Tadi pagi saya bertemu dengan beberapa anak muda lulusan S1 dan beberapa S2. Ngobrol-ngobrol yang tentu saja adalah membahas topik pasca deklarasi Capres Cawapres yang telah terbentuk dalam proses panjang perundingan pembentukan koalisi.
Mulai dari alotnya pertemuan PDIP dengan Gerindra, sampai dengan topik yang diangkat salah satu koran ibukota yang berjudul “PKS akhirnya menyerah kepada Yudhoyono”.
Anak-anak muda ini semua mengemukakan pertanyaannya mengenai pernyataan banyak pihak tentang sesuatu yang “aneh” dilakukan dengan satu jawaban “ini kan politik”. Dalam Politik itu semua bisa saja terjadi. Telah terbangun pemahaman bahwa atas nama politik, maka semua dapat dikerjakan . Atas nama Politik semua menjadi halal dilakukan. Boleh saja, pagi bilang A dan siang bilang B dan kemudian malam bilang A lagi atau lainnya. Boleh saja untuk bermusuhan bertahun-tahun kemudian mendadak bersahabat. Boleh saja minggu lalu mengkritik dengan pedas terhadap A dan kemudian sekarang memuji-muji nya. Boleh saja tahun lalu setuju atau mendukung dan kemudian sekarang mati-matian mengecamnya.Boleh saja sekarang menganggap A salah besar, dan kemudian besok pagi tanpa ada perubahan apapun yang terjadi menganggap A adalah yang paling benar.
Read more…


Selain gaya bertutur yang lugas dan human, juga karena tidak banyak orang militer yang aktif menulis sehingga apa-apa yang ditulisnya menjadi menarik. Saya jengah, seorang militer profesional, bahkan sampai jabatan tertinggi sebagai KSAU dengan pangkat marsekal, masih bisa menjadi kolumnis sekaligus penulis buku, tentu bukan sosok yang tidak baen-baen