<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Seberapa Aman terbang di Soeta ?</title>
	<atom:link href="http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 14:44:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: ariel</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-721</link>
		<dc:creator>ariel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 20:02:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-721</guid>
		<description>Izin berkomentar.. Setau saya di bandara2 besar di indonesia met office(bmkg) di bandara sudah ada radar cuaca.. Dan fungsi dari met office di bandara adalah pelayanan info weather.. Knapa gk diperkuat saja kerjasama penginformasian weather yg trlihat di radar cuaca met office melalu atc untuk penerbang.. Apa tdk mubazir jika met office sdh ada radar cuaca, mau di tambah lagi radar cuaca di atc..  Terus jika di atc punya radar cuaca sndiri.. Apa tdk brbahaya jika nanti trjdi perbdaan penafsiran tren weather yg di berikan atc dgn pnafsiran dri ptugas met office yg bsa dsbabkan prbedaan jenis radar cuaca yg di punya atc dgn met office maupun dri faktor2 lain.....  Trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Izin berkomentar.. Setau saya di bandara2 besar di indonesia met office(bmkg) di bandara sudah ada radar cuaca.. Dan fungsi dari met office di bandara adalah pelayanan info weather.. Knapa gk diperkuat saja kerjasama penginformasian weather yg trlihat di radar cuaca met office melalu atc untuk penerbang.. Apa tdk mubazir jika met office sdh ada radar cuaca, mau di tambah lagi radar cuaca di atc..  Terus jika di atc punya radar cuaca sndiri.. Apa tdk brbahaya jika nanti trjdi perbdaan penafsiran tren weather yg di berikan atc dgn pnafsiran dri ptugas met office yg bsa dsbabkan prbedaan jenis radar cuaca yg di punya atc dgn met office maupun dri faktor2 lain&#8230;..  Trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teddy</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-652</link>
		<dc:creator>Teddy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 14:30:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-652</guid>
		<description>Pak Cheppy, Saya seorang usahawan dan kebetulan juga seorang dosen dimana kedua pekerjaan saya ini mengharuskan saya untuk terbang minimal 1 kali dalam 1 minggu. belakangan ini perjalanan saya selalu menakutkan pak, terutama saat take off dan landing saat melewati awan yg cukup tebal. seolah olah pesawat tiba tiba terangkat keatas dan terdorong kebawah dengan cepat. perlu bapak ketahui bahwa saya sebenarnya sangat takut terbang pak, tetapi saya lebih takut lapar karena memang pekerjaan saya saat ini begitu pak.. pertanyaan saya pak, apakah aman pak kalo pesawat sampe nubruk awan dan terdorong naek turun saat melewati awan pak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Cheppy, Saya seorang usahawan dan kebetulan juga seorang dosen dimana kedua pekerjaan saya ini mengharuskan saya untuk terbang minimal 1 kali dalam 1 minggu. belakangan ini perjalanan saya selalu menakutkan pak, terutama saat take off dan landing saat melewati awan yg cukup tebal. seolah olah pesawat tiba tiba terangkat keatas dan terdorong kebawah dengan cepat. perlu bapak ketahui bahwa saya sebenarnya sangat takut terbang pak, tetapi saya lebih takut lapar karena memang pekerjaan saya saat ini begitu pak.. pertanyaan saya pak, apakah aman pak kalo pesawat sampe nubruk awan dan terdorong naek turun saat melewati awan pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arief Rachmad (RCSP Soetta)</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-647</link>
		<dc:creator>Arief Rachmad (RCSP Soetta)</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 02:37:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-647</guid>
		<description>Tambahan, share...pak. berbicara &#039;bottle neck&#039; (antrian pesawat yang akan take off di Soetta) justru menurut hemat saya pertanyaan ditujukan kepada semua airlines. Mengapa semua berlomba-lomba (dalam tanda kuti[p) untuk terbang pada saat &#039;golden time&#039; .
