Archive for October, 2009

Penerbangan yang menghentikan Perang

Ada sebuah misi yang pernah dilaksanakan dan kemudian dapat menghentikan jalannya perang dunia kedua. Misi ini tentu saja adalah suatu operasi udara yang sangat matang direncanakan dan juga diperhitungkan terutama dalam aspek safety nya. Misi ini adalah misi operasi penerbangan sangat rahasia yang dilakukan oleh pesawat dengan awak yang lebih dari satu orang.

Khusus untuk pesawat dengan awak yang lebih dari satu orang, maka team work akan merupakan salah satu factor safety yang merupakan penentu keberhasilan tugas, disamping perencanaan yang matang sebelum pelaksanaan suatu misi penerbangan dimulai.

Tanggal 6 Agustus 1945 pesawat B-29 take off dari pulau Tinian di Pasifik, dengan misi serangan bom atom pertama sepanjang sejarah umat manusia. Pesawat dengan nama Enola Gay ini menjatuhkan bom tepat pada pukul 0815 local time, dan beberapa detik kemudian kota Hiroshima hancur lebur ditandai dengan kepulan asap yang membumbung tinggi ke angkasa membentuk cendawan raksasa ditengah-tengah udara yang cerah di pagi hari itu. Peristiwa ini sering disebut-sebut sebagai “the turning points in the world history”, satu titik kejadian yang membelokkan sejarah umat manusia dipermukaan bumi.
Read more…

Lolos Dari Maut

Safety, menurut kamus bahasa Inggris – Indonesia terbitan PT Gramedia, susunan John M. Echols dan Hassan Shadily terbitan April 1977, berarti keselamatan.

Sedangkan pada Webster’s New World Thesaurus oleh Charlton Laird yang di up dated oleh Williem D.Lutz terbitan tahun 1971, safety diartikan sebagai freedom from danger.

Dimasyarakat dirgantara, dikenal istilah  flying safety, satu terminologi yang mengandung makna keselamatan dan atau keamanan terbang.

Flying safety suatu hal yang menentukan, dan tidak bisa ditawar-tawar, bila kita mengkaitkannya dengan keberhasilan suatu misi penerbangan.    Tidak perduli apakah itu misi penerbangan latihan dan atau lebih-lebih suatu penerbangan operasi.

Flying safety harus dimulai dari diri sendiri.   Air Crew yang “physically fit“/ sehat secara fisik, jelas akan lebih memiliki kemungkinan berhasil dalam melaksanakan tugas dibanding dengan mereka yang kondisinya kurang fit.   Disamping itu, kondisi fisik yang fit akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi situasi dan keadaan darurat yang mungkin terjadi.   Pakaian yang dikenakan oleh awak pesawat juga akan sangat menentukan.   Lepas dari apakah sopan atau tidak, pakaian yang dipersyaratkan bagi awak pesawat berdasarkan pertimbangan jenis pesawatnya dan berawal dari pemikiran faktor safety.
Read more…

Pengaruh Amerika Serikat dalam Proses Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu

Bukan satu hal yang aneh bila kita berbicara tentang Pengaruh Amerika Serikat terhadap masalah dalam negeri Republik Indonesia.

Pembicaraan tentang ini bisa melebar dan panjang tanpa batas seperti yang sering kita jumpai dalam tulisan-tulisan yang memuat diskusi ber topik “Mafia Barkeley” misalnya.   Disamping itu sedikitnya ada dua hal yang tidak bisa dihindari untuk dibahas bila kita memperdalam mengenai hal yang sama.

Pertama adalah tentang tambang emas Amerika di Timika, yang sampai dengan detik ini tidak kunjung bisa tenang.   Sudah hampir setengah abad umur dari pertambangan ini yang konon tidak diketahui sampai kapan akan berlangsungnya.   Eksploitasi emas di Papua ini adalah ujud dari tambang emas terbesar di dunia dan juga tambang emas yang paling “sophisticated” dari sisi teknologi yang digunakannya, yang keberadaannya tidak diketahui sampai kapan.   Sementara sampai  Kemarin, masih saja terjadi penembakan oleh orang tidak dikenal terhadap kendaraan dan personil PT Freeport tersebut di Timika.

