<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: TNI dan Realita</title>
	<atom:link href="http://www.chappyhakim.com/2008/10/13/tni-dan-realita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.chappyhakim.com/2008/10/13/tni-dan-realita/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 21:49:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Chappy Hakim</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2008/10/13/tni-dan-realita/comment-page-1/#comment-315</link>
		<dc:creator>Chappy Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 11:23:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=3#comment-315</guid>
		<description>Kita memang prihatin sekali ! Terimakasih dan Salam Pak !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita memang prihatin sekali ! Terimakasih dan Salam Pak !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: T. Gumbira</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2008/10/13/tni-dan-realita/comment-page-1/#comment-294</link>
		<dc:creator>T. Gumbira</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 20:12:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=3#comment-294</guid>
		<description>Bapak saya(TNI AL), paman(TNI AU), kakek(TNI AD)  tentara dengan pangkat rendah, saya, sepupu saya, tidak ada yang bisa mengenyam pendidikan yang tinggi, karena apa.., beliau sering ceritakan bahwa pengabdian jadi tentara bukan untuk mencari uang atau menjadi kaya ,beliau sering memberikan wejangan kepada kami anak-anaknya, cucu-cucunya. Menjadi tentara semata-mata pengabdian tulus untuk kebesaran Bangsa dan Negara. Walaupun demikian kami bangga mempunyai orang tua yang tidak mewariskan harta dan kekayaan, kami hanya diwarisi nilai-nilai tinggi rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa ini. Biarlah kami kaya akan arti (Kartika Eka Phaksi, Jalesveva Jaya Mahe, Swa Buana Paksa. Dari pada kami diberi warisan harta orang tuanya "Tentara Ngobyek".
 wasalam. TG</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak saya(TNI AL), paman(TNI AU), kakek(TNI AD)  tentara dengan pangkat rendah, saya, sepupu saya, tidak ada yang bisa mengenyam pendidikan yang tinggi, karena apa.., beliau sering ceritakan bahwa pengabdian jadi tentara bukan untuk mencari uang atau menjadi kaya ,beliau sering memberikan wejangan kepada kami anak-anaknya, cucu-cucunya. Menjadi tentara semata-mata pengabdian tulus untuk kebesaran Bangsa dan Negara. Walaupun demikian kami bangga mempunyai orang tua yang tidak mewariskan harta dan kekayaan, kami hanya diwarisi nilai-nilai tinggi rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa ini. Biarlah kami kaya akan arti (Kartika Eka Phaksi, Jalesveva Jaya Mahe, Swa Buana Paksa. Dari pada kami diberi warisan harta orang tuanya &#8220;Tentara Ngobyek&#8221;.<br />
 wasalam. TG</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Maz eL</title>
		<link>http://www.chappyhakim.com/2008/10/13/tni-dan-realita/comment-page-1/#comment-2</link>
		<dc:creator>Maz eL</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 17:39:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.chappyhakim.com/?p=3#comment-2</guid>
		<description>Pak Chappy, saya pikir yg perlu digarisbawahi di sini adalah fungsi dari TNI itu sendiri. Bisa dibayangkan, 2/3 wilayah NKRI terdiri dari lautan, tapi unsur TNI belum optimal mengamankan 2/3 wilayah tadi. Di kemudian hari perlu dipikirkan, bisakah kita merubah paradigma angkatan bersenjata yg berideologi maritim. Ini juga tanpa didukung matra udara yg kuat, tidak akan byk manfaatnya. 
Untuk kepolisian, saya pikir paradigmanya jg harus mulai dirubah. Terakhir kali dengan merubah penyebutan kepangkatan, akan tetapi atributnya msh tdk beda dgn militer. Padahal, Kepolisian RI seharusnya masuk ke dlm unsur keamanan sipil. Jika kedua paradigma tadi sudah diluruskan, tidak perlu lagi mempersoalkan kedudukan kapolda ataupun kepala staf. Sekalipun sama2 disebut alat negara, akan tetapi sudah beda jalur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Chappy, saya pikir yg perlu digarisbawahi di sini adalah fungsi dari TNI itu sendiri. Bisa dibayangkan, 2/3 wilayah NKRI terdiri dari lautan, tapi unsur TNI belum optimal mengamankan 2/3 wilayah tadi. Di kemudian hari perlu dipikirkan, bisakah kita merubah paradigma angkatan bersenjata yg berideologi maritim. Ini juga tanpa didukung matra udara yg kuat, tidak akan byk manfaatnya.<br />
Untuk kepolisian, saya pikir paradigmanya jg harus mulai dirubah. Terakhir kali dengan merubah penyebutan kepangkatan, akan tetapi atributnya msh tdk beda dgn militer. Padahal, Kepolisian RI seharusnya masuk ke dlm unsur keamanan sipil. Jika kedua paradigma tadi sudah diluruskan, tidak perlu lagi mempersoalkan kedudukan kapolda ataupun kepala staf. Sekalipun sama2 disebut alat negara, akan tetapi sudah beda jalur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

