<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Surat dari Kanada</title>
	<atom:link href="http://www.chappyhakim.com/2009/07/11/surat-dari-kanada/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.chappyhakim.com/2009/07/11/surat-dari-kanada/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 22:08:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Chappy Hakim</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2009/07/11/surat-dari-kanada/comment-page-1/#comment-204</link>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 03:07:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=965#comment-204</guid>
		<description>SXGani, wah terimakasih banyak komentarnya dari Qatar.   Bagaimana kabar?   Mudah-mudahan bangsa Indonesia cepat dapat segera menyadari kekurangan-kekurangnnya, sehingga negeri kita dapat lebih maju lagi, salam dari tanah air ! CH.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SXGani, wah terimakasih banyak komentarnya dari Qatar.   Bagaimana kabar?   Mudah-mudahan bangsa Indonesia cepat dapat segera menyadari kekurangan-kekurangnnya, sehingga negeri kita dapat lebih maju lagi, salam dari tanah air ! CH.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sxgani</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2009/07/11/surat-dari-kanada/comment-page-1/#comment-200</link>
		<dc:creator>sxgani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 17:37:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=965#comment-200</guid>
		<description>Pal Chappy, kita patut Prihatin memang dgn matisuri-nya  Industri hi-tech yg telah dirintis oleh Pak Nurtanio dan dikembangkan lebih lanjut oleh Pak Habibie. Namun yang lebih disayangkan lagi adalah eksodusnya sejumlah pakar penerbangan kerja di luar negeri  al. Malaysia, Sinagapore  dll. 
Penyebabnya  mungkin PTDI  saat itu tersendat sendat dan kurang mampu memberikan  dana &#38; peluang utk berkarya.
















Disana mereka berkarya buat kemajuan bangsa lain ,  Kasihan, memang  dgn nasib N250, N2130  namun yg lebih dikasihani adalah fakta bahwa sumber daya manusia yg hebat hebat pada kabur keluar negeri !!!!!   



Kita harus maklum   bagaimanapun mereka manusia...... krn mereka juga ingin maju........   ingin berkarya  dgn memanfaatkan keilmuannya ..... ingin dihargai karya nya   dan     tentusaja ingin memiliki masa depan yang lebih baik buat keluarganya.
                                                                                     
Didunia Oil &#38; Gas misalnya , Indonesia pernah berjaya dan diakui sebagai perintis LNG bahkan di-era 90an menjadi eksportir terbesar LNG........,  Sehingga saat Gas resources ketiga terbesar didunia ditemukan,   negara timur tengah dipertenganan 90an mulai mengincar dan merekruit sumberdaya yg memiliki keakhlian LNG  dari Indonesia.
Tentusaja peluang tsb segera diambil, krn fakta saat itu adalah sumber bahan baku Gas di Indonesia mulai menipis dan masa depan masih menjadi tanda tanya besar.                                                                                                                        Maka diawal 1996, dilanjutkan pada 1998, 2000  terjadi eksodus besar besaran para profesional dibidang LNG ke LN. 
Hasilnya ?  didukung dengan sumber Gas yg berlimpah ruah dan dgn menggunalkan sumberdaya Indonesia pada commisioning LNG Plant-nya, Salah satu negara Di Tim-Teng telah menjadi penghasil dan  pengekspor LNG terbesar .

