczka ini adalah, disitu terdapat Tambang Garam Wieliczka – salah satu pertambangan garam tertua di dunia Read more…

Membangun Kebersamaan Membangun Bangsa !

Usai menempuh perjalanan yang dramatik hampir selama tiga bulan, akhirnya malam tadi Nazaruddin tiba kembali di tanah air. Nazaruddin disebut-sebut sebagai terlibat dalam banyak perkara. Mulai dari kasus Wisma Atlit Sea Games sampai dengan kasus politik uang di Partai Demokrat serta beberapa kasus lainnya di banyak Kementrian. Bahkan salah satu penjelasan mengatakan bahwa , KPK akan menangani berbagai kasus yang membelit Nazaruddin dengan nilai total Rp 6,037 triliun. Ironis nya, ini bukanlah satu-satunya kasus penyelewengan uang Negara yang terjadi di negeri ini, masih banyak lainnya yang juga telah, tengah dan masih dalam upaya penyelidikan untuk diungkap. Intinya, keserakahan telah begitu merajalela terjadi. Apa yang sebenarnya terjadi?

Pada saat John F. Kennedy diambil sumpahnya menjadi Presiden Amerika Serikat, ia segera berseru kepada seantero warga Amerika “Ask not what your country can do for you. Ask what you can do for your country !”. Kennedy tahu sekali bagaimana cara mengajak seluruh rakyat Amerika untuk “focus” kepada sasaran yang hendak dicapai bersama oleh Negara Amerika. Ia menggiring seluruh pengikutnya, seluruh rakyatnya kepada keyakinan bahwa kita dapat memberikan hal yang besar kepada Negara dengan bekerja bersama-sama dibanding hanya berusaha untuk bersama-sama memperoleh sesuatu dari Negara. Dia berusaha membangunkan kesadaran untuk mendahulukan memberi dari pada meminta. Keyakinan bahwa mulai dengan memberi jauh akan lebih baik hasilnya dari pada memulainya dengan mengharapkan jatah terlebih dahulu. Read more…