Archive for January, 2010

Leadership (4)

Bila kita membicarakan lebih mendalam lagi tentang kepemimpinan, atau lebih populer dikalangan luas dikenal sebagai “leadership”, maka kita akan sampai kepada pemahaman tentang “pemimpin” atau “leader” itu sendiri.

Siapakah dan bagaimanakah sang pemimpin itu ?

Dahulu kala, dan juga sampai dengan saat ini, masih ada dan bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan.   Seorang pemimpin itu adalah memang seorang yang sejak lahirnya telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin.   Pendapat ini setidaknya ditopang dengan persepsi yang berkembang dimasyarakat yaitu berkait dengan kekaguman terhadap sosok seorang pemimpin.   Katakanlah misalnya dalam melihat sosok seorang Bung Karno, Mahatir Muhamad, Lee Kuan Yew, Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, Golda Meir, Margaret Thatcher, Kennedy, Moammar Khadafi, Gamal Abdul Nasser, Adolf Hitler dan lain-lain.

Sosok para pemimpin itu, terlihat sekali “angker” nya, “wibawa” nya , “kharisma” nya.   Sosok yang mengundang kekaguman para pengikutnya diseluruh dunia.   Kekaguman atau rasa kagum itulah yang dengan mudah sekali kemudian berkembang atau mengembangkan sikap untuk mengkultuskan sang pemimpin.   Kita mengenal istilah kultus individu dijamannya Soekarno memerintah Republik Indonesia.   Dibuatlah gambar-gambar, lukisan, cerita bahkan lagu-lagu yang kesemuanya merupakan refleksi dari kekaguman para pengikutnya.   Read more…

Sidang Angket Century? Kita Tunggu Sang Pemberani!

Dalam salah satu koran terbitan ibukota Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin atas jalannya proses pemeriksaan oleh Panitia Khusus Angket Century di Dewan Perwakilan Rakyat.   Bagian yang disoroti oleh Presiden adalah tentang etika dan akhlak di dalam Pansus.

Dibagian lain dari berita itu tertera penjelasan dari Todung Mulya Lubis yang mengatakan bahwa  siapa pun yang dipanggil dan dimintai keterangan, Pansus berkewajiban memperlakukan mereka dengan hormat.   Lepas dari setuju atau tidak dengan jawaban yang diberikan interaksi harus dilakukan dalam keadaban !

Orang-orang yang dipanggil sebagai saksi, bukanlah tersangka dan terlebih bukan pula terdakwa, akan tetapi para anggota Pansus telah bersikap sebagai Jaksa dan memperlakukan saksi sebagai terdakwa, bahkan lebih dari itu mungkin sudah diperlakukan sebagai terhukum!

Sungguh menyedihkan, menyaksikan tontonan murahan di televisi.   Benar-benar satu tayangan yang sangat tidak mendidik !   Tayangan atau pertunjukkan yang dapat merusak akhlak para anak muda generasi penerus bangsa.   Sadarkah mereka itu ?

Kiranya benar sekali ,Maurice Barres seorang wartawan Perancis  yang hidup diakhir tahun 1910-an,  mengatakan :” The Politician is an acrobat.   He keeps his balance by saying the opposite of  what he does ! “. Akrobat di Senayan memang kini sedang beraksi.
Sang Jurnalis

Mengapa semua ini sampai terjadi, dan bagaimana cara untuk menghentikannya ?

Kemarin Kwik Kian Gie mengatakan di Televisi, bahwa masalah ini akan segera selesai, begitu ada orang yang berani maju mengangkat tangan dan berkata “Saya Yang Bertanggung Jawab”.   Nah , kini marilah kita semua menanti ada orang yang berani itu.

Kita Tunggu Sang Pemberani !

Jakarta 15 Januari 2010

Leadership (3)

Dalam kepemimpinan orang mengenal terminologi “strong leader”.  Apakah Strong leader itu ?   Banyak pengertian yang menguraikan tentang arti atau maksud dari istilah “strong leader”. Sebenarnya yang sering dimaksudkan orang dengan strong leader adalah tiada lain dari  “effective leader”, kepemimpinan atau pemimpin yang efektif.