Aerodrome (ADC) controller Soetta, sangat berperan aktif dengan &#039;local procedures&#039; max 5 pesawat in holding position (salah satu upaya saving fuel) dengan mendelay pesawat pada saat request start and taxi.
Restriksi yang bapak maksudkan approach rwy 07L/07R incomming traffic from east area (ex. Semarang, Solo, Jogja, Surabaya, Bali, Makasar) memang harus via DKI (VOR) oleh sebab &#039;avoid&#039; Istana Negara plus  &#039;avoid traffic outgoing to W45</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan, share&#8230;pak. berbicara &#8216;bottle neck&#8217; (antrian pesawat yang akan take off di Soetta) justru menurut hemat saya pertanyaan ditujukan kepada semua airlines. Mengapa semua berlomba-lomba (dalam tanda kuti[p) untuk terbang pada saat &#8216;golden time&#8217; .<br />
Aerodrome (ADC) controller Soetta, sangat berperan aktif dengan &#8216;local procedures&#8217; max 5 pesawat in holding position (salah satu upaya saving fuel) dengan mendelay pesawat pada saat request start and taxi.<br />
Restriksi yang bapak maksudkan approach rwy 07L/07R incomming traffic from east area (ex. Semarang, Solo, Jogja, Surabaya, Bali, Makasar) memang harus via DKI (VOR) oleh sebab &#8216;avoid&#8217; Istana Negara plus  &#8216;avoid traffic outgoing to W45</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: murdianto</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-646</link>
		<dc:creator>murdianto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 01:13:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-646</guid>
		<description>setahu kami setiap ada tender untuk penggantian radar maupun ATC system kami dari pihak ATC selalu mengusulkan dilengkapi radar cuaca tapi tidak pernah terealisasi radar cuaca juga sangat membantu atc dalam memberikan excelent heading clearance</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setahu kami setiap ada tender untuk penggantian radar maupun ATC system kami dari pihak ATC selalu mengusulkan dilengkapi radar cuaca tapi tidak pernah terealisasi radar cuaca juga sangat membantu atc dalam memberikan excelent heading clearance</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hisyam Muhammad</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-642</link>
		<dc:creator>Hisyam Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 03:21:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-642</guid>
		<description>Yth. Pak Chappy dan Pak Bahar Ilyas, saya sangat tertarik dengan diskusi tentang perlunya weather radar bagi ATC. Kalau kita melihat pada ICAO Annex 11 Air Traffic Services paragraf 2.2 objectives of the air traffic services, di dokumen tersebut dijelaskan bahwa salah satu dari fungsi ATS adalah provide advice and information useful for the safe and efficient conduct of flights. salah satu informasi yang diberikan oleh ATS Unit adalah Meteorological Information dari mulai fase departure, enroute sampai dengan arrival. Salah satu contoh pada saat pilot sebelum terbang mereka akan mendapatkan departure information (runway in use including QAM) dari ATC. Saya sangat sependapat dengan Pak Chappy bahwa dengan banyaknya lalu lintas penerbangan serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat di negeri tercinta ini, perlu diberikan fasilitas weather radar guna meningkatkan pelayanan lalu lintas penerbangan. Selain itu juga ATS unit dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan ICAO Annex 11 Air Traffic Services atau CASR 170 Air Traffic Rules. Dokumen lainnya yang dapat dijadikan referensi adalah ICAO Annex 3 Meteorological Services for International Air Navigation paragraf 2.1, 4.2, chapter 10; dan ICAO Doc 9377 Manual on Coordination between Air Traffic Services, Aeronautical Information services and Aeronautical Meteorological Services. Terkait dengan workload ATC, perlu segera dirumuskan di setiap ATS unit maupun aerodromes tentang maksimal kapasitas dari ATC capacity, airspace capacity, runway capacity dan apron capacity. Sehingga apabila rumusan tersebut telah ditentukan dengan benar, maka ATC akan bekerja dengan baik dalam pemberian pelayanan termasuk memberikan &quot;meteorological information&quot; dengan menggunakan fasilitas weather radar.
