Archive for May, 2009

Pupus Sudah “Harapan”

Tadi pagi saya bertemu dengan beberapa anak muda lulusan S1 dan beberapa S2.   Ngobrol-ngobrol yang tentu saja adalah membahas topik pasca deklarasi Capres Cawapres yang telah terbentuk dalam proses panjang perundingan pembentukan koalisi.

Mulai dari alotnya pertemuan PDIP dengan Gerindra, sampai dengan topik yang diangkat salah satu koran ibukota yang berjudul “PKS akhirnya menyerah kepada Yudhoyono”.

Anak-anak muda ini semua mengemukakan pertanyaannya mengenai pernyataan banyak pihak tentang sesuatu yang “aneh” dilakukan dengan satu jawaban “ini kan politik”.   Dalam Politik itu semua bisa saja terjadi.   Telah terbangun pemahaman bahwa atas nama politik, maka semua dapat dikerjakan .   Atas nama Politik semua menjadi halal dilakukan.   Boleh saja, pagi bilang A dan siang bilang B dan kemudian malam bilang A lagi atau lainnya.   Boleh saja untuk bermusuhan bertahun-tahun kemudian mendadak bersahabat.   Boleh saja minggu lalu mengkritik dengan pedas terhadap A dan kemudian sekarang memuji-muji nya.   Boleh saja tahun lalu setuju atau mendukung dan kemudian sekarang mati-matian mengecamnya.Boleh saja sekarang  menganggap A salah besar, dan kemudian besok pagi tanpa ada perubahan apapun yang terjadi menganggap A adalah yang paling benar.
Read more…

Santapan Rohani di Jumat Pagi

Assalammualaikum Wr Wb.

Beberapa waktu yang lalu , saya melayat salah seorang sahabat saya. Menyedihkan bila melihat perjalanan hidupnya. Dahulu semasa SMA dia tinggal diperumahan elit dibilangan Kebayoran Baru, ayah ibunya dari kalangan terpelajar. Sahabat saya itu, lulus Fakultas Ekonomi salah satu Universitas di Indonesia dan setelah itu ia mengajar dan bekerja sebagai staf di Fakultas. Dalam perjalanan hidupnya, dia kemudian tidak begitu beruntung dan terakhir tinggal di kawasan kumuh, dipinggiran kota Jakarta.  Tidak ketahuan dia mengidap suatu penyakit sebelumnya, namun beberapa hari menjelang kepergiannya dia jatuh sakit dan kemudian pergi selamanya meninggalkan anak isterinya.   Menyaksikan ini semua kemudian saya  berpikir apa sebenarnya yang dapat kita tinggalkan setelah kita dipanggil oleh yang maha kuasa.   Dan apa pula yang dapat dibawa ?
Read more…

Interaksi 3 Jenderal.

Pemilihan Presiden 2009 akan segera memasuki babak yang sangat menarik. Setelah JK Win mendeklarasikan pencalonannya, menyusul kemudian munculnya berita mutakhir tentang kemungkinan Budiono yangakan ditunjuk sebagai Wakil Presiden mendampingi SBY. Diramalkan akan ada satu pasang lagi calon presiden yang akan maju berlaga. Pasti, itu semua akan menjadi sangat menarik. Sekedar pelepas penat, dalam mengikuti perkembangan pilpres 2009, saya ingin menurunkan sedikit ilustrasi tentang interaksi 3 orang Jenderal Amerika sesaat setelah usainya perang dunia kedua.

George Marshall, seorang jenderal Amerika yang dijuluki oleh Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris sebagai “organizer of victory“, arsitek atau tim sukses kemenangan sekutu pada perang dunia ke 2. Sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, dia pernah mengomandoi Jenderal Mac Arthur dalam melaksanakan operasi tempur di kawasan Pasifik. Dia terkenal dengan “Marshall Plan” nya, konsep program recovery Eropa pasca perang dunia. Untuk kiprahnya kepada masyarakat global Jenderal Marshall , pada tahun 1953 memperoleh hadiah Nobel Perdamaian. Pangkat terakhirnya adalah Jenderal bintang 5.
Read more…

Pilpres dan Whisky !

Johnnie Walker

Johnnie Walker

Amburadulnya International Airport kita, kayaknya sudah menjadi cerita yang tiada akhir.   Mulai dengan trasnportasi menuju Airport yang hanya dapat menggunakan kendaraan mobil, karena tidak tersedia jalur kereta api sampai dengan berserakannya bangkai pesawat terbang di pelataran parkir.   Pemandangan di terminal domestik agak sulit dibedakan dengan stasiun kereta api, malah ada yang mengatakannya sudah menjadi pusat perbelanjaan.

Belum lagi sulitnya untuk pindah terminal, selain tidak ada petunjuk yang jelas, juga sulit sekali memperoleh kendaraan dari satu terminal ke terminal lainnya.   Begitu turun dan keluar airport, kita harus siap berhadapan dengan begitu banyak calo taksi yang sangat membuat tidak nyaman.

Itupun, ditengah-tengah krisis ekonomi, dimana kebanyakan pihak menurunkan harga, justru airport tax dinaikkan tarifnya.   Masih banyak lagi yang merupakan keluh kesah orang terutama penumpang pengguna jasa angkutan udara.   Belum bicara soal security yang sampai saat ini pun, pihak Singapura masih belum percaya dengan sistem keamanan di Cengkareng.   Mereka masih melaksanakan “random”  security check bagi penumpang yang berasal dari Jakarta.
Read more…

Salut untuk Pak Polisi !

Tulisan tentang kejelekan polisi sudah cukup banyak, bahkan rasanya kalau ada tulisan tentang polisi maka dapat dipastikan isinya adalah “kritik” dan juga “caci maki”.

Pagi ini saya ingin menyampaikan apresiasi kepada polisi.   Polisi itu kalau nggak salah Bripka Henri dari TMC, Traffic Management Center Polda Metro Jaya.   Sang Bripka ini, tadi pagi sekitar pukul 0800 wib, bersama dengan mbak Niken di radio El Shinta sibuk mengatur lalu lintas di Jakarta, terutama di sekitar Kebayoran Baru dan Pondok Indah serta juga di sekitar bandara Soekarno Hatta.   Mungkin saja, hal ini biasa, setiap hari juga dilakukan oleh radio Elshinta dan TMC.   Namun pagi tadi saya benar-benar menikmatinya karena ketangkasan Bripka Henri ternyata dapat memberikan kesejukan kepada para pengendara yang tengah sewot berhadapan dengan amburadulnya lalu lintas di Jakarta.
Read more…