Satu lagi adalah mengenai keberadaan US Namru di Indonesia.   US Namru atau Naval Medical Research Unit ini, ditenggarai melakukan kegiatan yang jauh dari hanya penyelidikan medis semata. Selain melakukan penelitian penyakit-penyakit tropis mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan Medical Research.
Read more…

SBY Sang Ratu Adil

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono./Bradley Kanaris/Getty Images

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono./Bradley Kanaris/Getty Images

Dengan diumumkannya susunan kabinet Indonesia bersatu jilid 2, semalam, maka berakhirlah sudah, spekulasi, analisis, cacian, pujian, harapan dan entah apa namanya yang begitu banyak dalam  menyongsong satu kegiatan besar dari pelaksanaan “hak prerogatif”  seorang Presiden dalam membentuk dan menyusun para pembantunya yang akan duduk sebagai pejabat yang paling bergengsi di negara ini yaitu “Menteri”.

Demam kabinet di Indonesia, berakhirlah sudah.   Walaupun tidak ada atau tidak banyak yang berbeda dari susunan yang telah beredar di media sebelumnya, tetap saja pengumuman kabinet oleh seorang presiden menjadi satu momentum yang sangat ditunggu-tunggu.

Nah, yang sangat menarik adalah, duduknya seorang Marsekal (pangkat tertinggi di jajaran Angkatan Udara), dalam posisi yang sangat penting dan penuh gengsi serta merupakan jajaran nomor satu dalam jajaran hirarkis Kabinet, seperti yang diumumkan semalam.   Menjadi lebih menarik lagi adalah, bahwa sang Marsekal itu diangkat oleh seorang presiden yang Jenderal Angkatan Darat.   Menarik, karena mungkin hal ini adalah sesuatu yang mustahil terjadi bila presidennya bukan seorang SBY.
Read more…

Selamat Datang dan Selamat Bekerja Tim Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 !

Memasuki Hari Selasa Tanggal 20 Oktober 2009, hari dimana sesuai jadwal adalah merupakan agenda nasional dalam perjalanan Republik  Indonesia yang akan mengukir satu adegan yang menentukan jalannya sejarah dunia yaitu Pelantikan Presiden Terpilih tahun 2009 Masehi, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para Menteri telah selesai dipilih dan sedang memasuki tahap akhir.  Presiden telah memilihnya dari berbagai sumber, dari Presiden sendiri, dari para pembantu dekatnya, dari lamaran orang-orang yang ingin menjadi Menteri, melalui banyak cara dan jalan. Bahkan menurut Presiden ada juga yang melalui “Ibu Mertua” .

Sungguh Luar Biasa.  Saya melihatnya dari sisi yang positif saja , yaitu “semangat” yang sangat tinggi dari kelompok orang-orang yang ingin mengabdi kepada Tanah Air nya melalui jabatan “menteri”. Satu jabatan yang mentereng tentunya, dengan berbagai fasilitas negara lengkap dengan kendaraan dinas keren yang dikawal dengan “ngoeng-ngoeng”. Upaya Presiden SBY sendiri, nampak sekali bahwa beliau sangat serius untuk menjalani sisa 5 tahun pemerintahannya yang merupakan ujud tanggung jawab beliau. Menteri dipilih, dipanggil ke Cikeas dengan proses “fit and proper test” yang beberapa media menyebutnya sebagai “audisi” dan berlangsung tidak kurang dari 3 hari. Audisi, yang menurut salah seorang pengamat politik disebut sebagai “adegan teatrikal” yang “dramatis” dan “too much”. Tidak itu saja, para calon setelah lulus tes tahap satu diharuskan menempuh lapisan-lapisan berikutnya.
Read more…