Archive for July, 2011

Menjelang Perayaan 17 Agustus ditahun 1950-an !

hut-ri-66

Logo Hut RI 66

Lebih kurang dua minggu lagi, kita semua akan merayakan hari kemerdekaan negara kita. Bagi mereka yang pada tahun 1950-an tinggal di Jakarta, pasti masih ingat bagaimana dan betapa suasana Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada waktu itu.

Biasanya, di tanggal 17 Agustus, Presiden Soekarno akan berpidato di Istana Merdeka, kemudian dilanjutkan dengan defile dari barisan pasukan pengikut upacara, antara lain pasukan berbaris melintas dengan senjata yang terhunus bayonetnya. Pagi saat pidato Bung Karno, kota Jakarta seakan terlihat sebagai kota mati, sebagian besar warga Jakarta hadir dan berada di depan Istana Merdeka dan warga lainnya tinggal di dalam rumah , mendengarkan pidato melalui Radio yang saat itu hanya RRI saja yang ada. RRI menyiarkan siaran pandangan mata peringatan hari proklamasi langsung dari Istana Negara. Televisi belum ada. Terkadang juga ada pawai kendaraan berhias keesokan harinya. Petang hari ditanggal 17 itu anak-anak sekolah di seluruh Jakarta berkumpul di Halaman Istana mengikuti kegiatan yang dikenal dengan nama “aubade”. Read more…

Mengapa Pilot Mogok ?

Sumber Foto: Europics / Kompas.Com

Sumber Foto: Europics / Kompas.Com

Pada hari Rabu, tanggal 27 Januari 2010, di Hotel Borobudur Jakarta, telah berlangsung penyerahan sertifikat “four star airline” dari CEO Skytrax Edward M Plaisted kepada Dirut Garuda Indonesia. Inilah capaian Maskapai Penerbangan pembawa bendera Indonesia yang sangat membanggakan. Tahun 2010 Garuda mengumumkan perolehan laba sebesar Rp 515,5 miliar dan pendapatan usaha (operating revenue) sebesar Rp 19.534 triliun yang berarti meningkat 9.4 % dibanding tahun 2009.

Sebelumnya, beberapa prestasi dan capaian spektakuler telah diraih oleh manajemen Garuda terutama dalam kurun waktu lebih kurang lima tahun terakhir. Diantara prestasi yang dicapai itu antara lain adalah pemecahan rekor muri sebagai Maskapai pertama yang memberikan pelayanan imigrasi “on board” , mengantar Garuda memasuki pasar modal sebagai perusahaan yang “go public” dan penambahan 24 armada pesawat terbang modern kedalam jajaran Garuda Indonesia, disepanjang tahun 2010. Tentu saja kita semua patut memberikan acungan jempol kepada pihak manajemen yang demikian dinamis dan penuh semangat mengantar Maskapai “Flag Carrier” Republik Indonesia ke panggung dunia. Read more…

Hati-hati bagi mereka yang hobi banyak minum air putih !

Di suatu pagi yang cerah, saya membuka twitter dan melihat postingan yang sangat menarik , memberikan sebuah link yang berisi tulisan berjudul :”Air Putih Bisa Membunuh Kita”. Dibawah judul itu tertulis : Sunday, July 17, 2011 Posted by Faik Fauzi MuLaCheLLa.

Saya pandang perlu memposting isi dari tulisan tersebut, karena beberapa diantaranya ada yang berhubungan dengan tulisan saya sebelum ini yang membahas tentang minum air putih. Tulisan yang berjudul Jangan banyak minum air putih dalam tiga seri itu (di awal bulan Mei – seri 1, seri 2, seri 3) telah mengundang ribuan pembaca dan ratusan komentar. Tentu saja, melihat judul tulisan yang dikirim via twitter, saya pikir akan banyak membantu pembaca sekalian dalam memperoleh tambahan informasi. Read more…

Mengapa Orang Yahudi sangat “powerful” ?

yahudi_peoplePagi tadi saya menerima email dari seorang sahabat ,yang isinya sangat menggelitik saya untuk berbagi kepada banyak orang. Isinya adalah kutipan dari tulisan seorang penulis Pakistan yang cukup tenar namanya yaitu Dr Farrukh Saleem. Beliau dikenal sebagai kolumnis freelance Islamabad, dan juga adalah Direktur Eksekutif dari Pusat Riset dan studi Keamanan. Mungkin tidak ada yang baru dari tulisannya, akan tetapi karena disajikan dalam format yang sangat “merangsang”, jadilah tulisan tersebut sesuatu yang saya pikir cukup inspiring !

Judul tulisan adalah : “Why are Jews so powerful”, yang saya coba padankan dalam bahasa Indonesia menjadi, mengapa orang Yahudi sangat “powerful” ? Khusus kata powerful tidak saya Indonesiakan,dengan tujuan konotasinya menjadi tidak hilang atau berubah. Berikut ini adalah sebagian dari isi keseluruhan tulisannya yang cukup panjang itu.

Dipermukaan bumi ini, katanya hanya ada 14 juta orang Yahudi, 7 juta berdomisili di Amerika, 5 juta bermukim di Asia, sebanyak 2 juta tinggal di Eropa dan kira-kira sebanyak 100.000 orang berada di Afrika. Perbandingannya, kurang lebih menjadi 1 orang Yahudi berbanding 100 orang muslim yang hadir di dunia fana ini. Akan tetapi Orang Yahudi memiliki kekuatan yang 100 kali melebihi seluruh orang Muslim yang ada. Sangat menakjubkan, mengapa ya?

Albert Einstein, ilmuwan beken sepanjang sejarah; Sigmund Freud, bapaknya “psiko-analisis” ; Karl Marx, Paul Samuelson, “jago” nya makro eknomi pemenang hadiah nobel dan Milton Friedman, semua adalah orang Yahudi ! Read more…

Apa itu Demokrasi ?

Menurut Juwono Sudarsono, Indonesia telah lama disebut sebagai “negara demokrasi terbesar ketiga”,setelah India dan Amerika Serikat. Sedikitnya hasil Bali Democracy Forum yang diselenggarakan 9-10 Desember 2010 lalu membuktikan itu.

Di samping itu, kita juga sudah terlalu sering mendengarkan betapa Indonesia dibanggabanggakan sebagai negara yang sangat maju dalam kiprahnya berdemokrasi di permukaan bumi ini, setelah bergulirnya era reformasi. Terlepas dari “prestasi” yang sangat membanggakan itu, realita yang kini dihadapi adalah justru berwujud gambar yang sangat memprihatinkan.

Dalam salah satu tulisan Sayidiman Suryohadiprojo, bahkan dikatakan “Adalah kenyataan bahwa Tanah Air dan bangsa Indonesia sedang diliputi persoalan berat yang membuatnya makin berantakan.Korupsi makin merajalela di semua lapisan masyarakat. Kriminalitas kian merusak dan membahayakan kehidupan. Radikalisme membuat kehidupan bangsa makin jauh dari asas gotong royong. Dan,rakyat belum kunjung sejahtera; yang kaya justru makin kaya.

Lebih lanjut dikatakan pula:  “Dalam hal ini, harus ada kesediaan Presiden Yudhoyono turut mewujudkan pergantian pemimpin yang lebih mampu mengatasi berbagai persoalan negara dan bangsa. Sikap demikian mungkin bukan sikap seorang politikus yang biasanya lebih memperhatikan kepentingan pribadinya. Akan tetapi, Presiden Yudhoyono adalah seorang perwira tinggi TNI yang teguh menjalankan Saptamarga, bukan politikus.”

Read more…