Untuk dapat menjalankan peran sebagai leader yang efektif, maka kita harus melihat terlebih dahulu apa yang menjadi “basic concept” dari pemimpin yang efektif .   Apabila diamati dengan hati-hati, maka untuk dapat menjadi pemimpin yang efektif, konsep dasar nya adalah :  Mission accomplishment dan care and support of the people. Kemampuan untuk dapat menyelesaikan dengan baik pelaksanaan tugas dan  kesanggupan dalam memberikan perhatian dan dorongan terhadap anak buah.

Kemampuan menyelesaikan tugas, tidaklah dapat diperoleh dengan “instant”. Kesanggupan seseorang melaksanakan tugas, lebih banyak ditentukan dari pengalaman yang diperolehnya, dibandingkan dari bekal teori yang dimilikinya.   Itu sebabnya kemampuan ini  tidak dapat dan mustahil untuk dapat diperoleh secara tiba-tiba.   Kemampuan ini lebih kepada ujud  kumpulan proses pengambilan keputusan yang penuh dengan  rangkaian “trial and error” atau “trial by error“.   Proses mencoba yang merupakan kumpulan dari  berbagai kesalahan besar dan kecil yang kemudian menjadi bekal untuk tidak lagi berbuat kesalahan.
Read more…

Leadership (2)

Berbicara tentang kepemimpinan, maka kita dapat membahasnya dari banyak aspek tinjauan.   Dengan demikian maka akan lebih mudah bagi kita untuk memahaminya sebagai satu pengetahuan yang berguna.

Sejauh itu ada banyak sekali gaya kepemimpinan yang dapat diketahui dari beberapa literatur mengenai Leadership.   Namun  kali ini saya hanya akan memberikan beberapa contoh saja.

Gaya kepemimpinan yang sangat populer dan banyak diketahui adalah :

Gaya Kepemimpinan Otoriter atau Otokratis atau Authoritarian.
Ini adalah gaya dari seorang pemimpin yang selalu memusatkan semua keputusan dan kebijakan yang diambil hanya dari dirinya sendiri secara penuh dan mutlak.  Segala hal yang biasanya menyangkut pembagian tugas dan tanggung jawab , langsung dipegang oleh sang pemimpin yang otoriter itu, sedangkan para bawahan hanya diberikan kesempatan untuk semata melaksanakan tugas yang telah diberikannya.
Read more…

Leadership (1)

Leadership atau kepemimpinan sudah sangat sering dilontarkan banyak orang.   Demikian pula definisi tentang kepemimpinan juga sudah tersedia banyak sekali pada referensi-referensi yang ada.   Akan tetapi yang tetap saja menarik adalah membahas tentang para pemimpin.

Apabila kita hendak membahas lebih jauh tentang pemimpin atau tentang kepemimpinan, maka mungkin ada baiknya juga untuk terlebih dahulu kita melihat sepintas perjalanan sejarah umat manusia.

Tinjauan ini sangat penting dalam membantu kita untuk memahami dengan baik tentang kepemimpinan atau juga tentang pemimpin.   Sebagaimana kita maklumi bersama, sejarah umat manusia mencatat tentang dimulainya peradaban dimuka bumi ini dengan kehidupan yang sangat primitif dari para nomaden.   Sekumpulan manusia purba yang dalam perjalanan hidupnya, selalu berpindah-pindah tempat berkait dengan usahanya untuk dapat bertahan hidup.

Tentu saja, dalam era kehidupan manusia yang selalu berpindah-pindah tempat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka yang berlaku adalah hukum rimba.   Siapa yang kuat dialah yang menang dan dialah yang akan berperan sebagai “penguasa”.   Dengan demikian jelas yang menjadi pemimpin di era ini adalah mereka yang “kuat”.   Kuat dalam arti fisik.
Read more…