Demikian disampaikan semoga bermanfaat.
Wassalam
Hisyam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Pak Chappy dan Pak Bahar Ilyas, saya sangat tertarik dengan diskusi tentang perlunya weather radar bagi ATC. Kalau kita melihat pada ICAO Annex 11 Air Traffic Services paragraf 2.2 objectives of the air traffic services, di dokumen tersebut dijelaskan bahwa salah satu dari fungsi ATS adalah provide advice and information useful for the safe and efficient conduct of flights. salah satu informasi yang diberikan oleh ATS Unit adalah Meteorological Information dari mulai fase departure, enroute sampai dengan arrival. Salah satu contoh pada saat pilot sebelum terbang mereka akan mendapatkan departure information (runway in use including QAM) dari ATC. Saya sangat sependapat dengan Pak Chappy bahwa dengan banyaknya lalu lintas penerbangan serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat di negeri tercinta ini, perlu diberikan fasilitas weather radar guna meningkatkan pelayanan lalu lintas penerbangan. Selain itu juga ATS unit dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan ICAO Annex 11 Air Traffic Services atau CASR 170 Air Traffic Rules. Dokumen lainnya yang dapat dijadikan referensi adalah ICAO Annex 3 Meteorological Services for International Air Navigation paragraf 2.1, 4.2, chapter 10; dan ICAO Doc 9377 Manual on Coordination between Air Traffic Services, Aeronautical Information services and Aeronautical Meteorological Services. Terkait dengan workload ATC, perlu segera dirumuskan di setiap ATS unit maupun aerodromes tentang maksimal kapasitas dari ATC capacity, airspace capacity, runway capacity dan apron capacity. Sehingga apabila rumusan tersebut telah ditentukan dengan benar, maka ATC akan bekerja dengan baik dalam pemberian pelayanan termasuk memberikan &#8220;meteorological information&#8221; dengan menggunakan fasilitas weather radar.<br />
Demikian disampaikan semoga bermanfaat.<br />
Wassalam<br />
Hisyam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chappy Hakim</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-635</link>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 01:06:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-635</guid>
		<description>Sama-sama Pak Bahar ! Trims.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama-sama Pak Bahar ! Trims.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bahar Ilyas</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-631</link>
		<dc:creator>Bahar Ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 05:49:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-631</guid>
		<description>Thanks for your reply sir, and nice to meet you in the wedding party ! 
wassalam
Bahar Ilyas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks for your reply sir, and nice to meet you in the wedding party !<br />
wassalam<br />
Bahar Ilyas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chappy Hakim</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-627</link>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 03:20:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-627</guid>
		<description>Terimakasih banyak infonya Pak Bahar, saya memang tidak menguasai detil teknis tentang weather radar dalam hubungannya dengan sistem ATC, tetapi pengalaman saya terbang di LN, pihak ATC banyak sekali membantu Pilot, tanpa diminta , terutama dalam hal avoid weather sehingga memudahkan dan menyamankan penerbang.  ATC sebagai sistem memang tidak memerlukan weather radar, sekali lagi  dari pengalaman saya terbang di banyak negara pelayanan ATC selalu saja memberikan juga informasi cuaca walau Pilot tidak memintanya, terutama weather yang diperkirakan dapat menimbulkan turbulensi.  Saya pernah terbang di Singapura/Asean, Hongkong, Taiwan, Australia, Eropa dan Amerika, pihak ATC disana selalu memberikan info weather terutama saat akan TO dan saat descend serta approach to land, bahkan saya tidak sempat pernah mendengar Pilot yang request tentang avoiding weather, karena selalu saja keduluan oleh ATC.  Pihak ATC memahami benar bahwa dengan membantu Pilot avoiding WX adalah paralel dengan upaya yang memudahkan tugas pokok ATC sendiri.  Clear for Take off, after take off change heading to 170 to avoid weather a head.  Itu adalah clearance TO yang sangat biasa diterima Pilot di LN . Mungkin memang tidak wajib dan bahkan juga bukan menjadi tanggung jawab ATC, akan tetapi pelayanan yang seperti itu sangat familiar di peroleh disana dan sekali lagi dengan membantu walau bukan tanggung jawabnya, tetapi akan memudahkan tugas-tugas ATC sendiri secara keseluruhan.  Dari pengalaman saya, maka dapat dipastikan data Wx Radar yang digunakan oleh ATC memberikan informasi jauh lebih akurat dan lebih luas coverage nya dibanding dengan hasil deteksi Wx radar yang ada di pesawat.   
