Archive for July, 2009

Dimana Posisi Kita (2)

Apa yang dapat menjadi tolok ukur dari suatu Negara yang maju atau sejahtera.   Ukuran yang sangat mudah dalam melihat suatu Negara itu maju atau sejahtera adalah dengan melihat kepada sistem transportasi publik di Negara tersebut.   Ketertiban, kemudahan dan kenyamanan serta ketepatan waktu dalam penyelenggaraan suatu sistem transportasi publik di suatu Negara, akan menggambarkan secara tidak langsung maju atau sejahteranya suatu bangsa. Seberapa baik sistem  angkutan umum  disuatu Negara adalah dapat dijadikan ukuran atau merupakan cerminan atau berupa suatu refleksi dari seberapa baik Pemerintah suatu Negara  mengelola negaranya.

Sangat sulit untuk menemukan Negara yang kaya, atau Negara yang makmur, Negara yang berpenghasilan tinggi, yang memiliki sistem angkutan umum yang amburadul.Demikian pula sebaliknya, kita akan menemukan kesulitan yang besar dalam mencari  Negara miskin, amburadul, yang memiliki sistem angkutan umum yang tertib, bersih ,teratur, nyaman dan tepat waktu.

Mengapa demikian ?

sebabnya sederhana sekali.   Penyelenggaraan angkutan umum yang bersih, tertib, teratur, nyaman dan tepat waktu adalah cerminan dari suatu pemerintahan yang mementingkan orang banyak terlebih dahulu.   Cerminan dari suatu pemerintahan yang berkarakter. Tempat dari suatu pemerintahan yang terdiri dari orang-orang atau pejabat-pejabat yang selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat banyak baru kemudian memikirkan dirinya sendiri atau golongan atau partai, suku dan lain-lain.   Orang-orang yang filosofinya adalah : “Country before Self”,  selalu mendahulukan dedikasi dan loyalitas dalam pelaksanaan tugasnya.   Kesadaran yang amat tinggi akan wawasan bernegara.
Read more…

Dimana Posisi Kita? (1)

Pada saat dilaksanakannya “Half Day Seminar” di Shangri-La Hotel Jakarta, bulan November  tanggal 29 tahun 2006, Prof. Michael Porter, the world most influential business strategy guru, mengatakan sebagai berikut :

Di tahun 1980-an , China dan India adalah merupakan Negara yang relatif tertutup dan tidak masuk dalam jajaran Negara maju.   Relatif tertutup dalam pengertian, tidak menarik selera para investor, tidak masuk jajaran Negara maju dalam arti, memiliki daya saing yang rendah.   Sementara itu Negara Republik Indonesia di tahun 1980-an adalah merupakan Negara yang relatif terbuka dan termasuk dalam jajaran Negara maju.Sekali lagi pengertian terbuka disini adalah menarik sekali bagi para investor asing, dan masuk dalam jajaran Negara maju dalam konteks, memiliki daya saing yang tinggi.

Memasuki tahun 2000-an, maka kondisi seperti tadi itu, ternyata kemudian berbalik.   India dan China, saat ini telah menjadi Negara maju dan terbuka, sedangkan Negara Republik Indonesia telah menjadi Negara yang tertutup dan tidak atau kurang memiliki daya saing.
Read more…

Selamat Jalan Pak Omar Dani !

Omar Dani

Omar Dani

Kemarin siang, saya berkunjung ke Ruspau Halim Perdanakusuma bersama isteri menjenguk Pak Omar Dani yang tengah terbaring kritis di ruang ICU.   Saya dan isteri bertemu dengan keluarga beliau dan disampaikan bahwa kondisi Bapak Omar Dani sudah sangat kritikal.   Saya dan isteri hanya dapat memberikan sekedar nasihat dan saran serta doa yang tujuannya turut membesarkan hati anggota keluarganya.   Mengajak mendoakan semoga diberikan yang terbaik oleh yang maha kuasa, Allah Swt.

Omar Dani pernah berkata kepada saya, bahwa sering kali Ia risih karena banyak media yang menuliskan namanya dengan huruf H, yaitu Omar Dhani, padahal sebenarnya nama beliau adalah Omar Dani.   Itu adalah hal yang sering diutarakannya disela-sela pembicaraannya tentang banyak topik yang sering diutarakannya dengan siapa saja.

Omar Dani, diangkat menjadi Menteri Panglima Angkatan Udara pada tanggal 20 Januari 1962 dengan pangkat Laksamana Muda Udara.   Nyatanya, beliau memiliki banyak bintang dan tanda jasa antara lain Bintang Tertinggi yang bernama Bintang Republik Indonesia.   Namun seperti diketahui bersama , atas keputusan Mahmilub, beliau dihukum mati dan semua bintang jasa nya dicabut. Read more…

Bongkar Portal, hubungannya dengan BOM !?

Pada sekitar bulan Mei 2009 yang lalu, tersiar kabart tentang upaya Pemda DKI Jakarta untuk menertibkan keberadaan portal di Jakarta.

Portal-portal yang menghiasi jalan umum dan tanpa izin akan ditertibkan. Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan berkoordinasi memilah portal mana yang sesuai ketentuan dan mana yang tidak.

“Pada dasarnya, portal itu ada yang memang diberi izin oleh instansi yang berwenang karena ada kebutuhan. Tetapi, yang banyak saat ini adalah yang tanpa izin. Jadi segala sesuatu yang tanpa izin harus dikembalikan fungsinya,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Read more…

Ban Uni Eropa dicabut !

Uni Eropa telah mencabut larangan terbang bagi 4 maaskapai penerbangan Republik Indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi dari rangkaian “ban” oleh uni eropa itu ? Saya banyak sekali mendapatkan pertanyaan dari berbagai pihak untuk dapat menjelaskan tentang hal ini. Dalam bahasa Inggris saya telah menurunkan satu artikel di Jakarta Post , dan hari ini artikel saya dalam bahasa Indonesia, dengan bahasan yang berbeda telah pula dimuat di Koran Media Indonesia

Bagi yang belum berkesempatan untuk membacanya , saya kutipkan tulisan tersebut dibawah ini :

Ban Uni Eropa Dicabut

Apa yang sebenarnya Terjadi?

Dari sumber-sumber yang layak dipercaya, diperoleh kabar baik tentang dicabutnya “ban” atau larangan terbang ke Eropa oleh Otoritas Penerbangan Uni Eropa. Akan tetapi, disebutkan pula bahwa dicabutnya larangan terbang ini baru dapat diberikan kepada empat maskapai penerbangan saja, yaitu Garuda Indonesia, Mandala, AirFast dan Premi Air.
Read more…