 Malangnya lagi, walaupun ada peluang kembali ke Indonesia krn sdh adalagi LNG plant yg dibangun, toh Para profesional ini enggan kembali.  Kenapa ?   kalau kembali, Compensation&#38; Benefit mereka diperlakukan sbg bangsa dewe,  bukan Expatriate..........   so yg terjadi  adalah , orang Indonesia kerja ke Luar negeri orang luar negeri kerja ke Indonesia !!!!   Silahkan di cek berapa banyak ex pegawai Migas yg kerja di Tim-Teng, Sachalin Rusia, Kzakastan, Nigeria, Libya , Malaysia, Brunei, Australia .  dan berapa banyak org malaysia , Aussi yg kerja di Migas......... 
Mungkin Direktur Migas akan terkejut ,mengetahui banyaknya profesional migas kita yg berkiprah dan memgang posisi yg cukup dibanggakan.  (saya ga yakin mereka aware abaout this issue)                                                              The botom line adalah karena Faktor Masa depan .......,  jadi utk sementara  pengabdian dilupakan sejenak........,   siapa yang salah ?                         wallahualam.   sxgani di Qatar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pal Chappy, kita patut Prihatin memang dgn matisuri-nya  Industri hi-tech yg telah dirintis oleh Pak Nurtanio dan dikembangkan lebih lanjut oleh Pak Habibie. Namun yang lebih disayangkan lagi adalah eksodusnya sejumlah pakar penerbangan kerja di luar negeri  al. Malaysia, Sinagapore  dll.<br />
Penyebabnya  mungkin PTDI  saat itu tersendat sendat dan kurang mampu memberikan  dana &amp; peluang utk berkarya.</p>
<p>Disana mereka berkarya buat kemajuan bangsa lain ,  Kasihan, memang  dgn nasib N250, N2130  namun yg lebih dikasihani adalah fakta bahwa sumber daya manusia yg hebat hebat pada kabur keluar negeri !!!!!   </p>
<p>Kita harus maklum   bagaimanapun mereka manusia&#8230;&#8230; krn mereka juga ingin maju&#8230;&#8230;..   ingin berkarya  dgn memanfaatkan keilmuannya &#8230;.. ingin dihargai karya nya   dan     tentusaja ingin memiliki masa depan yang lebih baik buat keluarganya.</p>
<p>Didunia Oil &amp; Gas misalnya , Indonesia pernah berjaya dan diakui sebagai perintis LNG bahkan di-era 90an menjadi eksportir terbesar LNG&#8230;&#8230;..,  Sehingga saat Gas resources ketiga terbesar didunia ditemukan,   negara timur tengah dipertenganan 90an mulai mengincar dan merekruit sumberdaya yg memiliki keakhlian LNG  dari Indonesia.<br />
Tentusaja peluang tsb segera diambil, krn fakta saat itu adalah sumber bahan baku Gas di Indonesia mulai menipis dan masa depan masih menjadi tanda tanya besar.                                                                                                                        Maka diawal 1996, dilanjutkan pada 1998, 2000  terjadi eksodus besar besaran para profesional dibidang LNG ke LN.<br />
Hasilnya ?  didukung dengan sumber Gas yg berlimpah ruah dan dgn menggunalkan sumberdaya Indonesia pada commisioning LNG Plant-nya, Salah satu negara Di Tim-Teng telah menjadi penghasil dan  pengekspor LNG terbesar .</p>
<p> Malangnya lagi, walaupun ada peluang kembali ke Indonesia krn sdh adalagi LNG plant yg dibangun, toh Para profesional ini enggan kembali.  Kenapa ?   kalau kembali, Compensation&amp; Benefit mereka diperlakukan sbg bangsa dewe,  bukan Expatriate&#8230;&#8230;&#8230;.   so yg terjadi  adalah , orang Indonesia kerja ke Luar negeri orang luar negeri kerja ke Indonesia !!!!   Silahkan di cek berapa banyak ex pegawai Migas yg kerja di Tim-Teng, Sachalin Rusia, Kzakastan, Nigeria, Libya , Malaysia, Brunei, Australia .  dan berapa banyak org malaysia , Aussi yg kerja di Migas&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Mungkin Direktur Migas akan terkejut ,mengetahui banyaknya profesional migas kita yg berkiprah dan memgang posisi yg cukup dibanggakan.  (saya ga yakin mereka aware abaout this issue)                                                              The botom line adalah karena Faktor Masa depan &#8230;&#8230;.,  jadi utk sementara  pengabdian dilupakan sejenak&#8230;&#8230;..,   siapa yang salah ?                         wallahualam.   sxgani di Qatar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