Bahkan untuk position report di reporting point, dilayani dengan sangat bersahabat, sering kali sang Controller yang justru memanggil duluan, you are close to point alfa , maintain FL 230 and report again point Bravo, misalnya seperti itu.   Sorry to say, tetapi ATC di LN terkesan benar-benar berperan sebagai pemberi jasa pelayanan yang sangat membantu dan sangat melayani , tanpa sempat Pilot untuk request apapun yang berkait dengan menghidar Wx jelek , apalagi tentang air traffic.   Begitu istimewanyanya , barangkali pelayanan yang diberikan, sampai-sampai saya mengira weather radar itu adalah merupakan bagian utuh dari perangkat ATC.  Dengan segala keterbatasan yang ada , tidak dengan maksud membanding2kan, tetapi  disini memang tidak pernah/belum ada pelayanan yang seperti itu, walaupun ada banyak juga saat landing Pilot menerima informasi dari beberapa ATC  controller tentang runway wet atau gusty in short final misalnya, yang saya yakin itupun bukan tanggung jawabnya ATC, hanya kebaikan dan rasa peduli sang controller yang merasa menjadi bagian dari operasi penerbangan yang harus dikelola bersama untuk mencapai tingkat maksimal keamanan terbang.   Agak sedikit berbeda,  dan memang harus dapat dimaklumi karena mungkin saja karena peralatan, filosofi pendidikan dan juga kesejahteraannya, sangat berlainan barangkali.  Mengenai weather radar dipesawat, saya pikir sudah lama menjadi no - go item, sudah tidak pernah lagi ada masalah dengan itu.   Namun, walau bagaimana, komentar Pak Bahar Ilyas sangat memperkaya pengetahuan saya dan pembaca lain tentunya, Thanks a lot my Friend !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih banyak infonya Pak Bahar, saya memang tidak menguasai detil teknis tentang weather radar dalam hubungannya dengan sistem ATC, tetapi pengalaman saya terbang di LN, pihak ATC banyak sekali membantu Pilot, tanpa diminta , terutama dalam hal avoid weather sehingga memudahkan dan menyamankan penerbang.  ATC sebagai sistem memang tidak memerlukan weather radar, sekali lagi  dari pengalaman saya terbang di banyak negara pelayanan ATC selalu saja memberikan juga informasi cuaca walau Pilot tidak memintanya, terutama weather yang diperkirakan dapat menimbulkan turbulensi.  Saya pernah terbang di Singapura/Asean, Hongkong, Taiwan, Australia, Eropa dan Amerika, pihak ATC disana selalu memberikan info weather terutama saat akan TO dan saat descend serta approach to land, bahkan saya tidak sempat pernah mendengar Pilot yang request tentang avoiding weather, karena selalu saja keduluan oleh ATC.  Pihak ATC memahami benar bahwa dengan membantu Pilot avoiding WX adalah paralel dengan upaya yang memudahkan tugas pokok ATC sendiri.  Clear for Take off, after take off change heading to 170 to avoid weather a head.  Itu adalah clearance TO yang sangat biasa diterima Pilot di LN . Mungkin memang tidak wajib dan bahkan juga bukan menjadi tanggung jawab ATC, akan tetapi pelayanan yang seperti itu sangat familiar di peroleh disana dan sekali lagi dengan membantu walau bukan tanggung jawabnya, tetapi akan memudahkan tugas-tugas ATC sendiri secara keseluruhan.  Dari pengalaman saya, maka dapat dipastikan data Wx Radar yang digunakan oleh ATC memberikan informasi jauh lebih akurat dan lebih luas coverage nya dibanding dengan hasil deteksi Wx radar yang ada di pesawat.<br />
Bahkan untuk position report di reporting point, dilayani dengan sangat bersahabat, sering kali sang Controller yang justru memanggil duluan, you are close to point alfa , maintain FL 230 and report again point Bravo, misalnya seperti itu.   Sorry to say, tetapi ATC di LN terkesan benar-benar berperan sebagai pemberi jasa pelayanan yang sangat membantu dan sangat melayani , tanpa sempat Pilot untuk request apapun yang berkait dengan menghidar Wx jelek , apalagi tentang air traffic.   Begitu istimewanyanya , barangkali pelayanan yang diberikan, sampai-sampai saya mengira weather radar itu adalah merupakan bagian utuh dari perangkat ATC.  Dengan segala keterbatasan yang ada , tidak dengan maksud membanding2kan, tetapi  disini memang tidak pernah/belum ada pelayanan yang seperti itu, walaupun ada banyak juga saat landing Pilot menerima informasi dari beberapa ATC  controller tentang runway wet atau gusty in short final misalnya, yang saya yakin itupun bukan tanggung jawabnya ATC, hanya kebaikan dan rasa peduli sang controller yang merasa menjadi bagian dari operasi penerbangan yang harus dikelola bersama untuk mencapai tingkat maksimal keamanan terbang.   Agak sedikit berbeda,  dan memang harus dapat dimaklumi karena mungkin saja karena peralatan, filosofi pendidikan dan juga kesejahteraannya, sangat berlainan barangkali.  Mengenai weather radar dipesawat, saya pikir sudah lama menjadi no &#8211; go item, sudah tidak pernah lagi ada masalah dengan itu.   Namun, walau bagaimana, komentar Pak Bahar Ilyas sangat memperkaya pengetahuan saya dan pembaca lain tentunya, Thanks a lot my Friend !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bahar Ilyas</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-626</link>
		<dc:creator>Bahar Ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 06:30:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-626</guid>
		<description>Pak Cheppy YTH:
Mohon ijin sedikit meluruskan tulisan bapak, tentang situasi CGK, terutama tentang ke-ATC-an. Karena tulisan ini bisa2 mengundang publik untuk menuntut agar pengelola Bandara CGK atau bandara besar lainnya soal pemasangan radar WX di seluruh system ATC di Indonesia. Dan sebenarnya sejak dulu sy amati bpk menulis atau berkomentar tentang ke ATC-an selalu tidak mengena namun baru hari ini sy sempat ngomentari tulisan bpk, sorry for that Sir !
Sekedar bpk tau (juga untuk pembaca lainnya) bahwa ATC tidak memerlukan WX (Weather) Radar dan tak pernah ada WX Radar di sistem ATC. Mengapa tidak perlu? karena controller tidak bertanggung jawab atas masuknya penerbang ke situasi awan/udara yang WX-nya jelek. Tanggung jawab itu ada pada pilot, karena itu lazimnya pilot-lah request for avoiding WX, controller tinggal approved or not tergantung traffic situation. Makanya commercial aircraft wajib dilengkapi Radar WX on board. Soal dulu ATC menggunakan Primary Radar yang bisa memonitor awan tebal (spt CB) itu soal dulu. tapi skrg Radar ATC generasi baru  tak lagi menggunakan Primary, melainkan Secondary Radar aja cukup, karena semata-mata tujuannya untuk mengendalikan traffic, not to avoid WX. Soal CGK terlalu padat traffic-nya itu juga soal lain, skrg pemerintah mencoba mengatur Slot Time di CGK dan baru akan tertata nanti di bulan Maret 2012, walaupun sudah kelihatan kendalanya bahwa banyak airlines yang enggan diundurkan schedule-nya karena sdh nyaman berebut di golden time. Just info buat pa Cheppy ! 

Wassalam,
Bahar Ilyas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Cheppy YTH:<br />
Mohon ijin sedikit meluruskan tulisan bapak, tentang situasi CGK, terutama tentang ke-ATC-an. Karena tulisan ini bisa2 mengundang publik untuk menuntut agar pengelola Bandara CGK atau bandara besar lainnya soal pemasangan radar WX di seluruh system ATC di Indonesia. Dan sebenarnya sejak dulu sy amati bpk menulis atau berkomentar tentang ke ATC-an selalu tidak mengena namun baru hari ini sy sempat ngomentari tulisan bpk, sorry for that Sir !<br />
Sekedar bpk tau (juga untuk pembaca lainnya) bahwa ATC tidak memerlukan WX (Weather) Radar dan tak pernah ada WX Radar di sistem ATC. Mengapa tidak perlu? karena controller tidak bertanggung jawab atas masuknya penerbang ke situasi awan/udara yang WX-nya jelek. Tanggung jawab itu ada pada pilot, karena itu lazimnya pilot-lah request for avoiding WX, controller tinggal approved or not tergantung traffic situation. Makanya commercial aircraft wajib dilengkapi Radar WX on board. Soal dulu ATC menggunakan Primary Radar yang bisa memonitor awan tebal (spt CB) itu soal dulu. tapi skrg Radar ATC generasi baru  tak lagi menggunakan Primary, melainkan Secondary Radar aja cukup, karena semata-mata tujuannya untuk mengendalikan traffic, not to avoid WX. Soal CGK terlalu padat traffic-nya itu juga soal lain, skrg pemerintah mencoba mengatur Slot Time di CGK dan baru akan tertata nanti di bulan Maret 2012, walaupun sudah kelihatan kendalanya bahwa banyak airlines yang enggan diundurkan schedule-nya karena sdh nyaman berebut di golden time. Just info buat pa Cheppy ! </p>
<p>Wassalam,<br />
Bahar Ilyas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Didit Setiawan</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-623</link>
		<dc:creator>Didit Setiawan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 04:18:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-623</guid>
		<description>Om Chappy, apa kabar?

Mau nanya tentang pemberlakuan &quot;uang pengganti&quot; bagi penumpang jika pesawat yang akan ditumpangi mengalami tunda-terbang minimal 3 (or 4?) jam. Sementara di sisi lain ada persoalan peralatan dan lingkungan bandara yang tua yang kadang menguragi tingkat aman terbang. (Kalau gak salah dengar nih, soal ini juga berkontribusi terhadap rendahnya ketepatan waktu keberangkatan sebuah pesawat). Pertanyaan saya:.

Apakah kebijakan uang pengganti sejauh amatan Om mempengaruhi perusahaan untuk cenderung &quot;memaksakan&quot; terbang  tepat waktu? Tidakkah ini semakin berbahaya bagi penerbangan sementara di saat yang sama tidak ada perbaikan dalam peralatan, lingkungan bandara dan sistem pendukung lainnya?

Mudah-mudahan pertanyaan saya gak salah. Kalo pertanyaan salah, biasanya jawabnya juga susah :D

Makasih Om,

@DiditSetiawan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om Chappy, apa kabar?</p>
<p>Mau nanya tentang pemberlakuan &#8220;uang pengganti&#8221; bagi penumpang jika pesawat yang akan ditumpangi mengalami tunda-terbang minimal 3 (or 4?) jam. Sementara di sisi lain ada persoalan peralatan dan lingkungan bandara yang tua yang kadang menguragi tingkat aman terbang. (Kalau gak salah dengar nih, soal ini juga berkontribusi terhadap rendahnya ketepatan waktu keberangkatan sebuah pesawat). Pertanyaan saya:.</p>
<p>Apakah kebijakan uang pengganti sejauh amatan Om mempengaruhi perusahaan untuk cenderung &#8220;memaksakan&#8221; terbang  tepat waktu? Tidakkah ini semakin berbahaya bagi penerbangan sementara di saat yang sama tidak ada perbaikan dalam peralatan, lingkungan bandara dan sistem pendukung lainnya?</p>
<p>Mudah-mudahan pertanyaan saya gak salah. Kalo pertanyaan salah, biasanya jawabnya juga susah <img src='http://www.chappyhakim.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Makasih Om,</p>
<p>@DiditSetiawan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aris Adhidarma</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-497</link>
		<dc:creator>Aris Adhidarma</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 03:41:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-497</guid>
		<description>Salam kenal Pak Chappy.
Tulisan Bapak mengenai dunia penerbangan dan Hankam sangat bermanfaat menambah info bagi kami.
Oya kami menunggu ulasan Bapak mengenai penanggulangan terorisme pasca Terbunuhnya tersangka terorisme : Osama bin Laden. Mungkin topik ini agak sensitif, tetapi ulasan yang berimbang dan jujur dari seorang &quot;Pakar&quot; seperti Bapak sangat ditunggu oleh masyarakat untuk memberikan pembelajaran seutuhnya apa sebenarnya akar penyebab aksi terorisme dan kekerasan itu sendiri. 
Sebagai ilustrasi bisa Bapak baca opini di media kami mengenai hal tersebut : http://fakta12.com/?p=1236 (bisa dibuka disini).
Terima kasih

Aris Adhidarma</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal Pak Chappy.<br />
Tulisan Bapak mengenai dunia penerbangan dan Hankam sangat bermanfaat menambah info bagi kami.<br />
Oya kami menunggu ulasan Bapak mengenai penanggulangan terorisme pasca Terbunuhnya tersangka terorisme : Osama bin Laden. Mungkin topik ini agak sensitif, tetapi ulasan yang berimbang dan jujur dari seorang &#8220;Pakar&#8221; seperti Bapak sangat ditunggu oleh masyarakat untuk memberikan pembelajaran seutuhnya apa sebenarnya akar penyebab aksi terorisme dan kekerasan itu sendiri.<br />
Sebagai ilustrasi bisa Bapak baca opini di media kami mengenai hal tersebut : <a href="http://fakta12.com/?p=1236" rel="nofollow">http://fakta12.com/?p=1236</a> (bisa dibuka disini).<br />
Terima kasih</p>
<p>Aris Adhidarma</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chappy Hakim</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-447</link>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 06:56:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-447</guid>
		<description>Makasih Hendri NR atas segala perhatiannya. Salam !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasih Hendri NR atas segala perhatiannya. Salam !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hendri NR</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-439</link>
		<dc:creator>Hendri NR</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 01:34:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-439</guid>
		<description>tulisan yg sangat edukatif Pak...ga nyangka soetta jadi final exam pilot SIA..berarti pilot indonesia jagoan semua dong..hehe..
BTW...semoga cepat sembuh Pak..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan yg sangat edukatif Pak&#8230;ga nyangka soetta jadi final exam pilot SIA..berarti pilot indonesia jagoan semua dong..hehe..<br />
BTW&#8230;semoga cepat sembuh Pak..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chappy Hakim</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-406</link>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 16:43:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-406</guid>
		<description>Terimakasih, memang sebenarnya sangat memprihatinkan, mudah-mudahan segera ada respon yang positif ! Salam !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih, memang sebenarnya sangat memprihatinkan, mudah-mudahan segera ada respon yang positif ! Salam !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andre</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2010/11/18/seberapa-aman-terbang-di-soeta/comment-page-1/#comment-404</link>
		<dc:creator>andre</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 16:38:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=1818#comment-404</guid>
		<description>Rata2 2 minggu sekali sy bepergian, selama ini mulus2 sj di soetta, setelah baca ini jd was2, terutama kalau cuaca buruk. Salut buat pilot2 indonesia! Thx Pak!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rata2 2 minggu sekali sy bepergian, selama ini mulus2 sj di soetta, setelah baca ini jd was2, terutama kalau cuaca buruk. Salut buat pilot2 indonesia! Thx Pak!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

